cover
Contact Name
akhyarnis febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
jurnalkomposits.umb@gmail.com
Editorial Address
Prodi Teknik Sipil, Kampus I Universitas Muara BungoFakultas Teknik Universitas Muara Bungo. Jl Lintas Sumatera. Sungai Binjai
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal KOMPOSITS
ISSN : -     EISSN : 27217256     DOI : 10.36355
Jurnal KOMPOSITS mempublikasikan artikel Hasil Penelitian dan Paper review (literature article) dengan Ruang Lingkup : 1. Material & Rekayasa Struktur. 2. Teknik Sumber Daya Air 3. Sistem Transportasi dan Perkerasan Jalan 4. Manajemen Konstruk
Articles 37 Documents
Perencanaan Perkerasan Jalan Raya Dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) No.02/B/BM/2013 Beserta Estimasi Biaya (Studi Kasus Peningkatan Jalan Pada Ruas Kebun Sayur – Talang Kawo Kabupaten Merangin) Adi Wibowo; Radinal Radinal; Ari Endra Nasution
Jurnal KOMPOSITS Vol 1, No 1: 20 Februari 2020, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v1i1.299

Abstract

Dalam perencanaan tebal perkerasan lentur banyak metode-metode yang dapat digunakan untuk perencanaan. Di indonesia metode perencanaan tebal  perkerasan jalan banyak menggunakan Metode Bina Marga. Metode ini pun telah beberapa kali mengalami perkembangan hingga yang terakhir adalah Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ). Sebelumnya Metode yang banyak digunakan adalah Metode Analisa Komponen (MAK). Dengan adanya Metode perkerasan jalan yaitu Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) tersebut menjadi latar belakang bagi penulis untuk melakukan Perencanaan  dengan menggunakan metode yang terbaru.Dalam perhitungan tugas akhir ini data primer dan sekunder sangatlah penting dalam perencanaan tebal perkerasan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ). Dari hasil perhitungan didapat CESA5 sebesar 2,362.163 dengan tebal lapis perkerasan untuk lapis permukaan AC-WC = 4 cm, untuk lapis permukaan AC-BINDER = 6 cm, untuk lapis pondasi atas AC-BASE = 7 cm dan untuk lapis pondasi bawah LPA kelas A = 30 cm. Dan untuk estimasi biaya total keseluruhan adalah Rp 44.646.250.000 ( Empat Puluh Empat Milyar Enam Ratus Empat Puluh Enam Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ).Kata kunci : Metode, Perkerasan, Estimasi Biaya In the thickness planning of flexible pavement many methods can be used for planning. In indonesian, Pavement planning method many use method of  Bina Marga. This method has also been developed sereral times until the las is the Manual Method Of Pavement Design ( MDPJ ). Previously a widely used method in component analysis method ( MAK . With the existensi of road pavement method is the manual method of pavement desing ( MDPJ ) is the background the author to do the planning using the latest method. In the calculation of this final task the primary data and secondary data is very important in the planning of pavement thickness using manual method of pavement design ( MDPJ ). From the calculation results obtained CESA5 of 2,362.163 with a thick layer of pavement for the AC-WC surface layer = 4 cm, for AC-BINDER = 6 cm, to the uppev layer of AC-BASE =7 cm, and for layer sundev LPA class A = 30 cm. And for estimated total total cost is Rp 44,646.250.000 ( Foury Four Billion Six Hundred Forty Six Milion Two Hundred Fifty Thousand Rupiah )Keyword : Method, Pavement, Cost Estimation
Evaluasi Kemajuan Proyek Preservasi Jalan Batas Provinsi Riau – Merlung – Batas Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan Metode Nilai Hasil Imam Haji Batubara; Ade Nurdin; Dyah kumalasari
Jurnal KOMPOSITS Vol 2, No 2 (2021): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v2i2.602

Abstract

Population increase is increasing from time to time. As the population increases, the need for basic goods and logistics also increases. Smoothness to meet needs depends on adequate infrastructure, one of which is roads. Road is an infrastructure that connects one area to another. Damage to roads can break the wheels of the economy in an area and slow down the arrival of basic goods for the needs of the population in an area. One of the activities that can improve this is road repairs. The central government through the Ministry of Public Works and Public Housing runs a program called Longsegment Road Preservation which aims to obtain stable and uniform road conditions in one longsegment. Longsegment Road Preservation is one solution to repair damaged roads, but it is possible that activities in the field do not go according to plan, so it is necessary to evaluate the progress of a work. One of the Longsegment Road Preservation projects in Jambi Province is the Road Preservation of the Riau Province Boundary – Merlung – West Tanjung Jabung Regency. In order to see whether this work is good or not, an evaluation of the project's progress is carried out using the Result Value method. The results of this study indicate that the time and cost performance of the Road Preservation of the Riau Province Boundary – Merlung – West Tanjung Jabung Regency shows poor performance based on the CV = Rp. -3,037,850.00, CPI = 0.999 1,000, SV = Rp. -428,871,785.62, SPI = 0.935 1,000. The realization of the Road Preservation of the Riau Province Boundary – Merlung – West Tanjung Jabung Regency implementation was not in accordance with the plan, this was based on weekly reports in the twelfth week of realization progress of 25.680% while the planned progress was 28.554% so that there was a deviation of -2.875% 
TINJAUAN GELAGAR JEMBATAN PRATEGANG SEGMENTAL TYPE I POST-TENSIONING DENGAN BENTANG 25 METER PADA JEMBATAN SUNGAI BENIT Budi Eka Dharma; Muhammad Amin; Suwarjo Suwarjo
Jurnal KOMPOSITS Vol 2, No 1 (2021): Februari, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v2i1.585

Abstract

Jembatan beton pratekan atau yang dikenal dengan Presressed Concrete Bridge (PC Bridge) merupakan salah satu jenis jembatan dengan material konstruksi beton pratekan/prategang atau beton yang berisi kabel baja dengan tujuan untuk memberikan tegangan awal berupa tegangan tarik terhadap beton akibat sifat beton yang tidak memiliki elastisitas yang cukup kuat. Dalam hal ini, beton pratekan sebagai solusi untuk mengatasi besarnya vibrasi yang timbul pada struktur beton khususnya pada struktur dengan bentang yang besar.Jembatan Sungai Benit merupakan jembatan beton prategang, dimana gelagar dari jembatan tersebut merupakan gelagar I segmental beton prategang (post-tensioning) dengan panjang jembatan 25,6 m dan lebar 7 m. Jembatan Sungai Benit terletak di desa Sungai Benit, kecamatan Rimbo Tengah, kabupaten Bungo. Faktanya, dalam aplikasinya, cukup sering terjadi keretakan dan kerusakan dalam struktur jembatan beton pratekan misalnya, pada gelagar, oprit dan, pangkal jembatan, yang pada dasarnya memiliki anggaran yang tidak kecil menunjukkan perlunya tinjauan ulang terhadap jembatan khususnya pada bagian gelagar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui 3 tahapan; Pertama, perhitungan pembebanan gelagar, melalui perhitungan beban mati dan beban hidup. Kemudian, perhitungan analisa struktur gelagar, yang meliputi analisa tegangan terhadap berat, perhitungan gaya prategang, penentuan layout kabel tendon, dan perhitungan kehilangan gaya prategang. Ketiga, dilanjutkan dengan perhitungan kontrol terhadap kekuatan dan kestabilan yang meliputi kontrol terhadap tegangan akhir, dan terhadap lendutan
ANALISA STRUKTUR RANGKA ATAP GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUARA BUNGO (Rangka Kuda-Kuda Type Single Frame Beam) Rio Mulyadi; Sucitra Wijaya; Suwarjo Suwarjo
Jurnal KOMPOSITS Vol 1, No 1: 20 Februari 2020, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v1i1.304

Abstract

Atap pada bangunan berfungsi sebagai penutup bagian yang ada dibawahnya. Pada analisa struktur rangka atap gedung Rektorat Universitas Muara Bungo ini menggunakan penutup atap bahan seng superdeck, rusuk-rusuk atap menggunakan bahan kayu hal tersebut dikarenakan pemasangannya lebih mudah, harganya relatif murah, kekuatan kayu cukup tinggi Selain kayu pada analisa struktur rangka atap ini digunakan pula konstruksi baja konvensional karena kekuatannya cukup tinggi, dapat dibentuk menjadi profil yang diinginkan maka konstruksi baja konvensional ini dirasa cukup efisien digunakan pada rangka atap gedung Rektorat Universitas Muara Bungo apalagi mengingat gedung ini merupakan gedung berlantai 7. Pada analisa rangka atap gedung Rektorat Universitas Muara Bungo yang terdiri dari dimensi reng dan kaso dari konstruksi kayu kelas II. Gording dan  kuda-kuda dari konstruksi baja konvensional menggunakan metode LRFD (Load Resistance Factor Design)  dengan type kuda-kuda single frame beam dan menganalisa baut tanam di dalam beton.Beban-beban yang ditinjau adalah beban mati dan beban hidup menggunakan metode gempa kondisi ultimate yang mengacu pada dasar-dasar peraturan SNI.03.1729.2002. Berdasarkan hasil perhitungan analisa struktur atap gedung Rektorat Universitas Muara Bungo ini didapatkan dimensi reng adalah  lebar 2 cm dan tinggi 4 cm dan dimensi kaso adalah lebar 4 cm dan tinggi 8 cm . Menggunakan bahan baja konvensional dengan gording jenis profil INP.120,  Kuda-kuda menggunakan jenis profil  di titik A=B S.20 x 65 , di titik D = E S.10 x 25,4 dan di titik C S.15 x 42 cm dan baut tanam kuda-kuda di dalam beton minimmal harus ditanam t ≥ 43 cm. Kata kunci: Kayu, Baja Konvensional, LRFD,  metode gempa kondisi ultimate. The roof on the building serves as the cover of the existing part underneath. In the analysis of building roof frame structure Rectorate University of Muara Bungo is using a superdeck zinc roof cover, roof ribs using wood it is because the asembly is easier, the price is relatively cheap, the strength of wood is quite high In addition to wood on the roof frame analysis is also used conventional steel construction because of high strength, Become a desirable profile then this conventional steel construction is considered efficient enough to be used in the framework of the roof of the building Rectorate University of Muara Bungo especially considering this building is a 7 storey building. In the roof analysis of the building Rectorate University Muara Bungo consisting of dimensions of batten (Wooden small beam) and kaso (wooden beam cross longitudinal ) of wooden class construction II. Gording and horses from conventional steel construction using LRFD (Load Resistance Factor Design) method with single frame horses beam type and analyzing planting bolts in concrete based of horses (frame horses).The loads under consideration are dead load and live load using the ultimate condition earthquake method which refers to the basics of SNI.03.1729.2002 regulations. Based on the analysis of roof structure analysis of Rectorate building of Muara Bungo University, it is found that the dimension of the batten is 2 cm wide and 4 cm high and the dimension of kaso is 4 cm wide and 8 cm high. Using conventional steel material with gaming type profile INP.120, Horses use profile type at point A = B S.20 x 65, at point D = E S.10 x 25.4 and at point C S.15 x 42 Cm and bolts planting horses in the minimmal concrete must be planted t ≥ 43 cm. Keywords: Wood, Conventional Steel, LRFD, ultimate condition earthquake method.
ANALISIS BIAYA PEMELIHARAAN PEMBANGUNAN WISATA TAMAN TAMPOENEK KABUPATEN BUNGO Radinal Radinal; Trisnoko Eko Saputra; Ade Kurnia Putri
Jurnal KOMPOSITS Vol 2, No 2 (2021): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v2i2.598

Abstract

Taman tampoenek merupakan salah satu taman yang berada Kabupaten Bungo terletak di kecamatan Rimbo Tengah. Pariwisata merupakan sektor yang ikut berperan penting dalam usaha peningkatan pendapatan daerah. Evaluasi investasi merupakan sebuah penilaian terhadap suatu objek. Evaluasi terhadap biaya pemeliharaan yang dilakukan untuk melihat sejauh mana manfaat yang didapat terhadap biaya yang dikeluarkan selama periode 1 (satu) tahun. Penelitian tidak mengkaji terhadap besar nilai Investasi keseluruhan hanya fokus terhadap biaya pemeliharaan.  Parameter yang digunakan pada penelitian ini untuk meninjau investasi pemeliharaan taman yaitu dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Of Cost (BCR). Setelah dilakukan Analisa dengan aspek ekonomi diperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp. Rp.69.920.000,- 0, Benefit Of Cost (BCR)Sebesar 1,3 1menunjukan investasi layak serta didapat nilai NPV masih negative. Penelitian ini dapat disimpulan bahwa investasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo ditinjau dari sisi manfaat yaitu layak.Kata kunci :Pemeliharaan, Investasi, Kelayakan
TINJAUAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL SETELAH DIBANGUN NYA BUNDARAN Sucitra Wijaya; Erdiansyah Erdiansyah
Jurnal KOMPOSITS Vol 1, No 2 (2020): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v1i2.581

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisa ulang mengenai kinerja simpang bersinyal pada simpang lima bambu kuning Kabupaten Bungo. Analisa data yang digunakan adalah pedoman manual kapasitas jalan indonesia (MKJI) 1997 untuk mengetahui kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian, kendaraan terhenti dan tundaan pada simpang. Untuk derajat kejenuhan adalah 0,75. Berdasarkan hasil dari penelitian pada simpang lima bambu kuning didapat hasil pada setiap lengan simpang untuk derajat kejenuhannya yaitu pada lengan barat DS sebesar 0,50, lengan timur DS sebesar 0,12, lengan utara DS sebesar 0,42, dan lengan selatan DS sebesar 0,21 untuk nilai derajat kejenuhan setiap lengan nilai DS sesuai standar MKJI 1997 yaitu (DS <0,75 tidak jenuh). Untuk derajat kejenuhan rata-rata pada simpang didapat nilai 0,34 (DS <0,85) simpang tersebut tidak jenuh. Untuk perilaku lalu lintas dengan nilai tundaan, di dapat tundaan rat-rata sebesar 40,04 det/smp dan masuk pada tingkat pelayanan D dimana nilai tundaan 25,1-40 det/smp. Kesimpulan dari analisis ini pada tingkat pelayanan D perlu adanya perbaikan dalam koordinasi lampu hijau, Perubahan fase sinyal dan pengaturan ulang waktu sinyal, dan perubahan geometri
Desain Elemen Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (Srpmk) Ari Endra Nasution; Ayu Sri Rejki; Sucitra Wijaya
Jurnal KOMPOSITS Vol 1, No 1: 20 Februari 2020, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v1i1.300

Abstract

Indonesia merupakan salah satu daerah rawan gempa, hampir setiap wilayah di Indonesia berpotensi terjadinya gempa. Kabupaten Kerinci, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang rawan terhadap gempa. Potensi gempa bukan hanya karena aktivitas vulkanik Gunung Kerinci, namun juga terdapat patahan kerak bumi (sesar) jalur sesar Sumatera. Salah satu titik yang dilalui yakni di wilayah Kecamatan Siulak. Berdasarkan peta gempa di Indonesia, daerah Kecamatan Siulak berada di posisi ke 12 dari 295 jalur sesar aktif di Indonesia. Oleh karena itu bangunan yang dibuat di daerah ini harus direncanakan kuat terhadap gempa. Beton bertulang sangat umum digunakan sebagai elemen struktur pada bangunan. Oleh karena itu pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan yang harus dipenuhi untuk perencanaan bangunan gedung dari beton bertulang khususnya pada daerah gempa yang tertuang di dalam SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain elemen struktur beton bertulang tahan gempa dengan mengggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan membandingkan kebutuhan baja tulangan untuk desain elemen struktur dengan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dengan struktur yang dianalisa tanpa menggunakan beban gempa. Bangunan direncanakan sebagai gedung perkantoran 4 lantai dengan denah 20 x 16 m², tinggi setiap lantai bangunan adalah 4 m, pada lokasi gempa di kabupaten Kerinci dengan kondisi tanah sedang. Material yang digunakan adalah beton dengan f’c 25 Mpa, baja tulangan dengan fy 400 Mpa. Pembebanan yang digunakan meliputi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) sesuai PPIUG 1983 dan SNI 1727:2013 serta beban gempa dinamik respons spektrum sesuai SNI 1726:2012. Perencanaan elemen struktur yang dilakukan meliputi kolom, balok, lantai, dan hubungan balok kolom. Pemodelan dan analisis gaya dalam dilakukan dengan bantuan software  SAP 2000, dimana yang diambil adalah output dari luas tulangan perlu, hasil dari analisis struktur menggunakan SAP 2000, dan selanjutnya dilakukan kontrol terhadap syarat-sayarat SRPMK, hasil dari output ini berupa model dari penulangan balok, kolom, dan hubungan balok kolom, namun untuk perhitungan tulangan pelat lantai momen-momennya dihitung dengan mengacu kepada tabel PBI 1971. Selain dari pada itu dilakukan pula analisis struktur dengan hanya memperhitungkan beban mati dan beban hidup saja (tanpa beban gempa), jumlah tulangan yang akan digunakan dari kedua jenis elemen struktur inilah yang akan dibandingkan. Adapun hasil analisa yang didapatkan adalah, bahwa kebutuhan tulangan untuk struktur sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) harus dinaikkan 66,9% dari kebutuhan tulangan struktur yang dianalisa tanpa menggunakan beban gempa.Kata kunci: Struktur Beton Bertulang, SRPMK, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013Indonesia is one of the most earthquake prone areas, almost every region in Indonesia has a potential earthquake. Kerinci Country is one of the areas in the province of Jambi that is prone to earthquakes. The earthquake potential was not just due to the volcanic activity of mount kerinci, but there is also fracture of the earth’s crust, the sumatera fault line. One of the passing points is siulak sub district area. According to the eartgquake map in Indonesia, Siulak is on the 12th of  the 295 activite fault lines of Indonesia. Reinforced concrete is very common in use as a structural element in buildings. The Indonesia governmant has set rules to folow for building plans of reinforced concrete especially in prone areas of quakes poured inside SNI 1726:2012 and SNI 2847:2013. The purpose of this study is to design element of earthquake resistant reinforced concrete structure using the frame system of specific momen bearers and compare the need for metal structures using the frame system of specific momen bearers  with structure analyzed without using the earthquake load. The building was planned as a four story office building with the 20 x 16 m² plan, high each floor of the building is 4 m, at the Kerinci country earthquake site and medium soil. The material used is concrete with f’c 25 Mpa, metal with fy 400 Mpa. The Load that was being used is load gravity (dead load and live load) according to PPIUG 1983 and SNI 1727:2013, the dynamical load of spectrum response according to SNI 1726:2012. The planning of element structural is columns, beams, plate and joint. Modelling and analysis internal energy used the software of SAP 2000. Taken is the result of output from the metal area results from using SAP 2000, and then control of the SRPMK terms,   the output is a model of the metal beam, column and joint, but the calculations of the plate moment are calculated by reference to the PBI 1971 table. Apart from that, structural analysis involves calculating dead load and live load expenses only (without earthquake load), the amount of metal to be used from both types of structural elements is what will be compared, as for the result of analysis is, that  the need metal for structure using the frame system of specific momen bearers it must be increased 66.9% need for metal of structures analyzed without using the earthquake load.  Key word: Reinforced concrete structure, SRPMK, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013
Evaluasi Kemajuan Proyek Pada Proses Pengendalian Kinerja Waktu Dan Biaya Dengan Metode Nilai Hasil Ahmad Zaki; Ade Nurdin; Fetty Febriasti Bahar
Jurnal KOMPOSITS Vol 2, No 2 (2021): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v2i2.603

Abstract

This study has a purpose to analyze the progress of the cost of controlling time performance and with the Result Value method. Project performance is usually an assessment parameter in the success or failure of a project in general. Poor project management can be a bad cause and harm the project. One of the sources that causes poor project performance is usually a mismatch between the budget, implementation period, and the quality of work against the plan. One method of controlling costs and time is known as the Earned Value Method. This concept is a concept of calculating costs in accordance with the work that has been completed (budgeted cost of work performed). Road Preservation Job Packages Sp. Tuan - Bts. Kabupaten Muaro Jambi - Sp. Tiga Batara Gas Plant (Pematang Lumut) is a work package belonging to The Jambi Province Regional I National Road Implementation Unit with the Service Provider PT. Satya Wira Persada. This work package whose source of funds is from the 2021 State Budget has varied daily reports. The author evaluates the performance of the time and schedule on the project by getting the results of time and cost performance on the Road Preservation Work Package of Sp. Tuan - Bts. Kabupaten Muaro Jambi - Sp. Tiga Batara Gas Plant (Pematang Lumut) showed poor performance based on the CV = Rp. -3,037,850.00, CPI = 0.999 1000, SV = Rp. -428.871.785.62 and SPI = 0.935 1000. According to the results of the evaluation using the Value method, the predicted execution time to complete this work package is 380 days, while the time for implementation based on the contract is 360 days so that this project is predicted to experience a 20 day delay in completing the work. The Realization of the Implementation of the Road Preservation Work Package for Sp. Tuan - Bts. Kabupaten Muaro Jambi - Sp. Tiga Batara Gas Plant (Pematang Lumut) is not according to plan, this is based on reports in the twelfth week of progress of 25.680% while the planned progress is 28.554% so that there is a deviation of -2.875%. Road Preservation Work Package project conditions Sp. Tuan - Bts. Kabupaten Muaro Jambi - Sp. Tiga Batara Gas Plant (Pematang Lumut) in the twelfth week reporting period suffered losses when viewed from the cost aspect with the Yield Value method and delays when viewed from the schedule aspect with the Earned Value method
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONTRAKTOR KONSTRUKSI DI KABUPATEN BUNGO Radinal Radinal; Hedy Alsiswara
Jurnal KOMPOSITS Vol 2, No 1 (2021): Februari, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v2i1.586

Abstract

Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampak kecelakaan kerja tidak hanya dapat merugikan karyawan, tetapi juga perusahaan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui bagaimana penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan kontraktor konstruksi di Kabupaten Bungo dan mengetahui kendala penerapan keselamatan dan kesehetan kerja serta manfaat dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tentang Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai K3 diperusahaan kontraktor di Kabupaten Bungo. Responden data yang digunakan pada penelitian ini yaitu perusahaan dengan kelas besar, menengah dan kecil diambil sampel PT.A, PT.B dan PT.C. Berdasarkan analisis dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kontraktor A,B,C sudah mengetahui tujuan dari K3 diperusahaan, menerapkan K3 dengan baik dan telah memberikan asuransi kesehatan bagi setiap pekerja, Pelaksanaan K3 diperusahaan A,B,C sudah menimilasirkan kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan dan tenaga kerja, Perusahaan A,B,C sudah melaksanakan pengendalian dan pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dengan baik berupa pelatihan dan pengarahan bagi para pekerja. Berdasarkan penelitian ada beberapa saran kepada perusahaan yaitu Kontraktor A,B,C diharapkan lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang K3, Perlu adanya pengawasan yang lebih baik dan berkelanjutan kaitanya dengan pemakaian alat pelindung diri agar penerapan K3 dapat berlangsung secara efektif sehingga memberikan keaman dan kenyamanan bagi karyawan serta meningkatkan mutu dan produktivitas perusahaan, Karyawan di perusahaan A,B dan C diharapkan meningkatan kesadaran tentang resiko kecelakaan kerja agar bisa mengurangi kendala di perusahaan.
PERENCANAAN GELAGAR PENAMPANG I JEMBATAN BETON PRATEGANG BENTANG 30 METER Ari Endra Nasution; Suwarjo Suwarjo; Tidah Indriyani
Jurnal KOMPOSITS Vol 1, No 2 (2020): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v1i2.577

Abstract

Struktur beton prategang merupakan salah satu pilihan metode dalam membangun jembatan saat ini. Hal tersebut mempertimbangkan daya guna yang lebih lama dan perawatan yang lebih sedikit. Oleh karena itu analisis perhitungan gelagar jembatan beton prategang untuk berbagai bentang menjadi banyak diperlukan. Standar Bangunan Atas Jembatan Beton Pratekan Dirjen Bina Marga Departemen PU Tahun 1993 telah menetapkan ukuran penampang berdasarkan panjang gelagar dari 22 hingga 40 meter dengan interval tiap 3 meter sehingga tidak seluruh bentang tersedia dimensi penampangnya dari interval tersebut.  Pada tulisan ini akan dilakukan analisis perhitungan penampang gelagar dengan bentang 30 meter hingga perhitungan kabel dan penempatan tendon. Dengan ini diharapkan dapat memperbanyak khazanah contoh perhitungan yang ada. Hasil analisis perhitungan memperlihatkan bahwa penampang gelagar dapat direncanakan lebih efisien lagi dari ukuran yang diberikan oleh standar di atas dengan kontrol tegangan dan lendutan yang masih dalam batas aman. Gaya prategang sebesar 14.500 kg sudah dapat mengakomodir semua beban-beban yang bekerja akan tetapi jika asumsi kehilangan gaya prategang sebesar 15% untuk jangka panjang terjadi maka akan menghasilkan nilai tegangan yang terjadi pada serat bawah gelagar melebihi tegangan tarik izin beton sehingga gaya prategang perlu dinaikkan sebesar 250 kg saat penegangan untuk mengeliminir tegangan yang terjadi tersebut

Page 2 of 4 | Total Record : 37