cover
Contact Name
JOKO SANTOSO
Contact Email
ps.johnsantoso@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalberitahidup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Kalioso KM.7.Solo
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0
ISSN : 26564904     EISSN : 26545691     DOI : https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.181
Core Subject : Religion,
Focus & Scope Jurnal Teologi Berita Hidup adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Kepemimpinan Kristen Pendidikan Agama Kristen
Articles 293 Documents
Transfigurasi Yesus Sebagai Model Spiritualitas Orang Percaya Pensensius Emen; Hendi Hendi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i1.57

Abstract

This article highlights an important event of the transfiguration of Jesus on the Mount of Tables which is recorded in the gospels from the writings of Origen and John of Damascus. The results of this paper show a reality that will be experienced by believers in spirituality until the second coming of the Lord, namely the form of divine light that is the same as God and the form of a body or flesh that will glow in glory when undergoing transfiguration. Purpose This article gives hope for every believer, in the struggle for spirituality will become like the radiant God. So the transfiguration event showed a state that transformed the conditions of mortality to divinity as experienced by the Lord Jesus Christ.Artikel ini menyoroti sebuah peristiwa penting transfigurasi Yesus digunung Tabor yang dicatat dalam Injil dari tulisan Origen dan Yohanes dari Damaskus. Hasil dari tulisan ini memperlihatkan suatu kenyataan yang akan orang percaya alami di dalam spiritualitas hingga pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali yaitu wujud terang ilahi yang sama seperti Allah dan wujud rupa tubuh atau daging yang akan bercahaya dalam kemuliaan ketika mengalami transfigurasi. Penulis melakukan riset literatur untuk menyatakan Tujuan Artikel ini  memberi pengharapan bagi setiap orang percaya, dalam pergumulan akan spiritualitas akan menjadi serupa dengan Allah yang bercahaya. Jadi peristiwa transfigurasi memperlihatkan suatu keadaan yang mentransformasi kondisi kefanaan kepada keilahian seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus Kristus.
Pemikiran Bapa-bapa Philokalia Tentang Hesychasm: Pembaruan Batin Menuju Kesempurnaan Seperti Kristus Hendi Hendi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i2.142

Abstract

Artikel ini menganalisis pemikiran-pemikiran para Bapa Philokalia tentang Hesychasm. Kajian literatur utama adalah tulisan mereka dan didukung oleh literatur sekunder. Philokalia yang berarti cinta akan kecantikan atau keindahan adalah kumpulan tulisan para Bapa Gereja dari Tradisi Gereja Ortodoks antara abad ke-4-15 tentang spiritualitas yang berpusat pada pembaruan batin atau hati. Hesychasm adalah tradisi monastik yang sudah ada sejak monasteri berdiri di abad ke-3 oleh Antonius Agung. Namun, sayangnya kekristenan di Indonesia khususnya di gereja-gereja Protestan tidak mengenal tradisi monastik ini. Hesychasm mendatangkan anugerah di dalam hati untuk menerangi nous sehingga kita dapat mencapai apatheia atau purifikasi, keberjagaan batin atau nepsis, penyatuan antara intelek atau nous dan tubuh, kebajikan-kebajikan. Dan itu semua adalah indikasi dari proses pembaruan hati sehingga apa yang dikerjakan oleh para hesychast sebetulnya adalah proses purifikasi atau pengudusan hati mencapai Theosis. Anugerah dari Roh Kudus melalui hesychasm inilah yang menguduskan atau menyucikan diri kita untuk menjadi serupa dengan Kristus.
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Untuk Meningkatkan Kognitif dan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Adi Putra Anggara
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 1 (2019): September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i1.18

Abstract

Learning media that are used to improve students' abilities increase children's cognitive skills to gain and build their knowledge through finding their knowledge and discussing with peers in their language style. The research aims to develop and utilize technology using powerpoint media that is feasible and effective in the learning process as well as how the effectiveness of powerpoint media improves cognitive development and social abilities of early childhood. Learning media products form powerpoints, usage manuals, and teacher handbooks. The effectiveness of Powerpoint learning media can be known from the analysis using the formula t. Calculation of experimental results using pre test and posttest one group design. From the calculation obtained t = 41.17% 88.23% to achieve the completeness criteria. Research can improve the cognitive development of children in learning, as the beginning of the child's ability to socialize, new methods of teaching that are not monotonous in children catching faster, and also in terms of behavior, learn to play roles and develop social attitudes that deserve to be accepted by others. Abstrak: Media belajar yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, meningkatakan kemampuan kognitif anak untuk memperoleh dan membangun pengetahuan mereka melalui cara menemukan sendiri pengetahuan dan berdiskusi bersama teman sebaya dengan gaya bahasa mereka sendiri. Penelitian bertujuan mengembangkan maupun memanfaatkan teknologi penggunaan media powerpoint yang layak dan efektif dalam proses pembelajaran serta bagaimana keefektifan media powerpoint meningkatkan perkembangan kognitif dan kemampuan sosial anak usia dini. Produk media belajar bentuk powerpoint, buku pedoman penggunaan, dan buku pegangan guru. Keefektifan media pembelajaran Powerpoint dapat diketahui dari analisis dengan menggunakan rumus t. Perhitungan hasil eksperimen menggunakan pre test dan posttest one group design. Dari perhitungan diperoleh t = 41,17% 88,23% untuk mencapai kriteria ketuntasan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kognitif anak dalam belajar, sebagai awal kemampuan anak dalam bersosialisasi, metode baru pengajaran yang tidak monoton anak lebih cepat menangkap, dan juga dalam hal tingkah laku, belajar memainkan peran dan mengembangkan sikap sosial yang layak diterima oleh orang lain. Kata kunci: 
Studi Deskriptif Teologis Pembangunan Bait Suci Orang Samaria di Gunung Gerizim Yonatan Alex Arifianto; Joseph Christ Santo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 1 (2020): September 2020 (Studi Intertestamental)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i1.61

Abstract

One of the elements of the contention that arose between the Samaritans and the Jews mentioned in John 4 was about the center of worship. The Samaritans recognized the Temple on Mount Gerizim as a center of worship, while the Jews recognized the Temple in Jerusalem. The existence of the Temple on Mount Gerizim is not widely recorded in the Bible. That is why research is needed to describe this Samaritan place of worship which causes conflict between the Samaritan and the Jew. The problem in this research is how the construction of the Temple on Mount Gerizim so that it becomes an element of contention between the Samaritans and the Jews. To answer these questions, the authors used the literature method with a descriptive qualitative approach. The results showed that the temple on Mount Gerizim was not the center of worship that God intended it to be. In New Testament times, what God wanted was for worshipers who were not focused on the temple on Mount Gerizim or in Jerusalem, but worshipers who worshiped God in spirit and in truth.Salah satu unsur pertikaian yang muncul di antara orang Samaria dan orang Yahudi yang disebutkan dalam Yohanes 4 adalah mengenai pusat ibadah. Orang Samaria mengakui Bait Suci di Gunung Gerizim sebagai pusat ibadah, sementara orang Yahudi mengakui Bait Suci di Yerusalem. Keberadaan Bait Suci di Gunung Gerizim tidak banyak dicatat oleh Alkitab. Itu sebabnya dibutuhkan penelitian untuk mendeskripsikan tempat ibadah orang Samaria ini sehingga menimbulkan konflik di antara orang Samaria dan orang Yahudi. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembangunan Bait Suci di Gunung Gerizim sehingga menjadi salah satu unsur pertikaian antara orang Samaria dan orang Yahudi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bait suci di Gunung Gerizim bukanlah pusat ibadah yang dikehendaki Tuhan. Pada masa Perjanjian Baru, yang dikehendaki Tuhan adalah penyembah yang tidak terfokus kepada bait suci di Gunung Gerizim ataupun di Yerusalem, melainkan penyembah yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.
Efektivitas Model Pembelajaran Simbolik Pada Perkuliahan Agama Kristen dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Iman dan Moral Sampitmo Habeahan; Yakobus Ndona
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.95

Abstract

The using of learning model determines learning outcomes. The symbolic learning model is a way to improve Christian lectures internalize the values of faith and moral so that it can contribute namely to form a human person with nobel character. What kinds of learning model is effective? The learning model in certain material is not effective in other material. Based on the problem and the formulation of the problem, the objectives of the study: First, to design and test it out the symbolic learning model in Christian Lectures. Second, to find out and to reveal the effectiveness the symbolic learning model in internalizing the values of faith and moral in Christian lectures. The characteristic of this research to solve the problem that being faced and make the condition better by action which is refined continuously. Researchers reflection found out the source of the problem is not in accordance. The researcher will be tested it out a alternative model by doing the model symbolic learning in Christian lectures. The discovery will contribute in national education in overcoming the gap between attain a level of understanding and character development. The research used the spiral model Kemmis and Taggart that will emphasize the reflection spiral. It self consist of planning, action, observation, reflection and replanning. The research was done with two circles. The result of the reflection and first circle recommendation determine needs and the activities of second circle. The data collection will be done by interview, observation, documentation and questionnaire. So, will be analyzed be by reduced, on display and conclusion. The data was analyzed quantitatively by formula: I =  X 100% (Internalization of values : total value = total college students x 100). The result of the research that the using of learning model symbol based in Christian education lectures can be used to achieve the values of faith and moral and stimulate the college student to build commitment embodiment of values in life.Penggunaan model pembelajaran menentukan hasil belajar.  Model pembelajaran simbolik sebagai jalan untuk mengembangkan perkuliahan Agama Kristen dengan menginternalisasikan nilai-nilai iman dan moral, sehingga dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan Pendidikan Nasional yakni membentuk pribadi manusia yang berakhlak mulia. Apakah model pembelajaran simbolik efektif untuk menginternalisasi nilai iman dan moral mahasiswa? Berdasarkan masalah dan rumusan masalah penelitian ini bertujuan Pertama; untuk mendesain dan mengujicobakan model pembelajaran simbolik dalam perkuliahan Agama. Kedua; untuk menemukan dan mengungkapkan efektivitas model pembelajaran simbolik dalam menginternalisasikan nilai-nilai iman dan moral dalam perkuliahan Agama Kristen. Sifat khas penelitan ini adalah untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi dan membuat kondisi lebih baik dengan tindakan yang disempurnakan secara terus-menerus. Refleksi peneliti menemukan sumber persoalan pada model pembelajaran yang tidak sesuai. Peneliti akan mengujicobakan suatu model alternatif, yakni model pembelajaran simbolik pada PAK, untuk menemukan efektivitas dari model ini. Penemuan akan berkontribusi pada dunia pendidikan dalam mengatasi jurang antara pencapaian tingkat pemahaman dengan pengembangan karakter. Penelitian menggunakan model spiral Kemmis dan Taggart yang akan menekankan spiral refleksi diri yang terdiri dari perencanaan, tindakan, orservasi, dan refleksi dan perencanaan kembali sebagai untuk memahami apa yang seharusnya di buat untuk mengembangkan situasi pendidikan. Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Hasil refleksi dan rekomendasi siklus pertama menentukan kebutuhan dan kegiatan siklus kedua. Pengumpulan data akan dilakukan lewat wawancara, pengamatan, dokumentasi, dan angket. Maka dianalisis dengan cara direduksi, didisplay, disimpulkan. Data angket akan dianalisis secara kuantitatif dengan rumus I =  X 100% (Internalisasi nilai = jumlah nilai: Jumlah Mahasiswa x 100). Hasil penelitian bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis simbol dalam perkuliahan Pendidikan Agama Kristen dapat digunakan untuk mencapai iman dan moral serta merangsang mahasiswa untuk membangun komitmen perwujudan nilai-nilai dalam kehidupan.
Korelasi Antara Efikasi Diri dengan Prokrastinasi Akademik di Kalangan Mahasiswa Hendrik Tuaputimain
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i1.187

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan efikasi dan prokrastinasi akademik; (2) mengetahui hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik; dan (3) mengukur seberapa besar sumbangsinya terhadap mahasiswa Kota Ambon dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini termasuk penelitian survei dengan tujuan eksplanasi untuk menjelaskan hubungan antar variabel melalui uji hipotesis. Sampel dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa di Kota Ambon. Pengambilan sampel size menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment, tetapi sebelumnya data diuji normalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai efikasi diri tergolongdalam kategori tinggi dan prokrastinasi akademik mahasiswa termasuk kategori sedang; (2) ada hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik, dimana nilai r sebesar 0,461 dan nilai p adalah nol; dan (3) sumbangan efektif yang diberikan variabel efikasi diri dengan prokrastinasi akademik ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,461 atau 46,1%. Hal ini berarti masih terdapat 53,9% faktor lain yang mempengaruhi prokrastinasi akademik pada mahasiswa. 
Ratapan dan Cinta Tuhan berdasarkan Mistisisme Mechthild dari Magdeburg dan Matius 26:36-44 Evaena Febrieni Sumbayak; Shella Gracia Vennya; Tasingkem Tasingkem
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i2.97

Abstract

Penderitaan merupakan realitas sehari-hari manusia. Setidaknya terdapat dua sikap yang akan dipilih: Seseorang, secara naluriah, akan berusaha mencari cara agar tetap bisa bertahan. Sebaliknya, seseorang juga dimungkinkan untuk “melarikan diri” sebagai bentuk perlawanan atau penyangkalan. Penderitaan, tidak jarang, mengusik dan menggelisahkan seseorang. Tuhan seolah tidak dapat ditemui. Dengan demikian, orang yang berlomba-lomba untuk “mengalahkan” penderitaan agar bertemu kembali dengan Tuhan menjadi logis. Melalui tulisan ini, penulis berargumen bahwa ratapan adalah praktik liturgi yang dapat menjadi cara manusia untuk bertahan hidup di tengah penderitaan. Dalam upaya membuktikan argumen ini, penulis mengintegrasikan tiga bidang Teologi, yaitu Pastoral, Mistik, dan Biblika. Pengintegrasian ketiga bidang teologi ini merupakan hal yang relatif baru dalam perkembangan teologi. Bidang yang berbeda tersebut memberikan perspektif baru dalam melihat ratapan di tengah penderitaan. Pengalaman Mechthild dari Magdeburg, mistikus perempuan yang tidak banyak dikenal di abad-abad pertengahan, yang kemudian dianyam dengan pengalaman Yesus di Getsemani memperkaya tawaran teologis doa ratapan sebagai cara Tuhan menunjukkan cinta-Nya kepada manusia.Kata-kata kunci: Penderitaan; ratapan; berdoa; Tuhan; Mechthild dari Magdeburg.
Pengharapan Orang Percaya Kepada Allah di Tengah Pandemi Covid-19 Meyva Polii; Justril Ircoy Tambajong
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.163

Abstract

Penyebaran covid-19 yang terjadi secara global mengubah pola hidup manusia dalam kesehariannya. Akibatnya terjadi berbagai krisis kehidupan dalam berbagai aspek baik aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya termasuk aspek spiritual. Pandemik covid-19 ini masih terus melanda kehidupan manusia sampai sekarang dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhirnya. Dampak akibat covid-19 tidak hanya dirasakan secara jasmani tetapi ada juga orang merasakan dampaknya secara rohani. Situasi saat ini membuat banyak orang mengalami cemas, kuatir, takut menjadi putus asa dan kehilangan pengharapan seakan Allah lepas tangan dengan kehidupan  manusia dan Allah seakan tidak mampu mengendalikannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membahas tentang pengharapan orang percaya kepada Allah yang memiliki kuasa dan berdaulat atas semua ciptaan-Nya di tengah kondisi pandemik covid-19. Pandemik Covid-19 sampai saat masih terus berlangsung bukan berarti Allah tidak turut campur tangan di dalamnya, tetapi dengan kedaulatan-Nya semua terjadi atas kehendak-Nya. Dengan demikian segala sesuatu tidak ada yang luput dari kendali-Nya Allah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan melalui literatur-literatur yang membahas tentang topik yang diangkat serta dihubungkan dan kemudian di integrasikan ke dalam Alkitab.
Pengenalan dan Transformasi Diri dalam Kepemimpinan Kristen Berkarakter Jacob Daan Engel
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.334

Abstract

This research aims to understand a person's quality in Christian leadership. This research is motivated by the fact of being incapable of Christian leadership. This research uses library research to find the data through the literature and analysis. The finding is to introduce in self – transforming to be a measure for a unique Christian leader with the characters through social interaction, which is communication and relationship.  
Pandangan Etika Kristen tentang Berbusana bagi Wanita Kristen Evi Prasti
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 1, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v1i2.12

Abstract

In dressed placement there are special situations that require the wearer to dress in formal situations, namely government agencies, schools, offices and worship. In a semi-formal or causal situation that is a semi-formal situation but there is a limit of politeness also in non-formal situations such as in the market, at home. This situation has no rules that bind it from the three situations we must be able to choose clothing according to the provisions of the event we are going to attend. Christian women's clothing must be different, because it manifests the person of the Lord Jesus the Great and holy so that the appearance of dressed in Christianity especially prioritizes God rather than appearance. Because God is holy and holy, in practice daily life glorifies God through our bodies. In a position as a student, the clothes that are used are dress that is polite, not sexy, does not wear a T-shirt, does not wear a tight shirt, mini skirt, transparent clothes but can choose clothes that are reasonable and appropriate in the campus situation. AbstrakDalam penempatan berbusana ada situasi khusus yang menuntut si pemakai berbusana sapan dalam situasi formal yaitu instansi pemerintahan, sekolah, kantor dan beribadah.  Dalam situasi semi formal atau causal yaitu situasi setengah formal  tetapi ada  batas kesopanan juga dalam situasi non formal seperti di pasar, dirumah.  Situasi ini tidak ada peraturan yang mengikatnya dari ketiga situasi  tersebut kita harus dapat memilih busana sesuai ketentuan acara yang kita akan hadiri.  Busana  wanita Kristen harus berbeda, karena mewujudkan pribadi Tuhan  Yesus yang Agung dan kudus sehingga penampilan  dalam berbusana orang Kristen  terlebih mengutamakan  Tuhan dari pada penampilan.  Sebab tuhan adalah suci  dan kudus  maka dalam praktek kehidupan sehari hari memuliakan Tuhan melalui tubuh  kita.  Dalam posisi sebagai mahasiswa maka busana yang dipakai  adalah busana yang sopan, tidak seksi, tidak memakai kaos oblong,tidak memakai kaos ketat,rok mini, baju transparan melainkan dapat memilih busana yang wajar dan pantas dalam situasi kampus.

Page 11 of 30 | Total Record : 293