cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl.Tanjung Manis, Madiun
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru
ISSN : 27218767     EISSN : 27221067     DOI : -
Core Subject : Education,
Berisi karya ilmiah tentang usaha-usaha pengembangan pendidikan,Hasil dari penelitian dari insan pendidik dan insan yang peduli dengan pendidikan,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 108 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Teks Rekaman Percobaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ponorogo Haryono Haryono
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman Konsep merupakan istilah lain dari prestasi yaitu penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai test atau angka nilai yang diberikan guru. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan. sangat rendah, yakni hanya 16 siswa dari 20 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,78. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Indonesia materi ajar Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 71,72; siklus II 75,16, dan siklus III 80,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Alat Ukur Jangka Sorong Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas XI TPM D SMK Negeri 1 Jenangan Katenan Katenan
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa dalam mata pelajaran Kompetensi Kejuruan khususnya pada kompetensi dasar Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong) sangat rendah, yakni hanya 52,94% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,12. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong) melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas XI TPM D SMK Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Kompetensi Kejuruan kompetensi dasar Menggunakan Peralatan Pengukur Presisi (Jangka Sorong) ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,00; siklus II 74,56, dan siklus III 83,09. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 67,64%, siklus II meningkat menjadi 73,53%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 88,24%.
Peningkatan Penguasaan Konsep Membuat Perencanaan Produksi Massal Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas XII BKP A SMK Negeri 1 Jenangan Nanik Nuryantini, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul di Kelas XII BKP A SMK Negeri 1 Jenangan adalah siswa kurang menguasai konsep Membuat perencanaan produksi massal. Sehubungan materi ajar Kelas XII sebagai materi pada kelas yang paling tinggi, maka permasalahan di atas harus segera ditangani. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan penerapan model Olah Pikir Sejoli (OPS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 1 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Membuat perencanaan produksi massal melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawsan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Membuat perencanaan produksi massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Membuat perencanaan produksi massal dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 69,41, siklus II 77,65, dan siklus III 82,35. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 47,06%, siklus II 73,53% dan siklus III 94,11%.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Bentuk Bangun Datar Sederhana Melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Siswa Kelas III SDN Pleset 2 Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi Tahun 2019/2020 Hardi, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia (BNSP.2007:17). Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Dengan demikian pembelajaran matematika yang kontekstual dan langsung melibatkan siswa berkecimpung di dalamnya akan mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi di SDN Pleset 2 Kelas III, ternyata pemahaman konsep terhadap bangundatar sederhana dalam kategori rendah dengan nilai rerata kelas yang dicapai56 dan masih terdapat 71,43% siswa dinyatakan tidaktuntas belajar, dengan ketetapan standar ketuntasan minimal 70. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 2 siklus.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep bentuk bangun datar sederhana melalui Model Pembelajaran Numbered heads together siswa Kelas III SDN Pleset 2 Tahun Pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Numbered heads together dapat meningkatkan pemahaman konsep bentuk bangun datar sederhana siswa Kelas III SDN Pleset 2 Tahun pelajaran 2019/2020 yang dibuktikan adanya peningkatan nilai rerata setiap siklus yaitu siklus I 65,93 dan siklus II 82,14 serta ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar yakni siklus I 42,85% dan siklus II 85,71%.
Implementasi Kelas Virtual Dengan Google Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Di SMK Negeri 3 Boyolangu Tahun Pelajaran 2020/2021 Wilandari, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi kelas virtual dengan Google Classroom dalam meningkatkan hasil belajar kimia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI-DPIB 1 SMKN 3 Boyolangu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas pembelajaran dan hasil tes siswa pada mata pelajaran kimia. Setelah semua data terkumpul, analisis data dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh aktivitas siswa dalam impelemntasi kelas virtual dengan Google Classroom mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II dengan persentase 92,31% menjadi 94,23%. Sedangkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara klasikal dari 70, 94% pada siklus I menjadi 88,88% pada siklus II. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa implementasi menggunakan kelas virtual dengan Google Classroom dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia di SMKN 3 Boyolangu. Kelas virtual melalui Google Classroom dapat dijadikan solusi dalam pembelajaran daring di tengah wabah pandemi Covid-19.
Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X TEI 2 SMKN 3 Boyolangu Tahun Pelajaran 2020/2021 Eni Sariastuti, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan Aplikasi Google Classroom pada siswa kelas X DPIB 2 SMKN 3 Boyolangu yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui model dengan urutan : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan peresentase hasil belajar siswa dari sebelum tindakan, siklus I sampai siklus II. Pada pra siklus jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 48% atau 14 siswa, meningkat 18% pada siklus I menjadi 66% atau 19. Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat sebanyak 23% menjadi 89% atau 25 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika dikelas X DPIB 2 SMKN 3 Boyolangu tahun 2020/2021.
Metode Pembelajaran Daring Menggunakan Aplikasi Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMKN 3 Boyolangu Tahun Pembelajaran 2020/2021 Farista Ulfah Kartikasari, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona melanda seluruh negara di dunia, termasuk negara Indonesia. Sehingga pembelajaran yang pada awalnya dilakukan secara langsung dan bertatap muka di dalam kelas dialihkan menjadi pembelajaran secara online atau daring. Hal ini juga sesuai dengan permendikbud yang ditetapkan oleh menteri pendidikan Indonesia bahwa untuk menghambat penyebaran virus Corona pembelajaran dialihkan menjadi belajar online atau daring dirumah masing-masing. Di SMKN 3 Boyolangu juga menerapkan metode pembelajaran daring dengan memanfaatkan berbagai macam aplikasi online seperti Zoom, Whatsapp Group, Google Form, dan Voice Note pada mata pelajaran, aplikasi Whatsapp dirasa paling cocok untuk menerapkan pembelajaran daring di SMKN 3 Boyolangu aplikasi tersebut merupakan yang paling banyak digunakan oleh guru karena aplikasi ini sudah familiar digunakan oleh siswa maupun guru sehingga lebih mudah untuk mengaplikasikannya. Penelitian ini dilakukan dengan survei melalui wawancara online menggunakan Google Form kepada seluruh guru di SMKN 3 Boyolangu SMKN 3 Boyolangu. Hasil data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran daring merupakan satu-satunya metode yang dapat diterapkan pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, guru dapat mengevaluasi siswa melalui penugasan untuk mengetahui sampai mana tingkat pemahaman siswa dalam menerima materi yang disampaikan secara online, tetapi sebagian guru juga menilai bahwa pembelajaran daring dirasa kurang efektif karena adanya kendala pada kekuatan sinyal dan fasilitas yang dimiliki oleh siswa berupa gadget atau laptop pribadi, kebiasaan siswa dalam melalkukan belajar daring, hingga pada absensi siswa. Pemanfaatan aplikasi online juga disesuaikan dengan materi apa yang akan disampaikan.
Penggunaan Metode Diskusi Dan Eksperimen Pada Materi Rekayasa Genetika Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XII MIPA 4 Sma Negeri 1 Boyolangu Tahun Ajaran 2016/2017 Heni Sulistawati, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UPTD SMA Negeri 1 Boyolangu dimana peneliti melaksanakan tugas sebagai guru bidang studi biologi. Objek penelitian adalah siswa kelas XII MIPA 4 bidang studi biologi materi pokok Rekayasa Genetika di UPTD SMA Negeri 1 Boyolangu tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 40 siswa. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu mulai bulan Februari sampai dengan Maret 2017 pada Semester II. Prestasi belajar bidang studi biologi sebelum siklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 67,48 Siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 71,63 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,1. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode diskusi dan eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar bidang studi biologi pada siswa kelas XII MIPA 4 UPTD SMA Negeri 1 Boyolangu Tahun Pelajaran 2016/2017 secara signifikan. Setelah pembelajaran dilaksanakan dengan penggunaan Metode diskusi dan eksperimen, banyak siswa yang merasakan manfaatnya sehingga dapat mengikuti pelajaran dengan penuh semangat dan bergairah dan berdasarkan hasil pengamatan terdapat peningkatan pemahaman dan prestasi belajar. Dengan menggunakan metode yang variatif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode diskusi dan eksperimen ini sangat efektif diterapkan kepada siswa kelas XII MIPA 4 Tahun Ajaran 2016/2017 dalam bidang studi biologi materi pokok rekayasa genetika. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya secara signifikan.
Pembelajaran Kontekstual Pada Materi Direct And Indirect Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas XI TKR-1 Semester II SMKN 3 Boyolangu Tahun Pelajaran 2020 / 2021 Hanggar Susilawati, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kontekstual sangat cocok diterapkan di era pendidikan sekarang yang lebih mengarah pada kontekstual, bermakna dan menyenangkan. Pembelajaran kontekstual ini diberikan dalam materi Direct and indirect bagi siswa kelas XI TKR-1 semester 2 SMKN 3 Boyolangu karena mampu mengaitkan pengajaran pada konteks yang berbeda-beda. Secara teknis pembelajaran kontekstual menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks seperti rumah, sekolah, dan masyarakat. Berdasarkan kelebihan yang telah dipaparkan, pembelajaran kontekstual pada materi Direct and indirect akan mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas XI TKR-1 semester 2 SMKN 3 Boyolangu. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa skor rata-rata aktifitas siswa pada siklus I masih rendah (1.69 s/d 2.20). belum ada kelompok yang mencapai skor 3. Sedangkan pada siklus II aktifitas siswa telah meningkat, dimana ada 6 kelompok yang mencapai skor aktifitas 3.00. Hanya 2 kelompok yang mencapai skor 2.90 pada aspek ketelitian dan presentasi. Jadi pada siklus II aktifitas siswa telah mencapai keaktifan dengan derajat yang tinggi (lebih dari 75 % yang mencapai skor tertinggi 3.00). Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan materi expressions yang diterapkan pada siswa kelas XI TKR-1 semester 2 SMKN 3 Boyolangu sangat berpengaruh terhadap prestasi hasil belajar siswa. Minat serta efektifitas peran serta siswa meningkat pada saat proses pembelajaran Bahasa Inggris berlangsung.
Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Menggunakan Media Focusky Pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan Gedung Di SMK Negeri 3 Boyolangu Siswa XI KGSP 2 Semeseter Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 Sri Winarsih, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 3 (2021): Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan pelaksanaan kegiatan mengajar guru; (2) peningkatan kegiatan belajar siswa; dan (3) peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan media Focusky pada mata pelajaran konstruksi bangunan gedung kelas XI KGSP-2 di SMK Negeri 3 Boyolangu. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berhenti pada siklus ke 2, karena target peningkatan hasil belajar sebanyak 75% siswa memperoleh nilai lebih dari standar KKM sekolah, yakni ≥ 75 telah tercapai. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas XI KGSP-2 SMK Negeri 3 Boyolangu tahun ajaran 2019/2020. Instrumen pengambilan data yang digunakan terdiri dari lembar observasi dan lembar tes hasil belajar siswa. Hasil analisa data yang dilakukan, menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan kegiatan mengajar guru pada siklus 1 memperoleh skor rata-rata 3,45 dengan kategori cukup baik, setelah dilakukan refleksi dapat meningkat pada siklus 2 sehingga memperoleh skor rata-rata 4,11 dengan kategori baik; (2) kegiatan belajar siswa pada siklus 1 memperoleh skor rata-rata 3,46 dengan kategori cukup aktif, setelah dilakukan refleksi dapat meningkat pada siklus 2 sehingga memperoleh skor rata-rata 3,93 dengan kategori aktif; serta (3) hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus 1 memperoleh skor rata-rata 81,00 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa (55,56%) dengan kategori sedang, kemudian pada siklus 2 terjadi peningkatan sehingga memperoleh skor rata-rata 81,16 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa (86,11%) dengan kategori sangat tinggi.

Page 7 of 11 | Total Record : 108