cover
Contact Name
Pipih Muhopilah
Contact Email
jurnalkampusstikesypib@gmail.com
Phone
+62882217011077
Journal Mail Official
jurnalkampusstikesypib@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.stikesypib.ac.id/index.php/JK/editorial-team
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
ISSN : 23385138     EISSN : 26853256     DOI : 10.51997
Core Subject : Health,
The STIKes YPIB Majalengka Campus Journal is a peer-reviewed, double-blind and open access academic journal for health issues, particularly in the fields of midwifery and science. This journal is published every 6 months by LPPM, YPIB Faculty of Health Sciences. The STIKes YPIB Majalengka Campus Journal provides a means of continuous discussion on relevant issues including the focus and scope of the journal that can be studied empirically. This journal publishes research articles covering all health issues, especially obstetrics and science branches
Articles 211 Documents
Analisis Budaya Organisasi dan Kompensasi Jasa Pelayanan terhadap Kinerja Pegawai pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon Hadinata, Dian
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan pelayanan dan mengidentifikasi pelaksanaan manajemen di puskesmas adalah dengan memberi perhatian terhadap kinerja pegawai sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat rencana strategis di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai, pengaruh kompensasi jasa pelayanan terhadap kinerja pegawai, serta pengaruh budaya organisasi dan kompensasi jasa pelayanan terhadap kinerja pegawai pada unit pelaksana teknis Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan survey dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis deskriptif dan korelasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument yaitu berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada unit pelaksana teknis Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon yang berjumlah 61 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, secara simultan budaya organisasi (X1) dan kompensasi jasa pelayanan (X2) berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada unit pelaksana teknis daerah Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon (Y). Saran disampaikan bagi kepala dinas kesehatan Kabupaten Cirebon agar berupaya memperbaiki budaya organisasi dan kompensasi jasa pelayanan pada unit pelaksana teknis daerah puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon agar dapat menunjang terhadap peningkatan kinerja pegawai puskesmas di wilayah Kabupaten Cirebon. Sedangkan saran bagi Kepala Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon perlu memperbaiki dan meningkatkan budaya organisasi agar dapat menunjang terhadap peningkatan kinerja pegawai di lingkungan unit pelaksana teknis daerah Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon serta perlu upaya memperbaiki dan meningkatkan sistem kompensasi yang adil, layak dan wajar agar dapat menunjang terhadap peningkatan kinerja pegawai di lingkungan unit pelaksana teknis daerah Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DENGAN INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI SIDOARJO Purwanti, Yanik
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya AKI setelah persalinan yang disebabkan oleh perdarahan. Kematian pada masa nifas sebesar 76,92% hal ini menduduki urutan pertama. Berdasarkan studi pendahuluan di BPM Nuril Masrukah, dari 8 orang ibu nifas menunjukkan bahwa masih terdapat 3 orang ibu nifas yang mengalami subinvolusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan involusi uteri pada ibu post partum yang dipijat dan tidak dipijat oksitosin. Metode penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian eksperimen semu atau dengan rancangan non randomized posttest without control group design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 30 orang ibu post partum normal yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 15 sampel dilakukan pijat oksitosin dan sisanya 15 sampel tanpa dilakukan pijat oksitosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dipijat oksitosin sebanyak 86,6% involusi uterinya normal dan yang tidak dipijat oksitosin sebesar 60% involusi uterinya normal. Berdasarkan hasil analisis dengan uji fisher’s exact P = 0,215 lebih besar dari 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan antara ibu yang dipijat dan tidak dipijat oksitosin. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa involusi uteri pada ibu post partum yang dipijat oksitosin hampir seluruhnya normal dan yang tidak dipijat oksitosin sebagian besar adalah normal. Tidak ada perbedaan bermakna antara involusi uteri ibu post partum yang dipijat dan tidak dipijat oksitosin. Hal ini disebabkan ada faktor lain yang mempengaruhi involusi uteri seperti mobilisasi dini, IMD, usia, paritas, status gizi, sisa plasenta, efek oksitosin, jenis persalinan dan kondisi psikososial.
Pengaruh Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan terhadap Balita di Bawah Garis Merah Evitasari, Desi
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita di Bawah Garis Merah (BGM) adalah balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau dibawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap balita di bawah garis merah di Desa Panjalin Kidul UPTD Puskesmas DTP Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah balita (1-5 tahun) BGM di Desa Panjalin Kidul UPTD Puskesmas DTP Sumberjaya Kabupaten Majalengka sebanyak 40 orang (total sampling). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariat dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan pada balita di bawah garis merah sebelum PMT sebesar 8,5 dan sesudah PMT sebesar 9,5 yang berarti ada kenaikan sebesar 1,0. Ada pengaruh efektivitas PMT terhadap balita di BGM berdasarkan kenaikan berat badan di Desa Panjalin Kidul UPTD Puskesmas DTP Sumberjaya Kabupaten Majalengka (  value = 0,000). Upaya yang dapat dilakukan adalah mengadakan program pemberian biskuit gratis kepada ibu yang balitanya mengalami BGM dan melakukan kegiatan penyuluhan secara rutin kepada ibu balita tentang pemberian makanan tambahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN PEMERIKSAAN IBU HAMIL (K4) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARAN KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015 Yuwansyah, Yeti
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan pemeriksaan kehamilan (K4) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banjaran baru mencapai sebesar 74,11%, masih di bawah target ditetapkan 95%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelayanan pemeriksaan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Banjaran Kabupaten Majalengka Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel independen (umur, pendidikan dan masa kerja) dan variabel dependen (kepatuhan bidan).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang tercatat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banjaran periode bulan Februari sampai dengan maret 2015 dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan data dokumentasi berupa kinerja bidan dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4).Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan chi square.Hasil analisis data diperoleh keseimpulan yaitu kurang dari setengahnya (44%) bidan dengan kinerja kurang baik dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4), kurang dari setengahnya (40%) bidan dengan usia dewasa awal, lebih dari setengahnya (60%) bidan dengan masa kerja baru, lebih dari setengahnya (60%) bidan dengan motivasi kerja kurang, ada hubungan antara umur, masa kerja dan motivasi dengan kinerja bidan dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Banjaran tahun 2015, value<0,05.Saran-saran yaitu bidan terus meningkatkan kinerjanya dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan, bagi bidan dengan umur dewasa awal hendaknya dapat menjalin kerjasama dengan bidan senior sehingga dapat lebih memahami lagi tentang tugas dan fungsi pokok bidan, bidan senior diharapkan dapat membina bidan-bidan pemula sehingga kinerja bidan pemula dapat meningkat.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DESA SUKAHAJI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016 suharno, Suharno
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang menjadi masalah seluruh dunia baikNegara maju maupun Negara berkembang. Diperkirakan 2,5 juta orang meninggal tiaptahunnya akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok dan Indonesia  memiliki  jumlahperokok aktif terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan temansebaya dengan Perilaku merokok pada remaja di Desa Sukahaji wilayah kerja UPTDPuskesmas Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini seluruh Remaja usia 15 – 19 Tahun di Desa Sukahajisebanyak 1.987 orang dan sampel 95 responden. Teknik pengambilan sampel dengansimple random sampling Data yang dikumpulkan adalah data primer. Data primermenggunakan kuesioner dengan cara angket dan analisisnya meliputi analisis univariatmenggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat melalui uji Chi-Square.Hasil penelitian diperoleh responden lebih dari setengah responden merokok.lebih dari setengahnya (58,9%)mempunyai teman sebaya yang tidak baik. Ditemukanada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di DesaSukahaji  wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun 2016(p value = 0,001).Saran diajukan bagi petugas kesehatan agar Bekerjasama dengan tokohmasyarakat dan  lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah Sukahaji  untukmemberikan pemahaman dan kesadaran pada remaja tentang bahaya merokok melaluipendidikan kesehatan dan penerapan layanan bimbingan konseling bagi remaja. Bagiremaja agar lebih berhati-hati dalam bergaul dan diharapkan remaja mengikuti kegiatan –kegiatan yang positif yang ada di wilayah UPTD Puskesmas Sukahaji
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LEMAH SUGIH KABUPATEN MAJALENGKATAHUN 2018 Nugraha, Yophi
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja mulai dari bayi baru lahirhingga berusia 6 bulan tanpa tambahan cairan atau tambahan makananlainnya.Berdasarkan hasil pencapaian ASI Eksklusif, UPTD Puskesmas Lemah Sugih. Cakupan ASI Eksklusif di UPTD Puskesmas Lemah Sugih belum memenuhi target, data dari tahun 2017 tercatat sejumlah 260 bayi dan hanya 4 bayi saja yang diberi ASI eksklusif dan pada tahun 2016 tercatat ada 653 bayi dan hanya 26 bayi saja yang diberi ASI eksklusif, dilihat dari data 2 tahun ke belakang UPTD Puskesmas Lemah Sugih mengalami peningkatan namun belum memenuhi target yang ditetapkan yaitu 85%. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI Eksklusif ini (Departemen Kesehatan RI, 2014).Pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan desain cross-sectional. Populasidalam penelitian ini yaitu seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi di atas 6 bulan – 2 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lemah Sugih Kabupaten Majalengka sebanyak 338 ibu menyusui dan sampelnya sebanyak 77 ibu menyusui dengan teknik proportional random sampling. Analisis datanya meliputi analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian menyatakan bahwa lebih dari setengah ibu menyusui berperilaku dalam pemberian ASI tidak eksklusif (71,4%), kurang dari setengah berpengetahuan kurang  (49,4%),  kurang dari setengahbersikap unfavorable (49,4%), kurang dari setengah tidak berniat memberikan ASIeksklusif (33,8%), ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan niat dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Perlu meningkatkan kegiatan promosi kesehatan oleh petugas kesehatan melalui kegiatan penyuluhan yang berkesinambungan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan ibu menyusui di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lemah Sugih mengenai pentingnya pemberian ASI secara eksklusif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU PRA SEKOLAH TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANJARAN KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2019 Antriana, Inna; suyanti, Suyanti
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Salah satu upaya untuk memantau tumbuh kembang anak dengan cara melakukan stimulasi pada anak. Menurut data dari UPTD Puskesmas Banjaran pada tahun 2018, hasil laporan SDIDTK menunjukkan bahwa dari 2.143 anak usia pra sekolah (3-6 tahun), yang mengalami perkembangan meragukan sebanyak 33 orang (1,59%) dan yang normal sebanyak 2.110 orang (97,7%).( Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, 2018) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pengetahuan ibu yang memiliki anak pra sekolah (3-6 tahun) tentang stimulasi perkembangan anak sebelum dan sesudah penyuluhan di Puskesmas Banjaran tahun 2019. Penelitian ini menggunakan penelitian pre eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai anak pra sekolah (3-6 tahun) sebanyak 162 di UPTD Pusesmas Banjaran,Sampelnya sebanyak 162 orang ibu yang mempunyai anak pra sekolah (3-6 tahun). Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariat dengan uji t-berpasangan. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai pengetahuan tentang stimulasi perkembangan anak pada ibu pra sekolah sebelum pendidikan kesehatan sebesar 59.17 dan sesudah pendidikan kesehatan sebesar 84.63. terdapat pengaruh pengetahuan tentang stimulasi perkembangan anak pada ibu pra sekolah sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan (ρ=0,000). Upaya yang bisa dilakukan agar meningkatkan pentahuan ibu yaitu baik kader maupun petugas kesehatan agar mampu memfasilatasi dilaksanakan pemberian informasi melalui pemberian pendidikan kesehatan baik oleh petugas kesehatan maupun kader.
Uji Aktivitas Antijamur Krim Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum) Terhadap Candida albicans Zakiah, Fitri
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal memiliki lebih dari 20.000 jenis tumbuhan obat, tapi baru 1000 jenis saja yang sudah didata, sedangkan baru sekitar 300 jenis yang sudah dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional (Arief, 2004). Salah satu tanaman obat tersebut adalah tanaman Delima (Punica granatum L) yang diketahui berkhasiat sebagai antidiare, cacingan, antipiretik, antiinflamasi, antimikroba dan lain-lain. (Alfath, 2013). Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji dan bunganya. Kulit buah delima mengandung senyawa Flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antijamur (Nauli, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur krim ekstrak kulit buah Delima (Punica granatum) terhadap Candida albicans.. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, yang diawali dengan mengekstrasi kulit buah delima dengan metode maserasi. Kemudian esktrak kulit buah delima diformulasikan sebagai bentuk sediaan krim. Metode yang digunakan dalam uji daya antijamur adalah difusi metode sumuran. Pada pengujian antijamur, sampel penelitian yang digunakan adalah jamur Candida albicans menggunakan media Mc Conkey dengan konsentrasi krim 5%, 10%, dan 20% . Stabilitas dan Evaluasi krim berdasarkan persyaratan SNI meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit buah delima (Punica granatum) pada konsentrasi 20% mempunyai aktivitas antijamur paling baikterhadap Candida albicans. Krim ekstrak kulit buah delima (Punica granatum L.) dapat memenuhi uji mutu sediaan yang baik dan dapat stabil dalam penyimpanan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN PENDERITA ASMA DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017 Handriana, Idris
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asma yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama tidak mendapatkan penanganan dapat mengakibatkan seseorang akan sulit bernafas bahkan dapat mengakibatkan kematian. Penyakit asma pada anak di RSUD Cideres tahun 2015-2016 mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu 44,7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap keluarga dalam memberikan perawatan pada anak usia 4-6 tahun penderita asma di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga pasien dengan anak usia 4-6 tahun penderita asma yang dirawat di RSUD Cideres sebanyak 30 oramng dengan teknik accidental sampling. Uji hipotesisnya menggunakan uji paired sample t-test dengan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (54,3%) pengetahuan keluarga sebelum pendidikan kesehatan berpengetahuan cukup dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan lebih dari setengah (62,9%) pengetahuan keluarga baik. Lebih dari setengah (54,3%) sikap keluarga sebelum pendidikan kesehatan bersikap negatif dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan lebih dari setengah (51,4%) sikap keluarga positif. Terdapat pengaruh signifikan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan keluarga dalam memberikan perawatan pada anak usia 4-6 tahun penderita asma di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2017.Petugas kesehatan lebih meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang perawatan pada anak usia 4-6 tahun penderita asma untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga. Untuk responden agar berkonsultasi dan mencari informasi dari berbagai sumber untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan tentang perawatan pada anak yang menderita asma.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2018 Nuraeni, Rina
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam melakukan manajemen diri pada perawatan diri pasien Diabetes Melitus tipe II (DM tipe II) sehingga dapat meningkatkan efikasi diri. Efikasi diri pada pasien diabetes tipe II merupakan komponen penting dalam meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara motivasi dengan efikasi diri pada pasien DM tipe II di RSUD Cideres tahun 2018. Penelitian ini menggunakan uji statistik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 97 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner untuk melihat skor motivasi dan efikasi diri pasien DM tipe II. Hasil pengukuran data dianalisa menggunakan uji korelasi Person Product Moment. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagaian besarresponden memiliki motivasi baik sebanyak 55,7% dan memiliki efikasi diri baik sebanyak 55,7%. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara motivasi diri dengan efikasi diri pada pasien DM tipe II (p = 0,002) dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi lemah (r = 0,314). Dianjurkan bagi perawat atau petugas kesehatan untuk meningkatkan motivasi dan efikasi diri pasien DM tipe II dengan pemahaman kesehatan terstruktur, memfasiltasi pemberian dukungan keluarga, dan memberikan intervensi terkait perawatan diri diabetes.Motivation is one factor that very influential in performing self-care of patients with type II diabetes so that it can improve self efficacy. Self efficacy in patients with type II diabetes mellitus (type II DM) is an important component in improving patient independence in managing the disease. This study aims to identify the significancy of the relationship between motivation with self efficacy in patients with type II diabetes in Cideres Hospital 2018. This study used statistical correlation test with cross sectional approach. The sample in this study were 97 people selected by purposive sampling technique. Data collection was done by filling out questionnaires to see the motivation and self efficacy of type II DM patients. The results of data measurement were analyzed using Person Product Moment correlation test. The results obtained that most respondents have good motivation as much as 55,7% and have good self efficacy as much as 55,7%. In addition, the results showed a significant relationship between self-motivation and self efficacy in patients with type II diabetes (p = 0,002) with a positive relationship direction and weak correlation strength (r = 0,314). It is recommended for nurses or health workers to enhance self-motivation and self efficacy of type II diabetics with a structured health understanding, facilitate family support, and provide self-care interventions for diabetes.

Page 6 of 22 | Total Record : 211