cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 679 Documents
MODEL PEMBELAJARAN ARIAS: PENDEKATAN EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Isran Isran; Edy Wibowo; Lakilo Laruli; Elok Faik Khotun Nihayah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9596

Abstract

Low mathematics learning outcomes and the lack of moral intelligence development in students are often triggered by the use of conventional learning models that are one-way and less relevant to the realities of life, as identified in grade 10 students of SMKS Kristen Padang Sappa. This study aims to evaluate the effectiveness of the Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) learning model on these two aspects through a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test. The study involved a sample of 21 respondents selected using a total sampling technique. The evaluation was conducted using the Moral Competency Inventory questionnaire and an academic achievement test, which were statistically analyzed using a t-test in SPSS version 25. Quantitative findings showed a very significant increase, with the average moral intelligence score of students increasing from 65.24 to 75.95 with a significance value of 0.000. Correspondingly, the average mathematics learning outcome also experienced a drastic increase from 27.14 to 53.81 with a significance value of 0.000. This success is driven by the ARIAS structure, which integrates self-confidence, material relevance, learning interest, objective assessment, and student satisfaction within a cohesive pedagogical ecosystem. The main conclusion of this study confirms that the ARIAS model has proven effective as an innovative solution for enhancing moral intelligence while boosting students' academic performance systematically and comprehensively. ABSTRAK Rendahnya capaian hasil belajar matematika dan kurangnya perkembangan kecerdasan moral pada siswa seringkali dipicu oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah serta kurang relevan dengan realitas kehidupan, sebagaimana teridentifikasi pada siswa kelas X SMKS Kristen Padang Sappa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction (ARIAS) terhadap kedua aspek tersebut melalui desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pre-test and post-test. Penelitian melibatkan sampel sebanyak 21 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Moral Competency Inventory dan tes prestasi akademik yang dianalisis secara statistik menggunakan uji-t melalui SPSS versi 25. Temuan kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata kecerdasan moral siswa naik dari 65,24 menjadi 75,95 dengan nilai signifikansi 0,000. Sejalan dengan itu, rata-rata hasil belajar matematika juga mengalami kenaikan drastis dari 27,14 menjadi 53,81 dengan nilai signifikansi 0,000. Keberhasilan ini didorong oleh struktur ARIAS yang mengintegrasikan kepercayaan diri, keterkaitan materi, minat belajar, penilaian objektif, serta kepuasan siswa dalam satu ekosistem pedagogis yang utuh. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa model ARIAS terbukti efektif sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan kecerdasan moral sekaligus mendongkrak performa akademik siswa secara sistematis dan komprehensif.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CLASSROOM DISCUSSION BERBANTUAN INFOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS MURID SMP PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN Azhar Azhar; Hasan Subekti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9597

Abstract

Science learning in the 21st century emphasizes the importance of strengthening scientific literacy as an essential competence for students to understand scientific phenomena, evaluate evidence-based information, and make informed decisions. However, the level of scientific literacy among Indonesian junior high school students remains relatively low, particularly in complex and abstract topics such as the human respiratory system. This study aimed to analyze the improvement of students’ scientific literacy through the implementation of classroom discussion supported by infographic media on the respiratory system topic. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pre-test post-test design. The research participants consisted of 30 seventh-grade students of SMP Negeri 52 Surabaya in the 2025/2026 academic year. Scientific literacy data were collected using multiple-choice tests administered during the pre-test and post-test stages. Data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain analysis, and the Wilcoxon Signed-Rank test to determine the significance of differences between pre-test and post-test scores. The results indicated that all scientific literacy indicators improved from pre-test to post-test, with N-Gain values categorized as moderate. The Wilcoxon test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, indicating a significant difference between pre-test and post-test scores. These findings demonstrate that classroom discussion assisted by infographic media has a positive effect on enhancing students’ scientific literacy on the respiratory system topic and can serve as an alternative instructional strategy in junior high school science learning. ABSTRAK Pembelajaran IPA abad ke-21 menuntut penguatan literasi sains sebagai kemampuan esensial bagi murid dalam memahami fenomena ilmiah, mengevaluasi informasi berbasis bukti, dan mengambil keputusan yang tepat. Namun, capaian literasi sains murid SMP di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya pada materi sistem pernapasan yang bersifat abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi sains murid melalui penerapan pembelajaran classroom discussion berbantuan media infografis pada materi sistem pernapasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain one-group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 30 murid kelas VII-E SMP Negeri 52 Surabaya tahun ajaran 2025/2026. Instrumen penelitian berupa tes literasi sains berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain, serta uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah treatment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator literasi sains mengalami peningkatan dari pre-test ke post-test dengan nilai N-Gain pada kategori sedang. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran classroom discussion berbantuan media infografis berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi sains murid pada materi sistem pernapasan dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA di tingkat SMP.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN IPA MURID SMP PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Anis Rahma Cahyani; Elok Sudibyo
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9599

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the guided inquiry learning model in improving junior high school students' science understanding in the higher-order cognitive domain (C4: Analyzing), as well as to describe the implementation of learning and student responses. The urgency of the study is based on students' low analytical skills in vibration and wave material and the curriculum's demands to shift from content coverage to deep learning. This study used a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The research sample was 32 students of class VIII-A of Bahrul Ulum Junior High School Surabaya who were selected through a purposive sampling technique. Data collection instruments included a science understanding test based on the Revised Bloom's Taxonomy  by Anderson and Krathwohl (indicators: distinguishing, organizing, attributing), an implementation observation sheet, and a student response questionnaire. Data analysis used the Shapiro-Wilk normality test, a difference test using the Paired Sample T-Test, and N-Gain. The results showed a t-test significance of 0.000 (p < 0.05), which indicated a significant difference between the pretest and posttest scores. The improvement in science understanding was categorized as moderate with an N-Gain score of 0.60. Analysis per indicator showed the highest improvement in the differentiation aspect (N-Gain = 0.80) and the lowest in the attribution aspect (N-Gain = 0.40). The learning implementation reached 100% with a very good category, and student responses were very positive at 97%. It was concluded that the guided inquiry model was effective in facilitating students' transition from basic conceptual understanding to in-depth analytical skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan pemahaman IPA murid SMP pada ranah kognitif tingkat tinggi (C4: Menganalisis), serta mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan respons murid. Urgensi penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan analisis murid pada materi getaran dan gelombang serta tuntutan kurikulum untuk beralih dari content coverage menuju deep learning. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 32 murid kelas VIII-A SMP Bahrul Ulum Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi tes pemahaman IPA berbasis Taksonomi Bloom oleh Anderson dan Krathwohl (indikator: membedakan, mengorganisasikan, mengatribusi), lembar observasi keterlaksanaan, dan angket respons murid. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji beda menggunakan Paired Sample T-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi uji-t sebesar 0,000 ), yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Peningkatan pemahaman IPA tergolong kategori sedang dengan skor N-Gain 0,60. Analisis per indikator menunjukkan peningkatan tertinggi pada aspek membedakan (N-Gain = 0,80) dan terendah pada aspek mengatribusi (N-Gain = 0,40). Keterlaksanaan pembelajaran mencapai persentase 100% dengan kategori sangat baik, dan respons murid sangat positif sebesar 97%. Disimpulkan bahwa model inkuiri terbimbing efektif memfasilitasi transisi murid dari pemahaman konsep dasar menuju kemampuan analisis mendalam.    
APPLICATION OF FRACTION BLOCK MEDIA BASED ON DEEP LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' UNDERSTANDING OF FRACTION Budi Halomoan Siregar; Adi Sinaga; Juanda Rifki Simanjuntak; Qamaruddin Fadhilah Harahap; Rani Nuldiva Situmorang
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9706

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of applying fraction blocks based on a deep learning approach in improving students' understanding of fraction material in the seventh grade of MTs. The type of research used is an experiment with a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects were 24 seventh-grade students at MTs Cerdas Murni. Data were obtained through pretest and posttest tests and observation of student learning activities, then analyzed descriptively and inferentially using the t-test. The results show that the average pretest score of students was 63.33, which increased to 72.5 on the posttest, and the t-test results show a significant difference between the two scores (tvalue = 3.406 > ttable = 2.069). These findings prove that the use of fraction block media based on the deep learning approach is effective in helping students understand the conversion of common fractions to mixed fractions and vice versa. In addition, this media is also able to increase student learning activity through more concrete manipulative and visual activities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas penerapan blok pecahan berdasarkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pecahan pada kelas VII MTs. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VII di MTs Cerdas Murni. Data diperoleh melalui tes pretest dan posttest serta pengamatan aktivitas belajar siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa adalah 63,33, yang meningkat menjadi 72,5 pada posttest, dan hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua skor tersebut (thitung = 3,406 > ttabel = 2,069). Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media blok pecahan berdasarkan pendekatan pembelajaran mendalam efektif dalam membantu siswa memahami konversi pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya. Selain itu, media ini juga mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui aktivitas manipulatif dan visual yang lebih konkret.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA Almadhinna Almadhinna; Afif Afghohani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9707

Abstract

This study aims to determine the significant effect of mathematics learning achievement between students who use the Deep Learning approach and students who use the conventional learning model in class X of SMA Negeri 1 Sukoharjo. This study uses quantitative experimental research with a pretest and posttest control group design. The research sample consisted of 72 students divided into two classes. The sampling technique used cluster random sampling. The results of this study showed that there was a significant difference in mathematics learning achievement between students who used the Deep Learning learning model and students who used the conventional learning model, with an SPSS calculation of sig. (2-tailed) 0.001 < 0.05. Therefore, it can be concluded that there is an effect on the learning achievement of students who follow the Deep Learning learning model compared to the conventional model in mathematics learning in class X at SMA Negeri 1 Sukoharjo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan prestasi belajar pembelajaran matematika antara siswa yang menggunakan pendekatan pembelajaran Deep Learning dan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvesional di kelas X SMA Negeri 1 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian pretest dan posttest control group design. Sampel penelitian sebanyak 72 peserta didik yang terbagi dalam dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Deep learning dan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvesional dengan perhitungan spss diperoleh sig. (2-tailed) 0,015 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh prestasi belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Deep Learning dengan model konvensional dalam pembelajaran matematika kelas X SMA Negeri 1 Sukoharjo.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MATERI PEMISAHAN CAMPURAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING MURID SMP Maya Widya Risma; Elok Sudibyo
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9708

Abstract

This study aims to determine the improvement in problem-solving skills of junior high school students, the implementation of learning, and student responses after the application of the Problem Based Learning (PBL) model to the material on separating mixtures.  The type of research used is pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest design. The subjects in this study were 30 students of class VIII-G of SMP Negeri 12 Gresik. The results of the study showed that there was a significant difference between the pretest and posttest scores of students after the Problem Based Learning (PBL) model was applied with a significance value of the paired sample t-test of Sig.<0.05. Based on the N-Gain analysis, it shows an increase in students' problem solving skills of 0.63 with a moderate category. The indicator with the highest average score is the Exploring and Understanding (EU) Indicator at 0.8 and the lowest average score is the Monitoring and Reflecting (MR) Indicator which has an N-Gain score of 0.3.  The implementation of the learning carried out has been carried out in the very good category and has achieved an implementation percentage of 100%. In addition, student responses to the application of the Problem Based Learning (PBL) model showed a very positive response with a percentage of 94.17%, which indicates that this learning model can attract, motivate, and help students in understanding the material on separating mixtures. Based on these results, it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) model is effective in improving the problem solving skills of junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan problem solving murid SMP, keterlaksanaan pembelajaran, serta respons murid setelah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) pada materi pemisahan campuran.  Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest–Posttest. Subjek dalam penelitian ini merupakan murid kelas VIII-G SMP Negeri 12 Gresik dengan jumlah 30 murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest murid setelah diterapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan nilai signifikansi Uji paired sample t-test sebesar Sig.<0,05. Berdasarkan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan problem solving murid yaitu sebesar 0,63 dengan kategori sedang. Indikator dengan skor rata-rata tertinggi adalah Indikator Exploring and Understanding (EU) sebesar 0,8 dan skor rata-rata terendah terdapat pada Indikator Monitoring and Reflecting (MR) yang memiliki skor N-Gain sebesar 0,3.  Keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan telah terlaksana dengan kategori sangat baik dan memperoleh persentase keterlaksanaan sebesar 100%. Selain itu, Respons murid terhadap penerapan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan respons yang sangat positif dengan persentase sebesar 94,17%, yang menandakan model pembelajaran ini dapat menarik, memotivasi, dan membantu murid dalam memahami materi pemisahan campuran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) efektif untuk meningkatkan keterampilan problem solving murid SMP.    
PENGARUH MOTIVASI PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN QUICK RESPONSE CODE TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI Uswatun Khasanah; Mochamad Abdul Basir
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9709

Abstract

According to the Programme for International Student Assessment (PISA) based on a survey conducted in 2022, the numeracy literacy skills of students in Indonesia are still below the average survey score. Based on interviews with mathematics teachers at SMP Negeri 37 Semarang, students tend to be lazy and unmotivated to work on story problems, especially in statistics. This study aims to determine the effect of motivation on the Teams Games Tournament learning model assisted by Quick Response Code on numeracy literacy skills. Quick Response Code is used as a creative way to deliver tournament questions packaged in 3 colored cards, namely green, blue, and pink. This study used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The sample in this study consisted of 28 students in class VIII B of SMP Negeri 37 Semarang in the 2025/2026 academic year. The results of the descriptive analysis showed an increase in the average pretest and posttest scores from 34,46 to 71,43. The results of hypothesis testing using a simple linear regression test between the motivation questionnaire and the numeracy literacy posttest obtained a significance value of 0.021 < 0.05 and  namely 2,452 > 2,056. The effect was 18.8%. These findings indicate that motivation has an effect on numeracy literacy ability, albeit a small percentage. Significant efforts to improve numeracy literacy ability require a continuous learning process, a supportive learning environment, and a sufficient amount of time. ABSTRAK Kemampuan literasi numerasi siswa di indonesia menurut Programme for International Student Assesment (PISA) berdasarkan survei pada tahun 2022 masih berada di bawah skor rata-rata hasil survei. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMP Negeri 37 Semarang siswa cenderung malas dan kurang termotivasi untuk mengerjakan soal cerita terutama pada materi statistika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi pada model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan Quick Response Code terhadap kemampuan literasi numerasi. Quick Response Code digunakan sebagai kreasi penyampaian soal turnamen yang dikemas dalam 3 kartu warna yaitu hijau, biru, dan pink. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental design tipe one-group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas VIII B SMP Negeri 37 Semarang Tahun Ajaran 2025/2026. Hasil analisis deskriptif diperoleh peningkatan rata-rata nilai pretest dan posttest yang semula 34,46 menjadi 71,43. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana antara angket motivasi dan posttest kemampuan literasi numerasi diperoleh nilai signifikansi 0,021 < 0,05 dan  yaitu 2,452 > 2,056. Pengaruh yang diberikan adalah sebesar 18,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh motivasi terhadap kemampuan literasi numerasi meskipun dalam persentase kecil. Upaya peningkatan kemampuan literasi numerasi secara signifikan memerlukan proses pembelajaran berkelanjutan, lingkungan sekitar yang mendukung pembelajaran, serta rentang waktu yang cukup lama.  
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TGT MELALUI GAME KNOWLEDGE DOMINION UNTUK MELATIH KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK Alzena Agatha Araminta; Ahmad Fauzi Hendratmoko
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9710

Abstract

Collaborative skills are an important 21st-century competency that needs to be developed in science education. However, the collaborative skills of junior high school students are still relatively low, as indicated by a lack of active participation, group responsibility, and mutual respect. Therefore, innovative learning methods that can actively engage students in collaboration are needed. This study aims to describe students' collaboration skills after implementing the Knowledge Dominion Game based on the TGT cooperative learning model, the implementation of learning, and students' responses to the implementation of this learning. This study used a pre-experimental one-shot case study involving 28 seventh-grade students. This study collected data using collaboration skill observation techniques, learning implementation observation sheets, and student response questionnaires. Collaboration skills were analyzed based on four indicators, namely working productively, showing respect, compromising in a team, and sharing responsibilities. The results of the study show that (1) TGT cooperative learning obtained a mode of 4 and was classified as very good (2) student collaboration skills were in the good to very good category after the implementation of the TGT cooperative model-based Game Knowledge Dominion, and (3) students responded positively. ABSTRAK Keterampilan kolaborasi merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, keterampilan kolaborasi peserta didik SMP masih tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya partisipasi aktif, tanggung jawab kelompok, serta sikap saling menghargai. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kolaborasi peserta didik setelah diterapkan Game Knowledge Dominion berbasis model pembelajaran kooperatif TGT, keterlaksanaan pembelajaran, serta respons peserta didik terhadap penerapan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pre-experimental dengan one shot case study dengan melibatkan 28 peserta didik kelas VII. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan teknik  bservasi keterampilan kolaborasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons peserta didik. Keterampilan kolaborasi dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu bekerja secara produktif, menunjukkan rasa hormat, berkompromi dalam tim, dan berbagi tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran Kooperatif TGT mendapatkan modus sebanyak 4 dan tergolong dalam kategori sangat baik (2) terdapat bahwa keterampilan kolaborasi peserta didik berada pada kategori baik hingga sangat baik setelah penerapan Game Knowledge Dominion berbasis model kooperatif TGT, dan (3) peserta didik merespons positif terhadap pembelajaran Kooperatif TGT dengan persentase 88,39% yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan Game Knowledge Dominion berbasis model pembelajaran kooperatif TGT efektif untuk melatih keterampilan kolaborasi peserta didik pada pembelajaran IPA.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA Desyana Auralia Azizah; Wahono Widodo
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9711

Abstract

This research is motivated by the low motivation of students to learn science, especially on the topic of heat which is often considered abstract and difficult, as well as the dominance of teacher-centered learning methods. The focus of the problem in this study is to determine the increase in student learning motivation through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by interactive media Wordwall. The research method used is pre-experimental with a One-Group Pretest-Posttest design involving 32 students of class VII-J SMPN 28 Surabaya as research subjects. The research stages include giving a motivation pretest, implementing learning according to the TGT syntax (class presentation, group study, tournament using Wordwall, and group awards), and ending with a posttest. The results of the study showed that student learning motivation increased with an average N-Gain score of 0.69 in the moderate category. The conclusion of this study is that the application of the TGT model assisted by Wordwall is effective in increasing students' learning motivation on the material of heat and its transfer. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA, khususnya pada materi kalor yang sering dianggap abstrak dan sulit, serta dominasi metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media interaktif Wordwall. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 32 siswa kelas VII-J SMPN 28 Surabaya sebagai subjek penelitian. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest motivasi, pelaksanaan pembelajaran sesuai sintaks TGT (presentasi kelas, belajar kelompok, turnamen menggunakan Wordwall, dan penghargaan kelompok), serta diakhiri dengan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,69 dalam kategori sedang. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model TGT berbantuan Wordwall efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi kalor dan perpindahannya.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN MEDIA LUDO TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI TATA SURYA Arnita Yulia Sari; Wahono Widodo
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9712

Abstract

This study aims to determine the implementation of learning, improve student learning outcomes with elements of Science Comprehension and Science Process Skills, and student responses to the application of the Teams Games Tournament cooperative learning model assisted by the ludo game media. The research method used is a pre-experimental design with a one group pretest and posttest design. This research was conducted at SMP Labschool Unesa 3, with the research subjects being class VII-C, consisting of 20 students. The data collection techniques used were observation, tests, and response questionnaires. The results of this study indicate that there is a significant difference between students' pretest and posttest scores after the implementation of the Teams Games Tournament cooperative learning model, with a t-test significance value of Sig. < 0.05. The N-Gain analysis results show an increase in junior high school students' learning outcomes of 0.6, which is categorized as moderate. The implementation of the Teams Games Tournament cooperative learning model assisted by the Ludo game media was in the very good category with an implementation percentage of 100%. In addition, student responses to learning showed a very positive category with an average percentage of 93%, indicating that students felt interested, helped, and found it easier to understand solar system material through the learning that was applied. Based on these results, it can be concluded that the Teams Games Tournament cooperative learning model assisted by ludo game media is effective in improving junior high school students' learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan hasil belajar murid dengan elemen Pemahaman IPA dan Keterampilan Proses Sains, serta respons murid terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media permainan ludo. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental design dengan rancangan one group pretest and posttest design. Penelitian ini dilakukan di SMP Labschool Unesa 3, dengan subjek penelitian, yaitu kelas VII-C yang berjumlah 20 murid. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu dengan  metode observasi, tes dan angket  respons. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest murid setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament, dengan nilai signifikansi uji-t sebesar Sig. < 0,05. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan hasil belajar murid SMP sebesar 0,6 dengan kategori sedang. Keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media permainan ludo berada pada kategori sangat baik dengan persentase keterlaksanaan sebesar 100%. Selain itu, respons murid terhadap pembelajaran menunjukkan kategori sangat positif dengan rata-rata persentase sebesar 93%, yang menandakan bahwa murid merasa tertarik, terbantu, dan lebih mudah memahami materi tata surya melalui pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media permainan ludo efektif untuk meningkatkan hasil belajar murid SMP.