cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl.Tanjung Manis, Madiun
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru
ISSN : 27218767     EISSN : 27221067     DOI : -
Core Subject : Education,
Berisi karya ilmiah tentang usaha-usaha pengembangan pendidikan,Hasil dari penelitian dari insan pendidik dan insan yang peduli dengan pendidikan,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 108 Documents
Peningkatan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Dengan Materi Pelajaran Peninggalan Hindu Di Indonesia Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SD Negeri Losari 2 Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020. Siwi Edy Wahyuni
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 1 (2022): Vol 3 No. 1 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mencapai Tujuan Pembelajaran Khusus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar, khususnya di SD Negeri Losari 2 Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan masih banyak mengalami kesulitan. Hal ini terlihat dari masih rendahnya nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dibandingkan dengan nilai beberapa mata pelajaran lainnya. Oleh sebab itu penggunaan metode pembelajaran dirasa sangat penting untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan penerapan Metode Demonstrasi maka Pada Siklus I data nilai ulangan harian dimana dalam proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 61,52 (61,52%) dari 17 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 0 siswa dengan prosentase 0 % dan yang tidak tuntas sebanyak 17 siswa dengan tingkat prosentase 100 %. Pada Siklus II data nilai ulangan harian dimana dalam proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 68,47 ( 68,47%) dari 17 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 21 siswa dengan prosentase 64,70 % dan yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa dengan tingkat prosentase 41,17%. Pada Siklus ke III nilai ulangan harian dimana dalam proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 86,52 (86,52%) dari 17 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 15 siswa dengan tingkat prosentase 100%. Akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Hal inilah yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa dengan adanya efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran Pembelajaran Demonstrasi itu lebih tepat diterapkan pada semua mata pelajaran.
Peningkatan Motivasi Belajar IPA Pada KD Macam Macam Pengalaman Dengan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia Pada Siswa Kelas I Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019 Bibit Suprapti
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 1 (2022): Vol 3 No. 1 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan Penggunaan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap keterampilan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang keterampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti belajar Ilmu Pengetahuan Sosial jika belajar Ilmu Pengetahuan Sosial menggunakan keterampilan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kompetensi Dasar Macam macam pengalaman pada Siswa Kelas I Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Penerapan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pokok Bahasa Macam macam pengalaman pada Siswa Kelas I Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019. berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2.Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Penerapan Metode Experiential Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Bahasa Indonesia Materi Apresiasi Puisi Pada Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Ngawi Panti Rusmiyati
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 1 (2022): Vol 3 No. 1 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil pembelajaran puisi sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi ternyata masih belum banyak siswa yang memiliki ketuntasan belajar yang rendah. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menerapkan metode experiential learning untuk meningkatkan prestasi bahasa Indonesia materi apresiasi puisi pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Ngawi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngawi Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngawi. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan selama 2 bulan yakni bulan Januari sampai dengan Februari 2020. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Ngawi. Jumlah siswa dalam kelas tersebut sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa rata-rata aktivitas siswa mengalami peningkatan. Disamping itu metode experiential learning telah terjadi peningkatan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar dari siklus I hingga siklus II. Peningkatan kemampuan mengapresiasi puisi tersebut diindikasikan angka ketuntasan mengalami peningkatan, yakni yakni jika refleksi awal sebanyak 50% siswa maka pada siklus I mengalami kenaikan menjadi 72% siswa dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 91% siswa. Dengan hasil ini maka dapat dikatakan bahwa metode experiential learning efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Peningkatan Prestasi PPKn Materi Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara Dan Pandangan Hidup Bangsa Melalui Metode Cooperatif Script Pada Siswa Kelas IX H Di SMP Negeri 1 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 20192020 Heri Hastuti
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 1 (2022): Vol 3 No. 1 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PPKn materi perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa melalui Metode Cooperatif Script pada siswa kelas IX H Di SMP Negeri 1 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? Tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar PPKn materi perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa melalui Metode Cooperatif Script pada siswa kelas IX H Di SMP Negeri 1 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode Cooperatif Script adalah salah satu cara mengajar, di mana guru melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaulasi oleh guru. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX H di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ngawi Kabupaten Ngawi. Penerapan Metode Cooperatif Script dapat meningkatkan motivasi belajar PPKn materi perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa pada siswa kelas IX H Di SMP Negeri 1 Ngawi, terbukti rata-rata hasil belajar meningkat dari siklus I, II, dan III yaitu masing-masing 74,22, 82,50 dan 88,28, sedangkan dari ketuntasan belajar secara klasikal meningkat dari siklus I (71,88 %), pada siklus II (81,25 %), dan pada siklus III (90,63 %), Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Kolaborasi Pembelajaran Quantum Teaching Dan Snowball Throwing Siswa Kelas VI SDN 02 Rejomulyo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019 Darmoko Darmoko
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No. 2 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal terhadap proses pembelajaran IPA di SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun, diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran, guru belum memberdayakan seluruh potensi dirinya sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Pembelajaran IPA yang berlangsung, juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran yang terpusat kepada guru. Kondisi demikian tentu membuat proses pembelajaran hanya dikuasai guru. Akibatnya proses pembelajaran berlangsung kurang menarik sehingga ada kecenderungan motivasi belajar IPA siswa rendah. Dampak yang paling parah adalah rendahnya daya serap siswa sehingga nilai hasil belajar IPA siswa pada umumnya rendah. Terkait belum optimalnya hasil belajar IPA siswa SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun, maka penulis berupaya untuk menerapkan pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing secara kolaborasi sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kerangka rancangan pembelajaran Quantum Teaching menggunakan istilah TANDUR, yaitu : Tumbuhkan minat, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Dalam kerangka rancangan tersebut dimasukkan pembelajaran Snowball Throwing. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penilaian setelah proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil tes pada siklus I : 71,11 dan pada siklus II : 81,67. Sedangkan pencapaian ketuntasan belajar individu pada siklus I sebesar 55,56% dan siklus II sebesar 88,89%. Terjadinya hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa : “ada peningkatan hasil belajar IPA melalui kolaborasi pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing siswa Kelas VI SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun tahun pelajaran 2018/2019”, dapat diterima kebenarannya.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Mata Pelajaran Bimbingan Konseling Melalui Visual Activities Learning Model Pada Siswa Kelas IX-B Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 Juliati Juliati
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No. 2 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning Model dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada Materi Bimbingan hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,31%. Pada Siklus I hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (76,75%) dan sedang sebanyak 4 (12,91%) serta sebanyak 4 (12,91%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 12 (38,71%), yang memiliki perhatian sebanyak 6 (19,36%) dan perhatian kurang 13 (41,94%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Visual Activities Learning Model dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Bimbingan Konseling. Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning Model tersebut Belum dinyatakan Tuntas. Maka perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus yang ke 2. Pada Siklus II yang memiliki hasil data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 26 (83,87%) dan sedang sebanyak 2 (6,46%) serta sebanyak 2 (6,46%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 25 (80,65%), perhatian orang tua sebanyak 4 (12,91%) dan perhatian kurang 2 (6,46%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Visual Activities Learning Model dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Bimbingan Konseling. Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning Model tersebut dinyatakan Tuntas. Maka tidak perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut di atas, hipotesis yang dianjurkan dalam penelitian tindakan kelas ini : “Jika kegiatan Bimbingan Konseling menggunakan metode Visual Activities Learning Model pada Materi Bimbingan Mendiskripsikan Pilihan Karir Setelah Lulus SMP-MTs pada pelajaran Bimbingan Konseling prestasi belajar siswa dapat meningkat”, dapat di terima.
Pemanfaatan Model Pembelajaran Modifikasi Numbered Head Together Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 Nur Endrawati
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No. 2 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi yang diharapkan dari pokok bahasan ini adalah kemampuan menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia. Pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 66.56 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 32 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Dan Pada Siklus II didapatkan nilai rata-rata siswa adalah 92.66 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 100. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Dari siklus 2 ini dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran telah berhasil mencapai apa yang sudah ditargetkan. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapakan yaitu adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang ditunjukkan dengan peningkatan kualitas prestasi siswa secara menyeluruh. Ditinjau dari hasil belajar yang ditunjukkan oleh nilai test pada siklus 1 dan 2, maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran ini sudah berhasil. Kekurangan yang terdapat pada Siklus 1, sudah diperbaiki pada siklus 2. sehingga pada saat observasi dan refleksi pada siklus 2, sudah diperoleh gambaran yang menunjukkan peningkatan kualitas belajar siswa. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan diberikan perlakuan-perlakuan tertentu yang sesuai dengan materi pokok bahasan yang harus dipelajari oleh siswa. Hal ini juga nampaknya dipengaruhi oleh gairah beljar yang dimiliki, karena model pembelajaran yang monoton saja akan membuat siswa bosan dan menganggap proses pembelajaran bukanlah suatu hal yang menarik. Kegairahan belajar siswa juga ditunjukkan dengan partisipasi mereka yang meningkat selama diskusi berlangsung, ataupun juga kesiapan pada saat mereka harus saling bertukar peran. Kasus di atas terdiri dari dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subyek (dalam hal ini adalah para murid) mendapat pengukuran yang sama yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Sehingga dinyatakan Tuntas.
Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Emotional Activities Learning Pada Siswa Kelas IX-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Siti Hariyati
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No. 2 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Emotional Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan minat dan perhatian siswa) berpengaruh terhadap hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan diterapkannya metode Emotional Activities Learning? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Emotional Activities Learning terhadap hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata Belajar Ilmu Pengetahuan Alam setelah diterapkannya Emotional Activities Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IX-A Semester Genap di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (62,25%), siklus II (72,18%), siklus III (77,18%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode Emotional Activities Learning dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX-A Semester Genap di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Sehingga dalam kegiatan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Peranan Metode Active Knowledge Sharing Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas IX-E Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Subianti Subianti
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No. 2 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode Active Knowledge Sharing Learning diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep perubahan benda yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode Active Knowledge Sharing Learning? (b) Bagaimanakah pengaruh metode Active Knowledge Sharing Learning terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode Active Knowledge Sharing Learning. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode Active Knowledge Sharing Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IX-E Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi pada Tahun Pelajaran 2019/2020.. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (69,66%), siklus II (74,53%), siklus III (83,09%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Active Knowledge Sharing Learning dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas IX-E Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi pada Tahun Pelajaran 2019/2020. serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris. Sehingga dalam pelaksanaan Penelitian dapat dinyatakan Berhasil atau Tuntas.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Di SMPN 8 Madiun Tahun Ajaran 2019/2020 Indah Sri Wahyuni
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No. 2 (2022)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 8 Madiun yang menunjukkan terdapat siswa yang tingkat motivasi belajarnya rendah. Melalui layanan bimbingan kelompok diharapkan motivasi belajar siswa inidapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaranmotivasi belajar siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok, untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok, dan untuk mengetahui apakah motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling dengan melaksanakan dua siklus. Subyek penelitian ini yaitu 10 siswa kelas IX SMP Negeri 8 Madiun yang terdiri atas 8 siswa bermotivasi belajar rendah dan 2 siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, agar terjadi dinamika kelompok. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, skala motivasi belajar dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif persentase dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sebelum memperoleh perlakuan berupa bimbingan kelompok, sebesar 44,4% kategori rendah. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok pada sikus I, motivasi belajar siswa meningkat menjadi kategori sedang sebesar 65%. Sedangkan pada siklus IImotivasi belajar siswa terus meningkat menjadi kategori tinggi dengan perolehan sebesar 74%. Hal ini menunjukkan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa Kelas IX diSMP Negeri 1 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwasebelum diberikan layanan bimbingan kelompok motivasi belajar siswa sebesar 44,4% kategori rendah. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok pada siklusI motivasi belajar siswa sebesar 65% kategori sedang dan pada siklus II motivasi belajar siswa sebesar 74%. Sehingga terjadi peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah diadakan layanan bimbingan kelompok. Saranyang dapat diberikan yaitu hendaknya guru pembimbing lebih mengembangkan layanan bimbingan kelompok untuk membantu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

Page 9 of 11 | Total Record : 108