cover
Contact Name
Prasena Arisyanto
Contact Email
prasenaarisyanto@upgris.ac.id
Phone
+6285227258778
Journal Mail Official
wawasanpendidikanupgris@gmail.com
Editorial Address
Gedung Utama Lt.2, Jalan Sidodadi Timur no. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wawasan Pendidikan
ISSN : 28075714     EISSN : 28074025     DOI : https://doi.org/10.26877/wp.v1i1.9208
Core Subject : Education,
Jurnal Wawasan Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus dengan fokus jurnal pada pembelajaran dan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan inklusi. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 22 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN “ ICE BREAKING “ TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI Annisa Dio Ismi; Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti; Ismatul Khasanah
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8640

Abstract

Banyak dijumpai pada anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, dengan banyaknya anak yang berbicara sendiri saat guru menjelaskan, banyak bertanya saat melakukan sesuatu, cara pandang anak yang tidak terarah, banyak bergerak serta bahkansering melamun, hal tersebut merupakan ciri – ciri dari rendahnya konsentrasi pada anak usia dini, salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya inovasi dalam kegiatan  pembelajaran saat mengajar yang diberikan untuk meningkatkan konsentrasi anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Pengaruh Ice Breaking terhadap konsentrasi belajar anak usia dini, Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan ice breaking terhadap konsentrasi belajar pada anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Quasi Experimental Design. Bentuk desain penelitian ini menggunakan The Noon Ekuivalen, preest – posttest design dengan menggunakan teknik simple random sampling, data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Nilai kontrol kelas kontrol dan eksperimen pra test dan post test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah sebesar 0,088> 0,05 yang artinya data telah berdistribusi normal, Berdasarkan tabel ANOVA  dapat diketahui terjadi perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen pra test-post test dengan nilai kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 pada kemampuan pemusatan atau kontrol perhatian, pada kemampuan penyesuaian diri atau adaptability, kemampuan berencana (planfulness), dan pada kemampuan adaptasi, keseluruhan pengujian hipotesis dapat terbukti dimana terjadi peningkatkan konsentrasi belajar anak karena menghasilkan nilai signifikanasi 0,000 < 0,05.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PESERTA DIDIK KELAS II DENGAN MODEL THINK TALK WRITE TEMA 7 KEBERSAMAAN DI SDN 1 TAMANGEDE TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Desi Arianingsih
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8900

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas II SD Negeri 1 Tamangede Tahun Pelajaran 2020/2021 dikarenakan adanya permasalahan yaitu keterampilan menulis siswa kelas II masih rendah. Melalui model Think Talk Write untuk diperbaiki dan ditingkatkan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis menggunakan model Think Talk Write pada siswa kelas II SD Negeri 1 Tamangede tahun pelajaran 2020/2021.Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada tahap observasi observer dan peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap keterampilan menulis siswa melalui model Think Talk Write pada tema 7 Kebersamaan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Think Talk Write dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas 2 SD. Hal itu dibuktikan dari hasil tes menulis permulaan siswa pada pra tindakan nilai siswa yang mencapai KKM hanya 34%. Sedangkan rata-rata nilainya yakni 72,3. Pasca tindakan siklus I, nilai siswa yang mampu mencapai KKM meningkat menjadi 43%. Rata-rata nilai siswa juga meningkat menjadi 73, 2. Sedangkan setelah tindakan siklus II siswa yang mencapai KKM sebanyak 56%. Rata-ratanya nilai menulis permulaan pada siklus II meningkat lagi menjadi 74,4. Tindakan siklus III siswa yang mencapai KKM sebanyak 78%. Rata-ratanya nilai menulis permulaan pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,8.
ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD BILINGUAL MUHAMMADIYAH 1 PURWODADI Anisatus Saidah; Muhammad Arief Budiman; Arfilia Wijayanti
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa inggris, mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa inggris, dan mendeskripsikan kendala pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa inggris siswa kelas IV SD Bilingual Muhammadiyah 1 Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dokumentasi. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran bahasa inggris berupa silabus dan RPP sudah tercantum nilai karakter yang akan direalisasikan kepada peserta didik. (2) pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa inggris sudah  terlaksana dengan baik dan diperoleh dari nilai-nilai karakter tersebut yaitu nilai karakter religius mendapatkan rata-rata 93%, nilai karakter nasionalisme mendapatkan rata-rata sebesar 65,9%, nilai karakter gotong royong mendapatkan rata-rata sebesar 87,8%, nilai karakter integritas mendapatkan sata-sata sebesar 86,1%, dan nilai karakter mandiri mendapatkan rata-rata sebesar 85%. (3) kendala pelaksanaan pendidikan karakter dimasa pandemi yang dilakukan dengan sistem belajar guling (guru keliling) yaitu terbatasnya waktu dan kurangnya penggunaan media.
PENGEMBANGAN E-KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA MATERI GAYA UNTUK SISWA SD KELAS IV Taufik Alam Huda
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9549

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar dan prestasi belajar siswa, dikarenakan belum menggunakan media pembelajaran yang bervariasi dan anak menjadi cepat bosan. Salah satu upaya yang dapat digunakan yaitu melalui media pembelajaran e-komik.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimanakah mengembangkan e- komik sebagai media pembelajaran IPA untuk siswa SD Kelas IV?. 2. Bagaimanakah keefektifan produk e-komik sebagai media pembelajaran IPA untuk siswa SD kelas IV?. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komik sebagai media pembelajaran IPA untuk siswa SD Kelas IV dan Mengetahui keefektifan produk e-komik sebagai media pembelajaran IPA untuk siswa SD kelas IV.Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Purworejo 2 Kabupaten Demak pada tanggal 07 Juli 2021 melalui Google Drive. Subjek penelitian ini adalah Kelas IV SD Negeri Purworejo 2 Kabupaten Demak sebagai kelas uji coba produk dengan jumlah siswa 34 siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian research and Development (R&D). Langkah-langkah pengembangan ini dikembangkan dengan prosedur pengembangan Borg & Gall yang telah disederhanakan menjadi 7 langkah penelitian, yaitu tahap analisis kebutuhan, tahap desain produk, tahap produksi/pelaksanaan pengembangan produk, tahap validasi, tahap revisi, uji coba produk, analisis dan revisi akhir.Pengolahan data diambil dari validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, angket tanggapan siswa dan hasil pretest dan posttes dengan gain-score. Hasil analisis angket lewat Google Drive tanggapan siswa banyak yang mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran IPA sebanyak 61,7 % dengan nilai rata-rata maksimal yang didapat 60. Kartun Spongebob dengan presentase 41 % (14 siswa). Siswa lebih menyukai kartun atau animasi karena tokoh tersebut memiliki kesan lucu sehingga minat anak meningkat untuk membaca. Sebanyak 15 anak lebih sering membawa HP dirumah maupun di sekolah dan yang sering mereka mainkan yaitu permainan dan menonton youtube.Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah pengembangan Media Pembelajaran E-Komik dalam Pembelajaran IPA Materi Gaya efektif digunakan untuk siswa SD Kelas IV sebagai media praktis dan efisien. Saran dari peneliti adalah guru diharapkan dapat mengembangkan media pembelajaran sendiri yang sifatnya menarik siswa agar tidak cepat bosan dan guru dapat menerapkan media pembelajaran dari hasil pengembangan yang berbentuk E-Komik.
ANALISIS HOTS PADA INSTRUMEN PENILAIAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR bahtiar rahman hakim
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9028

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada instrumen penilaian siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (Interactive Model of Analisys). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: hasil analisis yang dilakukan terhadap soal objektif (Soal Tes 1 sampai dengan soal Tes 4) diperoleh 10 butir soal yang memenuhi kriteria pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skills) dan 95 butir soal yang tidak memenuhi kriteria HOTS (High Order Thinking Skills). Secara keseluruhan setelah dilakukan analisis dengan menggunakan pedoman analisis soal berbentuk kriteria pengembangan HOTS (High Order Thinking Skills) dan menentukan kriteria penilaian terhadap masing-masing soal, maka diperoleh jumlah nilai sebesar 56. Setelah dihitung rata-rata nilainya, diperoleh rata-rata nilai sebesar 2,8. Rata-rata nilai tersebut jika dilihat dari kriteria penilaian masuk pada kriteria cukup baik, yaitu berada pada rentang nilai 2,51 sampai dengan 3,50. Dilihat dari kriteria penilaian soal secara keseluruhan tersebut, maka penggunaan HOTS (High Order Thinking Skills) pada soal objektif tes di kelas IV SD Negeri Werdoyo ini sebagian besar tidak memenuhi kriteria pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skills).
Analisis Perkembangan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Dalam Kegiatan Seni Kriya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Semarang Wahyu Tuti Listiowati; Purwadi Purwadi; Nila Kusumaningtyas
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9252

Abstract

Pendidikan pada anak usia dini menitik beratkan pada perkembangan enam aspek dasar yaitu nilai agama moral, fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial emosional dan seni. Semua aspek tersebut dikembangkan untuk dapat mencapai potensi yang dimiliki anak secara maksimal. Dan salah satu cara untuk dapat meningkatkan aspek tersebut adalah dengan meningkatkan kemampuan kreativitas yang dimiliki anak. Pengembangan kreativitas sangat penting karena mempengaruhi perkembangan aspek pada anak, apabila kreativitas tidak distimulasi dengan baik, maka kelancaran dalama berfikir dan mengeluarkan ide sendiri juga tidak akan lancar. Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk dapat menstimulasi kreativitas pada anak usia dini, salah satunya adalah kegiatan seni kriya. Seni kriya merupakan salah satu jenis kegiatan seni dimana di dalamnya terdapat banyak kegiatan yang mampu menumbuhkan kreativitas anak, beberapa kegiatan seni kriya yang biasa dilakukan anak usia dini yaitu kolase, montase, mozaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan kretaivitas anak dalam kegiatan seni kriya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan seni kriya, semua aspek kreativitas pada anak dapat berkembang dengan baik sesuai dengan tingkatan usianya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI FABEL ”BELALANG DAN LEBAH MADU” DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING KELAS VIIE SMP 30 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021. Suprihatiningsih Suprihatiningsih
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8734

Abstract

Telah dilakukan penelitiaan tindakan kelas di SMP 30 Semarang pada materi fabel kelas VII semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada materi fabel “Belalang dan Lebah Madu” dengan metode discovery learning. Sampel dalam penelitian yaitu kelas VII dengan jumlah siswa 32. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan hasil observasi bahwa kemampuan memecahkan masalah dalam entuk soal cerita dianggap sesuatu yang sulit dikarenakan pemahaman siswa abstrak. Hal ini dipertegas dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang jauh dari dari kriteria KM yang sudah ditetapkan. Berdasarkan analisis nilai ulangan harian, ketuntasan klasikal hanya mencapai 72.81%.            Penelitian ini menemukan 3 temuan yaitu pertama, pembelajaran bahasa Indonesia dengan teknik Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa selama dua siklus penelitian. Kedua, peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu pada siklus I sebesar dengan rata-rata 74.5 menjadi 91.2. Sedangkan kentuntasan klasikalnya naik dari 75% menjadi 87.5%. Ketiga, peningkatan  kemampuan siswa menemukan unsur fabel sebesar 3.24 (kategori cukup) pada siklus 1 naik menjadi 3.65 (kategori baik) pada siklus 2. Kemampuan menemukan nilai moral pada siklus 1 sebesar 74.5% naik menjadi 91.2% pada siklus 2. Metode discovery learning bisa digunakan sebagai metode alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sedangkan nilai moral yang didapat yaitu rajin daan kerja keras dalam menghadapi masa yang akan datang.
Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Keberhasilan Belajar Lia Wulandari
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8656

Abstract

Wabah virus Corona (Covid-19) ini telah melanda berbagai Negara khususnya Indonesia. Negara Indonesia pertama kali diumumkan bahwa virus tersebut sudah memasuki wilayah Indonesia adalah sekitar awal tahun 2020. upaya agar terhindar dari virus tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran virus Covid-19 bahwa pembelajaran dilakukan dirumah melalui pembelajaran daring jarak jauh.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keberhasilan belajar dimasa pandemic serta yang menjadi hambatan dalam pembelajaran daring. Teknik yang digunakan dalam penggumpulan data yaitu teknik pengumpulan data yang digunakan berdasarkan penelusuran dari berita dan artikel pada jurnal online serta didukung oleh pengamatan terhadap tetangga penulis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada bebrapa siswa yang masih mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam hal ini dipenagruhi oleh beberapa hambatan yaitu masih terdapat siswa yang megalami kesulitan belajar. Hal ini yang menjadi hambatannya adalah kurangnya fasilitas yang mendukung pembelajaran daring,  siswa dalam mengarjakan tugas tidak sesuai jam sekolah, dalam menegrjakan tugasnya dibantu oleh orang tua yang seharusnya hanya mendampingi namun ada juga yang tugas tersebut yang mengerjakan orang tua sdangkan anaknya bermain bersama teman-temannya. Faktor yang dapat memepengaruhi hasil belajar siswa adalah pemberian motivasi, diskusi dengan orang tua, guru berkunjung kerumah, pemberian sistem sift dalam berangkat sekolah. Kata Kunci: Pembelajaran daring, keberhasilan belajar siswa, Covid-19
PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR PGSD DI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Eka Sari Setianingsih; Sukamto Sukamto; Veryliana Purnamasari; Asep Ardiyanto, S.Pd., M.Or
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9034

Abstract

Mahasiswa merupakan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa merupakan anggota dari masyarakat yang merupakan “elit” intelektual. Identitas melekat dari diri mahasiswa tersebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial dan tanggung jawab moral yang harus dijalankan salah satunya adalah penyelesaian tugas akhir. Tantangan yang dihadapi yaitu komunikasi dengan dosen pembimbing tidak lancar, sulit difahami melalui online menimbulkan multi tafsir hingga kesulitan dalam pengumpulan data serta sulitnya mendapatkan literatur. Kondisi yang dirasakan mahasiswa UPGRIS yang diwawancarai menyatakan dimasa pandemi covid 19 mahasiswa mengalami banyak kendala mulai dari pengumpulan data, nara sumber maupun literatur. Padahal buku sebagai penunjang utama skripsi. Jaringan internet yang kurang kuat menjadi kendala mahasiswa saat mengerjakan skripsi jarak jauh, saat pandemi virus corona. Ada pula mahasiswa yang berjuang menyelesaikan skripsinya dibawah ancaman Drop Out (DO) jika tidak bisa menyelesaikan skripsinya yang membuat mahasiswa semakin tertekan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa 35% termasuk mahasiswa dengan tingkat kecemasan kategori Sangat Baik, 38% mahasiswa dengan tingkat kecemasan kategori Baik dan 18% mahasiswa tingkat kecemasan kategori Sedang. Mahasiswa  tingkat kecemasan kategori Baik merupakan responden dengan prosentase terbesar, yaitu 38%. Berarti gambaran untuk tingkat kecemasan mahasiswa memiliki kecemasan  yang  baik pula artinya tingkat kecemasan mahasiswa masih dalam batas kewajaran.
PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN TEMA 9 KELAS V SD NEGERI 1 TAMANREJO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Desy Aris Anti Widyasari
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8874

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik melalui model Cooperative Learning tipe STAD pada pembelajaran tema 9 kelas V SD Negeri 1 Tamanrejo tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Dengan dua siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pra siklus rata-rata keaktifan belajar peserta didik mencapai 43,75% pada siklus I rata-rata keaktifan belajar peserta didik mencapai 64,06% belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Siklus II rata-rata keaktifan belajar peserta didik mencapai 74,03% belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Pada siklus III rata-rata keaktifan belajar peserta didik meningkat menjadi 83,07% sudah mencapai indikator kebehasilan yang diharapkan yaitu 75%. Dari persentase yang dihasilkan pada siklus III dapat diketahui bahwa penggunaan model cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas V SD Negeri 1 Tamanrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2020/2021.Kata kunci: Keaktifan Belajar, STAD, Sekolah Dasar.

Page 2 of 3 | Total Record : 22