cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): April 2021" : 7 Documents clear
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG (GILL NET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KOTA DUMAI PROVINSI RIAU Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menginformasikan komposisi hasil tangkapan (jenis dan jumlah) dari alat tangkap jaring insang (gillnet) yang terdapat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai.  Penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yang dimulai pada bulan Maret-April 2020 bertempat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei dan wawancara serta studi literatur. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan fungsi dan manfaat dari unit penangkapan Jaring Insang (gillnet). Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 unit (30%) dari 45 unit kapal Jaring Insang yang ada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai. Analisis jenis dan jumlah hasil tangkapan dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan ikan dengan menggunakan Jaring Insang di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai adalah terdapat 19 spesies ikan yang tertangkap dengan jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan lomek (Harpadon nehereus) sebanyak 1.069 kg atau 37,71 % dan yang paling sedikit adalah ikan Gonjeng (Anchovy) sebanyak 4,8 kg atau 0,16 %.Kata Kunci : Dumai, Gillnet, Hasil Tangkapan, Komposisi, Riau
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN KONSERVASI PERIKANAN LUBUK LARANGAN KARAK DUSUN RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.525

Abstract

Kawasan konservasi lubuk larangan di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo sudah dimulai pada tahun 2013 dan sampai saat ini berjumlah sebanyak 33 lubuk dengan 1 resevat. Kawasan konservasi di Dusun Rantau Pandan terdapat dengan 3 kawasan konservasi perikanan berbasis kearipan lokal yang dikelola oleh masyarakat, pemangku adat dan pemerintah yang terkait. Sungai Batang Bungo memiliki panjang  ± 50 km dan merupakan salah satu sungai utama yang ada di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dengan bentuk perairan terbuka. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dimulai bulan Januari – februari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat di kawasan lubuk larangan Karak Dusun Rantau Pandan terhadap keberadaan Kawasan Konservasi Perikanan lubuk larangan. Metode Penelitian adalah metode survey dan wawancara langsung, pengambilan sampel dilakukan secara acak, rumus yang digunakan adalah SWOT. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa untuk tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan kawasan konservasi dikategori rendah dengan persentase (18,71%), untuk tingkat partisipasi pemangku kepentingan dikategorikan juga rendah dengan nilai partisipasi sebesar (31,1 %). Kata Kunci : Kabupaten Bungo, Konservasi, Lubuk Larangan, Partisipasi Masyarakat, Rantau Pandan,  Conservation area along the bottom of the lubuk larangan in Sungai Batang Bungo has been started in 2013 and until now consists of a total of 33 deep with one resevat. The conservation area in rantau pandan village contains 3 conservation areas for fisheries based on local wisdom which are managed by the community, customary stakeholders and the related government. The Batang Bungo River has a length of ± 50 km and is one of the main rivers in Bungo Regency, Jambi Province, with the form of open water. The study was conducted for 2 months starting from January to February 2020. The purpose of this study was to determine the level of community participation in the lubuk larangan karak area of rantau pandan Hamlet towards the existence of the Lubuk larangan fishery conservation area. The research method is a survey method and direct interviews, random sampling, the analysis used is SWOT. From the results of the study, it was found that the level of community participation in conservation area management was categorized as low with a percentage (18.71%), for the level of stakeholder participation it was also categorized as low with a participation value of (31.1%). Keywords : Bungo Regency, Conservation, Lubuk Larangan, Community Participation, Rantau Pandan
PENGOLAHAN PEMBEKUAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN MENGGUNAKAN FREZEER KULKAS Basri Basri; Muh Suryono; Novaliah Novaliah
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.627

Abstract

Ikan tongkol sebagai bahan baku, olahan daging tongkol termasuk jenis pangan yang mudah rusak, maka proses penyimpanan dengan suhu rendah merupakan cara paling cepat. Kesegaran ikan tongkol sebagai bahan baku utama perlu dijaga dengan cara menggunakan pola penanganan rantai dingin. Kebutuhan mesin pendingin yang digunakan untuk mengawetkan makanan ataupun untuk keperluan menyimpan bahan-bahan kimia mendorong terciptanya frezeer. Pada dasarnya prinsip kerja dari frezeer adalah menciptakan suhu yang sangat rendah yang memungkinkan bahan-bahan makanan, buah–buahan membeku. Tujuan penelitian ini adalah memahami proses pembekuan ikan tongkol (Euthynnus affinis) secara modern dan mengetahui analisa usaha dari pembekuan ikan tongkol. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer didapatkan dari hasil observasi, dan dokumentasi. Sumber data sekunder didapatkan dari lireratur yang terkait dengan bahan dan pengamatan. Adapun metode yang digunakan adalah dengan observasi dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan pengolahan ikan tongkol. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pengolahan pembekuan ikan tongkol terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu penerimaan bahan baku, penimbangan, pencucian awal, pemotongan kepala, pencucian kedua, penimbangan, sortasi, penyusunan, pembekuan, dan pelabelan. Usaha pembekuan pengolahan ikan tongkol layak dilanjutkan dengan BEP harga adalah Rp.5000,- dan BEP produksi 1 packs.Kata Kunci : Analisa Usaha, Ikan Tongkol, Pembekuan, Riau
PERKEMBANGAN PADANG LAMUN PADA MONITORING KE - IV DI LOKASI COREMAP CTI PERAIRAN SIBERUT (SELAT BUNGA LAUT) KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Mohd. Yusuf Amrullah; Desi Warni Simbolon; Joni Mahmud
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.526

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan sebuah wilayah kepulauan bagian dari Propinsi Sumatera Barat yang terletak di Samudera Hindia. Padang lamun merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem pesisir, selain mangrove dan karang. Melalui Program COREMAP-CTI yang telah masuk fase tahap III yang melakukan monitoring ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait, maka perlunya kajian ataupun penelitian mengenai perkembangan kondisi padang lamun di Perairan Siberut (Selat Bunga Laut) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Metode yang digunakan pada kegiatan monitoring lamun di lokasi COREMAP - CTI adalah transek kuadrat (tegak lurus garis pantai) yang dimodifikasi dari metode Seagrass Watch. Nilai penutupan lamun per-jenis dengan rata-rata tutupan lamun sebesar 33,51% dengan 5 jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata dan C.serrulata yang didominasi Halodule uninervis dan Cymodocea serrulata dalam kategori sedang (30-49,9%) dengan kondisi padang lamunnya kurang kaya/kurang sehat 30-59,9%). Kata kunci: Lamun, Mentawai, COREMAP-CTI Mentawai Islands Regency is an archipelago part of West Sumatra Province which is located in the Indian Ocean. Seagress one of the components of the coastal ecosyctem from mangroves and corals. Through of COREMAP-CTI Programmers have entered phase III, which monitors coral reefs ecosytems and related ecosyctem, then the need for studies or research on the development of conditions seagrass ecosytems in Siberut waters (Selat Bunga Laut) Mentawai Islands Regency. The method used in monitoring seagrass activites at the site COREMAP-CTI is a quadratic transect (perdenpidicular to the coastline) mofified from Segrass Watch. Seagrass cover value per species with an average seagrass cover of 33,51% with 5th seagrass type that is Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata and C.serrulata is dominated Halodule uninervis dan Cymodocea serrulata in the medium category (30-49,9%) with condition seagrass less rich/unwell (30-59,5%) Keyword: Seagrass, Mentawai, COREMAP-CTI
PENANGANAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACORES) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT Sri Maryeni; Muhammad Natsir Kholis; Dicky Kurniadi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.522

Abstract

Mutu dari ikan tuna yang didaratkan di PPS Bungus sangat tergantung dari proses penanganannya mulai dari penangkapan sampai didaratkan dan dibongkar untuk dijual ke agen atau perusahaan penampung.  Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses penanganan ikan tuna sirip kuning yang didaratkan di PPS Bungus Kota Padang Sumatera Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan pengamatan, wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penanganan  ikan tuna sirip kuning di PPS Bungus melalui beberapa tahapan yaitu: 1) Penanganan diatas kapal 2) Penanganan saat bongkar muat dari dalam kapal 3) pemeriksaan oleh petugas 4) pengangkutan ke PT. Dempo 5) penanganan di PT DempoKata Kunci:  Padang, Penanganan, PPS Bungus, Tuna Sirip KuningThe quality of tuna landed at PPS Bungus is very dependent on the handling process, from catching to landing and unloading to be sold to agents or collection companies. The purpose of this study was to determine the handling process of yellowfin tuna landed at PPS Bungus, Padang City, West Sumatra. The method used in this research is a survey method by making observations, interviews and direct observations in the field. The results showed that the yellowfin tuna handling process at PPS Bungus went through several stages, that is: 1) Handling on board 2) Handling when loading and unloading from the ship 3) inspection by officers 4) transportation to PT. Dempo 5) handling at PT Dempo. Keywords:  Padang, Handling, PPS Bungus, Yellowfin Tuna
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (Cheraxquadri carinatus) PADA WAKTU PENANGKAPAN SIANG DAN MALAM HARI DI DESA SANGKAL, DANAU TOBA KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR PROVINSI SUMATRA UTARA Join Situmorang; Darmawan Darmawan; Filawati Filawati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil tangkapan lobster air tawar (cheraxquadricarinatus) pada waktu penangkapan siang dan malam hari di Desa Sangkal, Danau Toba. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sangkal Danau Toba Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 31 Juli – 1 September 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimental fishing, menggunakan 10 unit alat tangkap bubu kawat dengan ukuran panjang 1 meter dan diameter 20 cm. Peubah yang diamati meliputi jumlah hasil tangkapan, berat total hasil tangkapan, berat per ekor dan panjang per ekor hasil tangkapan dengan analisis data mengunakan uji- t. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu penangkapan siang dan malam hari berbeda nyata (P<0,05) terhadap jumlah hasil tangkapan lobster, dan berat total hasil tangkapan. Panjang dan berat per ekor lobster tidak berbeda nyata (P>0,05) antara waktu penangkapan siang dan malam hari. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil tangkapan lobster air tawar  pada malam hari lebih banyak dari pada siang hari.Kata Kunci : Danau Toba, Lobster, Hasil Tangkapan, Siang, MalamThe purpose of this study was to determine the comparison of the catch of freshwater crayfish (cheraxquadricarinatus) at the time of catching day and night in the village of Sangkal, Lake Toba. This research was conducted in Sangkal Danau Toba Village, Simanindo District, Samosir Regency, North Sumatra Province on July 31 - September 1 2020. The research method used was the experimental fishing method, using 10 units of wire trap fishing gear with a length of 1 meter and a diameter of 20 cm. The variables observed included the number of catches, total weight of the catch, weight per head and length per head of the catch with data analysis using the t-test. The results showed that the time of day and night catch was significantly different (P <0.05) on the amount of lobster catch, and the total weight of the catch. Length and weight per lobster were not significantly different (P> 0.05) between daytime and nighttime fishing. Based on this research, it can be concluded that the catch of freshwater crayfish at night is more than during the day.Keywords: Lake Toba, Lobsters, Catch, Day, Night.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI PERAIRAN SUNGAI BATANG ULEH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Budiman Budiman; Syafrialdi Syafrialdi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.524

Abstract

Ikan merupakan  organisme penghuni perairan yang rentan terhadap perubahan lingkungan  sebagai habitatnya. Salah satunya Sungai Batang uleh  sebagai perairan tak lepas dari penangkapkan yang desruktif dan degradasi habibat.   Tujuan penelitian adalah untuk  menilai  keanekaragaman jenis ikan di Sungai Batang Uleh.    Sampel dikoleksi selama  dua bulan dengan bantuan nelayan setempat dengan menggunakan alat tangkap jala Lempar, Pancing Tajur dan Rawai di Batang Uleh pada tiga lokasi atau stasiun  yaitu Hulu (Stasiun I), Tengah (Stasiun II) dan Hilir (Stasiun III).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis menunjukkan  berkisar antara 2,41 hingga 2,46. Indeks keanekaragaman tertinggi di jumpai di Stasiun I Dusun Bukit Kemang dengan  total ikan sebanyak  158 ekor yang terdiri dari 13 jenis ikan.  Nilai indeks dominansi pada masing-masing stasiun memiliki nilai yang sama yaitu antara 0,09 dan nilai indeks keseragaman pada masing-masing stasiun memiliki nilai  antara 0,94 sampai dengan 0,99.  Hasil studi ini  memberikan data dasar yang sangat penting  untuk  penggelolaan dan Konservasi perairan sungai Batang UlehKata Kunci : Keanekaragaman, Jenis Ikan, Sungai Batang Uleh, Tanah TumbuhFish are aquatic inhabitants that are vulnerable to changes in the environment as their habitat. One of them is the Batang Uleh River as water that cannot be separated from destructive capture and degradation of habibat. The research objective was to assess the diversity of fish species in the Batang Uleh River. Samples were collected for two months with the help of local fishermen using cast net, fishing rods and mini longline in Batang Uleh at three locations or stations, namely upstream (Station I), middle (Station II) and downstream (Station III). The results showed that the index of species diversity ranged from 2.41 to 2.46. The highest diversity index was found at Station I Bukit Kemang Village with a total of 158 fish consisting of 13 fish species. The dominance index value at each station has the same value, namely between 0.09 and the uniformity index value at each station has a value between 0.94 to 0.99. The results of this study provide basic data that is very important for the management and conservation of the Batang Uleh river watersKeywords : Diversity, Fish Species, Batang Uleh River, Tanah Tumbuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 7