cover
Contact Name
Theresia Dwi Siwi
Contact Email
siwi24@gmail.com
Phone
+628155067248
Journal Mail Official
poltekadlibrary2020@gmail.com
Editorial Address
Kesatrian Poltekad Jl. Raya Anggrek, Pendem, Junrejo Batu
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Otoranpur
ISSN : -     EISSN : 27232999     DOI : -
Jurnal Otoranpur merupakan Jurnal ilmu dan aplikasi Teknik Mesin, Mencakup keilmuan otomotif khususnya dibidang kendaraan tempur / armor vehicle, sistem UAV, robot tempur (tactical robotic vehicle), sistem kontrol EMS ( Engine Manajement System). Meliputi perancangan, analisis, operasi, pemeliharaan, otomasi dan kontrol, sistem termal dan fluida, sistem konversi energi dan material.
Articles 75 Documents
teknologi COMPARATIVE ANALYSIS OF TRANSMISSION GEAR WHEELS ON MOTOR ROTATION IN ELECTRIC CARS (ENT-TEKNO): Otomotif Alfiansyah, Sidiq Alfiansyah; Imron, Ali; Hendro, Farid
Jurnal Otoranpur Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Otoranpur
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v5i1.466

Abstract

Salah satu alternatif yang potensial bisa digunakan sebagai substitusi BBM pada kendaraan masa depan adalah dengan menggunakan energi listrik. Hasil pengujian penggunaan motor listrik dibandingkan dengan penggunaan motor bakar fosil adalah selain untuk menghemat bahan bakar fosil di bumi juga dapat mengurangi tingkat polusi. Transmisi adalah suatu alat untuk meneruskan putaran mesin ke roda belakang. dalam perencanaan sistem transmisi untuk menggerakkan mobil listrik (Ent-Tekno) diperlukan variabel–variabel (perbandingan roda gigi pada transmisi) yang dapat digunakan dalam perencanaan penelitian yaitu perbandingan putaran roda gigi transmisi. Mobil listrik (Ent-Tekno) yang dibuat memerlukan daya dan kecepatan yang disesuaikan dengan konsumsi baterai, sehingga sistem transmisi sebagai penggerak mobil listrik (Ent-Tekno) berbeda dengan transmisi kendaraan pada umumnya. Perhitungan transmisi pada kendaraan ini menggunakan beberapa variasi mulai dari percepatan 1-4 dengan menggunakan variasi putaran mulai dari 500 rpm sampai dengan 3500 rpm, penggambilan data dengan menggunakan beban dan tanpa beban. Hasilnya jika transmisi dibebani dengan berat kendaraan itu sendiri, maka kecepatan poros transmisi akan berputar semakin tinggi tetapi tidak secara drastis karena pembebanan mengakibatkan penurunan putaran pada transmisi sekitar 20%.
Teknologi Rancang bangun torque konverter dengan menggunakan sistem hidrolik: Otoranpur Khafif Putra, Alim Suhana
Jurnal Otoranpur Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Otoranpur
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Torque converter adalah suatu komponen power train yang bekerja secara hidrolis. Prinsip kerja dari torque konverter adalah merubah tenaga mekanis dari engine menjadi energi kinetis (oil flow) dan merubahnya lagi menjadi tenaga mekanis pada shaft output-nya. Pembuatan alat torque converter dengan sistem hidrolik ini dimaksudkan untuk untuk mengatasi Kekurangan yang terdapat pada alat sebelumnya yaitu pada rancangan alat sebelumnya belum dilengkapi dengan sistem hidrolik, sehingga dalam melakukan pengujian menggunakan torque konverter mahasiswa tidak efesien, dan data yang di hasilkan kurang akurat karena pada alat yang digunakan sebelumnya tidak dilengkapi dengan alat ukur yang presisi sehingga dalam penelitian ini peneliti melakukan Rancang Bangun Torque Konverter Dengan Menggunakan Sistem Hidrolik. Dalam penelitian ini Peneliti menggunakan 2 metode penelitian adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian studi literatur dengan pengumpulan referensi dan jurnal terkait dan Metode penelitian experiment, Berdasarkan dari hasil studi literatur tersebut disarankan pelaksanan uji pada alat torque converter dapat di tambahkan sistem hidrolik agar lebih efisien dan presisi dari alat sebelumnya Dari hasil perhitungan debit dan daya pompa hidrolik pada kecepatan putaran 1400 Rpm 4,522 Liter/Menit dan kapasitas reservoir 13,566 Liter/Menit. Pada pemilihan pipa hidrolik didapatkan luas penampang pipa saluran 0,333 m3 dengan diameter pipa 33 m.
Teknologi ANALISA SISTEM MEKANIK KEMUDI 6X6 PADA PANSER ANOA: Otoranpur panca, pancaismoyohadi
Jurnal Otoranpur Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Otoranpur
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem double wishbone, juga dikenal sebagai suspensi double A-arm, adalah desain suspensi mobil yang digunakan secara luas dalam industri otomotif. Desain ini terdiri dari dua lengan (atau wishbone) yang terhubung ke roda dengan sendi-sendi bola, dan dihubungkan ke kerangka mobil dengan sendi bola atau sendi lainnya. Sistem ini memungkinkan gerakan independen yang lebih baik pada setiap roda, memberikan kontrol yang lebih baik terhadap pengendalian, stabilitas, dan kenyamanan berkendara. Keunggulan sistem double wishbone meliputi kemampuan untuk menyesuaikan geometri suspensi untuk meningkatkan penanganan, kemampuan merespons perubahan permukaan jalan dengan lebih baik, dan kemampuan untuk meminimalkan perubahan geometri suspensi saat roda bergerak. Namun, desain ini sering kali memerlukan ruang yang lebih besar daripada desain suspensi lainnya, sehingga membatasi penggunaannya pada mobil-mobil dengan ukuran yang lebih besar atau pada mobil balap. Meskipun demikian, sistem double wishbone tetap menjadi pilihan populer untuk mobil-mobil performa tinggi dan aplikasi khusus lainnya.
Teknologi RANCANG BANGUN RANGKAIAN PNEUMATIK PADA HYDROPNEUMATIC BRAKE SYSTEM : OTORANPUR eko, arif
Jurnal Otoranpur Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Otoranpur
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v5i1.472

Abstract

Pada kendaraan terdapat beberapa sistem yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satu sistem tersebut adalah sistem pengereman. Hydropneumatic brake system merupakan penggabungan dari sistem rem hidrolik dan rem pneumatik, dimana kampas tetap ditekan dengan minyak rem. Piston udara berdiameter lebih besar dari pada piston hidrolik. Katup rem brake valve terpasang dibawah pedal rem, berfungsi sebagai pembuka dan penutup aliran udara bertekanan. Pengendalian rem untuk roda depan dan belakang dilakukan secara terpisah. Aplikasi pengereman ini diperlukan untuk mempercepat aplikasi pengereman dan melepaskannya. Sehingga terjadinya penguncian roda dapat dihindari dan kendaraan lebih stabil atau dapat dikendalikan. Sehubungan dengan hal itu, terbatasnya pengetahuan tentang sistem pengereman tersebut dikarenakan belum adanya trainer Hydropneumatic brake system sebagai alat peraga serta mempermudah cara pembelajaran praktek dan khususnya untuk mengetahui cara kerja Hydropneumatic brake system tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas, telah dirancang trainer Hydropneumatic brake system dengan rangkaian pneumatik. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perhitungan sistem pneumatik agar dapat beroperasi dengan baik. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara menghitung gaya pneumatik yang diperlukan untuk mendorong gaya hidrolik. Gaya hidrolik yang diperoleh sebesar 458,23 N. Hasil dari penelitian dan pengolahan data bahwa untuk mendorong F pada gaya pneumatik yaitu 7983,41 N diperlukan diameter silinder sebesar 0,112 m2 dan daya kompresor 0,898417 kW, sehingga F dari sistem pneumatik 7983,41 N lebih besar dari F hidrolik yaitu 458,23 N.
Teknologi RANCANG BANGUN SISTEM PENGGERAK RODA PADA KENDARAAN WIKAN TACTICAL ELECTRIC VEHICLE : otoranpur prasetyo, Yogi; Santoso, Budi; Subagyo, Subagyo
Jurnal Otoranpur Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Otoranpur
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1i1.483

Abstract

penggunaan bahan bakar minyak dapat menimbulkan emisi dimana emisi tersebut dapat mengakibatkan polusi udara dan pemanasan global untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak diperlukan kendaraan hemat energi, kendaraan mobil listrik sendiri memerlukan system transmisi yang berfungsi untuk meneruskan daya dari sumber penggerak ke roda dengan mengatur putaran sesuai tingkat kecepatan yang diinginkan. Beberapa komponen yang saling berkaitan diantaranya motor penggerak, gardan dan roda komponen tersebut termasuk dalam komponen utama agar mobil listrik dapat melaju, oleh sebab itu peneliti akan merancang suatu alat sistem penggerak roda pada kendaraan Wikan Tactical Electric Vehicle. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk memperoleh data-data kuantitatif untuk membuktikan data kualitatif dari hipotesis. Berdasarkan hasil perhitungan dan hasil pengujian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa Gaya tangensial yang terjadi pada roda gigi 1 terhadap roda gigi ke 2 sebesar 40,8 N, dan gaya tangensial pada roda gigi 3 terhadap roda gigi 4 sebesar 191.25 N serta Rasio yang terdapat pada masing masing roda gigi pada sistem transmisi memiliki nilai 3.85, roda gigi ke dua memiliki nilai 0.4 dan roda gigi ke 3 memiliki nilai 3.2. Namun jika dirata-ratakan mempunyai perbandingan rasio dengan nilai 1:11.52. Kata kunci: Motor Penggerak,Roda Gigi, Torsi