cover
Contact Name
Prasena Arisyanto
Contact Email
prasenaarisyanto@upgris.ac.id
Phone
+6285227258778
Journal Mail Official
wawasanpendidikanupgris@gmail.com
Editorial Address
Gedung Utama Lt.2, Jalan Sidodadi Timur no. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wawasan Pendidikan
ISSN : 28075714     EISSN : 28074025     DOI : https://doi.org/10.26877/wp.v1i1.9208
Core Subject : Education,
Jurnal Wawasan Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus dengan fokus jurnal pada pembelajaran dan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan inklusi. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris.
Articles 302 Documents
Analisis Penggunaan Metode Eksperimen terhadap kemampuan Anak Usia Dini Dalam Melakukan Analisa Sebab –Akibat Yohana Sue; Dwi Prasetiyawati D.H; Ismatul Khasanah
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9150

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada perkembangan seluruh aspek kepribadian anak. Pembelajaran anak usia dini sangat beragam karena pada dasarnya anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan didukung oleh orang dewasa termasuk guru dan orangtua. Anak USIA Dini diperbolehkan belajar apa saja sesuai dengan perkembangan termasuk belajar mengenal konsep sebab akibat dengan metode eksperimen yang merupakan suatu kegiatan pemberian penhalaman secara langsung untuk mengembangkan keterampilan proses agar mampu menjelajahi serta memahami alam sekitar. Konsep sebab –akibat adalah kemampuan abstrak yang dimiliki setiap anak mengenai apa yang terjadi, hal ini mulai dari lingkungan terdekat, seiring perkembangan, kemampuan ini dapat menngkat ketahap pengertian mengenai proses yaitu suatu hubungan timbal balik peristiwa terjadi. Metode eksperimen adalah suatu cara penyajian materi pembelajaran dimana anak secara aktif mengalami dan membuktikan sendiri tentang apa yang dipelajari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian dibagi dalam tiga aspek yaitu aspek pengamatan, aspek pemahaman konsep dan aspek menyimpulkan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen mampu dipahami oleh anak usia dini terutama mengenai konsep sebab – akibat.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Metode Eksperimen, Konsep sebab –akibat. 
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN WHATSAPP GROUP (WAG) PADA PEMBELAJARAN DARING MATER BANGUN DATAR DI SD KEMBANGARUM 3 SEMARANG KELAS 3 TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Suryati Suryati
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8514

Abstract

Telah dilakukan penelitiaan tindakan kelas di SD Kembangarum 3 Semarang pada mater bangun datar kelas 3  semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa dengan media WhatsApps Group pada pembelajaran daring. Sampel dalam penelitian yaitu kelas 3  dengan jumlah 27 siswa. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan rendahnya keaktifan siswa dan hasil belajar yang kurang optimal.  Hal ini dipertegas dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang sangat jauh dari kriteria  nilai yang sudah ditetapkan (KKM). Berdasarkan analisis nilai ulangan harian reratanya hanya 49 sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal hanya mencapai 18,5%.            Penelitian ini menemukan 3 temuan yaitu pertama, pembelajaran daring  dengan media WAG (WhatsApps Group) dalam dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama dua siklus penelitian. Kedua, peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu pada siklus I sebesar dengan rata-rata 63.7 menjadi 80.37. Sedangkan kentuntasan klasikalnya naik dari 37.03% menjadi 92.59%. Ketiga, peningkatan keaktifan siswa dari siklus 1 ke siklus II antara 18.6%-25.97%. Pembejaran daring menggunakan WhatsApps Group pada pandemi ini bisa digunakan sebagai media alternatif dalam pelajaran matematika. Hal ini juga bisa diterapkan pada mata pelajaran lainnya juga. Hanya perlu dukungan orang tua, sekolah, dan regulasi pemerintah agar pembelajaran daring ini berhasil.
PENGENALAN LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 20 MENGGUNAKAN MEDIA GELAS PLASTIK PADA ANAK KELOMPOK B Fitri Natalia
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i1.9157

Abstract

Latar belakang masalah adalah permasalahan yang ditemui pada TK PGRI Desa Wiru Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru melalui kegiatan observasi awal yang dilakukan antara lain adalah guru kurang mengoptimalkan proses belajar karena proses yang ditekankan pada anak didik adalah bermain, walaupun disela-sela prosesnya dimasukkan unsur belajar mengenal angka.Masalah yang dirumuskan adalah;  Apakah penggunaan media gelas plastik dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pengenalan  lambang bilangan 1 sampai 20 pada anak TK PGRI Desa Wiru Kecamatan Bringin ?.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian 22 orang siswa. Pengumpulan data dengan lembar observasi sedangkan analisisnya adalah analisis kualitatif. Pembelajaran dinyatakan berhasil apabila ketuntasannya mencapai > 80%.Aktivitas belajar siswa dalam pengenalan bilangan 1sampai 20 dari gelas plastik juga mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I  dari 13 aspek ada 1 aspek yang masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 2,38, sedangkan pada siklus II mencapai 13 aspek yang masuk dalam kategori baik ada 10 aspek dengan skor rata-rata 3,73 kemampuan siswa dalam pengenalan lambang bilangan 1-20 juga mengalami peningkatan, semula pada pra siklus mencapai 27,2% kemudian pada siklus I ketuntasan baru mencapai 54,5% anak yang berkembang, pada siklus II ketuntasannya mencapai 86,3% anak yang berkembang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI MENGGALI INFORMASI TEMA 8 KELAS III SD 1 LARIKREJO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 fiki ayu andriyani
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8872

Abstract

Penerapan model pembelajaran Discovery Learning merupakan salah usaha guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang inovatif. Adanya penerapan model tersebut dalam pembelajaran dapat membuat peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis. Obyek Penelitian ini adalah hasil belajar kognitif Tema 8 Kelas III SD 1 Larikrejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Tema 8 Kelas III SD 1 Larikrejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran terjadi peningkatan hasil belajar pada peserta didik. Pada siklus I rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 71 dengan perolehan prosestase 53%, kemudian pada siklus II rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 74 dengan perolehan prosestase 69%, dan pada siklus III rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 78 dengan perolehan prosestase 81%. Data  menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai yaitu dengan prosentase >75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini telah terbukti dan dapat diterima. Kata Kunci: hasil belajar, discovery learning
PENERAPAN SUPERVISI OBSERVASI KELAS UNTUK MENCAPAI PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SD NEGERI 4 PAKIS TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Kristiyanti Kristiyanti
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9468

Abstract

Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah melaksanakan supervisi  di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk melaksanakan supervisi observasi kelas secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal. Oleh karena  itu, setiap Kepala Sekolah harus memiliki dan menguasai konsep supervisi observasi kelas yang meliputi: pengertian, tujuan dan fungsi, prinsip-prinsip, dan dimensi-dimensi substansi supervisi kunjungan kelas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melalui peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar yang dilakukan melalui pembinaan supervisi observasi kelas  kepala sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif di SD Negeri 4 Pakis melalui supervisi observasi kelas. Dalam penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Dari 52,5 % pada Siklus l,dapat meningkat menjadi 70,00 % pada siklus II, dan siklus ke III meningkat menjadi 82,50  %. Hasil penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan bahwa penerapan supervisi observasi kelas kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dengan ketuntasan mencapai 100 % , tanggapan guru adalah sangat positif terhadap pembinaan yang dilakukan kepala sekolah melalui supervisi observasi kelas .
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII H SMP NEGERI 30 SEMARANG TAHUN AJARAN 2020/2021 Munjani Munjani
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8856

Abstract

Pembelajaran secara daring memberikan dampak terhadap proses belajar mengajar sekolahan. Guru berupaya tetap melaksanakan pembelajaran dengan tujuan siswa memperoleh nilai yang optimal. Penggunaan model pembelajaran baru menjadi alternatif yang potensial dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran yang bisa digunakan salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting, yaitu pembelajaran yang lebih menekankan respon dan rangsangan terhadap pertanyaan. Kelas VIII SMP Negeri 30 Semarang dipilih sebagai populasi penelitian, dengan sampel kelas VIIIG dan VIIIH. Dengan permasalahan yang ada, penelitian ini berusaha mengidentifikasi pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting terhadap hasil belajar siswa, seberapa besar dan baikkah pengaruh yang diberikan. Pendekatan penelitian dilakukan secara kuantitatif. Dari hasil uji- dua sampel independen, diketahui  (). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen (metode pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting). Berdasarkan nilai koefisien Effect Size Cohen sebesar , menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting pada kelas VIIIH di SMP Negeri 30 Semarang memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas eksperimen mendapat capaian yang lebih tinggi (76,25) dibandingkan kelas kontrol (71,38). Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting menyebabkan siswa memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AISYIYAHPUCANGAN 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2018/2019 Dwi Susanti
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i1.9155

Abstract

Latar belakang yang mendorong penulis melakukan penelitian ini adalah kurangnya kemampuan Motorik Halus anak kelompok A2 (usia 4-5 tahun) TK Aisyiyah Pucangan 1 Kartasura.. Anak–anak masih kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan jari-jarinya. Beberapa permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah anak masih kaku dalam memegang pensil, anak belum mampu menggunting garis lengkung, media yang digunakan monoton (kertas),kegiatan kurang menarik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah Pucangan 1 Kartasura tahun ajran 2019/2020. Penelitian dilakukan dengan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiananakusia 4–5 tahun pada kelompok A2 yang terdiri dari 20 anak di TK Aisyiyah Pucangan 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan aktivitas anak–anak didik. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik halus yang dicapai anak didik lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Kondisi awal hanya mencapai 10% namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas pada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 40% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 85%. Disimpulkan bahwa melalui kegiatan menggunting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus  anak.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DALAM PROYEK KEWIRAUSAHAAN BERBASIS NILAI-NILAI BUDAYA ISLAM BINA INSANI (BSBI) UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA KELAS VI AL BAITAR SD IT BINA INSANI SEMARANG Laksmina Yussi Rahmandari
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i1.9216

Abstract

Penerapan pembelajaran tematik integrative dalam proyek kewirausaan berbasis nilai Budaya Islami Bina Insani untuk mengembangkan karakter pada siswa merupakan upaya yang dilakukan SDIT Bina Insani dalam rangka memunculkan potensi serta mengembangkan karakter peserta didik. Pembelajaran seperti ini dilakukan sejalan dengan tujuan pendidikan nasional mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Dari kegiatan ini diperoleh hasil bahwa penerapan pembelajaran tematik integratif berbasis nilai budaya Islam Bina Insani cukup efektif dilakukan di kelas hal ini terlihat dari antusiasme siswa selama mengerjakan projek ini karena dengan pembelajaran ini  siswalah yang  menjadi subyek pembelajaran. Selain itu juga dapat mengembangkan karakter siswa sesuai yan direncanakan. Beberapa karakter yang terlihat sudah berkembang dengan sangat baik pada siswa kelas VI Al Baitar SDIT Bina Insani adalah karakter kemampuan berusaha dan  menjaga adab pada guru. Sementara untuk karakter kreatif dan percaya diri masih harus terus dikembangkan agar menjadi sebuah karakter yang dimiliki oleh semua siswa kelas VI Al Baitar. Pembelajaran berbasis nilai Budaya Islami Bina Insani perlu terus dikembangkan dan diterapkan di semua kelas agar  karakter-karakter pada siswa seperti yang diharapkan dapat terbentuk sehingga visi sekolah dapat terwujud.
ANALISIS KETERKAITAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI MUATAN LOKAL DENGAN KURIKULUM TEMATIK KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 01 KOTA TEGAL Fhafha Fadhella Riziqsiwi; Muhammad Arief Budiman; Fine Reffiane
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Inggris sebagai muatan lokal di SD, mendeskripsikan ada atau tidaknya keterkaitan antara pembelajaran bahasa Inggris dengan kurikulum tematik yang terdapat paa materi pembelajaran tematik kelas IV SD Muhammadiyah 01 Kota Tegal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskripstif. Populasi penelitian adalah guru kelas IV, guru bahasa Inggris, siswa kelas IV, dan orang tua siswa kelas IV SD Muhammadiyah 01 Kota Tegal tahun ajaran 2020/2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini  diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil analisis dari kuesioner dan wawancara guru dan siswa kelas IV SD Muhammadiyah 01 Kota Tegal telah menunjukkan bahwa adanya perbedaan materi pada pembelajaran tematik dan pembelajaran bahasa Inggris di kelas IV, yaitu: Materi pekerjaan pada pembelajaran tematik. Pada  pembelajaran bahasa Inggris, mataeri pekerjaan hanya membahas suatu pekerjaan seseorang, dimana tempat bekerjanya, dan bagaimana cara mereka bekerja. Tetapi pada pembelajaran tematik materi pekerjaan SubTema 1 Aku dan Cita-citaku ada keterkaitan antara keduanya. Pada SubTema 1 Aku dan Cita-citaku  membahas tentang impian seseorang yang ingin dicapai karena memiliki minat dan kesukaan yang tinggi atas profesi yang mereka inginkan. Profesi sama saja artinya dengan pekerjaan, oleh karena itu jenis-jenis pekerjaan seseorang dimunculkan pada materi tematik Tema 6. Tetapi, pada materi bahasa Inggris hanya fokus pada jenis pekerjaan seseorang. Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris, Kurikulum Tematik, Muatan Lokal
PENGARUH PENGGUNAAN “ ICE BREAKING “ TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI Annisa Dio Ismi; Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti; Ismatul Khasanah
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8640

Abstract

Banyak dijumpai pada anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, dengan banyaknya anak yang berbicara sendiri saat guru menjelaskan, banyak bertanya saat melakukan sesuatu, cara pandang anak yang tidak terarah, banyak bergerak serta bahkansering melamun, hal tersebut merupakan ciri – ciri dari rendahnya konsentrasi pada anak usia dini, salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya inovasi dalam kegiatan  pembelajaran saat mengajar yang diberikan untuk meningkatkan konsentrasi anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Pengaruh Ice Breaking terhadap konsentrasi belajar anak usia dini, Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan ice breaking terhadap konsentrasi belajar pada anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Quasi Experimental Design. Bentuk desain penelitian ini menggunakan The Noon Ekuivalen, preest – posttest design dengan menggunakan teknik simple random sampling, data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Nilai kontrol kelas kontrol dan eksperimen pra test dan post test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah sebesar 0,088> 0,05 yang artinya data telah berdistribusi normal, Berdasarkan tabel ANOVA  dapat diketahui terjadi perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen pra test-post test dengan nilai kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 pada kemampuan pemusatan atau kontrol perhatian, pada kemampuan penyesuaian diri atau adaptability, kemampuan berencana (planfulness), dan pada kemampuan adaptasi, keseluruhan pengujian hipotesis dapat terbukti dimana terjadi peningkatkan konsentrasi belajar anak karena menghasilkan nilai signifikanasi 0,000 < 0,05.

Page 2 of 31 | Total Record : 302