cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl.Tanjung Manis, Madiun
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru
ISSN : 27218767     EISSN : 27221067     DOI : -
Core Subject : Education,
Berisi karya ilmiah tentang usaha-usaha pengembangan pendidikan,Hasil dari penelitian dari insan pendidik dan insan yang peduli dengan pendidikan,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 108 Documents
Peningkatan Prestasi Belajar IPS Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Perjuangan Para Tokoh Pejuang Pada Penjajahan Belanda Dan Jepang Melalui Pembelajaran Tipe Group Investigation Pada Siswa Kelas V SDN 1 Tahunan Tegalombo Pacitan Semester II Tahun Pelajaran Kusnariyanto, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyadari akan pentingnya penggunaan model pembelajaran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat berbagai kebijakan. Kebijakan tersebut diantaranya adalah peningkatan mutu guru melalui berbagai penataran maupun pelatihan, adanya proyek peningkatan mutu melalui droping pendidikan ke setiap jenjang sekolah tentu harus diikuti dengan pengembangan model pembelajaran sesuai dengan karakteristik media. Berdasarkan kenyataan yang ada, tingkat keterampilan siswa Kelas V dalam hal menguasai materi tentang perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor kelas hanya mencapai 58,75. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 58,33% atau 14 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang melalui strategi pembelajaran Group Investigation pada siswa Kelas V, SDN 1 Tahunan Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Group Investigation dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,67; siklus II 75,83; dan siklus III 81,67. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 66,67%, siklus II 83,33%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Tentang Peristiwa Penting Yang Dialami Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Siswa Kelas I SDN Kutukulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Murti, S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial diharapkan dapat membuat siswa benar-benar mampu menguasai kenyataan, bukan menguasai teori saja. Pada kenyataannya Ilmu Pengetahuan Sosial pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada kompetensi dasar Menceritakan kembali peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan keluarga sangat rendah, yakni 66,67% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Examples Non Examples. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Examples Non Examples diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menceritakan kembali peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menceritakan kembali peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan keluarga melalui metode Examples Non Examples pada siswa Kelas I SDN Kutukulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Peranan Model Pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan Ilmu Pengetahuan Sosial ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,67; siklus II 80,00; dan siklus III 86,67. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 33,33%, siklus II 66,67%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Mengenai Kebutuhan Tubuh Melalui Metode Modeling The Way Siswa Kelas I SDN 1 Karangan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Sulami, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran pada jenjang Sekolah Dasar yang merupakan prasyarat yang harus dipenuhi dalam penentuan kenaikan kelas. Oleh karena itu siswa wajib mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yakni 75. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada kompetensi dasar Mengidentifikasi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memiliki hasil belajar Mengidentifikasi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Mengidentifikasi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat melalui metode Modeling the Way pada siswa Kelas I SDN 1 Karangan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Peranan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,50; siklus II 76,00; dan siklus III 83,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 70,00%, siklus II 90,00%, siklus III 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada kompetensi dasar Mengidentifikasi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat.
Peningkatan Hasil Belajar Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Siswa Kelas VI SDN Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Sarimun, , S.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar yang berkembang di kelas umumnya ditentukan oleh peran guru dan siswa sebagai individu-individu yang terlibat langsung di dalam proses tersebut. Prestasi belajar siswa itu sendiri sedikit banyak tergantung pada cara guru menyampaikan pelajaran pada anak didiknya. Oleh karena itu kemampuan serta kesiapan guru dalam mengajar memegang peranan penting bagi keberhasilan proses belajar mengajar pada siswa. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara prestasi belajar siswa dengan metode mengajar yang digunakan oleh guru. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik melalui metode Two Stay Two Stray pada siswa Kelas VI, melalui metode Two Stay Two Stray Siswa Kelas VI SDN Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam meningkatkan kemampuan Matematika ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 70,00; siklus II 75,48; dan siklus III 79,76. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 61,91%, siklus II 76,19%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan dan hasil belajar Matematika pada kompetensi dasar Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik.
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Tentang Drama Pendek Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas VI SDN 3 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Tukimun. S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan sangat rendah, yakni hanya 50,00% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,08. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2x35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas VI, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan hasil belajar Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan melalui metode Elaborasi Siswa Kelas VI SDN 3 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 67,91; siklus II 75,42, dan siklus III 81,25. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 79,17%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Mengapresiasikan Hasil Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pendekatan Kontekstual Model Visual Activities Learning Dalam Kegiatan Pengajaran Penjaskes Pada Kelas XI-IPA-3 Semester Ganjil Di Sma Negeri 2 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018 Pramujo Budiarto. S.Pd. M.Or
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan kegiatan guru, aktivitas siswa dalam pemblajaran adalah siswa aktif menyajikan hasil pengamatan pada kelompok Visual Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan kegiatan siswa untuk membaca, demonstrasi, memperhatikan dan melakukan percobaan) (12,5%). Diakhir pembelajaran guru memberikan kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil kuis pada siklus 2 terdapat Mengefektifitaskan dari 26 siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 menjadi 28 siswa yang tuntas. Hal ini dapat dilikat pada kegiatan penelitian Pada Siklus I ini dari hasil prestasi belajar siswa diperoleh Secara Rata rata didapatkan sebesar 67,63 dengan preosentase sebesar 67,63%. Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentunkan sebesar 70 (70%). Maka dalam kaitanya dengan penelitian ini masih belum tuntas, dan perlu dilakukan penelitian berikutnya pada siklus ke II. Pada Siklus II ini dari hasil prestasi belajar siswa diperoleh Secara Rata rata didapatkan sebesar 69,69 dengan preosentase sebesar 69,69%. Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentunkan sebesar 70 (70%). Maka dalam kaitanya dengan penelitian ini masih belum tuntas, dan perlu dilakukan penelitian berikutnya pada siklus ke III. Pada Siklus III ini dari hasil prestasi belajar siswa diperoleh Secara Rata rata didapatkan sebesar 76,94 dengan preosentase sebesar 76,94%. Hal ini masih berada di Atas KKM yang telah ditentunkan sebesar 70 (70%). Maka dalam kaitanya dengan penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil.. Untuk itu guru dalam mengaitkan pelajaran sekarang dengan sebelumnya berusaha dibuat nyata, dengan tidak mengabaikan pengetahuan awal siswa sebelumnya. Sehingga aktivitas siswa dalam proses pembelajartan menjadi efektif.
Meningkatkan Hasil Belajar Tema 5 Semangat Kebhinneka Tunggal Ikaan Dengan Menggunakan Model Role Reversal Question Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Alani Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 Edy Munarto Tunggul, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi awal ditemukan kondisi tentang rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan penerapan model pembelajaran yang berpusat pada guru, murid hanya pasif, duduk diam untuk menerima transfer belajar dari guru. Permasalahan ini dicoba diatasi dengan penerapan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri, dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penerapan model pembelajaran kontekstual dengan Model Active learning Tipe Role Reversal Question dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan dan soal tes. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK yang terdiri dari dua siklus tindakan. Data yang diberikan meliputi data kegiatan belajar, data hasil observasi unjuk kerja, data hasil tes tulis, data pembelajaran kontekstual dengan Model Active learning Tipe Role Reversal Question. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar Tema 5 Siswa Kelas VI SD Negeri Alani sangat baik. Pada tahap pra tindakan nilai rata-rata kelas 48,2. Nilai tertinggi 75, nilai terendah 30. Setelah dilakukan tindakan siklus 1 nilai rata-rata kelas menjadi 57, nilai tertinggi 83 nilai terendah 35, ada 7 siswa (21%) yang tuntas belajar dan 27 siswa (79%) tidak tuntas belajar. Pada tindakan siklus 2 nilai rata-rata kelas yang berhasil dicapai adalah 81,3. nilai tertinggi 100 nilai terendah 60. Siswa yang berhasil mencapai daya serap 70 mencapai 91%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Active learning Tipe Role Reversal Question terbukti dapat meningkan hasil belajar siswa berupa peningkatan hasil belajar pada siklus 1 dan 2 pada Siswa Kelas VI SD Negeri Alani.
Peningkatan Minat Dan Hasil Pembelajaran Matematika Materi Berlatih Hitung Campur Melalui Metode Diskusi Kelompok Siswa Kelas IV-A SDN Sumbersuko 1 Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021 Nawasis, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masalah rendahnya minat dan hasil belajar siswa kelas IV-A SDN Sumbersuko 1 khususnya pada mata pelajaran Matematika, dilihat dari ketuntasan nilai individu diperoleh hasil bahwa dari 25 siswa hanya 6 siswa (24,00%) yang telah mencapai KKM (70). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A SDN Sumbersuko 1 yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi siswa, dokumentasi serta tes hasil belajar di setiap siklusnya. Selanjutnya data dianalisis dengan cara analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan minat siswa, dimana minat siswa pada studi awal 10 siswa atau 40,00%, pada siklus I naik menjadi 17 siswa atau 68,00%, dan pada siklus II menjadi 25 siswa atau 100%. Hal tersebut didukung pula oleh hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal 55,60, pada siklus I naik menjadi 67,60, dan pada siklus II menjadi 78,80, dengan tingkat ketuntasan belajar pada studi awal sebanyak 6 siswa (24,00%), pada siklus I menjadi 15 siswa atau 60,00%, serta pada siklus II menjadi 23 siswa atau 92,00%, dan secara keseluruhan semua kriteria keberhasilan pembelajaran telah tercapai pada siklus II. Kesimpulannya adalah penggunaan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas IV-A SDN Sumbersuko 1 Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021 pada pelajaran matematika materi berlatih hitung campur.
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Materi Hakikat Hak Asasi Manusia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 Arfiyanti Fadilah, S.Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran PKn dalam penyampaian materi yang dilakukan guru dengan konvensional yang membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan berujung pada rendahnya hasil belajar siswa.Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas maupun hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw.Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 JemberTahun Pelajaran 2018/2019 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi.Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dimana pada kondisi awal hanya ada 10 siswa atau 40,00%, pada siklus I meningkat menjadi 20 siswa atau 66,67%, dan pada siklus II meningkat menjadi 30 siswa atau 100%. Peningkatan aktivitas belajar siswa berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa pada setiap siklusnya, dimana pada kondisi awal nilai rata-rata yang dicapai siswa sebesar 58,00, pada siklus I menjadi 68,67, dan pada siklus II menjadi 78,67. Hal tersebut juga dibuktikan dengan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal, dimana pada kondisi awal hanya terdapat 8 siswa atau 26,67%, pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa atau 63,33%, dan pada siklus II menjadi 27 siswa atau 90,00%. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Soal Evaluasi Melalui Kegiatan KKG Di SDN Sumbersuko 1 Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2020/2021 Syarifah Nuril Fadlilah,S. Pd.
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 2 No 2 (2021): Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan bentuk butir soal merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam menyiapkan bahan ulangan harian, ujian semester, ujian sekolah dan lainnya terutama dalam pembuatan soal-soal di RPP. Di sisi lain guru sebagian besar belum biasa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada (bank soal). Hasil penelitian pada siklus I tingkat kemampuan diketahui bahwa dari 11 guru mapel terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 6, pada aspek kaidah penulisan soal 4; dan pada kesesuaian materi terdapat 2 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 12, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 5 atau (46%), pada aspek kaidah penulisan soal 7 atau (62%); dan pada kesesuaian materi terdapat 9 atau (77%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 21 atau (62%). Pada Siklus II diketahui terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 2, pada aspek kaidah penulisan soal 0; dan pada kesesuaian materi terdapat 0 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 2, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 9 atau (77%), pada aspek kaidah penulisan soal 11 atau (100%); dan pada kesesuaian materi terdapat 11 atau (100%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 31 atau (92%). Penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan adanya perubahan sekolah yang sangat baik, diantaranya meningkatnyakompetensi guru ke arah yang lebih baik dalam penyusunan butir soal.

Page 6 of 11 | Total Record : 108