cover
Contact Name
Alfan Ekajati Latief
Contact Email
alfan@itenas.ac.id
Phone
+6285724122554
Journal Mail Official
jurnal.mesin@itenas.ac.id
Editorial Address
Gedung 11 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika
ISSN : -     EISSN : 27758087     DOI : https://doi.org/10.26760/jrem
Fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika adalah sebagai berikut : 1. Konversi Energi Energi baru terbarukan Emisi dan pembakaran Bahan bakar dan lubrikan Perpindahan massa dan kalor Mesin – mesin pemompa kalor Rekayasa termal dan fluida Komputasi energi Sistem Pembangkit Tenaga Energi nano dan piko Material energi Hal lain seputar konversi energi 2.Desain Mekanikal Bodi dan desain komponen otomotif Dinamika kendaraan Kontrol dan mekatronika kendaraan Sistem transmisi Sistem kendaraan/transportasi cerdas Getaran struktur, pemrosesan sinyal, dan teknologi perawatan Tribologi Akustik Algoritma Perancangan Mekanikal Komputasi dan mekanika struktur Desain sensor dan aktuator mekanikal Teknologi mekanisme Biomekanik Mekanika terapan Perancangan alat dan mesin fungsional Hal lain seputar perancangan dan struktur 3.Material Teknologi las dan pengecoran Material temperatur tinggi Material komposit Material nano Biomaterial Komputasi material Teknologi korosi Teknologi pengujian tak merusak Material cerdas Analisis Kegagalan Pengkajian Umur Pakai Material Hal lain seputar material dan metalurgi 4. Manufaktur dan Otomasi Manajemen Rekayasa /TQM Teknologi tooling dan permesinan Material tooling CNC dan komputasi manufaktur Sistem manufaktur dan logistik Mekatronika dan robotika Instrumentasi dan pengukuran Teknologi terkini pemrosesan material Permesinan mikro Metrologi Hal lain seputar manufaktur
Articles 68 Documents
Perancangan Sistem Kontrol Mesin Packing Buncis Otomatis Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lembang Agri Agustiawan, Iwan; Firmansjah, Eka Taufiq; Nugroho, Wahyu
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.101

Abstract

ABSTRAK Tingginya kebutuhan ekspor sayuran buncis kenya, membuat para petani Lembang Agri harus menjaga kualitas dan kuantitas dari produk yang di ekspor. Oleh karena itu para petani membutuhkan mesin yang dapat membantu proses packing sayuran buncis secara otomatis. Dengan adanya mesin packing sayuran buncis otomatis diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, safety, dan meningkatkan kualitas produk. Mesin packing buncis kenya otomatis yang dirancang menggunakan Programmable Logic Controller (PLC). PLC berperan dalam sistem kendali jalannya konveyor dan aktuator. Caranya dengan mengatur massa buncis yang akan di input pada sensor loadcell, bobot buncis yang akan ditimbang yaitu 250gr dan 350gr. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas mengenai sistem kontrol mesin packing buncis otomatis yang berbasis kendali Programmable Logic Controller (PLC) menggunakan Software Automation Studio dan Software Zelio Soft. Dari Software yang digunakan menghasilkan Program ladder yang siap di upload ke PLC dengan 2 bobot massa yang berbeda, skema input output PLC dan wiring diagram. Kata kunci : Mesin Packing, Buncis Kenya, PLC,  Automation Studio, Zelio Soft. ABSTRACT  The high export needs of Kenyan beans, make Lembang agri farmers must maintain the quality and quantity of products exported. Therefore, farmers need a machine that can help the packing process of beans automatically. With the automatic packing machine, green beans are expected to increase productivity, safety, and improve product quality. One of them is the use of automatic kenya bean packing machines based on Programmable Logic Controller (PLC). PLC plays a role in the control system of conveyors and actuators. The trick is to adjust the mass of beans that will be input to the load cell sensor, the weight of the beans to be weighed is 250gr and 350gr. Therefore, this research discusses the automatic bean packing machine control system based on Programmable Logic Controller (PLC) control using Automation Studio Software and Zelio Soft Software. The software used produces a ladder program that is ready to be uploaded to the PLC with 2 different mass weights, a PLC input output scheme and a wiring diagram. Key words : Packing Machine, Beans kenya, PLC, Automation Studio, Zelio Soft.
Perancangan dan Simulasi Kompressor Sentrifugal dengan fluida SCO-2 Pada Siklus Brayton Regeneratif Gunawan, Gad; Permana, Diki Ismail
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.112

Abstract

 Di Indonesia, terdapat potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang cukup besar dan beragam. Salah satu sumber energi terbarukan yang tersedia adalah biomassa. Pemanfaatan Siklus Brayton dengan karbon dioksida sebagai fluida kerja pada fase superkritis merupakan salah satu metode pemanfaatan biomassa. Karena karbon dioksida tersedia secara luas di Bumi dan memiliki kepadatan tinggi pada fase superkritis, mesin turbo kompak dapat digunakan. Hal ini memungkinkan desain turbin, kompresor, dan alternator yang kecil. Keuntungan Siklus Brayton adalah penggunaan regenerator untuk pemulihan panas di sisi keluar turbin. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membangun kompresor sentrifugal untuk Siklus Regeneratif Brayton. Output bersih kompresor yang diharapkan adalah 40 kW pada 70.000 rpm. Fluida kerja karbon dioksida superkritis (S-CO2) yang digunakan dalam siklus regeneratif Brayton ditujukan untuk temperatur masuk turbin 800 K, temperatur masuk kompresor 320 K. Menurut desain siklus, turbin dan kompresor memiliki daya masing-masing sebesar 113,84 kW dan 60,53 kW. Pendekatan desain geometris yang digunakan sejalan dengan beberapa literatur terkait penelitian. Hasil desain kompresor kemudian disimulasikan oleh computational fluid dynamic (CFD). Berdasarkan temuan pemodelan CFD, kompresor sentrifugal membutuhkan daya sebesar 69,89 kW dengan efisiensi isentropik sebesar 60,03 persen pada kondisi desain. Daya bersih yang dihasilkan sebesar 43,39 kW berdasarkan hasil simulasi CFD. Kata kunci: siklus Brayton, karbon dioksida superkritik, kompreso, perancangan dan simulasi Abstract In Indonesia, there is a substantial and varied potential for new and renewable energy. One of the renewable energy sources that is present practically everywhere is biomass. Utilizing the Brayton Cycle with carbon dioxide as the working fluid in the supercritical phase is one method of utilising biomass. Because carbon dioxide is widely available on Earth and has a high density in the supercritical phase, compact turbomachinery can be used. This allows for the small design of the turbine, compressor, and alternator. The Brayton Cycle's advantage is the employment of a regenerator for heat recovery on the turbine's exit side. The purpose of this project is to build a centrifugal compressor for the Regenerative Brayton Cycle. The intended net output of the compressor is 40 kW at 70,000 rpm. The supercritical carbon dioxide working fluid (S-CO2) used in the regenerative Brayton cycle is intended for turbine inlet temperatures of 800 K, compressor inlet temperatures of 320 K. According to the cycle's design, the turbine and compressor have respective powers of 113.84 kW and 60.53 kW. An approach to geometric design is used that is in line with some of the research-related literature. The outcomes of the compressor design are then subjected to CFD simulations. According to the CFD modeling findings, the centrifugal compressor requires 69.89 kW of power with an isentropic efficiency of 60.03 percent under design conditions. The net power produced is 43.39 kW based on the outcomes of the CFD simulation. keywords ; Brayton cycle, supercritical karbon dioxide, compressor, design and simulation
Pengujian Crashworthiness Honeycomb Sandwich Dengan Variasi Jumlah Lapisan Inti Menggunakan Software Ansys Marsono, Marsono; Januarizki, Mochamad Rafli; Rasyad, Muhammad Luthfi; Rachmadini, Erika; Ghifari, Ghazi Ahmad
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.125

Abstract

ABSTRAKCrashworthiness dapat diartikan sebagai kemampuan dari suatu material untuk bertahan dari kehancuran yang berkelanjutan serta mempertahankan beberapa bagian material setelah terjadinya tumbukan. Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa material dengan struktur honeycomb sandwich memiliki sifat crasworthiness yanga baik. Komposit bermatriks polimer (PMC) adalah material yang sangat sesuai untuk pembuatan honeycomb sandwich structure karena memiliki sifat yang ulet dan ringan. Kedua sifat ini akan menghasilkan material yang memiliki sifat crahworthiness yang baik dengan bobot yang ringan. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dengan software Ansys untuk mendapatkan sifat crashworthiness dari specimen material dengan stuktur honeycomb sandwich dengan tiga variasi lapisan inti honeycomb, yaitu 1 lapisan inti, 2 lapisan inti dan 3 lapisan inti. Ketiga variasi specimen dibuat dengan bahan komposit fibreglass. Metoda pengujian yang disimulasikan dalam software adalah metoda vertical drop test. Parameter crashworthiness yang ingin didapatkan adalah defleksi maksimum yang terjadi dan energi maksimum yang dapat diserap oleh material dengan struktur honeycomb sandwich. Performa terbaik ditunjukkan oleh specimen dengan 3 lapisan inti dengan defleksi terkecil, yaitu sebesar  3,83 mm dengan waktu 0,0015 detik, dan serapan energy terbesar, yaitu sebesar 125,62 Joule dalam waktu 0,0015 detik.  Kata kunci : Honeycomb sandwich, crashworthiness, komposit fiberglass, defleksi, energiABSTRACTCrashworthiness can be defined as the ability of a material to withstand continued destruction as well as retaining some parts of the material after a collision. Many studies have shown that material with a honeycomb sandwich structure have good crashworthiness properties. Polimer matrix composite is suitable for aking honeycomb sandwich structure because it has ductile properties and linght in weight. Both properties are perfect for obtaining material with good crashworthiness properties and light in weight. In this research, simulations were carried out using Ansys software to obtain the crashworthinesss properties of material with a honeycomb sandwich structure with three variations of honeycomb core, namely 1core lyer, 2 core layers and 3 core layers. The specimens with three variations were made with fiberglass composite material. The testing method that was simulated in the software is the vertical drop test method. The crasjworthiness to be obtained are the maximum deflection that occurs and the maximumenergy that can be absorb by a material with a honecomb sandwich structure. The best performance was shown by the specimen with 3 core layer with the smallest deflectrion of 3.83mm and thelargest energy absorbtion of 125.62 Joulein 0.0015 seconds    Keywords: Honeycomb sandwich, crashworthiness, fiberglass composite, deflection, energy.
Rancang Bangun Alat Penumbuk untuk Pembuatan Emping Melinjo Hernady, Dedy; Lesmana, Yustiyan Deyan; Syahidannadhar, Agung
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 3, No 2 (2023): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v3i2.135

Abstract

ABSTRAKRancang bangun alat penumbuk untuk pembuatan emping melinjo bertujuan untuk mempermudah pekerjaan produsen emping. Rancang bangun ala tpenumbuk untuk pembuatan emping melinjo menggunakan mekanisme arm shaft dengan memanfaatkan gaya gravitasi untuk melakukan proses penumbukan. Alat ini dioperasikan dengan cara memutar engkol menggunakan tenaga manusia untuk memutar arm shaft yang akan menaikan penumbuk untuk melakukan proses penumbukan. Pada pembuatan alat penumbuk meliputi beberapa proses diantaranya yaitu proses perancangan dan simulasi menggunakan software solidworks untuk mengetahui kekuatan dari komponen yang terdapat pada alat penumbuk. Didapatkan hasil tegangan maksimum terbesar terdapat pada komponen arm shaft yaitu sebesar 8 Mpa dan safety factor sebesar 22,3. Tahapan proses pada pembuatan alat penumbuk diawali dengan membaca gambar teknik untuk mengetahui dan menentukan desain sertaukuran, dilanjutkan dengan proses pembuatan alat, pada proses pembuatan melalui beberapa tahapan proses pemesinan diantaranya  proses pembubutan,  proses pemotongan,  proses pelubangan dan proses penyambunngan. Setelah melalui proses perakitan, didapatkan hasil dari pengujian secara fungsional yaitu alat bekerja dengan baik dan kapasitas produksi yang dihasilkan sebesar 6kg dengan membutuhkan waktu 2,08jam, atau 2,14 kg/jam. Kata Kunci : Emping Melinjo, Alat Penumbuk, Mekanisme Arm shaft. ABSTRACTThe design of a pounder for the manufacture of melinjo chips aims to make the work of chip manufacturers easier. The design of a pounder for making melinjo chips uses an arm shaft mechanism by utilizing the force of gravity to carry out the mashing process. This tool is operated by rotating the crank using human power to rotate the arm shaft which will raise the collider to carry out the mashing process. In making the pounder includes several processes including the design and simulation process using solidworks software to determine the strength of the components contained in the pounder. The largest maximum stress resultswere found in the armshaft component, namely 8 MPa and a safety factor of 22.3. The process stages inmaking a pounding tool begin with reading technical drawings to find out and determine the design andsize, followed by the process of making the tool, the manufacturing process goes through several stages ofthe machining process including the turning process, cutting process, punching process and joiningprocess. After going through the assembly process, the results of functional testing were obtained, namely that the tool worked well and the resulting production capacity was 6 kg and took 2.08 hours or 2,14 kg/hour.Keywords : Emping Melinjo, Pounding Tool, Arm shaft Mechanism.
ANALISA PENGARUH VARIASI KEDALAMAN POTONG DAN PUTARAN SPINDLE PADA PROSES FRAIS MENGGUNAKAN FLY CUTTER TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL SS400 Choifin, Mochamad; Gunawan, Eddy; Syukri, Khoirul Anam As; Arba'i, Faizal
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman potong dan putaran spindle pada proses frais menggunakan fly cutter terhadap kekasaran permukaan material SS400. Dalam proses milling, hal yang sangat penting adalah kekasaran permukaan. Dari kekasaran permukaan dapat dilakukan evaluasi apakah benda kerja tersebut dapat dikatan baik atau tidak. proses permesinan akan sangat menentukan kekasaran permukaan seperti jenis pahat potong dan parameter yang di gunakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan mengamati tingkat kekasaran permukaan. lebih optimal manakah hasil kekasaran antara variasi kedalaman potong dan putaran spindle yang dihasilkan menggunakan fly cutter dengan variasi kedalaman pemakanan 0,35 mm, 0,7 mm, 1 mm dan variasi kecepatan potong 220 rpm, 980 rpm, dan 1980 rpm dengan proses penyayatan face milling. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin kecil kedalaman potong dan putaran spindle maka tingkat kekasaran permukaan yang diperoleh semakin halus dengan nilai kekasaran tertinggi di peroleh pada kecepatan potong 220 rpm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu 5,48 µm dan nilai kekasaran terendah di peroleh pada kecepatan potong 1960 rpm dengan kedalaman potong 0,35 mm yaitu 1,206 µm.
Rancang Bangun Blade Turbin Angin 3 Sudu Tipe Horizontal dan Panel Surya Tipe Monocrystalline dan Polycrystalline sebagai Dasar Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) Darmawan, Isra' Nuur; Kholistianingsih, Kholistianingsih; Abidin, Asroful; Pangestu, Ilham
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.1

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan sangat diperlukan untuk menghasilkan listrik dari sumber daya alam. Salah satu cara adalah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang memanfaatkan angin dan sinar matahari. Penelitian ini mendesain blade turbin angin dengan Airfoil NACA 4212, terdiri dari 3 sudu tipe horizontal pada aplikasi QBlade. Parameter awal menunjukkan daya 55 Watt pada kecepatan angin maksimal 6 m/s. Blade dibuat dari resin, serat WR 600, cluth, mate, dan WR 200, menghasilkan blade sepanjang 69 cm dengan berat 460 gram yang berputar pada kecepatan angin minimal 3,7 m/s. Analisis panel surya dilakukan pada dua tipe, monocrystalline 30 WP dan polycrystalline 30 WP merk INSCOM. Pengujian selama 3 hari menunjukkan daya rata-rata tertinggi 54,41 Watt dan efisiensi 29,3% untuk monocrystalline, serta 55,17 Watt dan efisiensi 29,6% untuk polycrystalline. Hasil ini menunjukkan bahwa panel surya polycrystalline lebih unggul dalam menghasilkan listrik. Desain blade turbin angin 3 sudu tipe horizontal dapat digabungkan dengan panel surya polycrystalline sebagai dasar perancangan PLTH.
Pengujian Bending Akrilik Pada Mesin Pemanas Akrilik Tubular Nugraha, Noviyanti; Sirodz, Muhamad Pramuda; Dzarrghifa, M.R; S.S.W, Gamal
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.57

Abstract

Pada penelitian sebelumnya telah dirancang dan dibuat mesin pemanas dan bending akrilik skala UMKM (Usaha mikro kecil dan Menengah) yang dapat digunakan hingga dimensi lebar 600 mm dan panjang tak terbatas, serta dapat memanaskan berbagai ketebalan akrilik hingga ketebalan 10 mm dengan proses pemanasan yang kontinyu. Mesin pemanas ini merupakan solusi dari pemanasan secara manual dengan menyemprotkan api dari tabung gas yang memiliki kendala temperatur pemanasan yang tidak merata untuk seluruh permukaan akrilik, kualitas hasil pemanasan dan bending kurang bagus, sering terjadi cacat, serta waktu pemanasan cukup lama.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji mesin pemanas dan bending akrilik yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya serta menganalisa hasil bending akrilik. Metoda pengujian dilakukan dengan ekperimen langsung, memanaskan akrilik pada mesin pemanas kemudian dilakukan proses bending akrilik. Parameter Pengujian meliputi; mencari temperatur bending, menghitung waktu pemanasan dan waktu bending, mengukur penyimpangan sudut hasil bending, menganalisis kualitas akrilik hasil bending. Pengujian dilakukan untuk 3 variasi ketebalan yang berbeda yaitu 2,3 dan 5mm. Variasi sudut bending 0o,45odan 90o. Hasil pengujian diperoleh temperatur pemanasan akrilik antara 150-155oC, Waktu pemanasan akrilik untuk ketebalan 2-5mm adalah 1-3menit, Waktu bending 30-120detik, Nilai bend allowance maks 44 mm untuk sudut 0o dan minimum 16 mm untuk sudut 90o. Semakin kecil sudut bending, nilai bend allowance semakin besar. Nilai springback rata-rata adalah 0, tidak terjadi penyimpangan terhadap garis bending. Kapasitas maksimum mesin adalah 90 akrilik perjam untuk ketebalan 2mm
SIFAT MEKANIK SILICONE RUBBER SEBAGAI KANDIDAT BAHAN PENGGANTI ALAT LATIHAN SUTURING Dzulfikar, Muhammad; Pangestu, Wahyu Adi; Purwanto, Helmy; Wahid, Muhammad Abdul; Ismail, Rifky; Prawibowo, Hartanto
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.15

Abstract

Kulit manusia memiliki sifat viskoelastik, artinya kulit dapat memanjang ketika ditarik, dan kembali ke posisi semula ketika tarikan dilepas, sifat ini sama dengan sifat elastisitas karet. Karet terus berkembang dan meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan kebutuhan alat medis. Karet silikon sebagai kandidat bahan alat latihan suturing/menjahit luka, dengan bahan karet silikon dipilih dari jenis silicone rubber RTV (Room Temperatur Vulcanizing) RTV-48 dan RTV-52. Sifat mekanik dari silicone rubber dari kekuatan tarik, perpanjangan putus menggunakan standar ISO 37 dan kuat sobek menggunkan standar ISO 34-1, sifat mekanik silicone rubber akan diuji menggunakan Mesin UTM / (Universal Testing Machine). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kelayakan karet silikon jenis RTV-48, dan RTV-52 dengan campuran katalis untuk digunakan sebagai kandidat bahan alat latihan menjahit luka. Dari hasil pengujian yang didapatkan pada RTV 48 campuran silicone rubber 150 ml dan 15 ml katalis mempuyai kekuatan tarik yang tertingi di angka 1,89 N/mm2, dan pengujian perpanjangan putus RTV 48 campuran silicone rubber 150 ml dan 10 ml katalis mempuyai yang tertingi di angka 194%,  untuk kuat sobek nilai tertingi didapatkan pada RTV 48 campuran silicone rubber 150 ml dan 10 ml katalis di angka 1,44 N/mm2, sedangkan RTV 48 campuran silicone rubber  150 ml dan 10 katalis menghasilkan modulus elastisitas 1,8 MPa dan 0,6 % regangan.
Simulasi Remaining Life Low Pressure Rotating Blade PLTU Batubara 600 MW Maulidia, Fazar; Mahardika, Mohammad Azis; Nurbanasari, Meilinda; Abdurrachim, Halim
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.70

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara merupakan jenis pembangkit yang memanfaatkan energi kinetik dari uap panas dalam bumi untuk diubah menjadi energi mekanik oleh turbin dan diubah menjadi energi listrik oleh generator. Pada tahun 2024 turbin PLTU batubara dengan kapasitas 600 MW dilakukan pengecekan pada turbin LP-2 dan ditemukan crack pada 11 blade L-1 yang telah beroperasi selama lebih kurang 27 tahun. Retak pada blade diduga akibat fatigue yang diakibatkan beban dinamis yang diterima oleh blade. Tujuan penelitian ini untuk menentukan sisa umur pakai blade pada kondisi normal, startup dan shutdown, serta blade yang telah mengalami crack. Untuk mengetahui sisa umur pakai blade yang mengalami crack dilakukan simulasi dengan menggunakan metode Finite Element Analisys. Hasil simulasi menunjukkan (1) Sisa umur pakai dari 11 blade yang dianalisa memiliki nilai 0, yang berarti tidak dapat digunakan karena sudah memasuki zona fracture. (2) Turbin tidak bisa dioperasikan dalam kondisi blade yang mengalami retak. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan (1) Pada saat simulasi dilakukan perlu perangkat yang memadai untuk mencegah terjadinya eror pada saat simulasi sedang berlangsung. (2) Dilakukan pemeriksaan dan pendukung lainnya di laboratorium untuk memvalidasi hasil simulasi yang telah dilakukan.
Analisis Penggunaan Limbah Resin Coated Sand sebagai Substitusi pada Cetakan Greensand Terhadap Karakteristik Pengecoran Logam Aluminium Nurdin, Akhmad; N, Muhammad Dwi; S, Ardi Bagus; Paundra, Fajar; Muhyi, Abdul; Pujiyulianto, Ekko; K, Putra Andi; N, Fajar Perdana; S, Farid Nanda; D, Febri Budi
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 4, No 1 (2024): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v4i1.25

Abstract

Resin Coated Sand atau RCS  salah satu jenis cetakan yang digunakan untuk proses pengecoran logam dan menghasilkan limbah yang mengandung resin. Sebagian besar limbah RCS  masih dapat  didaur ulang, karena masih mengandung pasir silika dan berukuran lebih kecil dibandingkan pasir silika untuk cetakan greensand. Cetakan greensand terdiri dari pasir silika dengan pengikat merupakan cetakan pasir yang sering digunakan pada industri pengecoran logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan limbah pasir RCS pada cetakan greensand terhadap karakteristik kekerasan dan struktur mikro pada peleburan ulang aluminium-silikon. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan data pada komposisi limbah cetakan pasir RCS dengan presentase 0%, 20%, dan 40% terhadap pasir baru grendsand, sedangkan material logam aluminium yang digunakan pada penelitian ini mengunakan limbah sepatu rem tromol sepeda motor. Hasil pengecoran logam didapat spesimen logam aluminium yang diuji kekerasan dan metalografi. Pada penambahan RCS 20% menunjukkan nilai kekerasan yang cenderung sama pada penambahan 0%, namun nilai kekerasan akan naik 2,4 kali pada penambahan RCS 40%. Berdasarkan pengujian metalografi penambahan RCS 40% menunjukkan struktur fasa Si yang cenderung lebih meluas dibandingkan pada penambahan 0% dan 20%.