cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl Tanjung Manis
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM)
ISSN : 27453790     EISSN : 27453820     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) dikelola dan diterbitkan oleh APKS (Asosisasi Profesi dan Keahlian Sejenis) PGRI Kota Madiun untuk mempublikasikan karya ilmiah dibidang pendidikan dan pembelajaran demi terwujudnya pendidikan yang maju yang mampu menjawab tuntutan dan perkembangan jaman
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Improve Dapat Meningkatkan Prestasi IPS Tokoh Sejarah Masa Hindu-Budha Siswa Kelas V Di SDN Ringinanom Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Marinah, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 No.1 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dalam menghargai jasa dan peranan tokoh pada siswa kelas V, di Sekolah Dasar Negeri Ringinanom, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi dengan diterapkannya Model Pembelajaran Improve? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dalam menghargai jasa dan peranan tokoh pada siswa kelas V, di Sekolah Dasar Negeri Ringinanom, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi dengan diterapkannya Model Pembelajaran Improve. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V, Di SDN Ringinanom, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan ketuntasan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (75,33%), siklus II (80,33%), siklus III (87,33%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Improve dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas V, Di SDN Ringinanom, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Penjaskes Dalam Sepak Bola Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 2 Karangjati Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Sukadi, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 No.1 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Role Playing diharakan dapat mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang disajikan oleh guru. Sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar Penjasorkes dalam mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan sepak bola melalui Model Pembelajaran Role Playing pada Siswa Kelas VII B di SMP Negeri 2 Karangjati, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui peningkatan prestasi belajar Penjasorkes dalam mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan sepak bola melalui Model Pembelajaran Role Playing pada Siswa Kelas VII B, di SMP Negeri 2 Karangjati, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII B di SMP Negeri 2 Karangjati, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian ini yaitu adanya peningkatan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar klasikal dalam setiap siklus. Nilai rata-rata pada siklus I yaitu 69,17 menjadi 78,00 pada siklus II dan 85,33 pada siklus III, dan prosentase ketuntasan belajar klasikal siklus I yaitu 56,67% menjadi 80,00% pada siklus II dan 86,67 pada siklus III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Model Pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan prestasi belajar Penjasorkes dalam mempraktekkan gerak dasar permainan sepak bola siswa Kelas VII B tahun pelajaran 2019/2020 di di SMP Negeri 2 Karangjati, Kabupaten Ngawi. Saran dari penelitian ini adalah bagi guru dan peneliti selanjutnya yaitu jika ingin menerapkan Model Pembelajaran Role Playing sebaiknya diersiapkan sebelumnya dengan sungguh-sungguh agar hasilnya dapat maksimal.
Peningkatan Prestasi Siswa IPA Materi Gerakan Bumi Dan Bulan Melalui Metode Snow Ball Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018 Tri Muhayati, S. Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 No.1 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas guru adalah menumbuh kembangkan modalitas siswa dengan metode pembelajaran snow ball, sebab kenyataan di lapangan nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam relatif masih rendah. Dengan rendahnya nilai tersebut berarti Siswa mengalami kesulitan belajar yang mendasar. Karena rendahnya prestasi belajar ini merupakan salah satu indikasi bahwa Siswa Kelas VI Semester II mengalami kesulitan belajar yang serius. Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut : 1) Apakah metode pembelajaran snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. 2) Bagaimana metode pembelajaran snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian di atas maka hipotesis tindakan dalam Penelitian ini adalah : "metode pembelajaran snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri". Berdasarkan hasil penelitian dan hasil belajar maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran snow ball yang diterapkan guru dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam materi Gerakan Bumi dan Bulan Siswa Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, sebelum penelitian rata-rata 65,00, Siklus I 78,33 Siklus II mencapai rata-rata 89,17 maka ada peningkatan dibanding sebelum penelitian sebesar 24,17 ada peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan kesimpulan diatas maka agar prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VI meningkat disarankan memberi metode pembelajaran snow ball kepada siswa, sehingga materi pelajaran dapat diserap dengan maksimal.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Dengan Penerapan Project Based Learning Di SD Negeri Inpres Kayobunga Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 Mutia Sabbok, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 No.1 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa Saat ini penting kiranya siswa mulai diberikan keluasan untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman atas informasi yang diperoleh dari penemuan-penemuan atau eksperimen-eksperimen yang mereka buat. Dan tentunya akan menambah daya kreatifitas siswa di kelas. Karena itu perlu adanya suatu formulasi yang membawa siswa pada tingkat kreatifitas yang lebih. dengan waktu yang cukup, sesuai dengan waktu yang di gunakan untuk satu konsep bahasan, demi tercapainya kurikulum yang sudah ditetapkan di sekolah juga penggunaan media dan model yang tidak terlalu sulit dapat mempermudah siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model project based learning, yang selanjutnya disebut pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk Menerapan model Project Based Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri Inpres Kayobunga Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SD Negeri Inpres Kayobunga kelas IV dengan jumlah siswa 20 orang. Objek penelitian ini adalah pembelajaran Iman kepada malaikat di kelas IV yang meliputi kegiatan guru dan siswa serta hasil belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Waktu penelitian digunakan dalam penelitian ini pada bulan Agustus sampai Oktober 2018, semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Iman kepada malaikat yang terdiri dari 3 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Iman kepada malaikat dengan model Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Inpres Kayobunga.
Peningkatan Profesionalisme Guru Dalam Prosesbelajar Mengajar Melalui School Based Inset Di SDN Bendelan 2 Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 Sukir, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 No.1 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan pendidikan, terkait dengan status guru sebagai pelaksanaan pendidikan yang berhadapan langsung dengan siswa ketika proses belajar berlangsung. Dalam hal ini diperlukan tenaga pengajar yang baik dan bermoral tinggi, seperti yang dikemukakan oleh Hadari Nawawi dalam bukunya yang berjudul “ Administrasi pendidikan,” bahwa guru sebagai suatu profesi, menuntut keahlian dan profesi khusus dalam bidang pendidikan dan pengajaran, sifat keahlian itulah yang memberikan bagi mereka dalam kehidupan masyarakat. Berdasar pada pendahuluan diatas maka rumusan masalah penelitian tindakan sekolah ini adalah: 1). Bagaimana penyelenggaraan School Based Inset sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru dalam KBMdiSDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 ? 2). Bagaimana peranan School Based Inset sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru dalam KBMdiSDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020? 3). Apakah ada perbedaan yang signifikan pada penyelenggaraan School Based Inset untuk meningkatkan profesional guru dalam prosesbelajar mengajar di SDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 Hasil Penelitian tindakan sekolah mulai siklus I dan siklus II dapat disimpulkan sebagai berikut: 1). School Based Inset di SD Negeri Bandelan 2 kecamatan Binakal kabupaten Bondowoso menjadi instrumen yang sangat penting guna memajukan sistem pengajaran di kelas. 2). School Based Inset mempunyai peranan penting bagi upaya peningkatan profesional guru dalam kegiatan belajar mengajar, sebab menjadikan guru lebih maju, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih modern. 3). Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diadakan School Based Inset dengan rata-rata prosentase pada siklus I 63,00%, dan rata-rata prosentase pada siklus II sebesar 84,00% sehingga dapat membuktikan bahwa School Based Inset dapat meningkatkan profesionalisme guru.
Peningkatan Kemampuan Menelaah Struktur Dan Kebahasaan Fabel Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Pembelajaran Modeling The Way Siswa Kelas VII H SMP Negeri 3 Ponorogo Erlin Setyowati Rahayu, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 1 (2021): Volume 2 No.1 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Menelaah struktur dan kebahasaan fabel sangat rendah, yakni 43,75% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,47. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan metode pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan metode pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menelaah struktur dan kebahasaan fabel. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menelaah struktur dan kebahasaan fabel melalui metode pembelajaran Modeling the Way pada siswa Kelas VII H SMP Negeri 3 Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan metode pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,81; siklus II 76,41; dan siklus III 80,94. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 75,00%, siklus II 90,63%, siklus III 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran Modeling the Way dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kompetensi dasar Menelaah struktur dan kebahasaan fabel.
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Sejarah Perumusan Dan Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Pendekatan Berbasis Aktivitas Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit Drs. Djoko Sugihartono
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 2 (2021): Volume 2 No.2 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada materi ajar tentang sejarah dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, yakni nilai rerata 54,05. Permasalahan ini muncul ditengarai karena materi ajar kurang kontekstual, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang digunakan bersifat konvensional serta rendahnya motivasi karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Berbasis Aktivitas dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep tentang sejarah dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang sejarah dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara melalui pendekatan Berbasis Aktivitas pada siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan model pembelajaran Berbasis Aktivitas dalam meningkatkan hasil belajar siswa ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 73,10; siklus II 75,24, dan siklus III 79,52. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 76,19%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 95,24%.
Peningkatan Prestasi Belajar Memahami Pelaksanaan Otonomi Daerah Melalui Model Pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle) Siswa Kelas IX.A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017 Budi Priyono
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 2 (2021): Volume 2 No.2 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar atau perolehan belajar dapat didefinisikan sebagai penggambaran tingkat penguasaan siswa yang diukur berdasarkan jumlah skor ataupun prosentase jumlah skor jawaban benar atas soal tes yang disusun berdasarkan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Model learning cycle berorientasi pada pengembangan pribadi untuk berhubungan dengan orang lain, berperan aktif dalam proses demokrasi, dan bekerja produktif dalam kelompoknya. Peran guru dalam learning cycle adalah sebagai konselor, pembimbing dan pemberi saran/kritik yang bersahabat. Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: Adakah peningkatan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada standar kompetensi memahami pelaksanaan otonomi daerah dengan pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar (learning cycle) siswa kelas IX.A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017?. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada standar kompetensi memahami pelaksanaan otonomi daerah dengan pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar (learning cycle) siswa kelas IX. A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu menggunakan rumus mean. Hasil penelitian menyebutkan ada peningkatan prestasi belajar terbukti pada nilai rata-rata pada siklus I 61,16 meningkat pada siklus II 73.95 dan pada siklus III menjadi 76.69. mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada standar kompetensi memahami pelaksanaan otonomi daerah dengan pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar (learning cycle) siswa kelas IX. A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017.
Mengapresiasi Hasil Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Pada Kelas VII-B Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017-2018 Pramono, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 2 (2021): Volume 2 No.2 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together berpengaruh terhadap hasil Belajar Bahasa Indonesia ? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi Belajar Bahasa Indonesia dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together ? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together terhadap hasil Belajar Bahasa Indonesia . (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata Belajar Bahasa Indonesia setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan pada Kelas VIII-B Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil Ulangan Harian, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari silkus I sampai siklus III yaitu, siklus I (57%), siklus II (71%), siklus III (79,5%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Numbered Head Together dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan pada Kelas VIII-B Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative dalam belajar Bahasa Indonesia. Sehingga dalam penelitian ini dinyatakan Tuntas dan berhasil.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Dengan Model Pembelajaran Aktif Tipe Snow Ball Pada Siswa Kelas V Di SDN Mojo 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Rasiyem, S.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 2 (2021): Volume 2 No.2 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran aktif tipe Snow Ball ini dipusatkan pada cara siswa menyelesaikan persoalan dengan langkah sistematis yaitu dari kelompok kecil kemudian dilanjutkan dengan kelompok lebih besar sehingga pada akhirnya akan memunculkan beberapa jawaban yang telah disepakati oleh siswa secara berkelompok. (Hisyam Zaini, dkk.2007). Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah (1) “Seberapa jauh peningkatan prestasi belajar siswa dalam belajar pendidikan kewarganegaraan khususnya pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas V, Sekolah Dasar Negeri Mojo 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi? (2) Apakah Model pembelajaran aktif tipe Snow Ball dapat meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan dalam bidang pendidikan kewarganegaraan siswa kelas V, Sekolah Dasar Negeri Mojo 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi? Sedangkan tujuan penelitian adalah (1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran aktif tipe Snow Ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pendidikan kewarganegaraan, (2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran aktif tipe Snow Ball dapat meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menentukan langkah-langkah perencanaan, prosedur pelaksanaan tindakan, refleksi, subjek penelitian, pengumpulan data, instrument penelitian, teknik analisa data, menyiapkan partisipan, penelitian tindakan menggunakan tiga siklus kegiatan. Hasil penelitian siklus 1 sampai dengan siklus 3 dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan melului model pembelajaran aktif tipe Snow Ball terdapat peningkatan prestasi belajar siswa kelas V, Sekolah Dasar Negeri Mojo 2 Kecamatan Briingin Kabupaten Ngawi, khususnya pendidikan kewarganegaraan yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60,00%), siklus II (75,00%), siklus III (90,00%).

Page 4 of 10 | Total Record : 95