cover
Contact Name
Suardi Laheng
Contact Email
suardiaseq@gmail.com
Phone
+6285240411818
Journal Mail Official
jagoku2020@gmail.com
Editorial Address
Jl. Madako No. 1 Kelurahan Tambun Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Indonesia.
Location
Kab. toli toli,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis
ISSN : -     EISSN : 27469638     DOI : -
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Perikanan, Pertanian dan Peternakan serta Ilmu Biologi. JAGO TOLIS merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Madako Tolitoli. Jurnal terbit tiga kali dalam setahun yaitu Januari, Mei dan September.
Articles 121 Documents
Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Tamimi, Muzammi Ditya; Iskandar, Muhammad Joni; Ahmadi, Rizal
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1502

Abstract

Sektor pertanian, khususnya usahatani padi sawah, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan usahatani padi sawah berdasarkan status kepemilikan lahan (milik sendiri, sewa, dan sakap) di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilakukan di tiga desa dengan produksi padi tertinggi menggunakan metode Snowball Sampling terhadap 45 petani. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, termasuk analisis biaya dan pendapatan, serta uji beda ANOVA dan post hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi per hektar relatif serupa pada ketiga sistem, yaitu berkisar antara Rp 28 juta–Rp 29 juta, dengan biaya tenaga kerja sebagai komponen terbesar. Pendapatan usahatani padi sawah tertinggi diperoleh petani pemilik lahan (Rp 8.992.416/ha), diikuti petani sewa (Rp 8.509.205/ha), dan terendah pada petani sakap (Rp 5.776.509/ha). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (F = 9,350; p < 0,001), dan uji post hoc mengungkapkan bahwa perbedaan signifikan terdapat antara kelompok milik sendiri dengan sakap, serta sewa dengan sakap, sedangkan perbedaan antara milik sendiri dan sewa tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa status kepemilikan lahan berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani, di mana sistem sakap cenderung menurunkan keuntungan penggarap. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan petani padi sawah di daerah penelitian.

Page 13 of 13 | Total Record : 121