Peralihan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan fase penting dalam perkembangan anak. Implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain belum meratanya pemahaman guru mengenai pembinaan kemampuan fondasi, masih kuatnya orientasi pembelajaran akademik pada kelas awal SD, serta belum optimalnya kolaborasi antara satuan PAUD dan SD. Kondisi tersebut juga dijumpai pada satuan pendidikan di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan kompetensi guru dalam memahami kebijakan transisi PAUD–SD, mengembangkan pembelajaran berbasis bermain, serta memperkuat kolaborasi antara guru PAUD dan guru SD kelas awal. Metode yang digunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pretest, workshop, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi hasil kerja kelompok, implementasi terbimbing, dan evaluasi menggunakan desain pretest–posttest. Peserta kegiatan berjumlah 80 guru yang terdiri atas guru PAUD, TK, dan SD di wilayah Kecamatan Gunungpati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun rancangan pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan fondasi anak, serta terbangunnya kolaborasi antara guru PAUD dan SD dalam menyusun strategi pembelajaran yang berkesinambungan. Kegiatan ini berkontribusi untuk mendorong guru lebih sigap memberikan pembelajaran yang inovatif. Strengthening teacher competence through the early childhood education to elementary school transition movement in Gunungpati District, Semarang City Abstract: The transition from Early Childhood Education (PAUD) to Elementary School (SD) is a crucial phase in child. The implementation of the "Joyful PAUD-to-SD Transition" movement faces various challenges, including uneven teacher understanding regarding the fostering of foundational skills, a persistent academic orientation in early elementary grades, and suboptimal collaboration between PAUD units and elementary schools. These conditions are observed in educational institutions in the Gunungpati District of Semarang City, which hosts a significant number of PAUD and elementary schools, thereby necessitating continuous teacher capacity building. This community service initiative aims to enhance teacher competence in understanding the PAUD-to-SD transition policy, developing play-based learning, and strengthening collaboration between PAUD teachers and early-grade elementary teachers. The implementation employs a participatory approach comprising needs identification, a pre-test, workshops, mentoring on the development of instructional materials, group work presentations, guided implementation, and evaluation using a pre-test/post-test design. The 80 participants consisted of PAUD, Kindergarten, and Elementary School teachers from the Gunungpati District. Results indicate an improved understanding of the "Joyful PAUD-to-SD Transition" concept, enhanced teacher ability to design instruction focused on children's foundational skills, and the establishment of collaboration between PAUD and elementary teachers to formulate continuous learning strategies. This activity contributes to encouraging teachers to be more responsive in providing innovative and enjoyable learning.