cover
Contact Name
I Nyoman Laba Jayanta
Contact Email
laba.jayanta@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lessonandlearningstudies@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal for Lesson and Learning Studies
ISSN : 26156148     EISSN : 26157330     DOI : https://doi.org/10.23887/jlls
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles 548 Documents
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DAN METODE DEMONTRASI DALAM MATERI MATRIKS KELAS X IPA 1 UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Aam Siti Amanah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24246

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan adalah suatu kebutuhan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari pendidikan. Salah satu tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai kemajuan, yaitu pendidikan. Untuk memajukan kehidupannya maka pendidikan merupakan sarana yang perlu dimiliki dan dikelola oleh manusia. Rumusan Masalah dalam PTK ini yaitu: Bagaimana Penggunaan alat peraga dan metode demontrasi dalam Materi Matriks Kelas X IPA 1 untuk meningkatkan pemahaman siswa di MA Negeri 2 Kuningan Kabupaten Kuningan LTahun Pelajaran 2019/2020” Adapun Tujuan penelitia tindakan kelas ini adalah Untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Matriks. Pemecahan masalah pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap siswa Kelas X IPA 1 MA Negeri 2 Kuningan Kabupaten Kuningan LTahun Pelajaran 2019/2020 dalam proses berdaur (siklus). Pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga sederhana dan metode demontrasi. Ternyata hasilnya ada peningkatan, hal ini terlihat dari tes yang diberikan pada akhir siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika tentang penyajian Matriks  dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan pemahaman siswa Kelas X IPA 1 MA Negeri 2 Kuningan Kabupaten Kuningan LTahun Pelajaran 2019/2020.Kata Kunci: Penggunaan Alat Peraga, Metode Demonstrasi, Materi Matriks
PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAPAT MENINGKATKAN ANTUSIASME DAN HAFALAN KOSA KATA (البيانات الشخصية) SISWA Kartum Kartum
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24247

Abstract

Dalam literatur bahasa Arab, terdapat beberapa istilah keterampilan, Rajiman membagi keterampilan tersebut kedalam empat keterampilan, yaitu: keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca (Tarigan 1986:1). keempat keterampilan tersebut sangat berkaitan dan dapat meningkatkan keterampilan yang satu dengan lainnya. Tujuan penelitia tindakan kelas ini adalah Tujuan khusus dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui  Penerapan media gambar dalam pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan antusiasme dan hafalan kosa kata  (  البيانات الشخصية) siswa X IPA 2 MA Negeri 2 Kuningan Kabupaten Kuningan Tahun Pelajaran 2019/2020. Setelah Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Keberhasilan proses belajar mengajar terjadi karena berbagai aspek yang terbentuk, aspek-aspek tersebut diantaranya adalah profesionalisme guru, keadaan siswa, dan lingkungan pendidikan yang memadai. dari ketiga hal tersebut, permasalahan penelitian yang muncul pada saat ini adalah kurangnya antusias siswa (keadaan siswa) dalam menghafal  (  البيانات الشخصية)bahasa Arab. maka, sebagai salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sebuah tindakan kelas, Tujuan penelitian yang kami laksanakan di X IPA 2 MA Negeri 2 Kuningan Kabupaten Kuningan Tahun Pelajaran 2019/2020, adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media gambar, masalah dapat teratasi, mengetahui sejauh mana keefektifan penggunaan media gambar dalam meningkatkan antusiasme dan hafalan kosa kata  (  البيانات الشخصية) siswa, mengetahui tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran bahasa Arab.Kata Kunci: Media Gambar, Pembelajaran Bahasa Arab, Kosa Kata
PENERAPAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA I. G. L. Paramartha; I.G.P. Suharta; N. N. Parwati
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika, membangun karakter positif siswa khususnya sikap religius dan sikap nasionalisme, serta mengetahui tanggapan siswa melalui pembelajaran berbantuan LKS berbasis etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Saraswati Singaraja sebanyak 20 orang. Data penelitian  dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika. Hal ini terlihat ketika siswa presentasi di depan kelas, siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah sudah mampu mengidentifikasi apa yang diketahui, ditanyakan, dan menggunakan konsep matematika sesuai dengan permasalahan. Selain itu, terjadi peningkatan sikap religius dan sikap nasionalisme. Peningkatan tersebut terjadi karena: (1) penggunaan LKS berbasis etnomatematika pada sarana upacara hindu (banten upakara) di Bali yang berkaitan dengan konsep-konsep bangun datar dalam kehidupan sehari-hari membuat belajar lebih bermakna, (2) siswa bersungguh-sungguh dalam berdoa (tri sandya) maupun saat berdiskusi, dan (3) siswa bersemangat dan memiliki rasa ingin tahu terhadap kebudayannya. Rata-rata skor tanggapan siswa berada pada kategori “Sangat Positif”.[WSA1] Kata kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis etnomatematika, kemampuan pemecahan masalah matematika, sikap religius, sikap nasionalisme, tanggapan siswa 
PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MAMPU MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Nana Nuryatna
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24251

Abstract

Guru Sekolah merupakan ujung tombak keberhasilan claim membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas, nam paknya hams benar­benar memiliki kemampuan dan sikap profesional yang tinggi, sehingga dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mendidik siswanya agar berkualitas. Penelitian ini berbentuk PTS atau penelitian Tindakan sekolah dengan jumlah siklus 2 dengan obyek penelitian Guru MTs Negeri 9 Kuningan sejumlah Yakni 48 Guru. Adapun kesimpulan penelitian ini adalah 1) Pada komponen perumusan indikator apersepsi dan motivasi, terlihat peningkatan dari 63,57 %, menjadi 66,78% pada siklus l dan meningkat menjadi 74,33% pada akhir kegiatan.2) Pada komponen perumusan indikator Kompetensi dan Rencana Kegiatan, terlihat peningkatan dari 65,78 % menjadi 66,34% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 76,58% pada akhir kegiatan.3) Pada komponen perumusan indikator Penguasaan Materi Pelajaran, terlihat peningkatan dari 66,56 % pada kemampuan awal, menjadi 68,45% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 81,34% pada akhir kegiatan.4) Pada komponen penunusan indikator Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik, terlihat peningkatan dari 64,35 % pada kemampuan awal, menjadi 67,56% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 75,55% pada akhir kegiatan.5) Pada komponen perumusan indikator Penerapan Pendekatan scientific, terlihat peningkatan dari 67,39 % pada kemampuan awal, menjadi 69,66% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 82,33% pada akhir kegiatan.6) Pada komponen perumusan indikator Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu, terlihat peningkatan dari 63,44% pada kemampuan awal, menjadi 66,75% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 74,67% pada akhir kegiatan.7) Pada komponen pertunusan indikator Pemanfaatan Sumber Belajar, terlihat peningkatan dari 64,32% pada kemampuan awal, menjadi 66,56% pada siklus I dan meningkat menjadi 77,89% pada akhir kegiatan.8) Pada komponen penimusan indikator Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran, terlihat peningkatan dari 67,34 % pada kemampuan awal, menjadi 68,34% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 76,59% pada akhir kegiatan.9) Pada komponen perumusan indikator Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran, terlihat peningkatan dart 63,57 % pada kemampuan awal, menjadi 66,78% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 74,33% pada akhir kegiatan.10) Pada komponen perumusan indikator Penutup pembelajaran, terlihat peningkatan dart 65,56% pada kemampuan awal, menjadi 67,34% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 74,34% pada akhir kegiatan.Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Kompetensi Profesional Guru
UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALAUI IN HOUSE TRANING Nendi Nendi
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24252

Abstract

Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran. Penilaian merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran. Dengan melakukan penilaian, pendidiksebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan peserta didik dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas bahwa cara pemecahan masalah yaitu dengan In House Training yang difasilitasi pengawas sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru menetapkan KKM. Penelitin ini berbentuk PTS dilaksanakan 2 siklus dengan seting SMA Negeri I Cirebon dengan subyek sejumlah 67 Guru dengan setting waktu tanggal 1 Agustus 2019 untuk siklus I sedangkan siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2019 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disampaikan pada bab IV, maka simpulan yang dapat dipaparkan adalah sebagai berikut. 1) In House Training (IHT) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan KKM di SMA Negeri I Cirebon.2) In House Training (IHT) dapat meningkat keaktifan dan tanggung jawab peserta/guru dalam menetapkan KKM. di SMA Negeri I Cirebon..3) Terjalinnya kolaborasi antara guru-guru  dengan kepala sekolah sekolah di sekolah binaan dalam rangka peningkatan profesionalisme guru di SMA Negeri I CirebonKata Kunci: Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), In House Traning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MATERI BANGUN RUANG Ujang Tajudin
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24254

Abstract

Mengajar harus menggunakan  metode yang variasi, selain itu guru harus kreatif menerapkan model-model pembelajaran. Model –model pembelajaran antara lain: model pembelajaran kooperatif, inkuiri, dan model pembelajaran konstektual. Dengan cara itu maka pembelajaran akan baik. Penelitian ini berbentuk PTK yang terdiri dari dua siklus Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Cikeusal II Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Cikeusal II Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka  dengan subyek penelitian 20 siswa Dari Penelitian yang telah dilaksanakan melalui 2 Siklus maka disimpulkan sebagai berikut: 1)Penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas VI Semester II Sekolah Dasar Negeri Cikeusal II Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Tahun Pelajaran 2018/2019.2)Motivasi belajar anak akan bertambahKata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Bangun Ruang
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DENGAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK KELAS II SDN REJOSARI 03 SEMARANG Syecha Nurun Nizma; Mei Fita Asri Untari; Muhammad Arief Budiman
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24266

Abstract

Keefektifan Model Pembelajaran Think Talk Write Dengan Media Puzzle Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas II SDN Rejosari 03 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Model Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian yaitu One-Grup Pretest-Posttest design. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan rata-rata skor yang diperoleh saat pretest mencapai 62,86 dan posttest mencapai 85,36. Berdasarkan hasil pada uji t diperoleh harga thitung>ttabel yaitu 10,127 > 1,703, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Think Talk Write (TTW) dengan Media Puzzle Efektif Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Kelas II SDN Rejosari 03 Semarang.Kata Kunci: Keefektifan, Model Pembelajaran, TTW, Think Talk Write, Kemampuan membaca permulaan.
UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MELALUI METODE DISCOVERY LEARNING PADA SISWA Citaningsih Citaningsih
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24268

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang tidak mungkin hidup menyendiri tanpa kehadiran orang lain atau tanpa bergaul dengan orang lain. Hal itu membuktikan bahwa pada hakikatnya manusia memang merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia secara naluriah terdorong untuk bergaul dengan manusia lain, baik untuk menyatakan  keberadaan dirinya, mengekspresikan kepentingannya, menyatakan pendapatnya, maupun untuk memengaruhi orang lain demi kepentingannya sendiri, kepentingan kelompok, atau kepentingan bersama. Berkenaan dengan hal itu, bahasa memegang peranan yang amat penting (Mustakim 1994:1). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu Mendeskripsikan peningkatan Upaya Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Melalui Metode Discovery Learning Pada Siswa Kelas VII G SMP Negeri 1 Kadipaten Kabupaten Majalengka Tahun Pelajaran 2019/2020. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pembelajaran dengan Discovery Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu prasiklus  (36%), siklus I (60%), siklus II (100%). 2) Penerapan model pembelajaran Discovery Learning  mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan model pembelajaran model Discovery Learning sehingga mereka menjadi termotivasiuntuk belajar.Kata kunci: Efektofotas Pembelajaran, Teks Deskripsi, Metode Discovery Learning
Analisis Kesulitan dalam Pembelajaran Matematika Materi Pecahan Siswa Kelas V SDN Tlahab Kendal Meta Fidayanti; Ali Shodiqin; Suyitno YP
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan dalam pembelajaran matematika materi pecahan siswa kelas V SDN Tlahab Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDN Tlahab Kendal dengan mengambil subjek pada penelitian ini yaitu subjek tinggi, subjek sedang, dan subjek rendah. Pengambilan data penelitian ini melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) Subjek tinggi (RFN) tidak memenuhi indikator karena sudah mampu dalam mempelajari konsep, prinsip, dan masalah verbal. (2) Subjek sedang (PNU) memenuhi indikator yaitu indikator kesulitan dalam menyelesaikan masalah verbal, dan tidak memenuhi indikator kesulitan dalam mempelajari konsep, dan menerapkan prinsip karena subjek sudah mampu. (3) Subjek rendah (AW) memenuhi seluruh indikator yaitu indikator kesulitan dalam mempelajari konsep, prinsip, dan masalah verbal. Kata kunci: Kesulitan, Matematika, Pecahan, Sekolah Dasar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC BERBASIS MULTIMEDIA INTERACTIVE VIDEO TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA Ni Luh Indah Noviani; I K. Ardana; MG. Rini Kristiantari
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i1.24317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic berbasis Multimedia Interactive Video terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD N Gugus II Kuta Badung Tahun Ajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan bentuk desain nonequivalent control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester genap di Gugus II Kuta Badung berjumlah 239 orang yang tersebar dalam 7 kelas. Sampel ditetapkan dengan cara random sampling dan didapatkan sampel penelitian yaitu siswa kelas V SD No. 1 Seminyak berjumlah 32 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No. 2 Seminyak berjumlah 35 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda biasa berjumlah 30 butir soal yang sudah divalidasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh  = 4,335 dan  ( pada taraf signifikansi 5%) = 2,000 dengan dk = (32+35-2) = 65. Hal ini berarti  = 4,335 >  2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dilihat dari  rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen = 0,48, sedangkan rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok kontrol = 0,33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic berbasis Multimedia Interactive Video terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD N Gugus II Kuta Badung Tahun Ajaran 2018/2019.Kata Kunci : Visualization Auditory Kinestetic, Multimedia Interactive Video, kompetensi pengetahuan IPA.