cover
Contact Name
Noviyanti. P
Contact Email
ti@shantibhuana.ac.id
Phone
+6285750550228
Journal Mail Official
ti@shantibhuana.ac.id
Editorial Address
Jalan Bukit Karmel No.1 Sebopet Kec. Bengkayang Kab. bengkayang Provinsi Kalimantan Barat, 79211
Location
Kab. bengkayang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Information Technology (JIfoTech)
Published by Institut Shanti Bhuana
ISSN : 27744884     EISSN : 27756734     DOI : https://doi.org/10.46229/jifotech.v1i1
Core Subject : Science,
Journal of Information Technology (JIfoTech) contains research articles in the scope of information technology, in the form of Internet of Things (IoT), web technology, databases, artificial intelligence, business intelligence, security and network infrastructure, human and computer interaction (HCI), data mining, and digital image processing.
Articles 86 Documents
Implementasi Sistem Deteksi Lalat Buah pada Tanaman Jambu Menggunakan YOLO Berbasis Raspberry Pi sebagai Early Warning System Iman Permana; Riri Irawati
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i1.1093

Abstract

Monitoring hama lalat buah pada tanaman jambu umumnya masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang lama, kurang efisien, dan sering terlambat dalam mendeteksi serangan hama. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan populasi lalat buah yang berdampak pada penurunan kualitas dan hasil panen. Oleh karena itu, dikembangkan sistem deteksi lalat buah berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan algoritma YOLO untuk mendukung proses monitoring hama secara otomatis dan real-time. Dataset citra diperoleh langsung dari kebun jambu menggunakan kamera smartphone, kemudian dilakukan proses seleksi, anotasi bounding box, konversi ke format YOLO, serta pelatihan dan pengujian model. Evaluasi performa dilakukan menggunakan metrik precision, recall, accuracy, dan mean Average Precision (mAP). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu mencapai precision sebesar 0,86, recall sebesar 0,85, accuracy sekitar 86%, serta mAP@0.5 sebesar ±0,87. Model terbaik selanjutnya diimplementasikan pada Raspberry Pi 5 sebagai perangkat edge computing dan berhasil dijalankan dalam skema deteksi real-time. Sistem yang dikembangkan menunjukkan potensi sebagai solusi deteksi dini lalat buah untuk meningkatkan efisiensi pengendalian hama pada budidaya jambu.Kata Kunci— YOLO, deteksi objek, lalat buah, Internet of Things (IoT), mean Average Precision (mAP), Raspberry Pi.
Analisis Sentimen Ulasan Aplikasi iPusnas di Playstore dengan Metode Algoritma Random Forest Achmad Fauzi; Andi Dwi Pangestu; Ade Kurnia Solihin; Redo Abeputra Sihombing; Fauzan Natsir
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i1.1096

Abstract

iPusnas is a digital library application developed by the National Library of Indonesia (Perpusnas RI) that allows users to borrow and read digital books via smartphones. As one of the most widely used digital library platforms in Indonesia, iPusnas has received thousands of user reviews on Google Play Store, reflecting various public sentiments about the application's performance and features. This study aims to analyze the sentiment of iPusnas user reviews on the Google Play Store using the Random Forest algorithm. Data were collected by scraping user reviews from the Play Store, followed by preprocessing steps including case folding, cleaning, normalization, tokenization, stopword removal, and stemming. Labeling was performed using the Lexicon-Based method. Feature extraction used TF-IDF (Term Frequency-Inverse Document Frequency), and data imbalance was addressed using the SMOTE (Synthetic Minority Over-sampling Technique) method. The results of the analysis showed that the Random Forest model achieved an accuracy of 73,60%, precision of 72,60%, recall of 72,10%, and F1-score of 72,30%, demonstrating its effectiveness in classifying positive and negative sentiments of iPusnas users.
Evaluasi Empiris Arsitektur Pengendalian Konkurensi Sistem Pemesanan: Aplikasi, Basis Data, dan Hibrid Andrew Febrian Miyata; Shierly Kartika Salim; Hartono Pranjoto; Elizabeth Yulita Abadi; Catherine Tjondro Kusumo; Yuliana Asman
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i1.1107

Abstract

Sistem alokasi sumber daya berbasis web menghadapi tantangan konkurensi kritis di mana permintaan simultan bervolume tinggi sering kali menghasilkan anomali data, khususnya double booking. Meskipun batasan teoretis dari kondisi perlombaan Time-of-Check to Time-of-Use (TOCTOU) telah didokumentasikan, efek majemuk latensi jaringan dalam arsitektur terdistribusi dan implikasi performa empiris dari pendelegasian kendali murni pada konstrain basis data masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini mengukur kinerja dan integritas data untuk menentukan desain arsitektur mana yang mampu mempertahankan throughput tinggi sekaligus menjaga konsistensi data. Penelitian ini melakukan evaluasi load-testing komprehensif melalui studi ablasi terhadap tiga arsitektur: Application-Level Control (ALC), Database-Level Constraint (DLC) menggunakan EXCLUDE USING GIST pada PostgreSQL, dan arsitektur Hibrid. Di bawah tekanan pengguna virtual ekstrem, ALC terbukti rentan terhadap kebocoran data, di mana latensi jaringan terdistribusi memperburuk insiden double booking hingga 125% dibandingkan server monolitik. Sebaliknya, meskipun DLC menjamin integritas data absolut, pendekatan ini memicu degradasi throughput yang katastrofik anjlok hingga 18,1 RPS pada beban puncak yang disertai penalti latensi berat akibat penguncian eksklusif tingkat indeks dan kelaparan pangkalan koneksi (connection pool starvation). Arsitektur Hibrid memecahkan dikotomi ini dengan memadukan penyaring tingkat aplikasi asinkron sebagai penyerap kejut untuk mengurai kemacetan basis data, sukses mencapai integritas absolut sekaligus mempertahankan throughput tinggi (543,7 RPS). Penelitian ini mengkuantifikasi batas skalabilitas konstrain basis data dan memberikan kerangka kerja rekayasa defense-in-depth yang tangguh untuk sistem ketersediaan tinggi.
Kerangka Tata Kelola TI bagi Sistem Keputusan Berbasis AI di Smart Cities Husin Nafarin Ramadhani; Muhayat Muhayat; Akhmad Hafidz Ardianto
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i1.1116

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka tata kelola TI bagi sistem keputusan berbasis AI di smart cities melalui sintesis literatur yang terintegrasi. Metode yang digunakan adalah integrative literature review terhadap 22 artikel jurnal internasional terindeks Scopus yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi dengan topik smart city, kecerdasan buatan, tata kelola, dan pengambilan keputusan. Proses penelitian dilakukan melalui identifikasi artikel awal, penerapan kriteria inklusi, pembacaan penuh, ekstraksi data, pengelompokan tematik, dan analisis tematik integratif. Hasil ekstraksi secara terukur berhasil memetakan 8 dimensi utama yang saling berhubungan dalam membentuk sistem keputusan berbasis AI di smart cities, yaitu: mediasi sosio-teknis, tata kelola kebijakan dan kelembagaan, tata kelola data, privasi dan keamanan, etika dan akuntabilitas, partisipasi warga, arsitektur sistem keputusan, serta orientasi hasil kebijakan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kesenjangan utama dalam literatur terletak pada belum terintegrasinya kedelapan dimensi tersebut ke dalam satu kerangka IT governance yang utuh dan operasional. Secara strategis, penelitian ini memberikan dampak nyata melalui kerangka tata kelola TI yang dapat diimplementasikan sebagai panduan operasional bagi pemerintah kota dan pembuat kebijakan. Kerangka ini tidak hanya memitigasi risiko penggunaan AI, tetapi juga memastikan bahwa sistem keputusan di smart cities berjalan secara efektif, aman, transparan, dan selaras dengan kepentingan publik.
Penerapan Metode Convolutional Neural Networks Berbasis Deep Learning Untuk Analisa Sentimen Wisatawan Pada Destinasi Pariwisata Di Kabupaten Sumba Barat Daya Friden Elefri Neno; Elvira Umar; Arnoldus Ngongor
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i1.1117

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pikir manusia untuk berbagi informasi dalam setiap aktivitas dengan berbagi pengalaman pada setiap kegiatan, terutama di bidang pariwisata, serta penyampaian opini wisatawan melalui aplikasi perjalanan wisatawan seperti Google Maps review, TripAdvisor review, dan aplikasi media sosial. Ini merupakan informasi yang sangat penting untuk mengetahui persepsi terhadap kualitas, namun jumlah data yang banyak dan tidak terstruktur menjadi kendala utama dalam proses analisis secara manual.Tujuan penelitian ini adalah analisis sentimen wisatawan pada destinasi pariwisata di Kabupaten Sumba Barat Daya dengan metode Convolutional Neural Networks berbasis Deep Learning, Hasil pengumpulan data dilakukan proses pengolahan model data teks ke cleaning, tokenization, stopword removal, stemming untuk dipresentasikan ke numerik. Model Convolutional Neural Networks mengklasifikasikan kategori sentiment positif, negatif dan netral. Tahap pelatihan dan pengujian model untuk klasifikasi sentimen hasil analisis sentimen model confusion matrix dengan nilai accuracy 93%, precision 91%, recall 93%, F1-Score 92%. Hasil penelitian dapat membuktikan bahwa Convolutional Neural Network berbasis deep learning mampu ekstrak teks secara otomatis dari data manual dan mengenal pola ulasan data wisatawan dengan efektif dan menyediakan informasi bagi pemerintah daerah dan pengelolah tempat pariwisata sebagai rekomendasi pengembangan layananan serta merumuskan strategi yang berkelanjutan
Efektivitas Teknologi Virtual Try-On dalam Membangun Loyalitas Merek di Industri Kosmetik Aisyah Mutia Dawis; Murhadi; Galih Pramuja Inngam Fanani; Danang Kastowo; Faiq Fadhil Dzulfiqar Bariq; Nalurita Enggar Renosih; Fauzan Natsir
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i2.1092

Abstract

This research explores the effectiveness of Virtual Try-On (VTO) technology in fostering brand loyalty within the cosmetics industry. Using a mixed methods approach that integrates quantitative surveys, user experiments, in-depth interviews, and social media sentiment analysis, the study examines how interactive digital experiences via VTO influence consumer trust, emotional engagement, and perceived product quality. Findings from 100 survey respondents, 10 user experiments, and 15 interviews indicate that VTO significantly enhances purchase intention and strengthens the emotional bond between consumers and brands. Regression and path analysis results reveal a positive, statistically significant effect of VTO on brand loyalty, with trust and emotional engagement acting as key mediators. Sentiment analysis of 300 user comments further confirms that VTO is widely perceived as intuitive, realistic, and helpful in decision making. These insights highlight VTO’s dual function not only as a tool for visualization but also as a medium for emotionally resonant digital interaction. The study contributes theoretically by expanding brand loyalty discourse through the lens of technological interactivity. Practically, it offers strategic guidance for cosmetic brands to leverage VTO in enhancing user experience, reducing product returns, and boosting engagement. The research underscores the importance of designing VTO features that are visually appealing, emotionally impactful, and adaptive to diverse consumer needs. In a competitive digital marketplace, VTO emerges as a critical differentiator in creating immersive, personalized, and loyalty driven shopping experiences.
The Analisis Fungsionalitas dan Kegunaan dalam Pengembangan Website Profil Sekolah Menengah Atas Menggunakan Model Waterfall Randi Nova Liza; Celine Aloyshima Haris
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i2.1121

Abstract

Website profil sekolah berperan penting sebagai media penyebaran informasi kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Namun, website SMA Negeri 14 Samarinda yang sebelumnya dibangun menggunakan WordPress menghadapi kendala berupa pembaruan konten yang tidak rutin, ketergantungan administrator terhadap pengembang, serta kompleksitas pemeliharaan akibat akumulasi plugin. Penelitian terdahulu umumnya masih berfokus pada pengembangan website sekolah menggunakan Content Management System (CMS) konvensional, sedangkan evaluasi implementasi Headless CMS terhadap kualitas sistem masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi arsitektur Headless CMS pada website profil sekolah. Sistem dikembangkan menggunakan SDLC model Waterfall dengan ReactJS dan Tailwind CSS pada sisi front-end, Sanity sebagai Headless CMS, serta Vercel sebagai platform deployment. Evaluasi kualitas sistem dilakukan menggunakan Black-box Testing, System Usability Scale (SUS), dan Google Lighthouse. Hasil penelitian menunjukkan seluruh 21 skenario Black-box Testing berhasil dijalankan, website memperoleh skor SUS sebesar 79,73 (Good), serta skor Google Lighthouse sebesar 92 untuk Performance, 91 untuk Accessibility, 100 untuk Best Practices, dan 92 untuk SEO. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arsitektur Headless CMS dengan karakteristik decoupled dan API-first mendukung fleksibilitas pengembangan, mempermudah pengelolaan konten, serta menghasilkan website sekolah dengan kualitas sistem yang baik. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai implementasi Headless CMS sebagai alternatif CMS konvensional dalam pengembangan website profil sekolah.
Analisis Kepuasan Penggunaan Aplikasi Perbankan Brimo Menggunakan Model Task-Technology Fit Rini Wulandari; Celine Aloyshima Haris
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i2.1124

Abstract

The increasing adoption of mobile banking has led students to use the BRImo application for various financial transactions. However, frequent application usage does not necessarily reflect optimal user satisfaction. This situation indicates a potential gap between the intensity of application use and users’ perceived satisfaction, which requires further investigation. Accordingly, this study aims to evaluate student satisfaction with the BRImo application using the Task Technology Fit (TTF) model, consisting of task characteristics, technology characteristics, task technology fit, utilization, and user satisfaction. A quantitative survey approach was employed involving 381 students from the Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University, who actively use BRImo. The collected data were analyzed using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through SmartPLS. The findings demonstrate that task characteristics significantly and positively influence task technology fit (β = 0.482; t = 11.893; p = 0.000), while technology characteristics also have a significant positive effect on task technology fit (β = 0.427; t = 10.291; p = 0.000). Task technology fit significantly affects utilization (β = 0.502; t = 11.628; p = 0.000), which subsequently has a significant positive effect on user satisfaction (β = 0.439; t = 9.648; p = 0.000). The R² values indicate that the model explains 50.6% of task technology fit, 48.4% of utilization, and 56.1% of user satisfaction. The mean satisfaction score of 3.95 indicates that students are generally satisfied. These results emphasize the importance of improving application features and system reliability to sustain and enhance user satisfaction.
Kerangka Geospasial Ruang Hijau Perkotaan Berbasis GIS dan AI untuk Smart City Muhammad Riduwan; Muhayat; Muhammad Raihan Azmi
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i2.1130

Abstract

Penelitian ini mensintesis pemetaan ketersediaan ruang hijau perkotaan dalam konteks kota cerdas (smart city) melalui pendekatan systematic literature review. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan terhadap perencanaan kota berbasis data yang mampu mengintegrasikan informasi spasial, keberlanjutan lingkungan, dan dukungan pengambilan keputusan dalam smart city. Literatur diperoleh dari database Scopus dan sumber tambahan yang relevan. Proses seleksi mengikuti protokol PRISMA, dimulai dari 375 artikel awal hingga menghasilkan 50 artikel yang terdiri atas 31 artikel hasil seleksi Scopus dan 19 artikel dari sumber tambahan untuk dianalisis melalui sintesis tematik. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi metode dominan, dimensi smart city, hubungan antar dimensi, serta kesenjangan penelitian dalam pemetaan ketersediaan ruang hijau perkotaan. Hasil menunjukkan bahwa dimensi teknologi mendominasi kajian UGS, terutama melalui GIS, penginderaan jauh, machine learning, deep learning, big data, dan visualisasi spasial. Dimensi keberlanjutan dan sosial juga berkembang, khususnya terkait pendinginan perkotaan, kualitas lingkungan, aksesibilitas, keadilan spasial, dan kesejahteraan masyarakat, sedangkan aspek tata kelola dan ketahanan masih belum terintegrasi secara optimal. Kajian ini menunjukkan bahwa aspek mapping, availability, dan smart city masih sering diteliti secara terpisah. Kontribusi penelitian ini berupa framework informasi geospasial multidimensional yang mengintegrasikan dimensi teknologi, keberlanjutan, sosial, tata kelola, dan ketahanan untuk mendukung pemantauan UGS serta pengambilan keputusan berbasis data dalam konteks smart city.
Tata Kelola Teknologi Informasi dan Kesiapan Institusional dalam Transformasi Smart City: Tinjauan Literatur Sistematis Muhammad Raihan Azmi; Muhayat; Muhammad Riduwan
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i2.1131

Abstract

Smart city transformation is often associated with the adoption of digital technologies, platforms, sensors, data systems, and urban service applications. However, many smart city initiatives still face governance problems, including fragmented data, weak cross-sector coordination, limited institutional capacity, vendor-driven implementation, and low citizen involvement. This study aims to synthesize the relationship between information technology governance, institutional readiness, data governance, stakeholder collaboration, and smart city transformation. A Systematic Literature Review was conducted on 53 Scopus-indexed journal articles published between 2019 and 2026. To strengthen the depth of the literature review, this study also applies a descriptive bibliometric framework using VOSviewer to map keyword co-occurrence, overlay trends, and thematic density. The data were analyzed using thematic synthesis through coding, categorization, cross-article comparison, narrative synthesis, and bibliometric interpretation. The findings show that smart city transformation has shifted from a technocentric approach toward a socio-technical governance approach. However, this shift remains challenged by fragmented institutions, weak data interoperability, and limited collaborative capacity. This study proposes an integrative framework that connects institutional readiness, data governance, collaborative platforms, and adaptive evaluation as practical layers for designing smart city information technology architecture.