cover
Contact Name
Hasrul Rahman
Contact Email
hasrul.rahman@pbsi.uad.ac.id
Phone
+6285725773388
Journal Mail Official
jurnal.genre@pbsi.uad.ac.id
Editorial Address
Jalan Kolektor Ring Road Selatan, Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
ISSN : -     EISSN : 27162613     DOI : https://doi.org/10.26555/jg.v2i2.3918
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) merupakan jurnal ilmiah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya. Jurnal ini terbit 2 kali setahun, Agustus, dan Februari. E-ISSN = 2716-2613. Jurnal ini bertujuan untuk menampung hasil penelitian mahasiswa Prodi PBSI, UAD dan di luar UAD yang memiliki jalinan kerja sama. Ruang lingkup jurnal ini adalah mahasiswa perguruan tinggi pada prodi PBSI yang berkerja sama dengan UAD. Fokus jurnal ini adalah pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya.
Articles 178 Documents
Campur kode dan alih kode berperspektif gender dalam promosi penjualan di media sosial tiktok Sabardila, Atiqa; Saputro, Duwi; Rahmawati, Finka; Priyandini, Ema
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12573

Abstract

Tiktok merupakan salah satu media sosial yang menyediakan fitur jual beli melalui video pendek dan siaran langsung dengan media bahasa. Bahasa yang digunakan memuat alih kode dan campur kode yang dipengaruhi oleh beberapa aspek salah satunya adalah gender. Penelitian ini bertujuan menelaah bentuk-bentuk alih kode dan campur kode dalam siaran langsung di media sosial Tiktok khususnya dalam kegiatan penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua akun Tiktok yang aktif melakukan siaran langsung penjualan yaitu @anantastore66 dan @rumahshoeskit. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik simak catat. Instrumen yang digunakan berupa pedoman studi dokumentasi audiovisual. Data dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dengan prosedur berupa 1) mengolah dan mempersiapkan data, 2) membaca keseluruhan data, 3) memberikan kode pada data, 4) mengkategorikan data, 5) mendeskripsikan data, dan 6) interpretasi data. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa gender perempuan menggunakan alih kode internal dan eksternal, campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode ke luar dalam siaran langsung penjualan di Tiktok. Gender pria menggunakan campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode ke luar dalam siaran langsung penjualan di Tiktok. Berdasarkan temuan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa gender perempuan menggunakan bentuk alih kode dan campur kode yang lebih bervariasi daripada gender pria. Gender perempuan memiliki kemampuan bilingualisme lebih baik daripada gender pria.  
Analisis mantra suku Kutai Muara Kedang Desa Sungai Mariam kajian semiotik Ulwatunnisa, Marwah; Dwi Sulistyowati, Endang; Lidya, Salma; Setyawati, Meita; Queena Hadi Putri, Nina
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12700

Abstract

Mantra masih dipercaya hingga saat ini, khususnya di Kalimantan Timur. Salah satu keberadaan penutur mantra dan mantranya, dapat ditemukan pada masyarakat suku Kutai, di Muara Kedang, Desa Sungai Mariam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dalam konteks mantra, simbol-simbol yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai alat retorika atau estetika linguistik, tetapi juga mengandung makna kultural dan spiritual yang mendalam. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu analisis mantra suku Kutai menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes; makna denotasi, konotasi dan mitos, serta fungsi mantra. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara serta studi pustaka. Teknik analisis data berupa kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, hingga verifikasi data. Hasil temuan penelitian yaitu ada beberapa jenis mantra; Mantra belas kasihan, Mantra Pagar Diri, Mantra Grecek, Mantra Ndik Benapsu, Mantra Wisa, Mantra Penghilang Kembung Anak, dan Mantra Penyengat. Empat fungsi mantra yang ditemukan yaitu sebagai proyeksi/menggambarkan kepercayaan masyarakat, menjadi alat pengesah pranata serta lembaga kebudayaan, sarana pendidikan, dan alat untuk menegakkan norma serta mengendalikan perilaku anggota masyarakat. Kepercayaan terhadap fungsi mantra dibangun secara kuat melalui bahasa simbolik dan penuh makna emosional.
Kesetaraan gender pada lagu Kita Usahakan Rumah Itu melalui interpretasi John Struart Mill Naimah, Myatun; Kusumaningsih, Dewi; Fajar Wicaksana, Muhlis; Pitoyo, Andri; Anita, Fenny; Suparmin, Suparmin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12830

Abstract

Kesetaraan gender ternyata bisa ditemukan juga dalam sebuah lagu yang bernuansa romantis dan sederhana. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pemahaman mendalam tentang penyampaian pesan dalam hubungan keluarga melalui makna lirik lagu dari kacamata peran gender maskulinitas, feminin, dan kesetaraan gender. Penelitian ini juga menganalisis bagaimana makna lirik lagu Kita Usahakan Rumah Itu mengandung makna kesetaraan gender berdasarkan teori John Struart Mill dalam membangun hubungan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa unsur bahasa yakni kata, frasa, klausa, dan kalimat dengan sumber data berupa makna lirik lagu yang berjudul Kita Usahakan Rumah Itu dipopulerkan oleh Sal Priadi dan mengandung makna kesetaraan gender. Teknik pengumpulan data melalui tahap simak dan transkripsi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan makna kesetaraan gender dari aspek kebebasan individu, hak yang setara, kesamaan potensi antara perempuan dan laki-laki, serta kebebasan keadilan. Makna kesetaraan gender tersebut memberikan stigma gender positif terhadap hubungan kepada masyarakat terkhusus pasangan muda.
Analisis konflik batin mendekat-menjauh tokoh utama dalam novel Dilan Tahun 1990 karya Pidi Baiq Pandu Winata, Fina; Anugrah Adiyadmo, Dimas; D, Yusra
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12852

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik batin mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict) dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq dengan menggunakan teori Kurt Lewin. Fokus penelitian ini adalah konflik batin yang dialami tokoh utama, Milea dan Dilan yang saling berhubungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalis secara mendalam dengan teori Kurt Lewin. Hasil analisis menunjukkan bahwa Milea mengalami berbagai konflik batin yang berkaitan dengan perasaannya terhadap Dilan. Di satu sisi, ia merasa tertarik dan memiliki ketertarikan emosional terhadap Dilan. Di sisi lain, ia merasa cemas dan takut karena status Dilan yang merupakan ketua geng motor tentunya penuh dengan risiko. Selain itu, Milea juga menghadapi dilema hubungannya dengan Beni, keputusan untuk mencari Dilan di tengah situasi yang berbahaya, serta keinginan untuk mengetahui hubungan Dilan dengan Susi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konflik mendekat-menjauh dalam novel ini tidak hanya menggambarkan kebimbangan tokoh utama, tetapi juga menjadi cerminan emosi seseorang dalam mengambil sebuah keputusan.
Interpretasi nilai moral dalam video klip “Usik” Feby Putri: Relevansi terhadap pendidikan karakter Nurhana, Meilisa; Fajar Wicaksana, Muhlis; Dini Septiari, Wahyu; Uswatun Hasanah, Dian; Erni Siti Nurlina, Wiwin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12859

Abstract

Pesatnya perkembangan media digital telah mengubah salah satu cara penyampaian nilai moral kepada masyarakat. Video klip sebagai media populer dapat berkontribusi penting dalam penyampaian dan pembentukan nilai moral, terutama bagi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam video klip “Usik” dan mendeskripsikan relevansi nilai moral terhadap pendidikan karakter. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengkaji elemen visual, gestur karakter, alur cerita dan lirik dalam setiap adegan video klip “Usik” karya Feby Putri. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yang mencakup analisis denotasi, konotasi, dan interpretasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan tujuh adegan dalam video klip “Usik” karya Feby Putri yang memiliki makna denotasi melalui ekspresi visual karakter yang merenung, berjalan menjauh, dan berinteraksi terbatas dengan orang lain. Makna konotasi yang mencerminkan nilai moral seperti kejujuran dalam mengungkapkan perasaan, kesadaran emosional, keberanian menghadapi kenyataan, empati, dan pengendalian diri. Analisis video klip “Usik” karya Feby Putri menunjukkan nilai-nilai moral yang relevan dengan pendidikan karakter. Nilai yang relevan seperti kejujuran, kesadaran diri, keberanian, empati, dan pengendalian diri. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan karakter melalui nilai moral.
Analisis superego tokoh utama dalam novel Sherlock Holmes–Lembah Ketakutan karya Sir Arthur Conan Doyle Pusparani, Mutia; Anugrah Adiyadmo, Dimas; D, Yusra
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh utama dalam novel berdasarkan aspek superego menurut teori Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan metode membaca dan mencatat. Objek penelitian ini adalah novel Sherlock Holmes—Lembah Ketakutan karya Sir Arthur Conan Doyle, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2019. Novel ini bercerita tentang petualangan seorang detekif jenius yang bernama Sherlock Holmes dalam memecahkan berbagai kasus yang misterius. Hasil penelitian ini adalah aspek superego dalam diri Sherlock Holmes terlihat dari cara berpikirnya yang selalu mengedepankan moral, etika, dan keadilan. Ia tidak bertindak sembarangan atau mengikuti keinginan pribadi, tetapi mempertimbangkan baik dan buruknya suatu tindakan. Selain itu, ia mengutamakan kebenaran, menepati janji, berpikir logis, dan bertindak hati-hati agar tidak merugikan orang lain. Dengan demikian, Holmes tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki integritas dalam setiap tindakannya.
Potret fenomena mistik dalam teks sastra sakral kidung “Sudamala” Galuh Condro Asmoro, Ciptaningsih; Zahro, Azizatuz; Karkono , Karkono
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.13047

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena mistis dalam teks sastra klasik Kidung Sudamala, sebuah karya yang berasal dari tradisi Jawa-Bali dan sarat akan nilai spiritual serta simbolisme religius. Kisah utama dalam teks ini menggambarkan proses ruwatan Dewi Uma yang dikutuk menjadi Batari Durga, sebagai bentuk konsekuensi atas pelanggaran moral. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam menganalisis struktur naratif, simbolisme, dan nilai religius dalam teks tersebut. Grand teori yang mendasari penelitian ini adalah mistisisme, yakni suatu paham spiritual yang menekankan pengalaman langsung dengan realitas ilahi atau kekuatan adikodrati sebagai pusat dari seluruh keberadaan. Mistisisme dalam penelitian ini digunakan sebagai landasan utama untuk memahami representasi simbolik dan spiritual dalam Kidung Sudamala, terutama yang berkaitan dengan konsep ruwatan, karma, reinkarnasi, dan moksa.  Langkah yang dilakukan untuk memperoleh data dan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) mengadobsi dan mencermai teks sastra sakral Kidung ”Sudamala”, (2) menandai bagian mistik dari kidung tersebut, (3) mengumpulkan data penelitian, (4) melakukan analisis sanding-banding data dengan teroi dan pendapat ahli, dan (5) menyimpulkan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur mistik dalam Kidung Sudamala dimanifestasikan melalui transformasi wujud, praktik ruwatan, mitos setra sebagai tempat ilmu pengiwa, serta representasi konsep karma dan moksa. Setra Gandamayu sebagai latar utama menjadi simbol ruang penyucian spiritual, sementara tokoh seperti Dewi Durga dan Rangda mencerminkan relasi antara kekuatan adikodrati dan keseimbangan kosmis. Dengan demikian, teks ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi budaya, tetapi juga menjadi refleksi sistem kepercayaan dan spiritualitas masyarakat tradisional di Nusantara.
Pengembangan bahan ajar bertema gastronomi sastra dalam meningkatkan kompetensi menulis teks cerita pendek Wardani, Nila Siti; Widyartno, Didin; Zahro , Azizatuz
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.13048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar menulis teks cerita pendek bertema gastronomi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D. Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE. Terdiri dari analysis, design, devlopment, implementation dan evaluation. Artikel ini akan berfokus pada bagian design yang secara khusus membahas secara deskriptif mengenai spesifikasi produk yang dikembangkan berkaitan dengan bahan ajar bertema gastronomi sastra dalam meningkatkan kompetensi menulis teks cerita pendek. Langkah penelitian ini adalah sebagai berikut; (1) menyajikan hasil berkaitan dengan spesifikasi produk, (2) mendeskripsikan setiap bagian spesifikasi produk, (3) melakukan sanding banding hasil deskriptif dengan teori atau pendapat ahli. Dalam penelitian ini nantinya juga akan dideskripsikan inovasi yang digunakan dalam mengembangkan produk. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pengembangan bahan ajar bertema gastronomi sastra diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan sumber belajar dan meningkatkan keterampilan menulis siswa.  Bahan ajar ini terdiri dari empat unit utama yang meliputi pengenalan konsep, analisis contoh, penyusunan kerangka, dan penulisan cerita pendek secara utuh. 
Poskolonialisme dan ekokritik dalam novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta karya Luis Sepúlveda Pramesti, Restituta Devi; Nurhadi, Nurhadi; Efendi, Anwar; Hartono, Hartono
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.13230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan relasi antara poskolonialisme dan ekokritik dalam novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta karya Luis Sepúlveda. Luis Sepúlveda menggambarkan interaksi antara manusia, alam, dan warisan kolonial yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap lingkungan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana isu-isu kolonialisme, eksploitasi lingkungan, dan perlawanan budaya direpresentasikan dalam sebuah tulisan sastra. Sumber data didapatkan melalui analisis representasi poskolonialisme dan ekokritik dalam tema, penokohan, alur, dan latar. Untuk meningkatkan keakuratan temuan, penelitian ini menerapkan triangulasi data dengan memanfaatkan tiga sumber utama: (1) analisis teks utama (novel itu sendiri), (2) referensi dari karya sastra dan kritik terkait yang relevan, dan (3) interpretasi dari peneliti lain. Kajian teori yang digunakan yaitu teori kritik ekologi poskolonial yang mencakup pendekatan poskolonial untuk menunjukkan bagaimana dampak kolonialisme terhadap kelompok pribumi dan ekokritik untuk menganalisis hubungan manusia dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memaparkan kritik mengenai kerusakan ekosistem akibat kapitalisme dan kolonialisme. Perspektif tersebut digambarkan melalui pandangan ekologis masyarakat adat. Kesimpulannya, novel ini berfungsi sebagai kritik sosial terhadap relasi destruktif antara kekuasaan kolonial dan eksploitasi lingkungan, sekaligus mempromosikan harmoni antara manusia dan alam.
Nilai-nilai feminisme dalam Novel Serial Mata karya Okky Madasari Rahma, Yadia; Suwandi, Sarwiji; Suryanto, Edy
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.13419

Abstract

Isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah satu diantara banyaknya topik penting dalam kajian sastra kontemporer. Sastra bukan sekadar berfungsi menjadi media hiburan, namun juga menjadi sarana pembentukan kesadaran sosial dan ideologis. Penelitian ini ditujukan guna mengungkapkan nilai-nilai feminisme liberal dalam novel serial Mata karya Okky Madasari, yang mencakup empat judul: Mata di Tanah Melus, Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Mata dan Manusia Laut, dan Mata dan Nyala Api Purba. Kajian dilakukan melalui penggunaan pendekatan kritik sastra feminis, khususnya teori feminisme liberal yang digagas oleh Betty Friedan, yang menitikberatkan pada prinsip kesetaraan hak, kebebasan individu, kemandirian, partisipasi publik, serta penolakan terhadap peran gender tradisional. Metode penelitian ini sifatnya kualitatif dengan teknik analisis isi, yang menelusuri representasi nilai-nilai feminisme liberal dalam narasi dan karakterisasi tokoh-tokoh dalam keempat novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai feminisme yang paling dominan adalah kemandirian individu, diikuti oleh kesetaraan hak, kebebasan dalam memilih, serta penolakan terhadap stereotip gender dan keterlibatan perempuan dalam ranah publik. Sebanyak 89 temuan berhasil diidentifikasi dengan distribusi yang relatif merata di seluruh novel. Temuan ini menunjukkan bahwa serial Mata tidak hanya menyajikan narasi petualangan yang menarik bagi remaja, tetapi juga menyuarakan pesan-pesan emansipasi dan pemberdayaan perempuan yang relevan dengan wacana kesetaraan gender dalam konteks pendidikan dan sastra anak. Serial ini memiliki potensi sebagai bahan ajar dalam pembelajaran kritik sastra berbasis nilai-nilai feminisme.