cover
Contact Name
Mokh. Yahya
Contact Email
myahyaiainska@gmail.com
Phone
+6285726965279
Journal Mail Official
tabasajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 27460789     EISSN : 27460770     DOI : https://doi.org/10.22515/tabasa.v2i1.3351
Core Subject : Education,
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya memfasilitasi dan mendiseminasikan artikel ilmiah dari para akademikus, pengajar, dan pemerhati bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup fokus dan bidang sebagai berikut : 1. Kebahasaan Indonesia dan pengembangannya 2. Kesastraan Indonesia dan pengembangannya 3. Pengajaran bahasa Indonesia 4. Pengajaran sastra Indonesia 5. Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
SEMIOTIK ROLAND BARTHES PADA CERPEN TUNAS KARYA EKO TUNAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Putri, Nurul Panca
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2648

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari tulisan ini adalah mengetahui tanda kode semiotik yang  dikemukakan oleh Roland Barthes pada kumpulan cerpen karya Eko Tunas. Cerpen karya Eko Tunas sarat akan penggunaan kode-kode yang berupa kode teka-teki, kode konotasi, kode simbolik, kode aksian dan kode budaya. Teori mengenai semiotik dapat diimplikkasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI di SMA pada KD 3.8 dan 4.8. cerpen yang diteliti meliputi 21 judul. Keduapuluh satu cerpen dianalisis secara semiotik untuk dapat mengetahui kode. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deksriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra, teknik pengumpulan data dengan metode membaca dan mencatat, teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen yang ditulis Eko Tunas mempunyai tanda semiotik yang meliputi 5 kode. Jumlah data mencapai  60 data.
FLIPPED CLASSROOM DAN APLIKASI SCHOOLOGY: ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS TEKS BIOGRAFI Arianti, Fitria Febri; Sutrimah, Sutrimah; Hasanudin, Cahyo
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2591

Abstract

AbstractThis study aimed to investigate the students' skill in writing biography text in flipped classroom learning by using schoology apps at SMA Muhamadiyah 3 kedungadem. This study was qualitative research in form of case study in which twenty two students acted as the research subjects. Four students were chosen to be interviewed because their biography texts were appropriate with the indicators. Techniques in colleting data were observation, test, interview, and documentation. The data was validated by using triangulations of data source and method. Technique in analysing data used content analysis method that was started from data reduction, data presentation, drawing conclusion and verification. The result of study showed that the students' skills in writing biography texts were in line with the textbooks of Indonesian language subject for Senior and Vocational High School students. The conclusion stated that flipped classroom learning by using schoology apps was very appropriate to be implemented because it was able to make students to be more active and creative in the classroom learning. Besides, it made them understood that online learning was interesting.Keywords: flipped classroom learning, schoology apps, biography textAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis teks biografi yang ditulis oleh siswa SMA Muhammadiyah 3 Kedungadem dengan menggunakan flipped classroom dan aplikasi schoology. penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kasus dengan jumlah subjek 22 siswa. Dari 22 siswa kemdian peneliti mengambil 4 siswa untuk diwawancarai dengan alasan teks biografi sesuai dengan indikator. Teknik pengumplan data menggunakan observasi, metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Data divaliditaskan dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan metode contact analysis yang dimulai dari 1). reduksi data, 2). penyajian data, 3). penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis teks biografi yang ditulis oleh siswa SMA Muhammadiyah 3 Kedungadem sesuai dengan pedoman buku siswa bahasa Indonesia SMA/MA/SMK revisi 2017 dengan baik. Simpulan pada penelitian ini adalah flipped classroom dan aplikasi schoology sangat tepat digunakan karena dapat membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran, dan memberi pemahaman siswa jika situs online bisa digunakan sebagai pembelajaran yang menarik.Kata Kunci: flipped classroom, aplikasi schoology, teks biografi.
SEMIOTIKA DALAM SYAIR AHO SEGALA KITA YANG BERNAMA INSAN KARYA HAMZAH FANSURI Mutianingtyas, Imarafsah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2655

Abstract

Abstract This study aims to reveal the meaning of the poetry Aho All We Called Insan by Hamzah Fansuri with a semiotic approach. The poem is included in Ruba’i Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri was known as a figure of Sufism scholars during his lifetime, which he later expressed his Sufi ideas with literature. He wrote many poems that contain elements of spirituality. The poems he wrote became the pioneers of classical Malay literature, namely at the end of the 16th century when the kingdom of Aceh Darussalam reached its heyday. Poem Aho All We Named People, from the title that calls Insan, which means human. It is said that humans as living things in the world always have a relationship with the Creator. This poem also reminds us that humans are turned on and will die at the appointed time by the Creator. Thus, the poem contains advice and guidance on how to become a civilized human being. So to achieve the objectives of the study, the poem will be examined and its significance revealed by the heuristic and hermeneutic reading method. This research is qualitative. The data source of this research is the poetry Aho All We Named People and references literature related to literature, semiotics, hermeneutics, and Sufism. The results of data analysis in this study are then presented in a descriptive narrative.Keywords: Hamzah Fansuri, Poetry, Semiotics  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan karya Hamzah Fansuri dengan pendekatan semiotika. Syair tersebut termasuk dalam Ruba’i Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri dikenal sebagai tokoh ulama tasawuf semasa hidupnya, yang kemudian ia mengekspresikan gagasan tasawuf tersebut dengan bersastra. Ia menuliskan banyak syair yang mengandung unsur kerohanian. Syair-syair yang ditulisnya menjadi pelopor kesusastraan Melayu klasik, yaitu pada penghujung abad ke-16 ketika kerajaan Aceh Darussalam mencapai masa kejayaannya. Syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan ini, dari judulnya yang menyebut Insan, yang artinya menusia. Dikisahkan bahwa manusia sebagai makhluk hidup di dunia selalu memiliki hubungan dengan Sang Pencipta. Syair ini juga mengingatkan bahwa manusia dihidupkan kemudian akan mati di waktu yang telah ditentukan Sang Pencipta. Dengan demikian, syair tersebut mengandung nasihat dan tuntunan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang beradab. Maka untuk mencapai tujuan penelitian, syair tersebut akan diteliti dan diungkapkan maknanya dengan metode pembacaan secara heuristik dan hermenutik. Penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan dan refrensi kepustakaan yang berkaitan dengan sastra, semiotika, hermeneutika, dan tasawuf. Hasil analisis data dalam penelitian ini kemudian disajikan secara naratif deskriptif.Kata Kunci: Hamzah Fansuri, Syair, Semiotika
Pendidikan Karakter Kumpulan Cerpen Transit Karya Seno Gumira Ajidarma dan Implikasinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Sari, Innes Amilia
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2691

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pendidikan Karakter dalam Kumpulan Cerpen Transit Karya Seno Gumira Ajidarma dan Implikasinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kumpulan cerpen Transit karya Seno Gumira Ajidarma berupa nilai karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong dan diimplikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan psikologi sastra menggunakan metode analisis isi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat atau ungkapan pada cerpen yang berjudul: 1) Jakarta City Tour, 2) Sepatu Kulit Ular, 3) Segawon, 4) Transit, 5) Gubrak!, 6) Istana Tembok Bolong, 7) Setan Becak, 8) GoKill, 9) Budak Cinta, dan 10) Setan Banteng yang menunjukkan nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan tiga puluh nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kumpulan cerpen Transit mencakup nilai religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong-royong. Kumpulan cerpen Transit dapat diimplikasikan dan dapat dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XI semester 1 dengan kurikulum 2013 pada KD 3.8.
KESALAHAN BUNYI SIMAKAN PEMELAJAR BIPA TINGKAT PEMULA ASAL TIONGKOK Nirmalasari, Yohanna
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2692

Abstract

Listening skills are language skills that affect the development of language learning, especially for second language learners. In the learning process of listening skills, mistakes often occur. This can happen because of the influence of the first language on the second language learning process. This study aims to describe the sound errors by observing beginner BIPA learners from China who do not use the alphabet in their first language. This research is a text analysis research which analyzes the sound errors by listening to BIPA students' writing. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that there are three categories of sound errors, namely changes in the sound at the beginning of the word, the middle of the word, and the end of the word. Each of these categories has changes, omissions, and even added sounds. (1) In the mistakes at the beginning of words, learners make many mistakes in bilabial, dental, and velar inhibitory sounds. (2) For errors in the middle of a word, learners made many mistakes in inhibiting, nasal, vibrating, and lateral sounds, as well as removing nasal sounds and adding vibrating consonants. (3) In the error at the end of the word, the learner removes the final consonants of the inhibiting and fricative sounds, as well as changing the nasal sound, the fricative sound becomes a vibration, and the glotal fricative sound becomes a dental plosive sound.
KONTAK BAHASA DAN BILINGUALISME: KETERANCAMAN VITALITAS BAHASA TUNJUNG DI DESA NGENYAN ASA, KABUPATEN KUTAI BARAT Masfufah, Nurul
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2589

Abstract

Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan bagaimana kondisi kontak bahasa dan bilingualisme di Desa Ngenyan Asa, Kabupaten Kutai Barat yang dapat mempengaruhi kebertahanan hidup atau vitalitas bahasa Tunjung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket (kuesioner) dan wawancara. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan model interaktif yang terdiri atas reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan adanya kontak bahasa antarpenutur di Ngenyan Asa, yaitu bahasa Tunjung dengan Benuaq, Melayu Kutai, Banjar, Jawa, dan Indonesia. Penyebabnya, yaitu perpindahan penduduk,  adanya buruh atau pekerja dari suku lain,  adanya hubungan budaya yang dekat (suku Tunjung dan Benuaq), dan adanya ‘kontak belajar’ di sekolah. Masyarakat penutur bahasa Tunjung di Desa Ngenyan Asa juga cenderung dwibahasawan atau bilingualisme. Mereka menguasai bahasa Tunjung, bahasa Indonesia, dan bahasa Benuaq. Adanya kontak bahasa dan bilingualisme ini dapat mengancam vitalitas bahasa Tunjung. Bahasa Tunjung dapat tergeser oleh penggunaaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah lain yang dianggapnya lebih bergengsi, khususnya di kalangan generasi muda.Abstract This paper describes how the conditions of language contact and bilingualism in Ngenyan Asa Village, West Kutai district can affect the survival or vitality of the Tunjung language. Data collection techniques using questionnaires and interviews. The data analysis technique uses descriptive analysis techniques with an interactive model consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of research and discussion, it was found that there were contact languages between speakers in Ngenyan Asa, namely Tunjung languages with Benuaq, Kutai Malay, Banjar, Javanese, and Indonesian. The reasons for this are the movement of the population, the existence of laborers or workers from other tribes, the existence of close cultural relations (the Tunjung and Benuaq tribes), and the 'learning contacts' at the school. The Tunjung language community in Ngenyan Asa Village also tends to be bilingual or bilingualism. They mastered Tunjung, Indonesian and Benuaq. The existence of language contact and bilingualism can threaten the vitality of the Tunjung language. The Tunjung language can be displaced by the use of Indonesian and other regional languages which it considers more prestigious, especially among the younger generation.
Sarkasme pada Media Sosial Twitter dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA yani, siska lutfi
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2628

Abstract

This research is a sarcasm on Twitter social media. The purpose of this study is to describe the form of sarcasm on Twitter social media and to describe the implications of learning Indonesian in high school. The approach used in this research is to use a qualitative approach, the method used is the equivalent method. The data is obtained by reading the social media account comments column @ fadlizon then recording words and sentences containing the style of sarcasm and analyzed. The results of this study use the Elizabeth Camp theory there are 4 types of sarcasm, namely designation sarcasm, lexical sarcasm, sarcasm and illocutionary sarcasm by finding 24 data and then implicated in Indonesian language learning in high school class X semester II curriculum 2013. Keywords: Sarcasm, twitter, Indonesian language learning.
Parameter Tindak Tutur Santri dan Ustazah pada Pembelajaran Kitab Amsilati di Pesantren Darussalam Lita, Aulia Norma
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2612

Abstract

Bentuk kesantunan berbahasa secara verbal ditemukan di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan parameter tindak tutur santri dan ustazah pada pembelajaran Amsilati di Pesantren Darussalam dengan menggunakan teori Grice. Data diambil dari tuturan santri dan ustazah pada saat pembelajaran Amsilati berlangsung. Teknik pengumpulan data menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan teknik observasi. Adapun pengumpulan data melalui pengamatan, penglihatan, pendengaran dan terlibat secara langsung dengan penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (2) data berbentuk pelanggaran maksim kuantitas, (1) data mematuhi maksim kuantitas. (1) data pelanggaran maksim kualitas, dan (1) data mematuhi maksim kualitas. Kemudian (1) data mematuhi maksim relevansi, dan (1) data terakhir berupa pelanggaran maksim pelaksanaan. Hal tersebut menunjukkan lebih banyak pelanggaran yang dilakukan dari pada mematuhi prinsip kerja sama Grice.

Page 1 of 1 | Total Record : 8