cover
Contact Name
Alfan Ekajati Latief
Contact Email
alfan@itenas.ac.id
Phone
+6285724122554
Journal Mail Official
jurnal.mesin@itenas.ac.id
Editorial Address
Gedung 11 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika
ISSN : -     EISSN : 27758087     DOI : https://doi.org/10.26760/jrem
Fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika adalah sebagai berikut : 1. Konversi Energi Energi baru terbarukan Emisi dan pembakaran Bahan bakar dan lubrikan Perpindahan massa dan kalor Mesin – mesin pemompa kalor Rekayasa termal dan fluida Komputasi energi Sistem Pembangkit Tenaga Energi nano dan piko Material energi Hal lain seputar konversi energi 2.Desain Mekanikal Bodi dan desain komponen otomotif Dinamika kendaraan Kontrol dan mekatronika kendaraan Sistem transmisi Sistem kendaraan/transportasi cerdas Getaran struktur, pemrosesan sinyal, dan teknologi perawatan Tribologi Akustik Algoritma Perancangan Mekanikal Komputasi dan mekanika struktur Desain sensor dan aktuator mekanikal Teknologi mekanisme Biomekanik Mekanika terapan Perancangan alat dan mesin fungsional Hal lain seputar perancangan dan struktur 3.Material Teknologi las dan pengecoran Material temperatur tinggi Material komposit Material nano Biomaterial Komputasi material Teknologi korosi Teknologi pengujian tak merusak Material cerdas Analisis Kegagalan Pengkajian Umur Pakai Material Hal lain seputar material dan metalurgi 4. Manufaktur dan Otomasi Manajemen Rekayasa /TQM Teknologi tooling dan permesinan Material tooling CNC dan komputasi manufaktur Sistem manufaktur dan logistik Mekatronika dan robotika Instrumentasi dan pengukuran Teknologi terkini pemrosesan material Permesinan mikro Metrologi Hal lain seputar manufaktur
Articles 76 Documents
Mesin Pembuat Tepung SRC Dengan Mata Pisau Pada Arah Radial Irwan Syakari; Dwi Indriana; Yuliansyah Yuliansyah
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 1 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i1.1

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akan tepung karaginan dalam industri pengolahan makanan terus meningkat, termasuk karaginan semi-murni (SRC) yang diakui dunia dengan standar E407A. SRC cukup diminati karena harganya yang lebih murah daripada karaginan murni (RC). SRC didapatkan dari ATC (Alkali Treated Cottoonii) kering melalui proses penepungan. ATC chips tidak mudah diubah menjadi bentuk tepung karena sangat keras dan ulet. Mesin pembuat tepung SRC ini pun tidak mudah diperoleh di pasaran di Indonesia.  Penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mendapatkan mesin pembuat tepung SRC yang lebih efektif, yang mana pada penelitian ini lebih diarahkan pada penyempurnaan pisau penepung untuk meningkatkan kapasitas produksi dari mesin yang pernah dibuat. Pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pisau dengan mata potong pada arah radial menghasilkan kinerja yang lebih baik, yaitu mampu menghasilkan 11 gram tepung SRC untuk masukan awal 20 gram ATC chips, dan 32 gram tepung SRC untuk masukan awal 50 gram ATC chips. Persentase penghasilan tepung SRC juga meningkat, yaitu mampu mencapai menjadi 55% dan 64%. Kapasitas produksi meningkat, mampu mencapai 0,021 kg/jam untuk masukan sebanyak 20 gram ATC chips dan 0,116 kg/jam untuk masukan sebanyak 50 gram ATC chips. Perbaikan rancangan pisau mesin pembuat tepung SRC ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja mesin walaupun masih belum memuaskan. Kata kunci: Karaginan,  Alkali Treated Cottoni, Semi-Refined Carrageenen, mesin penepung.  ABSTRACT The need for carrageenan in the food industry continues to increase, including Semi-Refined Carrageenan (SRC) that recognized by the world standard of E407A. SRC was quite attractive because of lower price, compared to Refined Carrageenan (RC). SRC flour was obtained from dried Alkali Treated Cottoonii chips through grinding process. However, the grinding process to obtain SRC flour is quite difficult and challenging because of its hard and ductile property. The grinding machine was also not easy to get on the market in Indonesia. This advance research aims to obtain a more effective SRC flour grinding machine, which in this study is more directed at improving the grinding blade to increase the production capacity of the machine that was previously made. Tests in this research showed that the newly modified blade with cutting edges in the radial direction was able to provide better performance. The machine was capable of producing 11 grams of SRC flour with an input of 20gram ATC chips, and 32 gram of SRC flour with an input of 50 gram ATC chips. The percentage of SRC flour production also increased, which was able to reach 55% and 64%. Production capacity has increased, reaching 0.021 kg/hour for an input of 20 grams of ATC chips and 0.116 kg/hour for an input of 50 grams of ATC chips. Improvements in the design of the blades of the SRC flour grinding machine show an increase in machine performance, although it is still not satisfactory. Key words: Carrageenan, Alkali Treated Cottonii, Semi-Refined Carrageenan, grinding machine
Analisa Karakterisasi Material Produk Slide Piece CVT Berbahan Komposit Berpenguat Serat Nanas dengan Fraksi Volume 10% Ahmad Dzilfairuz Zaidan; Alfan Ekajati Latief; Nuha Desi Anggraeni
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 1 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i1.77

Abstract

Abstrak   Slide piece merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Tujuan penelitian ini adalah melakukan karakterisasi material pada produk slide piece CVT berbahan komposit dengan polypropylene high impact (PPHI) sebagai pengikat dan serat alam berfraksi volume 10% sebagai bahan penguat. Metode karaktertisasi yang dilakukan menggunakan pegujian komposisi kimia, pengujian kekerasa, pengujian keausan, dan analisa struktur mikro. Slide piece yang dikarakterisasi adalah slide piece original, imitasi dan komposit. Hasil pengujian komposisi kimia, memperlihatkan bahwa slide piece imitasi tidak memiliki bahan ethylene. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan, slide piece komposit memiliki nilai 112 HRB atau 84% menyerupai slide piece original. Hasil pengujian keausan pada slide piece komposit, nilainya adalah 7.54 x 10-6 (g/mm2.detik), 1,5 kali lebih besar dari slide piece original, namun 0,75 kali lebih kecil dari slide piece imitasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa slide piece berbahan komposit tersebut nilai kekerasan dan kausannya lebih baik daripada slide piece imitasi.Kata kunci: sifat mekanik, otomotif, material, komposisi.  Abstract The slide piece is one of the essential components of a motorcycle. This study aimed to characterize the material on CVT slide piece products made from composites with high-impact polypropylene (PPHI) as a binder and natural fibre with a volume fraction of 10% as a reinforcing material. The characterization method was carried out using chemical composition testing, hardness testing, wear testing, and microstructural analysis. The slide pieces that are characterized are original, imitation and composite slide pieces. The results of the chemical composition test show that the imitation slide piece does not contain ethylene. Based on the hardness test results, the composite slide piece has a value of 112 HRB or 84% resembling the original slide piece. The wear test results on the composite slide piece are 7.54 x 10-6 (g/mm2.second), 1.5 times larger than the original slide piece but 0.75 times smaller than the imitation slide piece. So it can be concluded that the slide piece made from composite has a better hardness and wear value than the imitation slide piece.Keywords: mechanical properties, automotive, materials, composition.
Pelontar Ball Bullet Otomatis dengan Variasi Tekanan Liman Hartawan; Diki Ismail Permana; Priyan Aras Sandi
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 1 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i1.24

Abstract

ABSTRAK Ball bullet adalah peluru dengan diameter 6 mm yang biasa digunakan untuk air soft gun. Airsoft gun memanfaatkan gas CO2, green gas atau udara yang dimampatkan dalam tabung/chamber. Kapasitas gas atau udara yang dihasilkan untuk mendorong ball bullet sudah tertentu. Hal ini akibat konstruksi sistem pelepasan gas atau udara mampat tersebut. Pada penelitian ini dibuat alat pelontar ball bullet 6 mm yang dapat di variasikan tekanannya. Variasi tekanan ini berdampak terhadap peningkatan kecepatan ball bullet (dalam fps) yang keluar dari barel. Tipe pelontar ball bullet yang dibuat adalah single pump, sehingga seluruh udara bertekanan di dalam chamber dikeluarkan semua dalam satu kali tembak. Udara bertekanan dihasilkan dari mini kompresor yang ditampung dalam chamber. Bahan chamber yang digunakan adalah pipa PVC schedule 40 ukuran 1 inch dan panjang 10 cm, agar mudah dibuat dan mampu menahan tekanan pengujian. Tekanan pada chamber divariasikan 1 hingga 5 bar melalui yang diukur menggunakan piezoresistive pressure sensor. Pengukuran kecepatan lontaran ball bullet pada ujung barel diukur menggunakan chronometer. Perangkat kontrol yang digunakan adalah Arduino UNO yang mengendalikan solenoid valve untuk melepaskan udara bertekanan dari chamber. Pengujian dilakukan dengan jarak tembak 5 meter menggunakan target standar Perbakin. Hasil pengujian diperoleh rata-rata peningkatan kecepatan terhadap kenaikan tekanan adalah 28% dari 1 bar hingga 3 bar. Namun pada tekanan 4 dan 5 bar hanya meningkat 15% dan 20%. Kecepatan rata-rata ball bullet minimal pada tekanan 1 bar yaitu 111,2 fps dan maksimal pada tekanan 5 bar yaitu 252,4 fps. Tingkat kepresisian terendah adalah pada tekanan 3 bar yaitu 53 mm dan tertinggi pada tekanan 5 bar yaitu 28 mm. Kata-kata kunci: Airsoft Gun, Single Pump, PVC pipe, chronometer, solenoid valve. ABSTRACT Ball bullet is a bullet with a diameter of 6 mm which is commonly used for air soft guns. Airsoft guns use CO2 gas, green gas or compressed air in a tube/chamber. The capacity of the gas or air produced to push the ball bullet is certain. This is due to the construction of the gas or compressed air release system. In this study, a 6 mm ball bullet launcher was made which can be varied in pressure. This pressure variation has an impact on increasing the speed of the ball bullet (in fps) that comes out of the barrel. The type of ball bullet launcher that is made is a single pump, so that all the pressurized air in the chamber is removed all in single shot. Pressurized air is produced from a mini compressor which is accommodated in the chamber. The chamber material used is schedule 40 PVC pipe with a size of 1 inch and a length of 10 cm, so that it is easy to make and strong enough with testing pressure. The pressure in the chamber is varied from 1 to 5 bar through which it is measured using a piezoresistive pressure sensor. Measurement of the speed of the ball bullet at the end of the barrel is measured using a chronometer. The control device used is Arduino UNO which controls the solenoid valve to release compressed air from the chamber. The test was carried out to shoot Perbakin's standard targets with 5 meters shooting range. The test results the average speed to pressure increase 28% from 1 bar to 3 bar. But at 4 and 5 bar it only increased 15% and 20%. The minimum average speed of the ball bullet is at 1 bar pressure 111.2 fps and the maximum is at 5 bar 252.4 fps. The lowest level of precision is at 3 bar which is 53 mm and the highest is at 5 bar which is 28 mm. Keywords: Airsoft Gun, Single Pump, PVC pipe, chronometer, solenoid valve.
Analisis Kegagalan Proses Pengelasan Standar Motor menggunakan Metoda FMEA dan FTA serta Pemodelan menggunakan Solidworks Eka T Firmansjah; Iwan Agustiawan
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 1 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i1.13

Abstract

Melakukan analisis kegagalan pada kasus standar motor samping dengan bantuan pemodelan pada Solidworks
Rancang Bangun Omni Wheel Pada Forklift Automated Guided Vehicle Encu Saefudin; Noviyanti Nugraha; Helsa Yuliyawati Yosman
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 1 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i1.32

Abstract

ABSTRAK Perkembangan Forklift saat ini dilengkapi dengan Automated Guided Vehicle (AGV) merupakan suatu alat angkut otomatis yang dapat berjalan di sepanjang jalur yang telah ditentukan. AGV dikontrol oleh kombinasi perangkat lunak berbasis sensor, sebagai dampak dari revolusi industri 4.0. Secara umum, forklift Automated Guided Vehicle (AGV) menggunakan roda standar untuk bergerak secara non-holonomik. Pada jenis model ini, gerakannya terbatas dan hanya dapat bergerak dalam beberapa arah yang telah ditentukan sebelumnya. Meskipun dapat mencapai setiap lokasi di dalam ruangan, namun membutuhkan manuver dan perencanaan jalan yang kompleks, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan Omni Wheels. Tujuan penelitian ini adalah merancang model Omni Wheel pada forklift AGV berdasarkan bentuk, pembebanan, gerak yang diterima, dan pola gerakan yang dihasilkan, merakit model Omni Wheel pada forklift AGV terhadap chassis dan komponen yang akan dipasang sesuai dengan rancangan serta menguji model Omni Wheel pada forklift AGV secara dimensional dan fungsional. Penelitian ini berhasil menghasilkan model roda Omni yang mampu bergerak dalam 10 arah dengan kapasitas menahan beban hingga 750 gram. Model ini membutuhkan torsi minimum sebesar 294,1995 N.mm dan memiliki dimensi chassis P × L × T: 200 mm×200 mm×30 mm. Kata Kunci: Omni Wheel, Forklift AGV, Holonomic, Solid Works, ABSTRACT The development of forklift is currently equipped with an Automated Guided Vehicle (AGV) which is an automatic conveyance that can run along a predetermined path. AGV is controlled by a combination of sensor-based software, as a result of the industrial revolution 4.0. In general, Automated Guided Vehicle (AGV) forklifts use standard wheels to move non-holonomic ally. In this type of model, movement is limited and can only move in a few predetermined directions. Although it can reach every location in the room, it requires complex maneuvers and road planning, to overcome this, Omni Wheels are needed. The purpose of this research is to design the Omni Wheel model on the AGV forklift based on the shape, loading, motion received, and the resulting movement pattern, assemble the Omni Wheel model on the AGV forklift against the chassis and components to be installed in accordance with the design and test the Omni Wheel model on the AGV forklift dimensionally and functionally. This research successfully produced an Omni wheel model capable of moving in 10 directions with a load-bearing capacity of up to 750 grams. This model requires a minimum torque of 294.1995 N.mm and has chassis dimensions of P × L × T: 200 mm×200 mm×30 mm.Keywords: Omni Wheel, Forklift AGV, Holonomic, Solid works.
Kaji Eksperimental Kekakuan Sasis Mobil Listrik KMLI Jenis Tubular Space Frame Alif Muhammad Faris; Marsono Marsono; Muhammad Azis Mahardhika
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 1 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i1.45

Abstract

ABSTRAK Rangka atau sasis adalah bagian penting dari sebuah kendaraan yang memiliki fungsi untuk menopang semua beban, mulai dari sistem penggerak, sistem kemudi, sistem suspensi, rakitan gandar, sistem pengereman hingga penumpang dan bagasi. Sasis harus bisa menjaga semua komponen yang bertumpu di atasnya tetap berada pada dudukannya. Sasis harus mampu memberikan kekuatan, fleksibilitas, dan stabilitas kendaraan dalam berbagai kondisi operasi. Sasis juga harus mampu memiliki kekakuan terhadap beban bending maupun torsi yang serta harus sangat handal dan memberikan keamanan kepada penumpangnya.  Dalam penelitian ini, dibuat sasis mobil listrik tipe tubular space frame untuk Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI). Bahan yang digunakan adalah pipa baja UOE dengan diameter 1 inci. Sasis ini selanjutnya diuji dengan metode uji bending untuk mengetahui kekakuannya. Dari proses pembuatan didapatkan sasis yang memiliki dimensi sesuai dengan rancangan yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya. Sedangkan dari pengujian bending yang telah dilakukan, diketahui bahwa defleksi terbesar yang terjadi adalah 3,2 mm pada beban 125 kg. Dan dari hasil perhitungan diperoleh angka kekakuan sasis adalah  41,66 kg/mm. Kata kunci: sasis, tubular space frame, pengelasan, kekakuan. ABSTRACT Chassis is an automotive component that functions to support all loads, starts from the traction system, steering system, suspension system, axle assembly, braking system, and also passengers and luggage. The chassis must also be able to ensure that all components stick on it are in the correct position. The chassis must be able to provide the strength, flexibility and stability of the vehicle under various operating conditions. The chassis must also be able to have rigidity against the bending and torsional loads and must be very reliable and provide security to the passengers. In this research, a tubular space frame type electric car chassis was made for the Indonesian Electric Car Competition (KMLI). The material used is UOE steel pipe with a diameter of 1 inch. This chassis was then tested using the bending test method to determine its stiffness. From the manufacturing process that has been carried out, it is obtained a chassis that has dimensions in accordance with the design that has been made in previous studies. From the bending tests that have been carried out, it is known that the largest deflection that occurs was 3.2 mm at a load of 125 kg. And from the calculation it is known that the chassis stiffness was 41.66 kg/mm. Keywords: Chassis, tubular space frame, welding process, stiffness.
Pengaruh Jenis Forming Terhadap Struktur Kristal dan Struktur Mikro pada Baja Karbon Rendah Tipe MR Santoso, Bramasta Aji; Suryadi, FX; Budiarto, Budiarto
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.86

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh dari jenis forming material baja karbon rendah tipe MR terhadap kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur kristal dari material tersebut, karena material tersebut umum digunakan sebagai bagian dari pembuatan kaleng untuk kemasan makanan ataupun minuman yang dalam pembuatannya memerlukan proses forming bending. Perlakuan forming kepada material mempengaruhi nilai kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur kristal material. Material uji dibedakan menjadi 3 menurut proses forming, dari material awal tanpa proses forming, material dengan proses forming flanging, material dengan proses forming flanging dan beading. Material sampel diambil sebelum dan sesudah proses forming. Hasil sampel lalu dilakukan pengujian, yaitu pengujian kekerasan dengan hardness tester (brinell) dengan hasil rata - rata 111,66 HB, pengujian kekuatan tarik dengan alat yang sama dengan hardness tester lalu dikonversi nilainya dengan hasil rata - rata 376,66 N/mm2 dan struktur kristal dengan menggunakan X-Ray Diffraction test denga hasil rata - rata yang tidak jauh beda disetiap sudutnya dengan nilai struktur kristal 4,33 angstrong, rho sampel 0,73 garis/mm2 dan regangannya 0,136. Dari hasil penelitian menunjukkan kondisi material setelah di forming mengalami perubahan pada kekerasan, kekuatan tarik dan struktur kristalnya. Kata kunci: forming, bending, hardness, kekuatan tarik, X-Ray Diffraction. ABSTRACT This study makes sense of the impact of the kind of forming low carbon steel material sort MR on the hardness, rigidity, and gem construction of the material, on the grounds that the material is generally utilized as a component of making jars for food or drink bundling which in its production requires a shaping twisting cycle. The shaping treatment of the material influences the hardness, rigidity, and gem construction of the material. Test materials are partitioned into 3 as indicated by the shaping system, from the underlying material without the forming system, the material with the shaping flanging process, the material with the shaping flanging and beading processes. Test materials are taken when the framing system. The example results were then tried, to be specific hardness testing with a hardness analyzer (brinell) with a typical consequence of 111.66 HB, rigidity testing with a similar device as the hardness analyzer and afterward changed over the worth with a typical aftereffect of 376.66 N/mm2 and precious stone construction utilizing X-Beam Diffraction test with normal outcomes that are not very different at each point with a gem structure worth of 4.33 angstrong, The example Rho was 0.73 lines/mm2 and the stretch was 0.136. The outcomes showed that the state of the material in the wake of forming experienced changes in hardness, elasticity and precious stone construction. Key words: forming, bending, hardness, tensile strength, X-Ray Diffractio
Rancang Bangun Resevoir Pendingin Menggunakan Chiller dan Pengujian Pada Hasil Pemotongan Plastic Composite Kapasitas 5 kg/jam Latief, Alfan Ekajati; Sirodz, Muhamad Pramuda; Febriyanto, Naufal Dwi; Akbar, Sobari; Pratama, Muhammad Rezki
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.146

Abstract

ABSTRAK Untuk memperoleh bentuk pellet composite tersebut diperlukan proses pendinginan, material komposit dari mesin extruder sebelum dilakukan pemotongan. Proses pendinginan material komposit mempengaruhi proses pemotongan menjadi bentuk pellet, oleh karena itu pada penelitian ditentukan resevoir pendingin yang digunakan agar suhu air yang ada didalam reservoir tetap stabil. Metode penelitian ini berupa rancang bangun sebagai reservoir pendinginan menggunakan chiller dan menguji pemotongan plastic composite. Hasil perancangan di peroleh resevoir dengan dimensi 150 cm x 20 cm x 30 cm dan mesin pendingin dengan kapasitas 1 Pk. Tempratur material di mesin extruder sebesar 195 C didinginkan oleh air dengan tempratur 10 C dan 27 C, sehingga material plastic composite menjadi kaku akibat pendinginan cepat. Hasil uji keras bahwa material komposit yang telah didinginkan dengan tempratur 10 C memiliki kekerasan rata – rata 11,82 VHN. Dimana kekerasan material ini lebih keras di bandingkan pada suhu 27 C yang sebesar 7,82 VHN. Produk hasil pendinginan, kemudian dipotong menjadi bentuk pellet dengan ukuran mesh 4, hasil pemotongan di peroleh kapasitas pemotongan 4,30 kg selama 60 menit dengan hasil pemotongan yang seragam sebanyak 90%.  Kata Kunci : Water Chiller, PPHI , Serat nanas, mesin pemotong  ABSTRACT To obtained the composite pellet form is required cooling process, composite material from extruder machine before cutting. The cooling process of the composite material affects the cutting process into pellet form, therefore the research determined the cooling reservoir used so that the water temperature in the reservoir remains stable. This research method is in the form of design as a cooling reservoir using a chiller and testing the cutting of plastic composite. The results of the design obtained a reservoir with dimensions of 150 cm x 20 cm x 30 cm and a cooling machine with a capacity of 1 Pk. The material temperature in the extruder machine is 195 C cooled by water with a temperature of 10 C and 27 C, so that the plastic composite material becomes stiff due to rapid cooling. The results of the hard test that the composite material that has been cooled with a temperature of 10 C has an average hardness of 11.82 VHN. Where the hardness of this material is harder than at 27 C which amounted to 7.82 VHN. The result of the cooling, then cut into a pellet size of mesh 4. And the result of cutting obtained a cutting capacity of 4,3  kg for 60 minutes with a uniform cutting result of 90%. Keywords: water chiller, PPHI, Fiber Nanas, Cutting Machine.
Kaji Teoritik Distribusi Tekanan pada Journal Bearing Ali, Ali; Zarhan, Rizqi
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.95

Abstract

ABSTRAK   Journal Bearing atau lebih dikenal dengan bantalan luncur merupakan suatu elemen mesin yang berfungsi untuk menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak – baliknya dapat berlangsung dengan halus dan aman. Peneliti akan mengkaji secara teoritis distribusi tekanan pada journal bearing dengan mempertimbangkan berbagai variasi. Studi ini difokuskan pada analisis pengaruh variasi kecepatan putaran (1100, 1200, 1300, dan 1400 Rpm) dan variasi beban (5 Newton dan 10 Newton) terhadap distribusi tekanan dalam bearing. Selain itu, variasi rasio panjang terhadap diameter (l/d) dan rasio eksentrisitas juga menjadi fokus kajian. Pada penelitian ini digunakan persamaan Tekanan Sommerfeld dan juga solusi Ocvirk untuk melakukan perhitungan, Penelitian ini betujuan untuk menyajikan hasil perhitungan dan analisis distribusi tekanan dengan berbagai variasi untuk memberikan analisis yang akurat. Hasil yang diperoleh adalah semakin besar kecepatan putaran maka distribusi tekanan juga semakin besar. Sudut yang dihasilkan dari penetapan bilangan ocvrik menghasilkan rentang antara 140° - 163°. Kata kunci: Journal Bearing, Distribusi Tekanan, Solusi Ocvirk. ABSTRACT  Journal Bearing or better known as glide bearing is a machine element that serves to support the loaded shaft, so that the rotation or alternating movement can take place smoothly and safely .Researchers will theoretically examine the pressure distribution on journal bearings by considering various variations. This study is focused on analyzing the effect of rotation speed variations (1100, 1200, 1300, and 1400 Rpm) and load variations (5 Newton and 10 Newton) on the pressure distribution in the bearing. In addition, variations in length-to-diameter ratio (l/d) and eccentricity ratio are also the focus of the study. This research aims to present the results of the calculation and analysis of pressure distribution with various variations to analyzed how pressure distribution can be calculated in order to gain a better understanding of the performance of journal bearings. The result obtained is that the greater the rotation speed, the greater the pressure distribution. The angle resulting from determining the ocvric number produces a range between 140° - 163°. Keywords: Journal Bearing, Pressure Distribution,Ocvirk Solution.
Pengaruh Contact Angle Terhadap Pembentukan Droplet dengan Menggunakan Simulasi CFD Mahardika, Mohammad Azis; Sirodz, Muhamad Pramuda; Hidayat, Ferry
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.154

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai pembentukan droplet merupakan salah satu topik penting dan dalam 10 tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat  pada penelitian ini, dilakukan simulasi dengan menggunakan model volume of fluid (VOF) untuk menganalisis pengaruh sudut kontak terhadap pembentukan droplet. Geometri yang digunakan adalah tipe T-Junction dengan menggunakan fluida air dan oli. Melalui variasi kontak sudut maka diperoleh hasil dengan kondisi kecepatan air 0.001 m/s dan oli sebesar 0.0002 m/s, droplet terbentuk pada kondisi sudut kontak sebesar 135°, hal ini dikarenakan air memasuki saluran oli sehingga menyebabkan lapisan oli menjadi tipis pada bagian percabangan dan seiring berjalanya waktu lapisan tersebut putus dan menghasilkan droplet. Mekanisme pembentukan droplet adalah pemisahan fase, pembentukan droplet, dan pelepasan droplet. Kata kunci: droplet, CFD, Microfluidic, T-Junction ABSTRACT Research on droplet formation is one of the important topics and in the last 10 years has developed quite rapidly in this study, simulations were carried out using the volume of fluid (VOF) model to analyze the effect of contact angle on droplet formation. The geometry used is the T-Junction type using water and oil fluids. Through variations in contact angle, the results obtained under the condition of water velocity of 0.001 m/s and oil of 0.0002 m/s, droplets are formed at a contact angle of 135°, this is because water enters the oil channel causing the oil layer to become thin in the branching section and over time the layer breaks up and produces droplets. The mechanism of droplet formation is phase separation, droplet formation, and droplet release. Key words: droplet, CFD, Microfluidic, T-Junction.