cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
june_30ops@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Health Reproductive
ISSN : 25281585     EISSN : 25281585     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Health Reproductive merupakan salah satu wadah bagi peneliti, dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian. Jurnal ini berisikan artikel terkait tentang kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus kehidupan dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Ruang Lingkup 1. kesehatan ibu dimulai sejak prakonsepsi, kehamilan, persalinan dan nifas 2. kesehatan anak dimulai dari bayi baru lahir, neonatus, balita dan prasekolah 3. keluarga berencana 4. pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS 5. kesehatan reproduksi remaja 6. pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi 7. pencegahan dan penangann infertilitas 8. kesehatan reproduksi usia lanjut 9. deteksi dini kanker saluran reproduksi 10. kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, kekerasan pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive" : 6 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENARCHE PADA SISWI DI SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN KABUPATEN SAMOSIR Roos Etty, Christina; Damanik, Elsarika; Siahaan, Julia Mahdalena; Sinurat, Ervina Helen
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5538

Abstract

Latar belakang: Kejadian menarche pada remaja putri menunjukkan adanya perubahan usia yang signifikan dari tahun ke tahun baik secara global maupun di Indonesia. Di Indonesia sendiri tahun 1970-an usia rata-rata remaja yang mengalami menarche berkisar 14-15 tahun, 1980-1990an turun menjadi 13-14 tahun, memasuki tahun 2000-an usia rata-rata menarche berkisar 12 tahun dan hingga kini menjadi 11-13 tahun. Perbedaan usia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan pemahaman seseorang akan sesuatu hal. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Kesiapan Menarche pada Siswi di SMP Negeri 1 Nainggolan Kabupaten Samosir. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu semua siswi kelas 7 SMP N 1 Nainggolan berjumlah 42 orang. Metode: Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengelolahan data dengan Chi Square diperoleh p-value = 0,003I yang berarti adanya hubungan pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi kelas 7 di SMP N 1 Nainggolan kabupaten Samosir. Hasil: diharapkan ibu mampu melakukan pendekatan dan memberikan kebutuhan saat anak menghadapi menarche, juga guru sekolah kiranya dapat memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan kesehatan untuk mempersiapkan remaja perempuan dalam menghadapi menarche. Kesimpulan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kesiapan remaja perempuan menghadapi menarche. Semakin baik pengetahuan terhadap menstruasi maka semakin siap mereka menghadapi menarche dan menstuasi.
PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI NAFAS DALAM DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI PMB RONNI SIREGAR Siregar, Dian Adriyani; Aritonang, Juneris; Haslin, Sharfina
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5672

Abstract

Persalinan normal merupakan proses pengeluaran janin dan plasenta yang terjadi pada usia kehamilan aterm secara spontan tanpa adanya komplikasi yang diiringi dengan nyeri persalinan yang fisiologis. Nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin, sepertinya peningkatan intensitas nyeri, partus macet/lama, distress pada janin yang berujung pada asfiksia janin, perdarahan dan kematian ibu dan bayi. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dapat mengurangi nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar. Jenis dan design pada penelitian ini adalah pre eksperimental dengan one grup pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 17 responden ibu bersalin primigravida. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri responden pada kelompok sebelum diberikan perlakuan rata rata 8,33 dan sesudah diberika perlakuan rata rata 4,92. Hasil analisis data diperoleh significancy p-value 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar.
PENGARUH TERAPI BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI SETELAH IMUNISASI DPT 1 (Difteri, Pertusis, Tetanus) DI PMB RONNI NAUDUR SIREGAR DELI SERDANG Simanjuntak, Eva Hotmaria; Tarigan, Suci Nanda Resti; Parapat, Friska Margareth
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5692

Abstract

Latar belakang: Bayi yang telah di berikan imunisasi salah satunya adalah Diphtheria Pertusis Tetatus (DPT) yang memiliki efek samping diantaranya yaitu naiknya suhu tubuh bayi dari normal. Demam dapat di tangani secara medis dan non medis yaitu dengan cara mengompres bawang merah kepada bayi. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi Pengaruh Terapi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Terhadap Penurunn Suhu Tubuh Bayi yang mengalami kenaikan setelah Imunisasi DPT 1 (Difteri, Pertusis, Tetanus) Di PMB Ronni Naudur Siregar Deli Serdang Metode: Metode yang dipakai  dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design, memakai teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 10 bayi yang sudah di imunisasi dengan cara pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan uji paired t test Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suhu tubuh yang sebelum diberikan perlakuan 37,750 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata 37,411. Hasil analisis data diperoleh nilai p-value=0,000 (p<0,05) Kesimpulan: kesimpulan yang bisa di ambil dari penelitian ini yaitu diharapkan seorang bidan ataupun ibu dari si bayi dan balita tersebut dapat memberikan asuhan yang tepat pada bayi yang mengalami kenaikan suhu pada tubuhnya setelah imunisasi DPT-HB-HIb dengan cara mengompres bawang merah agar dapat menurunkan suhu tubuh pada bayi.
PENGARUH PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PAKKAT TORUAN Simamora, Debora; Debataraja , Fransiska; Siregar, Nova Sontry Node; Hutagaol, Dewi Ayu Lestari
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5720

Abstract

Kekurangan gizi kronis yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak merupakan masalah yang signifikan dalam bidang kesehatan masyarakat. Prevalensi stunting bervariasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, yang mencerminkan kesenjangan dalam akses terhadap nutrisi, layanan kesehatan, dan faktor sosial ekonomi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Pakkat Toruan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain crossectional. Subjek pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang bertempat tinggal di Desa Pakkat Toruan Kecamatan Doloksanggul sebanyak 60 ibu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan Tingkat kepercayaan (α=0,05). Hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengolahan sampah dengan kejadian stunting (p-value=0,000). Untuk mengurangi risiko terjadinya stunting, disaran kepada masyarakat untuk memisahkan sampah antara sampah organik dan sampah anorganik. Dan disetiap rumah harus memiliki tempat sampah yang kuat, kedap air dan memiliki tutup. Untuk mengurangi penumpukan sampah, sebaiknya sampah anorganik diolah menjadi barang yang memiliki fungsi dan sampah organik diolah menjadi pupuk/kompos yang dibutuhkan untuk tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PENCEGAHAN HIPER EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL Yeti Hernawati; Lina Herlina; Eli Sumiati
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5809

Abstract

Latar belakang: Emesis gravidarum adalah suatu keadaan yang biasa timbul di trimester pertama kehamilan, di mana ada 60-80% wanita hamil pada kehamilan pertama (primigravida) dan 40-60% pada kehamilan berikutnya (multigravida) mengalaminya.  Keadaan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil dan berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan “untuk mengkaji pengaruh pemberian permen jahe (Zingiber officinale) terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi, Cianjur.” Metode: Studi ini menggunakan desain Quasi Eksperimental melalui pendekatan Post-test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 62 ibu hamil yang dipisah ke dalam dua kelompok, yakni intervensi (n=31) dan kontrol (n=31). Kelompok intervensi diberikan permen jahe untuk dikonsumsi dua kali sehari dalam kurun waktu 7 hari, dan kelompok kontrol diberikan permen gula. Pengukuran hasil dilakukan dengan menggunakan kuesioner PUQE-24 untuk menilai frekuensi dan tingkat keparahan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil. Hasil: Di kelompok intervensi, 54,8% responden tidak menjumpai mual muntah sesudah mengonsumsi permen jahe, sedangkan pada kelompok kontrol 74,2% masih mengalami emesis ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p value=0,000). Kesimpulan: Temuan studi menjabarkan bahwa pemberian permen jahe terbukti efektif untuk meminimalisir frekuensi emesis gravidarum. Temuan ini dapat diimplementasikan sebagai terapi komplementer yang aman dan mudah diakses dalam asuhan antenatal.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP IBU TERHADAP ASI EKSKLUSIF DAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDAMANIK, KECAMATAN SIDAMANIK, KABUPATEN SIMALUNGUN Utami, Ria Lusi; Purba, Yeni Trisna; Br. Ginting, Isa Harfika; Febriani, Winda
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.6321

Abstract

Latar belakang: ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang mudah dicerna. Pemberian makanan bayi harus memperhatikan waktu, frekuensi, jenis, jumlah, dan cara pengolahan. Salah satu kebiasaan yang kurang tepat adalah pemberian makanan padat atau tambahan terlalu dini, yang dapat mengganggu ASI eksklusif dan meningkatkan risiko penyakit pada bayi karena sistem pencernaan bayi belum matang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan sikap ibu terhadap ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun. Metode: Studi ini menggunakan deskriptif korelasi dengan desain cross sectional dengan populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sejumlah 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling berjumlah 70 responden. Hasil: Di kelompok intervensi, 54,8% responden tidak menjumpai mual muntah sesudah mengonsumsi permen jahe, sedangkan pada kelompok kontrol 74,2% masih mengalami emesis ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p value=0,000). yang didapat adalah berdasarkan dukungan keluarga mayoritas tidak mendukung (61,4%), sikap mayoritas cukup (65,7%), hubungan tidak mendapat dukungan tetapi tetap memberikan ASI (37,1), mendapat dukungan dan memberikan ASI (32,9%), hubungan sikap responden mayoritas cukup (40%) dan sikap baik (30%). Pada responden disarankan tidak memberikan MP-ASI terlalu dini pada bayi dan sebaiknya berikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan tanpa makanan atau minuman lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 6