cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 679 Documents
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: TREN PEMANFAATAN AI TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME MAHASISWA CALON GURU Ainul Izzah; Septiko Aji; Novi Ratna Dewi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9367

Abstract

This article aims to analyze the trend of artificial intelligence (AI) utilization in the development of professionalism of student teachers through literature review and bibliometric analysis. In this study, the methods used include data collection from the Scopus database using a combination of relevant search terms, as well as data selection based on relevance criteria using the PRISMA method. The collected data was then analyzed using Bibliometrix and VOSviewer software to identify patterns and trends in AI-related publications in education. The results showed that since 2022, the number of publications related to AI in education has increased significantly, with the peak occurring in 2024. The research also identified several challenges faced in the application of AI, such as the lack of AI literacy among prospective teachers, limited infrastructure, and ethical and data privacy issues. Nonetheless, with the right approach and a comprehensive strategy, AI has great potential to revolutionize education and improve teacher professionalism in the future. This research is expected to provide insights for educators and policy makers in effectively integrating AI in the learning process. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan profesionalisme mahasiswa calon guru melalui tinjauan literatur dan analisis bibliometrik. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan meliputi pengumpulan data dari database Scopus dengan menggunakan kombinasi istilah pencarian yang relevan, serta seleksi data berdasarkan kriteria relevansi menggunakan metode PRISMA. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix dan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam publikasi terkait AI dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2022, jumlah publikasi yang berkaitan dengan AI dalam konteks pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan, dengan puncaknya terjadi pada tahun 2024. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan AI, seperti kurangnya literasi AI di kalangan calon guru, keterbatasan infrastruktur, serta isu etika dan privasi data. Meskipun demikian, dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang komprehensif, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pendidikan dan meningkatkan profesionalisme guru di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan AI secara efektif dalam proses pembelajaran.  
KESADARAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Shynta Ayinda Puspa; Kusnadi Kusnadi; Mimin Nurjhani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9368

Abstract

Environmental awareness is a crucial competency in 21st-century biology education, yet teacher-centered learning practices, limited field experience, and limited assessment remain barriers. This study aims to map international publication trends related to environmental awareness, identify effective learning models, and evaluate approaches used at various levels of education. The method used was a systematic literature review in accordance with PRISMA guidelines, analyzing 19 Scopus-indexed articles (Q1–Q3) from 2021–2025 that examined levels from elementary school to university. The study results indicate a predominance of quasi-experimental and mixed methods approaches, a primary focus on elementary school and university, and research concentrations in Indonesia, Asia, and Europe. Effective learning models include Ethno-STEM, narrative, visual arts, robotics, and technology integration, with several studies emphasizing the use of local wisdom to strengthen students' ecological relevance and pro-environmental behavior. This approach has been shown to improve students' pro-environmental knowledge, attitudes, and behavior. The findings highlight the need to strengthen active, experiential learning, integrate Education for Sustainable Development (ESD) into the biology curriculum, and incorporate contextual, locally-based teaching strategies. The research provides an evidence map and recommendations for the development of evidence-based modules, learning strategies, and teacher training. ABSTRAK Kesadaran lingkungan menjadi kompetensi penting dalam pendidikan biologi abad ke-21, namun praktik pembelajaran yang berpusat pada guru, minim pengalaman lapangan, dan penilaian terbatas masih menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi internasional terkait kesadaran lingkungan, mengidentifikasi model pembelajaran efektif, serta mengevaluasi pendekatan yang digunakan dalam berbagai jenjang pendidikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka sistematis sesuai pedoman PRISMA, dengan analisis 19 artikel terindeks Scopus (Q1–Q3) tahun 2021–2025 yang meneliti jenjang SD hingga perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan dominasi metode quasi-eksperimen dan mixed methods, fokus utama pada sekolah dasar dan perguruan tinggi, serta konsentrasi penelitian di Indonesia, Asia, dan Eropa. Model pembelajaran efektif meliputi Ethno-STEM, narasi, seni visual, robotika, serta integrasi teknologi, dengan beberapa studi menekankan penggunaan kearifan lokal untuk memperkuat relevansi ekologis dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Temuan menegaskan perlunya penguatan pembelajaran aktif berbasis pengalaman, integrasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam kurikulum biologi, serta strategi pengajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menyediakan peta bukti dan rekomendasi bagi pengembangan modul, strategi pembelajaran, dan pelatihan guru berbasis bukti.  
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA PAPAN JURANG PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH DI KELAS II Iqdal Ade Putra Ruku; Kudus Kudus; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Widi Candika Pakaya
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9369

Abstract

This research aimed to improve student learning outcomes through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the papan jurang learning media on the topic of addition and subtraction of whole numbers in Grade II of SDN 1 Telaga Biru. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, in which each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection with 20 students as subjects. Data were collected through learning outcome tests, observations of teacher and student activities, and documentation, and were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. The results showed an improvement in students' learning outcomes on the topic of addition and subtraction of whole numbers after the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model and the papan jurang media. In the initial condition (pre-cycle), only 20% of students achieved the minimum mastery criterion (score ≥75). Following the implementation of Cycle I, the mastery learning rate increased to 55%, with 11 students achieving mastery. In Cycle II, learning outcomes continued to improve, with 90% of students achieving mastery (18 students). In addition, observations indicated an increase in student activity from the moderate category in the pre-cycle to the very good category in Cycle II. Thus, it can be concluded that the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the papan jurang media can effectively improve student learning outcomes in addition and subtraction of whole numbers topic in Grade II of SDN 1 Telaga Biru. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model problem based learning (PBL) berbantuan media papan jurang pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II SDN 1 Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Mc Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah setelah penerapan model problem based learning (PBL) dan media papan jurang. Pada kondisi awal (pra-siklus) hanya 20% siswa yang mencapai KKM (nilai ≥ 75). Setelah tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 55% dengan 11 siswa tuntas. Pada siklus II, hasil belajar semakin meningkat dengan ketuntasan 90% (18 siswa tuntas). Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dari kategori cukup pada pra-siklus menjadi kategori sangat baik pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning (PBL) berbantuan media papan jurang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II  SDN 1 Telaga Biru.
ANALISIS KECERDASAN VISUAL SPASIAL PESERTA DIDIK PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI DITINJAU DARI SELF-AWARENESS Asri Wahyuni; Belda Nurmultiefa Lesmana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9370

Abstract

Visual-spatial intelligence is an important component in geometry learning, yet most junior high school students experience significant difficulties in visualizing 3D objects and performing geometric transformations. This study aims to analyze students' visual-spatial intelligence in transformation geometry in terms of self-awareness. The research method uses a descriptive qualitative approach. The research subjects were 6 Grade 9 students from SMP Islam Ibnu Hanbal Tasikmalaya selected purposively based on self-awareness levels (2 high, 2 medium, 2 low). Data were collected through visual-spatial intelligence tests, self-awareness questionnaires, and semi-structured interviews. Analysis used the Miles and Huberman model with technique triangulation. The results showed that the level of self-awareness affects students' visual-spatial intelligence. Students with high self-awareness were able to visualize 3D objects accurately, perform mental rotation systematically, and reflect on spatial reasoning processes logically and contextually. They also demonstrated strong spatial orientation and good decision-making in geometric transformations. Meanwhile, students with medium self-awareness could solve problems procedurally but lacked depth in spatial reasoning and reflection. Students with low self-awareness faced difficulties in visualizing objects, performing mental rotations, and reflecting on their spatial thought processes, resulting in outcomes that were often illogical or contextually inappropriate. ABSTRAK Kecerdasan visual spasial merupakan komponen penting dalam pembelajaran geometri, namun mayoritas siswa SMP mengalami kesulitan signifikan dalam memvisualisasikan objek 3D dan melakukan transformasi geometri. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecerdasan visual spasial peserta didik pada materi transformasi geometri ditinjau dari self-awareness. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas IX SMP Islam Ibnu Hanbal Tasikmalaya yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat self-awareness (2 tinggi, 2 sedang, 2 rendah). Data dikumpulkan melalui tes kecerdasan visual spasial, angket self-awareness, dan wawancara semiterstruktur. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self-awareness memengaruhi kecerdasan visual spasial siswa. Siswa dengan self-awareness tinggi mampu memvisualisasikan objek 3D secara akurat, melakukan rotasi mental secara sistematis, dan merefleksikan proses penalaran spasial secara logis dan kontekstual. Siswa dengan self-awareness tinggi juga mendemonstrasikan orientasi spasial yang kuat dan pengambilan keputusan yang baik dalam transformasi geometri. Sementara itu, siswa dengan self-awareness sedang dapat menyelesaikan masalah secara prosedural, tetapi kurang mendalam dalam penalaran spasial dan refleksi. Sedangkan siswa dengan self-awareness rendah menghadapi kesulitan dalam memvisualisasikan objek, melakukan rotasi mental, dan merefleksikan proses berpikir spasial, serta menghasilkan hasil yang sering kali tidak logis atau tidak sesuai konteks.
EFEKTIVITAS PROJECT BASED LEARNING BERBASIS FIELDTRIP TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV Mira Melisa; Siti Mayang Sari; Zulkhairi Zulkhairi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9371

Abstract

Science and social studies (IPAS) learning in elementary schools still faces challenges, particularly in improving students’ learning outcomes on plant reproduction topics that require conceptual understanding through real experiences. Conventional teaching approaches often limit student engagement and hinder the connection between scientific concepts and real-world phenomena. This study aimed to examine the effect of implementing a Project Based Learning (PjBL) model integrated with field trips on IPAS learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 22 Banda Aceh, as well as to analyze students’ responses to the learning model. This research employed a quantitative approach using a one group pretest–posttest experimental design. The participants consisted of 29 fourth-grade students. Data were collected through learning outcome tests, observations, and student response questionnaires. Data analysis included the Shapiro–Wilk normality test, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results indicated a significant difference between students’ learning outcomes before and after the implementation of the PjBL model integrated with field trips (p < 0.05). The N-Gain results showed a moderate level of improvement in learning outcomes. Furthermore, students’ responses to the learning model were categorized as good, indicating increased interest, motivation, and understanding through project-based and experiential learning activities outside the classroom. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkembangbiakan tumbuhan yang menuntut pemahaman konsep melalui pengalaman nyata. Pembelajaran yang cenderung konvensional menyebabkan siswa kurang terlibat aktif dan sulit mengaitkan konsep dengan fenomena di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis fieldtrip terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 22 Banda Aceh serta respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa kelas IVB. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji-t berpasangan, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model PjBL berbasis fieldtrip. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan secara statistik (p < 0,05) dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori baik, yang menunjukkan bahwa siswa merasa tertarik, termotivasi, dan terbantu dalam memahami materi melalui kegiatan proyek dan pembelajaran di luar kelas.  
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP MATERI PERBANDINGAN Sugianto Sugianto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9372

Abstract

The low mathematical problem-solving ability of junior high school students due to the dominance of conventional learning that does not connect concepts with reality is the background of this study. The study aims to analyze the effect of the Realistic Mathematics Education (RME) approach on problem-solving ability in comparative material. The method used is a quantitative quasi-experimental type with a nonequivalent control group design. Data analysis was carried out through t-tests and N-Gain calculations. The research findings show that the average posttest of the experimental class reached 78.79, significantly superior to the control class of 71.16 with a significance value of 0.015. The increase in problem-solving ability in the experimental class is in the moderate category with an N-Gain score of 0.47, where the indicator for drawing conclusions experienced the highest increase of 0.54 and the indicator for solving problems the lowest of 0.41. The main conclusion of this study confirms that the application of the RME approach has a positive effect and is more effective in improving students' mathematical problem-solving abilities compared to conventional learning, so it can be used as an alternative relevant learning strategy. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP akibat dominasi pembelajaran konvensional yang kurang menghubungkan konsep dengan realitas menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perbandingan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif jenis kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Analisis data dilakukan melalui uji-t dan perhitungan N-Gain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 78,79, lebih unggul secara signifikan dibandingkan kelas kontrol sebesar 71,16 dengan nilai signifikansi 0,015. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dengan skor N-Gain 0,47, di mana indikator menarik kesimpulan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,54 dan indikator menyelesaikan masalah terendah sebesar 0,41. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pendekatan RME berpengaruh positif dan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional, sehingga dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang relevan.  
PENGGUNAAN MEDIA GEOBOARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DI SD Regita Restilia Mokodompis; Rustam I Husain; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Ade Mahniar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9373

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of using Geoboard media in improving the learning outcomes of fourth-grade students on the learning material of squares and rectangles. This study was motivated by the low mathematics learning outcomes caused by the limited variation of teaching methods and the lack of attractive learning media. The research method used was Classroom Action Research (CAR), which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 19 fourth-grade students of SDN 03 Bulango Utara. The results of the study indicate that the use of Geoboard media significantly improved students’ learning outcomes. In the initial observation, only 30% of students achieved learning mastery. After the implementation of the actions, learning mastery increased to 47.37% in Cycle I and reached 84.21% in Cycle II. In addition, there was an improvement in both teacher and student activities, which increased from the “fairly good” category to the “very good” category. The use of Geoboard media not only enhanced students’ understanding of square and rectangle concepts but also increased their motivation, active participation, and independent learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Geoboard dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi persegi dan persegi panjang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa akibat kurang bervariasinya metode pembelajaran dan kurangnya media yang menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas IV SDN 03 Bulango Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Geoboard dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada observasi awal, hanya 30% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah tindakan dilakukan, hasil belajar meningkat menjadi 47,37% pada siklus I dan mencapai 84,21%pada siklus II. Selain itu, terjadi peningkatan pada aktivitas guru dan siswa yang sebelumnya berada pada kategori “cukup baik” menjadi “sangat baik”. Penggunaan media Geoboard tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep luas persegi dan persegi panjang, tetapi juga meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan kemandirian belajar siswa.  
MENINGKATAKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN DESIMAL MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS V SD Rahman Andika Apriyanto K. Adam; Rusmin I Husain; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Kudus Kudus
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9374

Abstract

This study aimed to improve fifth-grade students’ ability in performing decimal number operations at SDN 2 Telaga, Telaga District, Gorontalo Regency. The ability to perform decimal operations is an essential competency in elementary mathematics learning; however, in practice, many students still experience difficulties in understanding and applying these concepts. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in a gradual and continuous manner, involving 19 students as research participants. Data were collected through learning achievement tests to measure improvements in students’ decimal operation skills and observations to examine teacher and student activities during the learning process. The collected data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative analysis techniques. The results indicated that the implementation of the drill method significantly improved students’ ability to perform decimal operations. Learning mastery increased from 63.2% in Cycle I to 89.5% in Cycle II, with the class average score reaching 82. In addition to improved learning outcomes, student learning activities also increased from a fair category to a very good category. Therefore, the drill method was proven to be effective in enhancing elementary school students’ decimal arithmetic skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan desimal pada siswa kelas V SDN 2 Telaga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Kemampuan operasi hitung bilangan desimal merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkannya. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar untuk mengukur peningkatan kemampuan operasi hitung bilangan desimal siswa serta observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Drill mampu meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan desimal siswa secara signifikan. Ketuntasan belajar siswa mencapai 63,2% pada siklus I dan meningkat menjadi 89,5% pada siklus II, dengan rata-rata nilai kelas mencapai 82. Selain peningkatan hasil belajar, aktivitas siswa selama pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kategori cukup menjadi kategori sangat baik. Dengan demikian, metode Drill terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung bilangan desimal siswa sekolah dasar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN GENIALLY PADA SISWA KELAS V Diva Quitza Yusuf; Rustam I Husain; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Ade Mahniar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9375

Abstract

This study aimed to improve fifth-grade students’ mathematics learning outcomes through the use of Genially as a digital learning medium at SDN 3 Bulango Utara. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in a cyclical and systematic manner, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 12 fifth-grade students, comprising 7 female students and 5 male students. Data were collected through learning achievement tests, observations of teacher and student activities, and documentation. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results indicated a significant improvement in students’ mathematics learning outcomes after the implementation of Genially-based learning media. In the pre-action stage, only 25% of students achieved the minimum mastery criterion (score ≥ 75). Following the implementation of the actions, learning mastery increased to 58.33% in Cycle I and further improved to 83.33% in Cycle II. In addition, students’ learning activities showed improvement from a fair category to a very good category. These findings demonstrate that the use of Genially as a learning medium is effective in improving mathematics learning outcomes of fifth-grade elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Bulango Utara melalui penggunaan media pembelajaran Genially. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bertahap, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 12 siswa, yaitu 7 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah penerapan media Genially. Pada kondisi awal, hanya 25% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 75). Setelah pelaksanaan tindakan, ketuntasan belajar meningkat menjadi 58,33% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II. Selain itu, aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi kategori sangat baik. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran Genially terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Bulango Utara.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MORDISCVEIN BERBASIS MEDIA FLIPBOOK PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI KELAS IV Ulfaina Halid; Meylan Saleh; Gamar Abdullah; Rifdah Mardian Arif; Vicka Muniati Arifin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9376

Abstract

The low learning outcomes of science and the lack of student involvement in learning at SDN 01 Lemito are the background of this research. The purpose of this study is to improve learning outcomes of Energy in Daily Life material through the implementation of the flipbook-based Mordiscvein model. The method used is Classroom Action Research (CAR) in two cycles with 24 fourth-grade students as subjects, including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research findings show a significant increase in learning outcomes gradually. In Cycle I, the learning completion rate only reached 45.83% or 11 students, which indicates the need for improvements in the implementation of media syntax and techniques. After reflection and action improvements in Cycle II, learning completion increased drastically to 83.33% or 20 students, exceeding the established success indicators. In addition to the cognitive aspect, there was a positive increase in teacher activity as well as active participation and student independence during the learning process. The main conclusion of this study is that the flipbook-assisted Mordiscvein learning model is proven to be effective and feasible to be implemented to improve the learning outcomes of fourth-grade students in science. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar IPAS dan kurangnya pelibatan siswa dalam pembelajaran di SDN 01 Lemito melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan studi ini adalah meningkatkan hasil belajar materi Energi dalam Kehidupan Sehari-hari melalui penerapan model Mordiscvein berbasis media flipbook. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus dengan subjek 24 siswa kelas IV, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan secara bertahap. Pada Siklus I, tingkat ketuntasan belajar baru mencapai 45,83% atau 11 siswa, yang mengindikasikan perlunya perbaikan pada implementasi sintaks dan teknis media. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan tindakan pada Siklus II, ketuntasan belajar meningkat drastis menjadi 83,33% atau 20 siswa, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain aspek kognitif, terjadi peningkatan positif pada aktivitas guru serta partisipasi aktif dan kemandirian siswa selama proses pembelajaran. Simpulan utama penelitian ini adalah model pembelajaran Mordiscvein berbantuan flipbook terbukti efektif dan layak diimplementasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS.