cover
Contact Name
Wahyu Sasongko Putro
Contact Email
wahyuputro@unesa.ac.id
Phone
+62318280009
Journal Mail Official
jurnalteknikelektro@unesa.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TEKNIK, Kampus Ketintang Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro (JTE)
ISSN : 22525017     EISSN : 29870089     DOI : https://doi.org/10.26740/jte.v14n1
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 442 Documents
Rancang Bangun Sistem Informasi Kecocokan Donor Darah dan Alat Penentu Golongan Darah Manusia Berbasis IoT Ita Mubarokah; Farid Baskoro
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Sampai saat ini, proses pengujian golongan darah manusia masih dilakukan secara manual dengan mencampurkan darah dan antisera. Pengujian dilakukan oleh petugas medis yang berpengalaman dan pengamatan reaksi aglutinasi mengandalkan ketelitian mata penguji. Kemudian proses pengujian membutuhkan waktu yang lama, tanpa penyimpan data pendonor. Pengujian ini kurang efektif apabila darah yang diuji banyak dan dalam kondisi darurat. Tujuan penelitian ini, untuk membuat suatu sistem yang dapat memberikan informasi kecocokan donor darah serta dapat menentukan golongan darah dan rhesus manusia. Penelitian ini menggunakan metode sistem ABO dan sistem rhesus. Masukan data penelitian ini menggunakan nilai tegangan LDR yang disinari oleh LED. Selanjutnya nilai tegangan tersebut diolah oleh Arduino Uno. Keluaran data ditampilkan pada LCD dan aplikasi smartphone android, dengan menggunakan modul WiFi NodeMCU ESP8266. Aplikasi dilengkapi dengan penyimpan data yaitu Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu menentukan golongan darah dengan range tegangan aglutinasi LDR1=0-1,3345 Volt, LDR2=0-1,2955 Volt dan LDR3=0-1,183 Volt. Sedangkan range tegangan tidak aglutinasi LDR1=1,3345-2,2 Volt, LDR2=1,2955-2,2 Volt dan LDR3=1,183-2,2 Volt. Presentase nilai akurasi sistem sebesar 97,5%, dengan waktu rata-rata deteksi selama 02.49 detik pada alat dan selama 20.37 detik pada aplikasi. Kata kunci : Golongan Darah, Donor Darah, NodeMCU ESP8266, Internet of Things.
Peramalan Beban Listrik Konsumen Jangka Pendek Menggunakan Metode Customer Baseline Load - Backpropagation Neural Network (CBL-BPNN) DEDDY PUTRA ARDYANSYAH; UNIT THREE KARTINI
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga kebutuhan energi listrik dimasa yang akan datang harus bisa diramalkan untuk memenuhi permintaan energi listrik yang digunakan oleh masyarakat. Untuk meramalkan beban listrik tersebut diperlukan peramalan daya yang dikonsumsi oleh pelanggan. Metode yang digunakan untuk meramalkan beban listrik konsumen pada penelitian ini terdiri dari Customer Baseline Load (CBL) dan Backpropagation Neural network (BPNN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi energi listrik yang digunakan oleh pelanggan wilayah kecamatan Karangpilang Surabaya barat dengan jenis tarif Bisnis dan Industri satu minggu kedepan (peramalan jangka pendek).Hasil penelitian peramalan beban listrik konsumen jangka pendek menggunakan metode hybrid Customer Baseline Load – Backpropagation Neural Network (CBL-BPNN) didpatkan hasil untuk jenis tarif Bisnis sebesar, MSE = 0.00009465 dan MAPE = 0.000269%. Sedangkan untuk jenis tarif Industri sebesar, MSE = 0.000096684 dan MAPE = 0.000245%. Sehingga dengan menggunakan metode hybrid Customer Baseline Load – Backpropagation Neural Network (CBL-BPNN) didapatkan peramalan yang lebih akurat selama satu minggu kedepan.Kata Kunci : Customer Baseline Load, Backpropagation Neural Network, Beban listrik, peramalan jangka pendek
PERAMALAN DAYA PHOTOVOLTAIC JANGKA SANGAT PENDEK MENGGUNAKAN METODE DECOMPOSITION BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK (D-BPNN) ULIN NIKMATUL CHOIROH; UNIT THREE KARTINI
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Peramalan daya photovoltaic diperlukan untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan photovoltaic agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan daya sehingga dihasilkan daya yang optimal untuk mensuplai beban. Metode yang digunakan untuk peramalan daya photovoltaic jangka sangat pendek ini menggunakan metode hybrid Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan photovoltaic selama 1 jam ke depan. Hasil penelitian peramalan daya photovoltaic jangka sangat pendek menggunakan metode Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN) menunjukkan hasil MSE metode Decomposition adalah 2,563821534 W dan MAPE adalah 0,059452563%. Sedangkan metode hybrid Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN) menunjukkan hasil MSE = 0,470854794 W dan MAPE = 0,032175385%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peramalan dengan metode Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN) mendapatkan hasil yang lebih baik dan peramalan yang lebih akurat untuk 1 jam ke depan.
Peramalan Beban Listrik Jangka Pendek Menggunakan Metode Feed Forward Backpropagation Neural Network MUHAMMAD PERMANA SETYA GUNAWAN; WIDI ARIBOWO
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Penelitian ini, membahas perbandingan metode peramalan. Metode peramalan yang digunakan adalah Feed Forward Backpropagation Neural Network dan Generalized Regression Neural Network. Peramalan beban listrik jangka pendek mengacu pada perhitungan beban harian, temparatur udara harian. Peramalan ini akan meramalkan beban listrik pada tanggal 3 Mei 2007. Peramalan ini akan membandingkan metode Feed Forward Backpropagation Neural Network dengan berbagai fungsi pelatihannya dan metode Generalized Regression Neural Network, pada metode Feed Forward Backpropagation Neural Network hasil peramalan yang nilainya mendekati beban aktual adalah pada pukul 05.00 dengan hasil peramalan dari fungsi pelatihan traincgf sebesar 0,08% sedangkan pada metode Generalized Regression Neural Network pada pukul 17.00 dengan hasil peramalan sebesar 29,06% dan beban peramalan yang selisihnya paling besar dengan beban aktual pada metode Feed Forward Backpropagation Neural Network adalah pada pukul 21.00 dengan hasil dari peramalan fungsi pelatihan traincgp sebesar 55,14% sedangkan pada metode Generalized Regression Neural Network pada pukul 12.00 sebesar 4,34%. Peramalan terbaik terdapat pada metode Feed Forward Backpropagation Neural Network dengan fungsi pelatihan traincgf di mana nilai MAPE-nya mendekati nilai beban real yaitu sebesar 2,52%. Kata Kunci: Peramalan Beban Listrik, Peramalan Jangka Pendek, Feed Forward Backpropagation Neural Network, Generalized Regression Neural Network, Mean Absolute Percentage Error.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PEMANGGIL PERAWAT NIRKABEL MENGGUNAKAN ESP8266 MUHAMMAD ADHARUL IMRON; ARIF WIDODO
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Penelitian-penelitian tentang sistem pemanggil perawat nirkabel yang sudah ada, pada umumnya belum menggunakan protokol Wi-Fi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pemanggil perawat nirkabel menggunakan protokol Wi-Fi. Sistem ini terdiri dari situs web, router, dan tombol perawat (node) yang dilengkapi dengan ESP8266 yang memiliki fitur hemat daya. Sistem tersebut diimplementasikan pada area ruangan yang dibatasi partisi-partisi berupa dinding semen dan gypsum. Penelitian pada sistem ini terdiri dari pengujian jarak maksimal dan lama waktu pengiriman data dari node ke router (delay). Selain itu, penelitian ini juga mengukur jumlah daya yang dikonsumsi node pada saat pengiriman data dan pada saat mode sleep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa node masih mampu mengirimkan data pada jarak 25m, dengan nilai RSSI -80,4 dBm dan delay 968 ms – 1711 ms. Pada saat pengiriman data, konsumsi daya pada node bernilai 0,6 Watt sedangkan saat mode sleep bernilai 0,014 Watt. Dari pengukuran tersebut, dapat diestimasi bahwa node dapat beroperasi selama 80 hari dan dengan jumlah masksimal klik tombol perawat sebanyak 1150 kali.
STUDI LITERATUR: PENGARUH PENGGUNAAN SENSOR GAS TERHADAP PERSENTASE NILAI ERROR KARBONMONOKSIDA (CO) DAN HIDROKARBON (HC) PADA PROTOTIPE VEHICLE GAS DETECTOR (VGD) SITI HARDIYAN MAHARANI; NUR KHOLIS
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Tingkat produksi Karbonmonoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) di udara bebas semakin meningkat akibat peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor. Untuk mengontrol peningkatan emisi gas buang, diperlukan Vehicle Gas Detector (VGD) untuk mengukur kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dengan ambang batas yang telah ditentukan. Dalam perancangan prototipe VGD, peran sensor gas sangat penting. Sensor gas yang dapat digunakan, antara lain MQ-7, MQ-9, dan TGS 2201 untuk mengukur kadar emisi gas CO serta sensor MQ-2, TGS 2201, dan TGS 2601 untuk mengukur kadar emisi gas HC. Perancangan VGD tentu saja akan menghasilkan persentase nilai error yang bervariasi berdasarkan penggunaan sensor. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan membandingkan hasil pengukuran sensor gas pada prototipe VGD dengan VGD standar pabrik. Hasil pengukuran keduanya akan dibandingkan melalui persentase nilai error. Persentase nilai error pada pengukuran emisi gas CO terendah ada pada sensor MQ-7 dengan nilai sebesar 2,92% sedangkan persentase nilai error tertinggi ada pada sensor MQ-9 sebesar 29,65%. Untuk pengukuran HC, persentase nilai error terendah ada pada sensor TGS 2201 dengan nilai sebesar 6,88% sedangkan persentase error tertinggi ada pada sensor MQ-2 dengan nilai sebesar 38,61%. Pengkajian persentase nilai error dengan nilai terendah pada tiap sensor gas dapat dijadikan acuan untuk merancang prototipe VGD dan diproduksi secara massal.
Sistem Single Link Flexible Join SISTEM PENGENDALI VIBRASI PADA SINGLE LINK FLEXIBLE JOINT MANIPULATOR ROBOT BERBASIS ANFIS Muhamad Badruddin A’la Musthofa; Muhamad Syariffuddien Zuhrie
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p10

Abstract

Single Link Flexible Joint Manipulator Robot adalah robot manipulator yang mempunyai peran penting dalam bidang otomasi industri. Dalam pergerakan robot manipulator terkadang masih memiliki permasalahan keakuratan posisi akhir disebabkan adanya vibrasi pada lengan robot ketika melakukan pergerakan dengan kecepatan yang tinggi. Maka dari itu dibutuhkanlah pengendali yang dapat menghilangkan vibrasi pada titik akhir dari pergerakan lengan robot dan mempunyai keakuratan titik akhir yang baik meskipun plant bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengendali vibrasi pada Single Link Flexible Joint Manipulator Robot menggunakan kontroler ANFIS (Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System). Pemodelan kontroler ANFIS menggunakan metode sugeno yang terdiri dari dua variabel inputan yaitu error dan delta error dari posisi sudut dan satu variabel outputan yaitu PWM. Training Fuzzy Inference System pada ANFIS menggunakan salah satu metode optimasi dari jaringan saraf tiruan yaitu Hybrid Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ANFIS dapat mengendalikan vibrasi dengan baik pada titik akhir posisi sudut dari pergerakan lengan robot yang diinginkan dengan cara memperkecil maximum overshoot dari respon dan dapat mempercepat rise time dan settling time dibandingkan ketika tanpa menggunakan kontroler ANFIS. Didapatkan respon terbaik pada setpoint 90° dengan nilai td = 0,36 detik, tr = 0,46 detik, ts = 2,26 detik, Mp = 4,44% dan tp = 0,82 detik
DESAIN SISTEM PENGATURAN POSISI SUDUT AERO PENDULUM BERBASIS FUZZY LOGIC CONTROLLER DENGAN SOFTWARE LABVIEW Farid . Baskoro; Fandik Agung Kurniawan
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Aero pendulum dapat diartikan sebagai pendulum yang dilengkapi dengan baling baling di salah satu ujungnya, dan ujung lainnya berada pada satu titik tetap. Permasalahan pada aero pendulum yaitu sistem tidak dapat mempertahankan posisi secara stabil saat beban tidak seimbang. Penilitian ini bertujuan untuk merancang dan mengontrol sistem aero pendulum menggunakan pengendali logika fuzzy dan respon yang dihasilkan ditampilkan melalui GUI (Graphical User Interface) LabVIEW 2014. Pengendali logika fuzzy yang dibuat memiliki 5 fungsi keanggotaan dengan 25 rule base berhasil menghasilkan respon sesuai setpoint yang telah ditentukan dan mengurangi ESS (error steady state). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon sistem aero pendulum menggunakan kontroler logika fuzzy mampu mencapai setpoint yang diinginkan dengan peak time (tp) sebesar 0,71 detik, delay time (td) sebesar 0,32 detik, rise time (tr = 1090%) sebesar 0,46 detik, sattling time (ts = 5%) sebesar 0,6 detik, dan nilai error steady state sebesar 0,001%
SISTEM KENDALI DUAL MOTOR PROPELLER PADA ALAT SELF BALANCING MENGGUNAKAN KONTROLER PID DENGAN TUNING CHR Farid . Baskoro; Prayuda Ari Guntoro; Muhamad Syariffuddien Zuhrie; Bambang . Suprianto; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n1.p19-27

Abstract

Abstract Unmanned Aircraft or known as UAV (Unmanned Aerial Vehicle) is a vehicle that does not have a crew, which in the last decade has been developed by researchers, students and technology companies. Multirotor included in one type of vehicle that has the ability to take off vertically and be able to maintain its position when flying. In flying a Multirotor sometimes it takes a stable height to carry out certain missions. The problem with Multirotor is the balance of flight when the load on the Multirotor is not balanced. The purpose of this research is to design a smaller scale Multirotor used to produce a stable system using a PID controller with the CHR method so that this method is expected to be applied later on a larger Multirotor vehicle. The results of the implementation simulation using the Proportional Integral Derifative (PID) controller on the self balancing control system on the Dual Motor Propeller obtained the best value Kp = 9.01 Ki = 0.52 and Kd = 0.13 can improve the system response with Ess = 0.99% Maximum overshoot = 3.13% td = 2.45 s, tr = 3.95 s, ts (5%) = 0.75 s.
Perancangan Sistem Kontrol Vibrasi pada Robot Single Link Flexible Joint Manipulator dengan PID Tuning Genetic Algorithm Riztan Hanif Abdillah; Muhamad Syariffuddien Zuhrie; Bambang Suprianto; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n1.p9-17

Abstract

Single Link Flexible Joint Manipulator merupakan salah satu robot industri yang sering digunakan untuk berbagai macam produksi. Penggunaan dari Single Link Flexible Joint Manipulator sangat diperlukan karena memudahkan barang yang hendak didistribusikan ke beberapa tempat yang telah ditentukan. Umumnya flexible link memiliki beban yang lebih ringan untuk mencapai respon yang cepat dengan kebutuhan energi yang rendah serta hanya membutuhkan aktuator yang lebih kecil. Namun, sering terjadi masalah pada vibrasi pada manipulator sehingga terjadi kurang akurat pada titik akhir. Ketidakakuratan ini disebabkan karena adanya vibrasi dan defleksi statis pada interval waktu tertentu dengan gerakan bolak balik. Pada penelitian ini menggunakan PID tuning Genetic Algorithms untuk mengatasi masalah vibrasi pada manipulator. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan parameter PID menggunakan metode Genetic Algorithm yaitu Kp = 4,728 ; Ki = 4,91 ; Kd = 0,857. Setelah menentukan parameter PID tersebut dan diterapkan pada sistem, didapatkan respon yang baik dengan tidak adanya overshoot pada sistem. Respon paling baik terdapat pada setpoint 5 dengan Time sampling (Ts) sebesar 0.7895s, Time delay (Td) sebesar 0.1858s, dan Time rise (Tr) sebesar 0,825s. Walaupun pada respon open loop memiliki Time sampling dan Time delay yang lebih baik, namun respon open loop masih memiliki overshoot sedangkan pada respon close loop tidak mengalami overshoot. Kata Kunci : Genetic Algorithm, Single Link Flexible Joint Manipulator, PID, Vibrasi. Abstract Single Link Flexible Joint Manipulator is one of the industrial robots that are often used for various kinds of production. The use of a Single Link Flexible Joint Manipulator is needed because it makes it easy to distribute goods from one place to another. Generally, flexible links have a lighter burden to achieve fast responses with low energy requirements and only requires smaller actuators. However, there is often a problem with vibrations in the manipulator so that it occurs less accurately at the end point. This inaccuracy is caused by static vibrations and deflections that are alternating movements within a certain time interval In this study using PID tuning Genetic Algorithms to overcome the problem of vibration in the manipulator. After doing research, PID parameters obtained using the Genetic Algorithm method, namely Kp = 4,728; Ki = 4.91; Kd = 0.857. After determining the PID parameters and applied to the system, a good response is obtained in the absence of overshoot on the system. The best response is at setpoint 5 with Time sampling (Ts) of 0.7895s, Time delay (Td) of 0.1858s, and Time rise (Tr) of 0.825s. Even though the open loop response has better Time sampling and Time delay, the open loop response still has overshoot while the close loop response does not experience overshoot. Keywords : Genetic Algorithm, PID, Single Link Flexible Joint Manipulator, Vibrasi