cover
Contact Name
Suryanto Arifin
Contact Email
suryanto@unhas.ac.id
Phone
+6285299941328
Journal Mail Official
suryanto@unhas.ac.id
Editorial Address
Kampus Unhas Tamalanrea Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Sociology (HJS).
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 26855348     EISSN : 26854333     DOI : 10.31947
Core Subject : Social,
1. Community Development 2. Conflict and Resolutions 3. Community Disaster 4. Gender and Family 5. Political and Sociology 6. Social Welfare 7. Society and Media 8. Society and Environmental 9. Rural Sociology 10. Urban Sociology 11. Sociology and Marine Society 12. Industrial Sociology
Articles 61 Documents
INTERAKSI SOSIAL DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 (Studi Kasus di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar) Maria Inmakulata Boina; Mansyur Radjab; Sakaria Sakaria
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 3, ISSUE 1, 2021
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.vi.9109

Abstract

Pendekatan pembelajaran saintifik merupakan salah satu syarat pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2013 (K-13) yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia. Pendekatan saintifik pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk meningkatkan peran aktif siswa dan kemampuan guru sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan perspektif Teori Konstruksi Sosial Bergerian, bertujuan untuk: (1) mengetahui aspek interaksi sosial di dalam proses internalisasi, eksternalisasi, dan obyektifikasi pendekatan saintifik K-13 di SMA Kristen Pelita Kasih; (2) mengetahui faktor penunjang dan penghambat interaksi sosial di dalam pengkonstruksian K-13; dan (3) merumuskan cara untuk mempercepat proses pengkonstruksian K-13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi interaksi sosial yang intens di dalam proses pengkonstruksian pendekatan saintifik K-13 di SMA Kristen Pelita Kasih; (2) telah diidentifikasi beberapa faktor penunjang dan faktor penghambat; (3) upaya untuk mempercepat proses pengkonstruksian K13 di antaranya dengan cara peningkatan kemampuan guru sebagai fasilitator dan penyusunan ulang komposisi materi pelajaran berdasarkan cakupan dan tingkat kesulitannya.
Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Pulau Dan Laut Di Pulau Bonetambu Sulawesi Selatan Nurlia Ali; Ahdan Sinilele
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 1, ISSUE 2, 2019
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v1i2.9430

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kearifan lokal yang dijalankan masyarakat Pulau Bonetambu dalam pelestarian lingkungan pulau dan laut serta mengetahui peran kelembagaan adat dalam menetapkan dan mengawal kearifan lokal masyarakat pulau Bonetambu. Penelitian dilaksanakan di pulau Bonetambu Kelurahan Barang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, pada tahun  2016. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dan perilaku dari orang-orang ataupun masyarakat pada wilayah penelitian. Informan berjumlah 15 orang yang dipilih secara purposive, data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Adapun kearifan lokal untuk melestarikan laut yang dilakukan di Pulau Bonetambu ialah penentuan waktu, cuaca dan musim dalam melakukan penangkapan ikan, mempertahankan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dalam menangkap ikan, mempertahankan kelestarian terumbukarang, ritual penggunaan perahu dan alat tangkap baru, mempertahankan tradisi melaut, menganggap laut sebagai ciptaan Tuhan yang harus dipelihara oleh setiap nelayan. Selanjutnya kearifan lokal dalam melestarikan pulau yang dijalankan ialah melindungi keaslian pulau Bonetambu (Timbunan pasir putih sekeliling pulau), membatasi orang luar pulau untuk tinggal menetap di pulau itu kecuali menjadi warga setempat melalui perkawinan untuk mencegah pemadatan penduduk di pulau dan selanjutnya mempertahankan tradisi naik rumah, pernikahan, meninggal dan kelahiran. 
Tergerusnya Gotong Royong di Desa Tadang Palie Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone Bagas Bagas; Mansyur Radjab
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 1, ISSUE 2, 2019
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v1i2.9431

Abstract

Gotong royong merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang berorientasi pada tindakan untuk saling meringankan beban pekerjaan. Dewasa ini, nilai gotong royong kian mengalami peluruhan yang drastis setelah masuknya modernisasi pertanian dan monetisasi di pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses tergerusnya gotong royong di Desa Tadang Palie Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan informan: Kepala Urusan Umum, Ketua Rukun Tetangga, Ketua Rukun Warga, Ketua Kelompok Tani, Petani, Ibu Rumah Tangga, dan Mahasiswa. Tipe penelitian yang digunakan yaitu tipe penelitian deskriptif dan dasar penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; gotong royong di Desa Tadang Palie telah tergerus terutama penanaman jagung. Hal itu disebabkan antara adanya ketidakseimbangan luas lahan jagung masyarakat yang semakin bertambah dengan sumber daya manusia yang semakin sedikit. Mayoritas masyarakat membabat kebun kakaonya untuk ditanami jagung, begitupula masyarakat banyak yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan bermigrasi bercocok tanam, sebagai solusi masyarakat menggunakan tenaga buruh dari desa lain. Adapun kegiatan masyarakat lainnya yang membutuhkan tenaga orang lain, maka masyarakat masih antusias dalam bergotong royong. Realitasnya di masyarakat, meskipun arus perubahan tidak bisa dibendung, namun nilai-nilai yang selama ini menjadi salah satu patokan dalam bermasyarakat masih tetap terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Tadang Palie.
Judi Online Dikalangan Remaja (Kasus Kelurahan Bone – Bone, Luwu) Muhammad Ramli AT; Andi Haris; Heru Heru; Andi Rusdayani A.
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 1, ISSUE 2, 2019
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v1i2.9432

Abstract

Perilaku menyimpan merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang berlandaskan atas berbagai alasan, sama halnya dengan remaja yang terlibat dalam permainan judi online, secara sadar mereka mengetahui bahwa perjudian termasuk dalam perilaku menyimpang yang dipandang tak baik oleh sebagaian masyarakat serta dilarang oleh hukum Negara, namun hal tersebut tidak menutupi ketertarikan mereka ikut serta didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakterisristik remaja pelaku judi online dampak dari judi online faktor penyebab bertahanya judi online. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif deskriptif dengan memillih lokasi dikelurahan bone – bone, Kabupaten Luwu Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan berperan serta wawancara struktur dan dokumentasi. Informasi sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah remaja yang berada dikelurahan bone – bone, Kabupaten Luwu Utara.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pencari Kerja Usia Muda Berbasis Minat dan Sumber Daya Sosial Ekonomi Setempat pada Masyarakat Pesisir di Kota Makassar Syamsuddin Simmau; Susanti Mutia Lagaligo
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 1, ISSUE 2, 2019
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v1i2.9433

Abstract

Penciptaan lapangan kerja untuk mengatasi penganguran dan kemiskinan seharusnya menjadi tanggung jawab sosial semua pihak, bukan hanya pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) memetakan potensi sumber daya sosial ekonomi yang dimiliki oleh kelompok usia musa pada masyarakat pesisir di Kota Makassar; (2) memetakan minat kelompok usia muda pada masyarakat pesisir di Kota Makassar dalam penciptaan lapangan kerja; dan (3) menganalisis strategi pemberdayaan pencari kerja usia muda berbasis minat dan sumber daya sosial ekonomi pada masyarakat pesisir di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam peneltian ini adalah pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data kualitatif yang lebih mendalam melalui teknik wawancara mendalam.Hasil penelitian pencari kerja usia muda telah memahami sebagaian potensi sosial ekonomi yang berada pada daerah mereka. Namun, belum memahami secara menyeluruh potensi sosial yang ada sehingga potensi tersebut tidak belum bisa menjadi “modal sosial” yang dapat ditransformasi menjadi sumber daya ekonomi.Paradigma pencari kerja usia muda masih paradigma lama, yaitu; paradigma “pekerja” bukan paradigma pemilik usaha. Pelibatan keluarga merupakan indikator pelibatan elemen sosial lainnya, seperti; tokoh masyarakat, tokoh agama dan pengusaha, yang dapat memotovasi pencari kerja usia muda untuk memiliki usaha sendiri atau sebagi “pengusaha” dan bukan sebagai “pekerja”.Sejalan dengan hal tersebut maka strategi pemberdayaan pencari kerja usia muda adalah melakukan peningkatan kapasitas pencari kerja usia muda melalui workshop; pemetaan sosial, penguatan kapasitas perubahan paradigma “wirausaha”; dan workhsop penguatan keterampilan produksi, pengemasan dan pemasaran produksi.
Kepercayaan (Trust) Pada Komunitas Nelayan Pulau Bontosua Kabupaten Pangkep Sakaria Sakaria; Suparman Suparman; Muhammad Basrun; Surianti Surianti; Nirwana Indah
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 1, ISSUE 2, 2019
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v1i2.9434

Abstract

Modal sosial merupakan sumber daya sosial yang memiliki elemen-elemen pembentuk yang terdapat dalam suatu masyarakat atau komunitas. Tulisan ini membahas tentang modal sosial masyarakat desa nelayan Mattiro Bone Pulau Bontosua dari aspek trust (kepercayaan). Penelitian ini menggunakan mix method dimana pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terbatas dari lima informan yang ditentukan secara snowball sampling. Selain itu kuesioner juga disebar ke 15 responden. Kemudian data dianalisis secara kualitatif untuk menjelaskan data penelitian dan fakta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan (trust) masyarakat desa nelayan Pulau Bontosua masih tergolong tinggi, hal ini dibuktikan oleh data antara lain seperti tingkat kepercayaan antar warga/tetangga, kepercayaan kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat masih tergolong tinggi.
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG REMAJA (KASUS PACARAN DI TAMAN SYARIAH KOTA PAREPARE) Syahrul Syam; Zakaria Zakaria; Andi Haris; Rahmat Muhammad
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.9778

Abstract

   This research explains about community social control toward deviant behavior of adolescents in Parepare City, especially community social control toward adolescents who are dating in the sharia park. Qualitative research methods were used to explore and understand the meaning of the problem studies, on the basis of case study research. There were seven informants in this research, consisting of community leaders, people who lived around the park, and visitors of the sharia park. The results of the research revealed that adolescent dating behavior was still considered in the category of relative deviation. Thus, the community that controls adolescents starting from the form, nature, and control processes are very weak. This was because the community would only control optimally when the courtship of adolescents in the sharia park had entered the stage of intimacy or sexual self-disclosure. The lack of community social control was caused by lack of socialization, government oversight and a variety of existing values and norms. Keywords: social control, deviant behavior, dating of adolescent.
TINGKAT KEPERCAYAAN PADA SISWA TERHADAP PELAYANAN GURU BK (BIMBINGAN KONSELING) DI SMP NEGERI 01 TURIKALE MAROS Isdiana Holida Bahary; Mansyur Radjab; Suparman Abdullah
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.9884

Abstract

Penelitian ini  dilatarbelakangi olehadanya Undang Undang Perlindungan Anak (UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak) menjadikan dilema yang berat bagi para guru dalam memberikan hukuman bagi para siswa yang melanggar aturan-aturan di sekolah. Dampak dari dilema tersebut, akhirnya guru menjadi kurang tegas terhadap siswa yang nakal atau melanggar tata tertib yang ada di sekolah.Ketidaktegasan guru berdampak terhadap semakin rendahnya wibawa guru di hadapan parasiswa, khususnya di kalangan siswa-siswa yang nakal. Mereka semakin seenaknya melanggar tata tertib sekolah. Sehingga trust atau kepercayaan siswa yang lain terhadap gurunya menjadi sangat rentan.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis tentang bentuk kepercayaan responden dan pelayanan guru BK, persepsi kepercayaan responden terhadap pelayanan guru BK, pengaruh antara kepercayaan siswa terhadap pelayanan guru BK. Penelitian ini menggunakan  analisisunivaratdanbivaratmenggunakan bantuan software aplikasi computer program SPSS versi 24.Siswa dalam penelitian ini berjumlah 78siswa. Teknik Sampling menggunakan  metode disproportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik melalui kuesioner (angket), observasi, wawancara semiterstruktur dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh ada pengaruh positif dan signifikan antara pelayanan dan kepercayaan siswa. Artinya apabila variabel pelayanan semakin baik, maka kepercayaan siswa juga akan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya, apabila variabel pelayanan semakin kurang, maka kepercayaan siswa juga akan semakin berkurang. 
MAKNA KESEJAHTERAAN PENDUDUK LANJUT USIA (Tinjauan Sosiologi Kependudukan dan Kesejahteraan) Hasbi Hasbi; Musrayani Usman
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10556

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS 2018) menunjukkan peningkatan populasi penduduk lanjut usia. Pada tahun 2000 penduduk lanjut usia berjumlah 14,45 juta jiwa (7,18 persen), meningkat pada tahun 2010 menjadi 18,04 juta jiwa (7,56 persen) dan pada tahun 2018 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 24,49 juta jiwa (9,27 persen). Jika peningkatan populasi penduduk lanjut usia tidak diantisipasi akan menjadi beban bagi negara, masyarakat, dan keluarga. Tujuan kajian ini untuk mengetahui pemeranan interaksi sosial dan dukungan sosial penduduk lanjut usia. Metode kajian adalah kajian pustaka dengan jenis analisis data sekunder. Data diperoleh dari beberapa artikel dan buku-buku yang relevan. Hasil kajian menemukan aspek interaksi sosial lanjut usia dengan keluarga dan lingkungan, menentukan dukungan sosial keluarga dan lingkungan terhadap mereka. Kesimpulan, dengan pemeranan interasi sosial penduduk lanjut usia dan pemeranan dukungan sosial oleh keluarga dan lingkungan terhadap penduduk lanjut usia, diharapkan para penduduk lanjut usia akan mencapai kondisi successful aging atau kesejahteraan subyektif.
HUBUNGAN ANTAR STRATA SOSIAL DALAM MASYARAKAT MODERN ( Kasus Rampanan Kapa’ Dalam Masyarakat Tana Toraja ) Muhammad Tobar; M Tahir Kasnawi; M Ramli A.T
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10557

Abstract

Dalam masyarakat senantiasa memiliki sejumlah lapisan, lapisan tersebut sebagai pembeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya dan kadang menimbulkan diskriminasi atau pemisahan dalam masyarakat. Strata sosial dalam masyarakat Toraja dikenal dengan sistem kasta yaitu tana’ bulaan (bangsawan asli), tana’ bassi (bangsawan campuran), tana’ karurung (masyarakat biasa), dan tana’ kua-kua (hamba sahaya). Diera modern strata sosial masih sangat tampak pada masyarakat Tana Toraja sebagaimana kaitannya dengan tradisi rampanan kapa’(pernikahan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu hubungan antar strata sosial sera faktor pendorong keterbukaan strata sosial dalam masyarakat Tana Toraja yang dilihat dalam tradisi rampanan kapa’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hubungan antar strata sosial dalam masyarakat Tana Toraja dapat dilihat dari proses lamaran dalam pernikahan, misalnya ketika sedang melakukan lamaran hal yang paling utama disinggung adalah Tongkonannya. Misalnya kamu dari Tongkonan mana. Dari Tongkonan ini dapat diketahui masyarakat berdasarkan strata sosialnya. Kemudian sanksi sosial dalam tradisi rampanan kapa. Misalnya ketika melakukan perceraian akan dikenakan sanksi adat berdasarkan strata sosialnya. Katakanlah strata tinggi dalam kelas bangsawan yang melakukan perceraian akan dikenakan sanksi berupa kerbau dengan jumlah 24 ekor. Adapun Faktor pendorong keterbukaan strata sosial masyarakat dalam tradisi rampan kapa’ adalah faktor perkembangan zaman yakni modern, faktor perkembangan ilmu pengetahuan, faktor agama dan faktor ekonomi. Faktor tersebut cenderung mendominasi mempengaruhi keterbukaan strata sosial masyarakat Toraja dalam tradisi rampanan kapa’.