cover
Contact Name
Hasrul Rahman
Contact Email
hasrul.rahman@pbsi.uad.ac.id
Phone
+6285725773388
Journal Mail Official
jurnal.genre@pbsi.uad.ac.id
Editorial Address
Jalan Kolektor Ring Road Selatan, Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
ISSN : -     EISSN : 27162613     DOI : https://doi.org/10.26555/jg.v2i2.3918
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) merupakan jurnal ilmiah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya. Jurnal ini terbit 2 kali setahun, Agustus, dan Februari. E-ISSN = 2716-2613. Jurnal ini bertujuan untuk menampung hasil penelitian mahasiswa Prodi PBSI, UAD dan di luar UAD yang memiliki jalinan kerja sama. Ruang lingkup jurnal ini adalah mahasiswa perguruan tinggi pada prodi PBSI yang berkerja sama dengan UAD. Fokus jurnal ini adalah pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya.
Articles 200 Documents
Perubahan fonologis proto austronesia pada bahasa Toba, bahasa Pakpak, bahasa Karo dan bahasa Simalungun Erik D Siregar; Dardanila Dardanila; Dwi Widayati
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menjelaskan  dan mendeskripsikan perubahan fonologis PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun. Data yang digunakan mencakup 300 glos yang terdiri dari kosa kata universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan jenis data berupa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sejumlah perubahan fonem PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun. Selain itu ditemukan juga korespondensi bunyi. Kaidah perubahan bunyi PAN pada bahasa Toba, Pakpak, Karo dan Simalungun juga ditemukan, yang mencakup: */p/ > /b/ (pelunakan konsonan letup), */R/ > /g/ atau /r/ (bervariasi), */b/ > /mb/ (pranasalisasi), */t/ > /tt/ (geminasi), */g/ > /h/ (frikatifisasi), */p/ > /h/ (pelunakan ke frikatif glotis), */p/ > /pp/ (geminasi), */b/ > /w/ (perubahan ke glide), */k/ > /∅/ (pelepasan konsonan akhir), */t/ > /s/ (asimilasi), */d/ > /r/ (perubahan artikulatoris), */g/ > /ŋ/ (nasalisasi), */s/ > /h/ (pelunakan frikatif), */ŋ/ > /∅/ (pelesapan nasal velar). */e/ > ∅ (pelesapan vokal tengah), */a/ > /e/ (netralisasi vokal), */u/ > /o/ (penurunan vokal), */i/ > /ə/ (reduksi vokal tinggi), */a/ > /ə/ (netralisasi vokal).
Leksikon kepercayaan pemena suku Karo: Kajian ekolinguistik Marlisnawati Br Karo; Dwi Widayati; Alemina Br Perangin-angin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk leksikon dalam kepercayaan Pemena suku Karo. Metode penelitian menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 256 leksikon kepercayaan Pemena yang terbagi dalam sembilan kelompok, meliputi leksikon nama-nama upacara ritual dan tradisi (29 leksikon), tempat ibadah (14 leksikon), persembahan sajian (36 leksikon), benda-benda ritual (35 leksikon), tumbuhan (58 leksikon), hewan (6 leksikon), cara mengobati (16 leksikon), dan nama-nama hari (30 leksikon). Penelitian leksikon kepercayaan Pemena suku Karo memiliki keterkaitan erat dengan unsur-unsur alam dan lingkungan, mencerminkan pandangan holistik masyarakat Karo terhadap hubungan manusia dengan alam. Namun, pemahaman terhadap leksikon tradisional ini mengalami pergeseran akibat modernisasi dan pengaruh agama formal, sehingga diperlukan upaya dokumentasi dan pelestarian untuk mencegah kepunahan warisan budaya yang berharga ini.
Dekonstruksi kemanusiaan: Studi intertekstual Never Let Me Go dan Brave New World Zuraidah Nasution; Rosliani Rosliani; Lela Erwany
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13863

Abstract

Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro dan Brave New World karya Aldous Huxley, dengan fokus pada tema kontrol sosial, dehumanisasi, dan kekosongan eksistensial dalam masyarakat yang terorganisir. Kajian ini diposisikan dalam ranah sastra bandingan dan intertekstualitas sastra distopia modern, yang memandang teks sastra sebagai bagian dari dialog lintas zaman dalam merespons kecemasan sosial dan perkembangan modernitas. Menggunakan pendekatan intertekstual, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kedua novel merepresentasikan sistem sosial yang membatasi kebebasan individu melalui pembentukan struktur yang mengontrol tubuh, pikiran, dan identitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua karya lahir dari konteks sejarah dan periode penulisan yang berbeda, keduanya menyampaikan kritik yang berkelindan terhadap dominasi kekuasaan yang berujung pada hilangnya identitas dan makna kehidupan. Never Let Me Go menyoroti dehumanisasi klon sebagai objek biologis yang dikomodifikasi, sementara Brave New World mengkritik masyarakat konsumeristik yang meniadakan kebebasan berpikir dan kedalaman emosi manusia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi kajian intertekstual dalam mengungkap kesinambungan dan transformasi kritik distopia terhadap kemanusiaan dalam sastra modern
Implikasi kebijakan bahasa nasional pada pembelajaran menulis surat resmi: Studi kasus penurunan kemampuan bahasa digital siswa SMP Wahyuni Wahyuni; Jaja Jaja; Jimat Susilo
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14012

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implikasi kebijakan bahasa nasional terhadap kemampuan menulis surat resmi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam konteks komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada salah satu SMP negeri di Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bahasa nasional belum berjalan optimal dalam membentuk kompetensi penggunaan ragam bahasa resmi di lingkungan digital. Dominasi praktik komunikasi informal berbasis digital berkontribusi pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun surat resmi sesuai kaidah kebahasaan. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan antara arah kebijakan bahasa dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penegasan pentingnya reorientasi pembelajaran bahasa yang adaptif terhadap konteks digital tanpa mengabaikan standar kebahasaan formal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi kebijakan bahasa nasional melalui integrasi pendekatan kontekstual dan multimodal dalam kurikulum serta praktik pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi formal siswa secara berkelanjutan.
Integrasi literasi dalam pelaksanaan pembelajaran teks puisi Dwi Fikriyah; Roekhan Roekhan; Dwi Sulistyorini
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14053

Abstract

literasi dalam pembelajaran teks puisi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Latar belakang penelitian ini berpijak pada rendahnya capaian literasi membaca siswa berdasarkan hasil PISA dan data Rapor Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, berfokus pada peserta didik kelas X-4. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi telah dilaksanakan secara sistematis pada tiga komponen pembelajaran: materi, kegiatan, dan asesmen. Pada penyampaian materi, guru menggunakan pendekatan multimodal seperti gambar, video, dan teks untuk merangsang emosi serta pemahaman peserta didik terhadap puisi. Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik difasilitasi melalui tahapan pra-menulis, saat-menulis, dan pasca-menulis dengan pendekatan kontekstual dan reflektif. Adapun dalam asesmen, guru menilai puisi berdasarkan orisinalitas ide, struktur, penggunaan bahasa, dan kemampuan presentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran puisi yang terintegrasi dengan literasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan ekspresi peserta didik secara holistik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada model implementasi literasi multimodal dalam pembelajaran puisi berbasis kontekstual di lingkungan sekolah berasrama.
Pemetaan kemampuan literasi membaca teks sastra berdasarkan soal HOTS siswa SMP Ida Tri Wahyuni; Roekhan Roekhan; Dwi Sulistyorini
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14075

Abstract

Salah satu kompetensi literasi dasar adalah literasi membaca dan menulis. Literasi membaca berperan penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama pada kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Peningkatan literasi membaca di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran teks sastra pada jenjang SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca teks sastra siswa kelas VIII SMP di wilayah Lereng Wilis dengan fokus pada kemampuan kognitif tingkat tinggi, meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari hasil tes literasi membaca teks sastra. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP, dengan sampel siswa kelas VIII D SMP 1 Semen, kelas VIII A SMP 2 Semen, kelas VIII A SMP AT-Thulab, dan kelas VIII SMP NU Semen. Instrumen penelitian divalidasi melalui validitas isi, uji reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk memetakan capaian kemampuan literasi membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca teks sastra siswa kelas VIII SMP tergolong rendah dengan rata-rata skor 52,63. Rata-rata kemampuan menganalisis sebesar 53,24, mengevaluasi sebesar 48,88, dan menciptakan sebesar 46,47. Secara umum, kemampuan literasi membaca siswa pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa pada level berpikir tingkat tinggi (HOTS) belum berkembang secara optimal.
Kesantunan moderasi dalam wacana debat pilpres 2024 Febriyanto Arif Nugroho; Harun Joko Prayitno; Miftakhul Huda
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14161

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk-bentuk kesantunan moderasi yang muncul pada wacana debat Pilpres 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses komunikasi pada Debat Pilpres 2024 cukup banyak tuturan yang menggunakan kesantunan moderasi dalam penuturannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dianalisis menggunakan teknik analisis data padan pragmatik sebagai pisau bedahnya. Teknik analisis data yang digunakan sebagai pisau bedah dalam penelitian ini menggunakan teknik padan. Kemudian metode padan pragmatik digunakan untuk menentukan konteks tuturan. Hasil identifikasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi bentuk kesantunan berupa penggunaan bahasa yang santun (37%) mencerminkan pentingnya etika komunikasi sebagai strategi pencitraan politik. Selain itu, indikator menghindari tuturan ekstrem (31%) dan berorientasi pada keseimbangan (32%) menunjukkan komitmen para kandidat terhadap moderasi dalam menyampaikan gagasan. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan moderasi menjadi sarana penting dalam menjaga harmoni, menghormati pluralitas, dan mencegah polarisasi dalam komunikasi politik.
Performansi tradisi lisan bapokat pada masyarakat Kecamatan Batahan: Kajian antropolinguistik Muhammad Afdhaluz Zikri Lubis; Robert Sibarani; Tasnim Lubis
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi tradisi lisan bapokat pada tahapan duduok uRang tuo dalam masyarakat Kecamatan Batahan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Tradisi lisan bapokat pada tahapan duduok uRang tuo merupakan tahapan inti berupa musyawarah adat, melibatkan tokoh-tokoh adat seperti niniek mamak, pucuak pimpinan adat, alim ulama, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap tokoh adat dan masyarakat di enam desa yang berada di kecamatan Batahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi tradisi lisan bapokat pada tahapan duduok uRang tuo mencakup tiga komponen utama: teks, ko-teks, dan konteks. Teks terdiri dari struktur makro, struktur alur, dan struktur mikro. Ko-teks mencakup unsur paralinguistik, proksemik, kinetik, dan material seperti komba dan tando sebagai simbol budaya. Sementara itu, konteks budaya, sosial, situasi, dan ideologis memperkuat nilai-nilai kolektif dan identitas masyarakat Batahan. Tradisi ini juga menunjukkan adaptabilitas budaya di tengah keberagaman etnis dan tantangan modernitas, serta memperlihatkan peran penting bahasa dalam mempertahankan nilai, norma, dan solidaritas sosial.
Ketidaksantunan berbahasa: Penggunaan bahasa ‘nyinyir’ dalam film “Bu Tejo Sowan Jakarta” kajian pragmatik Pramudya Dhanabhrata; Djatmika Djatmika; Miftah Nugroho
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14239

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa ‘nyinyir’ sebagai bentuk ketidaksantunan yang digunakan oleh para tokoh dalam film “Bu Tejo Sowan Jakarta” berdasarkan kajian pragmatik. Penelitian ini didasarkan atas penggunaan strategi komunikasi bahasa 'nyinyir' dapat diidentifikasi ke dalam berbagai bentuk strategi ketidaksantunan secara komprehensif. Metode yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang terkumpul dianalisis melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, analisis konten, serta teknik catat. Data diperoleh dari percakapan yang ditranskripsikan dan diperankan oleh setiap tokoh beserta konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan terdiri dari ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan off-record, dan sarkasme/kesantunan semu. Penggunaan ketidaksantunan positif lebih banyak digunakan oleh para tokoh seperti pemilihan topik sensitif; menghina mitra tutur; berselisih atau berdebat; menyangkal kesamaan; dan menunjukkan rasa tidak simpati terhadap mitra tutur.
Penggunaan register pada grub Facebook Jual Beli Vespa Surakarta: Kajian sosiolinguistik Dimas Oky Kurnianto; Sri Wahono Saptomo; Sukarno Sukarno
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi register dalam interaksi jual beli di grup facebook “Jual Beli Vespa Surakarta”. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif data berupa unsur bahasa yakni kata, frasa, klausa, dan kalimat dengan sumber data berupa postingan grub facebook jual beli vespa surakarta. Teknik pengumpulan data melalui tahap obesrvasi, simak: bebas libat cakap, penelitian ini menggunakan teknik bebas libat cakap sebagaimana dijelaskan oleh Mahsun, yakni peneliti hanya bertindak sebagai pengamat pasif tanpa ikut serta dalam percakapan atau transaksi, melainkan hanya mengamati bahasa yang digunakan secara alamiah, dokumentasi, dan catat. Analisis data menggunakan model mills dan huberman yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk register yang muncul berupa register selingkung terbatas dan register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas memiliki makna yang lebih spesifik dan hanya berlaku pada konteks tertentu di kalangan pecinta vespa, sedangkan register selingkung terbuka memiliki makna yang lebih luas, fleksibel, dan dapat dipahami lintas konteks. Masing- masing register memiliki fungsi kebahasaan seperti instrumental, heuristik, representasional, dan interaksional. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang sosial baru dalam pembentukan dan penggunaan variasi bahasa yang mencerminkan identitas serta tujuan komunikatif penggunanya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sosiolinguistik, khususnya dalam memahami dinamika bahasa di ruang digital.