cover
Contact Name
Theresia Dwi Siwi
Contact Email
siwi24@gmail.com
Phone
+628155067248
Journal Mail Official
poltekadlibrary2020@gmail.com
Editorial Address
Kesatrian Poltekad Jl. Raya Anggrek, Pendem, Junrejo Batu
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Otoranpur
ISSN : -     EISSN : 27232999     DOI : -
Jurnal Otoranpur merupakan Jurnal ilmu dan aplikasi Teknik Mesin, Mencakup keilmuan otomotif khususnya dibidang kendaraan tempur / armor vehicle, sistem UAV, robot tempur (tactical robotic vehicle), sistem kontrol EMS ( Engine Manajement System). Meliputi perancangan, analisis, operasi, pemeliharaan, otomasi dan kontrol, sistem termal dan fluida, sistem konversi energi dan material.
Articles 75 Documents
RANCANG BANGUN REM PADA KENDARAAN DINAS TNI-AD ¾ TON Syaiful Anwar
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.51

Abstract

Kendaraan dinas ¾ ton merupakan mobil diesel jenis Pick-up menggunakan jenis mesin 4D56 DI-D 2.5L DOHC 16 valve common rail, yang dilengkapi dengan teknologi variable geometry turbo (VGT) dan intercooler. Kendaraan dinas ¾ ton ini dapat digunakan di segala medan, baik di medan datar maupun medan yang terjal. Salah satu faktor menunjang keamanan dan kenyamanan berkendara adalah pentingnya sistem pengereman. Di lingkungan TNI AD sendiri, banyak fenomena terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerugian material, cacat permanen, bahkan sampai kematian yang disebabkan kurangnya kepedulian dan wawasan tentang sistem pengereman kendaraan. Rem adalah perangkat kendaran yang dirancang untuk memperlambat dan menghentikan pergerakan roda kendaraan. Adapun jenis rem yang digunakan pada kendaraan dinas ¾ ton adalah sejenis rem hidrolik menggunakan rem cakram di roda depan dan rem tromol di roda belakang. Setelah kita mengetahui beban kerja sistem rem maka diharapkan dapat meningkatkan keamanan bagi personil TNI AD, khususnya pengendara mobil dinas ¾ ton jenis pick-up. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah kuantitatif dilakukan untuk mengetahui berapa gaya yang dibutuhkan pada pedal rem dengan dimensi komponen rem pada kendaraan dinas TNI AD jenis Pick-up dengan beban total 3500 kg. Maka hasil pengujiannya adalah energi kinetik dengan kecepatan 80 km/jam= 1224,95 N, tekanan minyak rem = 684042,55 N/m2d, luas penampang piston rem pada master silinder roda depan = 0,0017 m2, diameter piston rem = 0,045 m, luas penampang piston rem pada master silinder roda belakang = 0,0012 m2, diameter piston rem = 0,038 m, dimensi master silinder atas, luas penampang master silinder = 0,00108 m2, diameter piston master silinder = 0,036 m, gaya pedal rem = 15,49 kgf.
RANCANG BANGUN SISTEM SUSPENSI PADA ROBOT TEMPUR KOTA Muhammad Arief Maulana
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.52

Abstract

Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata sehingga dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan. Sistem suspensi kendaraan terletak di antara bodi (kerangka) dengan roda. Air Suspension adalah suatu sistem suspensi atau peredam getaran pada kendaraan yang memanfaatkan tekanan udara untuk meredam getaran. Silinder pneumatik merupakan perangkat mekanis yang menggunakan kekuatan udara bertekanan untuk menghasilkan kekuatan dalam gerakan bolak-balik piston secara linier/gerakan keluar masuk. Sistem pneumatik ini banyak digunakan untuk peralatan industri. Pneumatik dipilih karena perawatannya yang mudah serta efisiensinya yang tinggi. Pada robot tempur kota ini sangatlah cocok apabila menggunakan sistem suspensi dengan sistem pneumatik karena efisiensi dari pneumatik yaitu mempunyai tingkat peredam getaran yang tinggi sehingga robot tempur kota dapat meredam dan menstabilkan robot jika ada rekoil senjata secara halus dan cepat. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perhitungan sistem suspensi pneumatik pada robot tempur kota agar robot tersebut dapat beroperasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu suspensi yang cocok digunakan pada robot tempur kota berdasarkan kondisi jalan di perkotaan. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara menghitung beban maksimal robot tempur kota tersebut dan diperoleh berat maksimal adalah 80 kg. Hasil dari penelitian dan pengolahan data bahwa Ftotal pada robot tempur kota adalah 800 N maka setiap suspensi mendapat beban 200 N dan gaya yang dihasilkan dari suspensi sudut 15° adalah 193,2 N. Diperlukan diameter silinder sebesar 50 mm dan F dari sistem pneumatik adalah 1570 N lebih besar dari Ftotal robot tempur kota, sehingga suspensi dapat berfungsi dengan baik.
MODIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL PADA KENDARAAN DINAS FEROZA MENGGUNAKAN SISTEM INJEKSI Dana Rian Pratama
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.53

Abstract

Kendaraan Daihatsu Feroza adalah salah satu kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan sistem bahan bakar konvensional. Jenis kendaraan ini merupakan salah satu kendaraan yang masih digunakan dalam kegiatan sehari-hari oleh jajaran staff TNI-AD dalam melakukan tugas pokok. Penggunaan bahan bakar bensin pada jenis kendaraan ini dinilai tidak efisien, karena konsumsi bahan bakarnya terlalu banyak. Hal ini disebabkan salah satunya karena sistem bahan bakar pada kendaraan ini masih menggunakan sistem bahan bakar konvensional. Sistem bahan bakar konvensional dinilai tidak cukup efisien, sehingga upaya yang dilakukan untuk meminimalisir hal tersebut yakni dengan memodifikasi sistem bahan bakar jenis lain. Sistem bahan bakar injeksi dinilai lebih efisien dalam hasil penggunaannya. Tujuan dari penelitian yakni untuk mengetahui hasil perbandingan penggunaan sistem bahan bakar konvensional dan sistem bahan bakar injeksi pada kendaraan Daihatsu Ferosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja mesin modifikasi Kendaraan Dinas Daihatsu Feroza dengan sistem injeksi. Dengan adanya perbandingan antara sistem bahan bakar konvensional dan injeksi memiliki nilai hasil perhitungan yang berbeda. Pada suatu pengujian pada sistem bahan bakar konvensional diberikan energi sebesar 750 rpm dengan torsi 6.74 kg.m maka diperoleh hasil waktu sebesar 3.49 detik. Sedangkan pada pengujian sistem bahan bakar injeksi diberikan daya kecepatan awal sebesar 750 rpm dengan torsi 6,74 kg.m diperoleh waktu sebesar 4.02 detik. Dari hasil perbandingan dan pengolahan data kedua jenis pengujian sistem bahan bakar tersebut, sistem bahan bakar injeksi dinilai lebih efisien karena menghasilkan daya efektif sebesar 6.78 Hp. Hasil yang dapat diperoleh yakni penggunaan sistem bahan bakar injeksi lebih cocok digunakan pada jenis kendaraan Daihatsu Feroza karena dinilai cukup efisien dan menghasilkan tenaga yang lebih optimal.
RANCANG BANGUN SISTEM HIDROLIK PADA MEJA MAINTENANCE LARAS MERIAM 57 MM Budiyanto
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.54

Abstract

Hidrolik adalah suatu pemanfaatan fluida cair untuk memindahkan tenaga dari satu titik ke titik yang lainnya. Pada sistem hidrolik dapat meneruskan tekanan yang berasal dari pompa hidrolik ke piston yang ada pada silinder hidrolik. Piston tersebut dihubungkan dengan suatu batang piston. Gaya yang dihasilkan akibat perubahan dari tekanan dimanfaatkan untuk mengangkat atau menekan suatu benda. Pada meja maintenance laras meriam 57mm memerlukan spesifikasi komponen efisien yang berhubungan dengan gaya yang dihasilkan dan perawatan yang mudah sehingga sangat cocok apabila sistem hidrolik ini diaplikasikan pada meja maintenance laras meriam 57mm. Untuk pengaplikasian meja maintenance laras meriam 57mm diperlukan komponen hidrolik yang sesuai dengan spesifikasi sistem hidrolik yang mampu mengangkat laras meriam 57 mm ke posisi lubang silinder laras meriam. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perhitungan sistem hidrolik agar dapat beroperasi dengan baik. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara menghitung beban laras dan meja yaitu diperoleh beban maksimal 4218,3 N dibagi dua titik. Hasil dari penelitian F1 pada meja dan laras yaitu 2943 N dan F2 sebesar 1275,3 N diperlukan diameter silinder sebesar 50 mm dan 40 mm daya motor listrik 1 PK daya pompa 0,248 PK sehingga F dari sistem hidrolik 3270 N dan 2092,8 N lebih besar dari F meja maintenance laras meriam 57mm yaitu 2943 N dan 1275,3 N
RANCANG BANGUN RANGKAIAN PNEUMATIK PADA HYDROPNEUMATIC BRAKE SYSTEM Nur Rahmat Febrian
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.55

Abstract

Kendaraan Taktis Komodo terdapat beberapa sistem yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satu sistem tersebut adalah sistem pengereman. Pada rem hidrolik, tuas pada pedal rem terhubung langsung dengan piston didalam master silinder. Karena fluida rem tidak memiliki sifat kompresi. Jika pedal rem sudah tidak dalam keadaan ditekan fluida tersebut belum kembali ke titik normal. Apabila tekanan pedal rem ditambah maka fluida akan mengalir dan mendorong piston, sehingga roda menjadi terkunci dan mobil sulit dikendalikan. Hydropneumatic brake system merupakan penggabungan dari sistem rem hidrolik dan rem pneumatik, dimana kampas tetap ditekan dengan minyak rem. Aplikasi pengereman ini diperlukan untuk mempercepat pengereman dan melepaskannya. Sehingga terjadinya penguncian roda dapat dihindari dan kendaraan lebih stabil atau dapat dikendalikan. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perhitungan sistem pneumatik agar dapat beroperasi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui prinsip-prinsip perancangan kerja dan tekanan angin dari rangkaian pneumatic hydropneumatic brake system . Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara menghitung gaya pneumatik yang diperlukan untuk mendorong gaya hidrolik. Gaya hidrolik yang diperoleh sebesar 827288,2, N/m2. Hasil dari penelitian dan pengolahan data yaitu untuk mendorong F pada gaya pneumatik yaitu 9351,67N. Diperlukan diameter silinder sebesar 0,12 m2 dan daya kompresor 1,23575 kW. Sehingga F dari sistem pneumatik 9351,67 N lebih besar dari F hidrolik yaitu 827288,2 N/m2
RANCANG BANGUN RANGKAIAN HIDROLIK PADA HYDROPNEUMATIC BRAKE SYSTEM Pardina Prahendrik Triawan
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.56

Abstract

Kendaraan taktis Komodo merupakan kendaraan taktis bermesin diesel NEF N40 dengan 4 buah silinder segaris DOHC 16 valve common rail dengan Turbocharger after cooled. Kendaraan taktis komodo dilengkapi dengan persenjataan utama rudal Mistral. Jalan yang dilewati saat melaksanakan tugas pokok sering melewati tanjakan dan turunan yang mengakibatkan sistem pengereman menjadi lemah dan sering terjadi kecelakaan. Hal tersebut mengakibatkan kerugian material maupun personil. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan sistem pengereman yang mampu menahan berat dan torsi roda rantis komodo yang besar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui prinsip-prinsip perancangan kerja dari rangkaian hidrolik hydropneumatic brake system serta untuk mengetahui tekanan fluida pada rangkaian hidrolik hydropneumatic brake system. Pada rancang bangun ini, penulis membuat alat peraga pembelajaran praktek atau trainer hydropneumatic brake system yang bertujuan untuk bisa lebih memahami tentang sistem pengereman hydropneumatic brake system. Karena pada rantis Komodo dengan berat 7,8 ton yang telah diproduksi oleh PT. Pindad dengan menggunakan sistem pengereman hydropneumatic, maka penulis merencanakan dan menentukan master silinder atas, master silinder roda dan caliper yang di pakai pada hydropneumatic brake system agar sesuai dengan berat dan spesifikasi kendaraan taktis komodo khususnya pada sistem hidroliknya. Kanvas rem tetap ditekan menggunakan minyak rem dengan cara udara bertekanan dari tangki udara kemudian di salurkan ke master rem yang diatur oleh foot brake valve. Dari foot brake valve ini terdapat katup yang mengatur udara bertekanan untuk menghindari terjadinya penguncian pada kendaraan taktis komodo.
RANCANG BANGUN KONSTRUKSI MEJA KERJA MAINTENANCE PELEPAS LARAS MERIAM 57mm AA Surya Prasetya
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.57

Abstract

Konstruksi meja kerja pelepas laras merupakan bagian terpenting dari meja kerja yang berfungsi sebagai penopang berat laras. Rangka yang akan dirancang pada meja kerja umum lainnya menerima beban distribusi yang tidak merata. Hal ini dikarenakan penempatan beban yang akan ditopang meja kerja pelepas laras bebannya cenderung berat pada bagian belakang, diantaranya adalah beban laras pada bagian baji tutup. Sehingga meja kerja pelepas laras tersebut keseimbangannya kurang baik. Oleh karenanya pada saat pelepasan laras sering mengalami kecelakaan akibat beban laras yang sangat berat. Dari masalah diatas, maka dirancang konstruksi meja kerja pelepas laras yang mempunyai keseimbangan yang baik, dengan penempatan beban terdistribusi merata, sehingga dapat memberikan keamanan dan kestabilan pelepasan laras dan juga menghindari dari kecelakaan. Meja kerja pelepas laras yang akan dibuat memiliki fitur yang kuat terhadap beban yang akan diterima. Kestabilan meja kerja pelepas laras meliputi perancangan titik berat, jarak antar roda depan dan belakang, jarak antar roda kiri dan kanan. Dengan konstruksi mesin (S40C) berbahan baja karbon mempunyai tegangan tarik 62 (kg/mm2), konstruksi meja kerja pelepas laras adalah panjang 280 (cm), lebar 60 (cm), meja kerja ini didapatkan tegangan lentur 0,1668 (kg/mm2) dan tegangan ijin bahan sebesar 10,33 (kg/mm2), sehingga bahan memenuhi syarat karena tegangan ijin lebih besar dari tegangan lentur yang diterima. Berdasarkan hasil analisis data maka konstruksi meja kerja maintenance laras meriam 57mm AA dapat mengefisienkan waktu dan keamanan dalam pelaksanaan pembongkaran dan perawatan laras meriam 57mm AA
RANCANG BANGUN KONSTRUKSI TRAINER ENGINE CUTTING Timor S515i DOHC Hendri Andrianto
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.73

Abstract

Mata kuliah motor bensin pada Prodi D4 Otoranpur, Jurusan Teknik Mesin, Poltekad Kodiklatad, pada proses pembelajarannya menggunakan engine cutting yang berfungsi untuk membantu dan mempermudah mahasiswa mempelajari suatu engine. Berdasarkan pengalaman pembelajaran dan survei lapangan di bengkel mesin proses pembelajaran masih menggunakan media engine cutting dengan teknologi mesin lama, yaitu menggunakan sistem OHV (Overhead valve) dan menggunakan sistem pengapian bahan bakar konvensional. Hal tersebut dirasa kurang untuk meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi yang sudah banyak diterapkan di setiap produsen mobil. Sistem pengapian dan supply bahan bakar sudah menggunakan sistem ECU (Electronic Control Unit). Tujuan pembuatan engine cutting agar mempermudah ketika proses penyampaian materi maupun praktikum dengan teknologi terbaru engine saat ini yang menggunakan teknologi ECU (Electronic Control Unit). Rancang bangun ini nantinya digunakan untuk bintara mahasiswa dalam proses praktikum dan belajar mengajar di bengkel mesin Poltekad Kodiklatad. Pembuatan rancang bangun ini dilaksanakan di bengkel mesin bensin, Prodi D4 Otoranpur, Jurusan Teknik Mesin, Poltekad Kodiklatad, Waktu pengerjaan 2 bulan, untuk uji getar dan gerak menggunakan metode eksperimen. Hasil perancangan spesifikasi alat menggunakan besi kanal U65 sebagai penyangga mesin. Terwujudnya trainer engine cutting Timor S515i DOHC baru dapat membantu pengenalan teknologi baru saat ini dalam proses pembelajaran mata kuliah teknologi mesin bensin di Poltekad Kodiklatad.
RANCANG BANGUN CHASSIS PADA ROBOT TEMPUR KOTA Aprilian Wira Argantara
Jurnal Otoranpur Vol. 1 (2020): Mei
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1iNo 1, Mei.74

Abstract

Chassis adalah kerangka yang menjadi dasar atau landasan sebuah objek untuk menopang segala beban dari bagian-bagian lainnya seperti body, mesin atau alat elektronik objek tersebut. Pada chassis ini berpengaruh terhadap kenyamanan dalam meredam getaran atau goncangan berlebihan sehingga gerakan objek tersebut sesuai yang dinginkan. Pada robot tempur kota ini, chassis merupakan komponen penting sebagai landasan untuk meletakkan bodi, komponen kelistrikan dan komponen-komponen lainnya. Chassis robot tempur ini harus memiliki spesifikasi yang diharapkan sesuai dengan fungsi dan guna chassis tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan dan perhitungan chassis di robot tempur kota agar dapat beroperasi dengan baik. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara menghitung beban keseluruhan yang diterima laras yaitu diperoleh beban maksimal 784,78 N dibagi dua sisi. Konstruksi baja karbon (S40C) mempunyai tegangan tarik 62 (kg/mm2), panjang konstruksi robot 1500 (mm), lebar 75(mm) sehingga didapatkan tegangan lentur 16,68.107 (N/m2) dan tegangan ijin bahan sebesar 10,11.108 N/m2. Sehingga bahan memenuhi syarat dikarenakan tegangan ijin lebih besar dari tegangan lentur yang diterima rangka untuk robot tempur kota ini.
RANCANG BANGUN KONSTRUKSI PADA CRANE PORTABEL Eko Bakti Yuana
Jurnal Otoranpur Vol. 1 No. 2 Oktober (2020): Jurnal Otoranpur Poltekad Vol I, no. 2 Oktober, 2020
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/oto.v1i2 Oktober.109

Abstract

Pada era Perkembangan teknologi sekarang telah banyak menghasilkan kreasi yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia, serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Terutama untuk bagian kontruksi dan industri yang dikenal suatu alat yang dinamakan dengan Crane. Crane sangat dibutuhkan dalam bidang perawatan dan pemeliharaan untuk mengangkat serta memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lainnya.Crane adalah gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat atau sekaligus mengangkat dan memindahkan muatan yang dapat digantung secara bebas atau diikatkan pada Crane. Pada perancangan Crane tersebut juga membutuhkan konstruksi yang kokoh dan kuat, maka dapat mengangkat beban dengan baik. Hasil perancangan yang tepat akan memberikan keamanan dan kenyamanan pada saat mengangkat beban. Sehingga Crane tersebut diharapkan mampu beroprasi dengan sempurna sesuai dengan kebutuhan yang ada