cover
Contact Name
KHOLIL IMAM
Contact Email
stisdafabondowoso@gmail.com
Phone
+6285236510445
Journal Mail Official
samawa@stisdafabondowoso.ac.id
Editorial Address
Jl. K. Massyur, RT. 016, RW. 000, Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, kabupaten Bondowoso, Kode Pos 68286
Location
Kab. bondowoso,
Jawa timur
INDONESIA
SAMAWA : Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : 27743233     EISSN : 27744361     DOI : https://doi.org/10.53948/samawa
Jurnal Samawa merupakan media pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang fokus pada studi hukum keluarga islam dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep keluarga islam dan praktiknya yang diterbitkan oleh program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso Jawa Timur. Jurnal Samawa adalah bagian dari komitmen STIS Darul Falah Bondowoso Jawa Timur dalam dalam rangka melestarikan tradisi intelektual ahli sunnah wal jamaah melalui bidang kajian teoritik, gagasan, dan penelitian studi konten dan lapangan. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. [ e-ISSN : 2774-4361 ] [ p-ISSN : 2774-3233 ] Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi email. samawa@stisdafabondowoso.ac.id
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
URGENSI MEDIASI DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA Shofi, Umar; Royani, Indah; Alifah, Reny
SAMAWA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v3i2.85

Abstract

The Urgency of Mediation for Divorce Matters in the Religious Court. Dispute resolution through mediation (peace) has been known in Islam. Islam teaches that the parties to the dispute do peace. If peace is not found by the parties, the parties take on the role of the family to make peace. Herein precisely urgency mediation in Islam, that is, must give priority to the family. This is due to the families who are better informed and know intimately about the disputed issues in their lives. However, when the peace made by the family fails, then this decision will be submitted to the Religious. In divorce cases the function of an attempt to reconcile the duty of the judge as a mediator to be done based on Supreme Court Regulation No. 01 of 2008 on Mediation Procedures in Court. Therefore sought peace through mediation in the Religious that couples wishing to divorce the attack and reconciliation. Keywords: urgency, mediation in Islamic law, divorce case
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Suryantoro, Dwi Dasa
SAMAWA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v3i2.87

Abstract

abstrakKekerasan Dalam Rumah Tangga disingkat KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Dalam Undang-Undang No.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, memiliki arti bahwa jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga, dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga. setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara: a. Kekerasan fisik; b. Kekerasan psikis; c. Kekerasan seksual; d. Penelantaran rumah tanggakeyword : Kekerasan Dalam Rumah Tangga
KRITIK NALAR NIKAH MISYAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA, ETIKA DAN MORAL sutriyono, sutriyono
SAMAWA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v3i2.88

Abstract

This study aims to criticize the logic of misyar marriage in the context of marriage law in Indonesia. This study uses a qualitative method with a literature review approach, which is based on Franz Magnis Suseno's critical theory about the morals and ethics of marriage in Indonesia. Misyar marriage is a form of marriage in Islamic law in which some of the rights and obligations of marriage, such as a place to live or support, are reduced or not fully implemented by the husband. The practice of misyar marriage has become a topic of debate in society because of the various views and interpretations of the law and ethics surrounding it. The critical theory approach of Franz Magnis Suseno was chosen because he is known as a philosopher who has expertise in analyzing moral and ethical issues in Indonesia. In his view, marriage is not just a legal institution, but also has an important role in shaping society's morality and ethics more broadly. Data for this study were collected through literature studies from various relevant sources, including literature on marriage law, literature on misyar marriage, views of scholars, and relevant previous research. The results of the study show that misyar marriage reaps various views in society, both those who support it and those who criticize it. Criticism of the reason for misyar marriage in the perspective of critical theory by Franz Magnis Suseno reveals several problems related to the morality and ethics of marriage. Some of them are the potential for gender inequality and women's rights, as well as the social and psychological impact on the parties involved in this kind of marriage.
KONSEP NEGARA HUKUM DAN KEABSAHAN NEGARA HUKUM usman, usman
SAMAWA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v3i2.89

Abstract

Pembahasan Negara Hukum merupakan satu kesatuan antara Negara dengan Hukum, Yaitu apabila dalam suatu negara tidak terdapat satu atau dua aturan maupun hukum, maka kemungkinan besar negara tersebut tidak akan terkontrol. Hukum menjadi ujung tombak suatu keadilan, dengan ada hukum tidak ada kesembronoan orang dalam mengambil tindakan. Hal demikian sesuai denga pendapat Plato dalam bukunya “the Statesman” dan “the Law”, Plato menyatakan bahwa yang dapat diwujudkan adalah bentuk paling baik kedua (the second best) yang menempatkan supremasi hukum. Pemerintahan yang mampu mencegah kemerosotan kekuasaan seseorang adalah pemerintahan oleh hukum. Senada dengan Plato, tujuan negara menurut Aristoteles adalah untuk mencapai kehidupan yang paling baik (the bestlife possible) yang dapat dicapai dengan supremasi hukum. Hukum adalah wujud kebijaksanaan kolektif warga negara (collective wisdom), sehingga peran warga negara diperlukan dalam pembentukkannya.
Analisis Fenomena Marital Rape Terhadap Angka Perceraian Perspektif Hukum Islam arifin, zaenal
SAMAWA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v3i2.95

Abstract

Tujuan penulisan karya ini adalah untuk menganalisis fenomena marital rape mempengaruhi angka perceraian dan tinjauan hukum islam fenomena marital rape terhadap angka perceraian. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis literatur tentang fenomena marital rape dan angka perceraian dari perspektif hukum Islam. Sumber data yang digunakan meliputi kitab-kitab hukum Islam, jurnal ilmiah, artikel, fatwa ulama, buku terkait, dan dokumen hukum terkini terkait kekerasan dalam rumah tangga dan marital rape. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi dan memilih sumber-sumber literatur yang relevan. Data dianalisis dengan seksama untuk mengidentifikasi pandangan, fatwa, dan pendapat ulama, kemudian disintesis dan diorganisir untuk memberikan gambaran komprehensif tentang fenomena tersebut. Hasil karya ini yaitu a) Marital Rape menjadi faktor yang berpengaruh signifikan terhadap angka perceraian dalam masyarakat karena tindakan pemaksaan hubungan seksual dapat menyebabkan trauma dan cedera fisik pada istri, serta didukung oleh tayangan infotainment dan perubahan nilai-nilai sosial yang mempengaruhi persepsi terkait perkawinan dan perceraian. b) Tinjauan Hukum Islam terhadap fenomena Marital Rape menegaskan pentingnya mengedepankan prinsip kesetaraan, kasih sayang, dan izin dalam hubungan seksual antara suami dan istri untuk mengurangi angka perceraian dan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga
PENJUALAN BARANG LEBIH DARI SEPARUH HARGA POKOK UNTUK MENAIKKAN LABA MENURUT UNDANG-UNDANG NO 5 TAHUN 1999 arifin, zainul
SAMAWA Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v3i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah persediaan awal, pembelian, dan persediaan akhir dalam menentukan Harga Pokok Penjualan dalam meningkatkan laba. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif yang berhubungan dengan harga pokok penjualan di beberapa pasar. Data primer melalui observasi dan wawancara langsung dengan pihak yang berkepentingan. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen dan laporan laporan manajemen pihak pengelola pasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan rumus perhitungan Harga pokok penjualan, rumus perhitungan Laba Bersih lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan metode lain berdasarkan kondisi aktual pasar. Penerapan metode ini menekankan betapa pentingnya menentukan Harga Pokok Penjualan untuk mengetahui peningkatan laba yang dicapai oleh penjul dan pihak konsumen tidak merasa dirugikan.
PERAN ISTRI MENAFKAHI KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM : (Studi Kasus di Desa Tengguli Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara) Musyarofah, Mustafidatul
SAMAWA Vol 4 No 1 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v4i1.98

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peristiwa keikutsertaan istri dalam pemenuhan nafkah keluarga. Peristiwa ini menunjukkan adanya sebuah pertanyaan mengenai kewajibannya menjadi seorang Ibu atau istri dirumah, dan juga mempunya kewajiban lainnya yang harus dipertanggung jawabkan disuatu profesi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan terhadap objek, kemudian mereduksi data yang penting yang bersangkutan dengan objek, dilanjutkan lagi observasi terhadap penduduk, setelah itu menuju proses penyajian data yang berupa paparan hasil dari gabungan teks dalam bentuk paragraf yang dijadikan sumber inti. Setelah proses pengumpulan data selesai, peneliti melakukan proses penarikan kesimpulan dari semua sumber data yang telah didapatkan.
Pandangan tokoh masyarakat terhadap pernikahan bulan suro tinjauan hukum Islam: Studi Kasus di Desa Dragan Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali Hidayat, Nabil Malik
SAMAWA Vol 4 No 1 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v4i1.105

Abstract

People in Dragan Village avoid getting married in the month of Suro because it is said to bring bad luck. The overall objective of this study is to study how religious and political leaders view marriage in the month of Suro according to Islamic law. A qualitative, normative research strategy was used for this research. The next step is to collect data by conducting interviews and keeping notes in the field. According to research findings, marriages in the month of Suro originate from the desire to uphold ancestral customs. The results of the urf assessment include urf authentic if the motivation is only to avoid doubts and caution in getting married, but urf fasid if he feels that getting married in the month of Suro can bring disaster to the bride and groom.
Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian: Studi Kasus Di Desa Banyuurip Gresik Alfina, Fitria Tahta
SAMAWA Vol 4 No 1 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v4i1.110

Abstract

Livelihood is an obligation that must be fulfilled by the husband towards his wife and children. Livelihood can be in the form of birth income such as clothing, food, shelter and mental livelihood such as good moral teaching. Even if there is a divorce between husband and wife, the obligation to provide for children is still continuously fulfilled by the father. But in reality, in the community these income obligations tend to be neglected. Of course, this is not in line with what is in the Compilation of Islamic Law and Human Rights Instruments both nationally and internationally. This study aims to determine how the implementation of the fulfillment of children's support rights after divorce in Banyuurip Gresik Village. This research is empirical research with a sociological approach. Primary data in this study were secondary data obtained by the author through books, legal rules, journals, and previous research in accordance with the theme of this study. The data obtained is then analyzed through the stages of data preparation, data reduction, and conclusions. The results of this study show that the implementation of the fulfillment of children's support rights after divorce is not carried out properly. This is influenced by several factors, including no claim for income, inadequate economic conditions, and the absence of awareness and responsibility of the husband for the obligation to provide for children after divorce. Husbands tend to neglect these obligations and the fulfillment of children's support tends to be carried out by wives and their families.
KONSEKUENSI, HUKUM, DAN DAMPAK SOSIAL PERNIKAHAN SIRI TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERNIKAHAN. Qur'ani Gunawan, Citra
SAMAWA Vol 4 No 1 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v4i1.111

Abstract

Marriage is a sacred bond between a man and a woman whose aim is to form a sakinah, mawaddah and warahmah family. However, in reality, quite a few marriages experience problems, one of which is unregistered marriages or what can also be called unregistered marriages. Siri marriage is a marriage that is carried out with several provisions that have been outlined and determined by religion or must fulfill customary requirements by fulfilling predetermined requirements, but it is not recorded at the Religious Affairs Office (KUA). This research aims to analyze unregistered marriages and determine the consequences, legal and social impacts on women and children. The method used is normative research with literature study. The research results show that marriage in Islam has conditions, harmony, goals and legal consequences that must be fulfilled by the parties. Siri marriages are carried out without a legal guardian, and this research also discusses the views of ulama regarding the law of sirri marriages, state laws regarding these marriages, as well as the negative impacts that can arise as a result of sirri marriages. An unregistered marriage entered into by someone can cause many problems in the future, especially related to administration, maintenance rights for children and wife, as well as inheritance rights and guardian rights fo children born from the marriage. Keywords: Siri Marriage, Islamic Law, Laws, and Marriage Registration