cover
Contact Name
Pipih Muhopilah
Contact Email
jurnalkampusstikesypib@gmail.com
Phone
+62882217011077
Journal Mail Official
jurnalkampusstikesypib@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.stikesypib.ac.id/index.php/JK/editorial-team
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
ISSN : 23385138     EISSN : 26853256     DOI : 10.51997
Core Subject : Health,
The STIKes YPIB Majalengka Campus Journal is a peer-reviewed, double-blind and open access academic journal for health issues, particularly in the fields of midwifery and science. This journal is published every 6 months by LPPM, YPIB Faculty of Health Sciences. The STIKes YPIB Majalengka Campus Journal provides a means of continuous discussion on relevant issues including the focus and scope of the journal that can be studied empirically. This journal publishes research articles covering all health issues, especially obstetrics and science branches
Articles 211 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan SOP Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Majalengka Wahyuni, Sri
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan terhadap prosedur tetap pemasangan infus adalah ketaatan perawat dalam melaksanakan tahapan kegiatan pemasangan infus yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Kepatuhan individu secara umum dipengaruhi oleh faktor internal yaitu umur, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, status perkawinan, sikap, persepsi kepribadian, kemampuan, motivasi dan faktor eksternal yaitu organisasi, kelompok, pekerjaan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SOP pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka dan hubungan antara faktor-faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif desain cross sectional dengan sampel 96 perawat. Penelitian ini melibatkan variabel dependen kepatuhan perawat dan variabel independen faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan motivasi perawat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran perawat 76,0% patuh, 24,0% tidak patuh, 52,1%, umur > 30 tahun, 47,9%, umur ≤ 30 tahun, 59,4% perempuan 40,6% laki-laki, 83,3% pendidikan rendah,16,7% pendidikan tinggi, 65,6 masa kerja ≥ 5 tahun, 34,4% masa kerja < 5 tahun, 82,3% motivasi tinggi, 17,7% motivasi rendah. Analisis bivariat uji chi square menunjukan hubungan kepatuhan dengan faktor umur p value = 0,008, faktor jenis kelamin p value = 1,000, faktor tingkat pendidikan p value = 0,032, faktor masa kerja p value = 0,422, faktor motivasi p value = 0,025. Menindaklanjuti keadaan tersebut diharapkan perawat dapat menerapkan ilmu pengetahuan menurut teori yang didapatkan dan patuh melaksanakan SOP. RSUD Majalengka mengadakan pengawasan dan evaluasi rutin dalam bentuk penyegaran atau sosialisai kembali tentang SOP pemasangan infus atau prosedur lain yang berkaitan dengan teknik pencegahan infeksi nosokomial.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN KEJADIAN BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUMBERJAYA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016 Idaningsih, Ayu
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus balita BGM erat kaitannya dengan status gizi anak. Gangguan gizi pada bayi dan anak adalah kondisi tidak tercukupinya jumlah zat gizi pada makanan yang dikonsumsi oleh seorang bayi atau anak. Puskesmas dengan jumlah kasus balita BGM di Kabupaten Majalengka tahun 2015 paling tinggi terdapat di UPTD Puskesmas Sumberjaya yaitu sebesar 4,08%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2016.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan atau desain case control. Sampel pada penelitian ini menggunakan perbandingan 1 : 2 yaitu kasus sebanyak 14 anak BGM dan kontrol sebanyak 28 anak non BGM. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (33,3%) anak mengalami BGM, kurang dari setengah (38,1%) anak dengan pola pemberian MP-ASI tidak tepat dan ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian MP ASI dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2016 (r value = 0,013 dan OR = 5,4).Upaya untuk mencegah dan menekan angka kejadian Bawah Garis Merah (BGM) yaitu dengan meningkatkan penyuluhan petugas kesehatan kepada ibu tentang MP ASI, membangun kerja sama antara petugas kesehatan dan kader untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu dengan rutin serta melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah ibu untuk memberikan informasi dan motivasi dalam pemberian MP ASI kepada anaknya dengan tepat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 0- 5 TAHUN DI PUSKESMAS KASOKANDEL KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015 Suyanti, Suyanti
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pertumbuhan dan perkembangan individu akan mengalami siklusberbeda dalam kehidupan manusia. Faktor pengetahuan ibu balita memegang perananpenting dalam mendeteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Berdasarkanlaporan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka tahun 2015 pemantauan tumbuhkembang berdasarkan SDIDTK didapatkan hasil sebagai berikut : Balita denganperkembangan meragukan yaitu sebanyak 356 balita dan balita yang perkembangannyamengalami penyimpangan sebanyak 23 balita. Tujuan umum penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan pengetahuan dan sikap bidan terhadap pelaksanaan deteksi dinitumbuh kembang balitan usia 0-5 tahun di Puskesmas Kasokandel KabupatenMajalengka Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatanCross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan di wilayah kerjaUPTD Puskesmas Kasokandel Kabupaten Majalengka tahun 2015 yaitu sebanyak 31orang. Data yang digunakan adalah data primer. Analisis yang digunakan univariatmenggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan kurang dari setengahnya (41.9%) bidan tidakmelaksanakan deteksi dini tumbuh kembang balita, kurang dari setengahnya (45.2%)berpengetahuan kurang tentang deteksi dini tumbuh kembang balita, kurang darisetengahnya (48.4%) bersikap kurang baik. Ada hubungan antara pengetahuan dengandeteksi dini tumbuh kembang balita pada, p value = (0,008). Ada hubungan antara sikapdengan deteksi dini tumbuh kembang balita pada, p value = (0,019).Saran diajukan puskesmas agar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untukmenambah sarana dan prasarana informasi dan mengadakan pelatihan kepada bidantentang deteksi dini tumbuh kembang balita. Bidan agar mengikuti kegiatan pelatihanSDIDTK untuk meningkatkan kualitas dalam pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembangBalita.
EFEKTIVITAS PIJAT PUNGGUNG TERHADAP PRODUKSI ASI Purwanti, Yanik; Hanum, Sri Mukhodim Faridah
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi pada tahun 2012 di Sidoarjo sebesar 24,27/1000 kelahiranhidup, lebih rendah dari Jawa Timur (28,31/1000). Keberhasilan ini dikarenakan adanya beberapa pogram akselerasi AKB yang dijalankan dengan serius diantaranya program IMD (inisiasi menyusui dini) dan ASI eksklusif. Banyak manfaat ASI salah satunya mencgah infeksi karena mengandung zat anti infeksi. Diharapkan semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya, tetapi ketika saat kontrol hari ke 7, sebesar 50% ibu sudah membawa botol dengan susu formula untuk bayinya. Oleh karenanya dibutuhkan usaha yang intensif untuk membantu ibu nifas normal agar  menyusui bayinya, salah satunya dengan pijat punggung yang dapat membantu produksi ASI. Tujuan  Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pijat punggungterhadap produksi ASI pada ibu post partum normal. Metode  penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimendengan rancangan penelitian eksperimen semu atau dengan rancangan non randomized posttest without control group design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 40 orang ibu post partum normal yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 20 responden pijat punggung dan 20 responden  tanpa pijat punggung. Hasil  menunjukkan usia rata-rata ibu 20-35 tahun (92,5%), multipara (70%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa nilai t hitung 9,22  > t tabel 3,84 dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. Simpulan mayoritas produksi ASI pada ibu post partum normal adalah cukup dan ada perbedaan antara produksi ASI ibu post partum setelah  mendapatkan pijat punggung dan tidak. Pijat punggung adalah salah satu cara untuk memperlancar dan meningkatkan produksi ASI. Pijat punggung merupakan salah satu contoh intervensi mandiri bidan dan dengan mudah dipilih dalam penatalaksanaan  merangsang produksi ASI.
PENGARUH PEMBERIAN PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) KASUS PEMBEDAHAN TERHADAP PEMAHAMAN TENTANG TINDAKAN MEDIS PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG BEDAH RSUD ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON Wahyuni, Sri; Setyowati, Rahayu
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Pelayanan yang diberikan antara lain tindakan bedah. Dalam pelaksanaannya setiap rumah sakit harus mempunyai prosedur tetap sebagai acuan pelaksanaan kegiatan, salah satu isinya antara lain mewajibkan semua dokter yang akan melakukan tindakan bedah agar memberikan informasi penjelasan kepada pasien sebelum tindakan dilaksanakan yang disebut informed consent atau persetujuan tindakan medik (PTM).Persetujuan Tindakan Medik (PTM) adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan. Secara umum PTM merupakan persetujuan yang  diperoleh dokter sebelum melakukan pemeriksaan, pengobatan dan tindakan medik  apapun yang akan dilakukan.Penelitian,ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh pemberian.Persetujuan. tindakan medis kasus pembedahan terhadap pemahaman. tentang tindakan medis pada pasien post operasi di Ruang bedah RSUD Arjawinangun yang berjumlah 92 responden yang dilakukan  bulan April 2019.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif korelasi. Berdasarkan karakteristik pasien dan sumber informasi  diketahui bahwa informasi persetujuan (informed consent) dapat dipahami semua karakteristik pasien, lebih dari setengahnya (51%) pasien memiliki pemahaman yang baik tentang tindakan medis  kasus pembedahan pada pasien post operasi. Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel produk diketahui bahwa thitung8.656< ttabel 1.66196 dengan taraf signifikansi 0,000 maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Kepatuhan Ibu Balita Berkunjung Ke Posyandu Di Posyandu Bunayya Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta Wati, Relia; Maulana, Darmasta; Istiqomah, Atik Nur
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional, salah satunya posyandu. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang posyandu dengan kepatuhan ibu balita berkunjung ke posyandu di posyandu Bunayya Islamic Centre Bin Baz YogyakartaMetode: ini adalah penelitian observasional yang menggunakan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah 30 Ibu Balita yang diambil dengan menggunakan tekhnik konsekutif sampling . Data yang dikumpulkan terdiri dari pengetahuan tentang posyandu, kepatuhan ibu dalam berkunjung ke posyandu, karakteristik responden, Umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, social budaya Analisis data digunakan statistik Kendall’s Tau. Hasil : karakteristik ibu balita yang berkunjung ke posyandu di posyandu Bunayya Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta adalah umur reproduksi sehat 20-35 tahun (86,6%), pendidikan menengah pertama (53,33%), pekerjaan IRT 22 orang (73,34%), paritas multipara (76,67%), lingkungan pondok (100%) tingkat pengetahuan tentang posyandu dalam kategori kurang (60,00%), dan tingkat kepatuhan dalam berkunjung ke posyandu dalam kategori tidak patuh (56,67%). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,333 (p < 0, 05).Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu dengan kepatuhan ibu balita berkunjung ke posyandu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAWAH GARIS MERAH (BGM) PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS SUMBERJAYA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017 Natalia, Lia
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BGM adalah balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau dibawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Kejadian balita yang mengalami bawah garis merah (BGM) di Kabupaten Majalengka pada tahun 2015 paling tinggi terdapat di UPTD Puskesmas Sumberjaya yaitu sebesar 4,05%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Bawah Garis Merah (BGM) Pada Balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2017.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan case control.  Populasinya seluruh balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya sebanyak 4.742 orang dan besar sampel yaitu 32 kasus : 64 kontrol dengan teknik porportional to size. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya (33,3%) balita mengalami BGM, sebagian kecil (15,6%) balita berat badan lahirnya kurang, sebagian kecil (9,4%) balita pemberian ASI tidak eksklusif, lebih dari setengah (64,6%) ibu balita berpendidikan dasar dan sebagian besar (75,0%) ibu balita berpendapatan rendah. Ada hubungan antara berat badan lahir dan pendidikan ibu balita dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) Pada Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2017. Tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan pendapatan keluarga dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) Pada Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2017.Petugas kesehatan perlu bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan informasi kepada ibu hamil untuk selalu mengontrol sesuai dengan standar.
Pengaruh Minuman Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun 2020 Indriyani, Yuyun Wahyu Indah; Meilani, Elvia
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor merupakan bahan makanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kuliner ibu menyusui karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman daun kelor terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun 2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orag ibu post partum usia > 10 hari di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka. Dilakukan pada bulan Maret–Juni 2020. Pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariatnya menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (46,7%) produksi ASI sebelum diberi minuman daun kelor adalah tidak normal dan sebagian kecil (13,3%) produksi AS-nya tidak normal, sedangkan pada kelompok kontrol setelah 7 hari produksi ASI yang tidak normal lebih dari setengahnya (60,0%). Terdapat pengaruh minuman daun kelor terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka tahun 2020. Petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang upaya peningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dengan cara mengkonsumsi daun kelor selama seminggu dengan teratur, sehingga ibu dapat menyusui anaknya dengan lancar. Disamping itu juga perlunya memberikan bimbingan pada ibu hamil dan bersalin tentang perawatan payudara selama kehamilan yang baik dan benar.
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Gastritis pada Pasien Berobat Jalan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Hadinata, Dian
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi sekarang ini adalah penyakit saluran pencernaan seperti gastritis. Kejadian gastitris di UPTD Puskesmas Rajagaluh tahun 2012 sebanyak 3.290 kasus (35,69%) dari 9.218 pasien yang berobat jalan dan mengalami kenaikan pada tahun 2017 menjadi 3.548 kasus (40,72%) dari pasien yang berobat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada pasien berobat jalan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien berobat jalan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh pada bulan Maret-April tahun 2018 sebanyak 147 orang dan sampelnya sebanyak 60 orang (simple random sampling). Uji hipotesis yang digunakan uji chi square pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya pasien berobat jalan mengalami gastritis (45,0%), berusia tua (35,0%), mempunyai kebiasaan minum kopi (41,7%), mempunyai kebiasaan merokok (38,3%) dan sebagian besar tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi alkohol (83,3%). Ada hubungan antara kebiasaan minum kopi (p value = 0,006), kebiasaan merokok (p value = 0,027) dan mengkonsumsi alkohol (p value = 0,037) dengan kejadian gastritis pada pasien berobat jalan. Namun tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian gastritis pada pasien berobat jalan (p value = 0,978). Perlunya memberikan pengawasan pada pasien berobat jalan dan juga memberikan bimbingan pada keluarga pasien untuk mengawasi kebiasaan pasien dalam merokok, minum kopi dan minum alkohol untuk tidak berlebihan, serta dalam pemberian informasi agar disampaikan kepada pasien dengan cara yang efektif yaitu ketika pasien melakukan kontrol.
HUBUNGAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP KUNJUNGAN K4 DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016 Antriana, Inna
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektifitas pelayanan antenatal tidak hanya diukur berdasarkan dari keberhasilan cakupan K4 saja tetapi perlu keteraturan dalam melakukan kunjungan agar informasi yang penting bagi ibu hamil dapat tersampaikan.Cakupan K4 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panyingkiran pada tahun 2015 yaitu sebesar (14,01%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelas ibu hamil terhadap kunjungan k4 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panyingkiran Kabupaten Majalengka Tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panyingkiran bulan Maret April tahun 2016 sebanyak 77 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan α = (0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 28,6% ibu hamiltidak lengkap dalam melakukan Kunjungan K4. Sebanyak (26.0%) ibu hamil  tidak mengikuti kelas ibu hamil. Ada hubungan antara kelas ibu hamil dengan kunjungan K4 ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panyingkiran Kabupaten Majalengka Tahun 2016, dengan p value (0,002)Saran diajukan bagi petugas kesehatan agar melakukan kunjungan rumah ibu hamil yang berada di wilayah kerja binaanya untuk mengetahui dan mendapatkan data kunjungan ibu hamil. Ibu hamil secara rutin agar mengikuti kelas ibu hamil dan memeriksakan kehamilannya untuk mendeteksi adanya kelainan yang membahayakan ibu dan janinnya.

Page 8 of 22 | Total Record : 211