cover
Contact Name
Suardi Laheng
Contact Email
suardiaseq@gmail.com
Phone
+6285240411818
Journal Mail Official
jagoku2020@gmail.com
Editorial Address
Jl. Madako No. 1 Kelurahan Tambun Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Indonesia.
Location
Kab. toli toli,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis
ISSN : -     EISSN : 27469638     DOI : -
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Perikanan, Pertanian dan Peternakan serta Ilmu Biologi. JAGO TOLIS merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Madako Tolitoli. Jurnal terbit tiga kali dalam setahun yaitu Januari, Mei dan September.
Articles 121 Documents
Perkembangan Molting Kepiting Bakau yang dikondisikan dalam Siklus Gelap-Terang Pada Wadah Pemeliharaan Resirkulasi Tertutup Tahya, Akbar Marzuki; Ikbal; Sunarti
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i2.829

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) mengalami proses molting sebagai bagian penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Molting merupakan fenomena fisiologis yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kontrol hormonal dan faktor eksternal seperti lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fotoperiode terhadap percepatan molting kepiting bakau dengan mengamati retraksi epipodit, retraksi kutikula, kadar glukosa, dan pertumbuhan bobot. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode gelap dan terang (T12G12: Terang 12 jam, Gelap 12 jam; T10G14: Terang 10 jam, Gelap 14 jam; T8G16: Terang 8 jam, Gelap 16 jam; T6G18: Terang 6 Jam, Gelap 18 jam; dan T4G20: Terang 4 Jam, Gelap 20 jam), dengan tujuh kali ulangan sehingga diperoleh 35 unit percobaan. Kepiting dipelihara dalam ruangan dengan pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu 9 Watt dan diukur menggunakan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fotoperiode berpengaruh terhadap progres molting. Retraksi kutikula mulai diamati pada hari ke-10 pada perlakuan T12G12 dan T10G14. Selain itu, perlakuan T10G14 (10 jam terang, 14 jam gelap) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi, yaitu 3,618 gram selama pemeliharaan. Dengan demikian, fotoperiode optimal dapat digunakan sebagai strategi untuk mempercepat molting dan meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau dalam sistem budidaya terkontrol.
Estimasi Parameter Dinamika Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Di Pelabuhan Perikanan Ogotua Kabupaten Tolitoli Masyahoro, A.; Anai, Sunerta; Wahyudi, Dedi; Hermawan, Roni; Rukka, Andi Heryanti
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i2.875

Abstract

Dinamika populasi ikan cakalang khususnya pertumbuhan dan perkembangbiakan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dibanding internal. Informasi tentang parameter dinamika populasi ikan ini selalu berbeda di setiap fishing ground. Penelitian bertujuan menganalisis parameter dinamika populasi ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan metode observasi melalui pengukuran langsung secara in-situ di PP Ogotua. Jumlah sampel ikan cakalang yang dibutuhkan dalam pengukuran yaitu 100 ekor yang diambil secara simple random sampling setiap bulannya dari hasil tangkapan alat purse seine, sehingga jumlah ikan yang terukur selama 3 bulan sebanyak 300 ekor. Hasil analisis panjang bobot ikan diperoleh nilai persamaan regresi eksponensial pada bulan Mei, yaitu  W = 0,0023*L3,5338, Juni W = 0,0025*L3,4949, dan Juli W = 0,0028*L3,4706. Jumlah kohort pada bulan Mei ditemukan 2 puncak dengan ukuran 28,5 cm dan 36,0; bulan Juni juga ditemukan 2 puncak dengan ukuran 29,5 cm dan 36,0 cm dan bulan Juli ditemukan 2 puncak dengan ukuran 29,0 cm dan 36,0 cm. Nilai Lc diperoleh sebesar 32,4 cm dalam interval kelas 32-34 cm, nilai ini lebih kecil dari nilai Lm sebesar 34,5 cm dalam interval kelas 34-35 cm. Hasil analisis estimasi parameter pertumbuhan ikan cakalang dengan nilai Lꝏ sebesar 46,80 cm dan K sebesar 0,51 dan t0 sebesar 0,0032 per tahun. Pertumbuhan ikan cakalang di Perairan Laut Sulawesi relatif sedang dengan pola pertumbuhan alometrik positif dimana telah mengalami tangkap lebih atau overfishing.
Analisis Tingkat Permintaan Telur Ayam Kampung di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur Amalyadi, Rezki; Yanti, Baiq Ratna Indah
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.886

Abstract

Permintaan telur ayam kampung di Pasar Aikmel dipengaruhi harga tinggi, pasokan terbatas, preferensi konsumen, distribusi, daya beli, dan persaingan. Tujuan penelitian yakni mengetahui permintaan telur ayam kampung di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur dan mengetahui pengaruh harga terhadap daya beli konsumen telur ayam di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Studi ini termasuk 30 orang yang menyelesaikan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,1% dari harga telur ayam lokal, harga produk lain, jumlah keluarga dan rasa berkontribusi terhadap permintaan telur ayam lokal di pasar Aikmel. Di luar model, faktor -faktor lain mempengaruhi 15,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa x1 (harga untuk telur ayam lokal), x2 (harga dalam artikel lain), x4 (jumlah keluarga), dan x5 (rasa) mempengaruhi variabel y (permintaan untuk telur ayam lokal) di pasar aikmel. Sementara itu, faktor X3 (pendapatan keluarga) dipengaruhi oleh 84,1% dari variabel Y (permintaan untuk telur ayam lokal).
Analisis Komparatif Usahatani Jagung Pakan (Zea mays L.) Dan Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt.) Di Kecamatan Basidondo Dan Kecamatan Lampasio Hayatudin
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan biaya total, penerimaan, pendapatan, kelayakan usaha (R/C Ratio), dan titik impas (BEP) pada usahatani jagung pakan dan jagung manis di Kecamatan Basidondo dan Kecamatan Lampasio. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2024 di Desa Kayu Lompa, Galandau, dan Tinading yang dipilih secara purposive karena merupakan sentra produksi kedua komoditas tersebut. Responden berjumlah 40 orang, masing-masing 20 petani jagung pakan dan 20 petani jagung manis. Data dianalisis dengan metode analisis biaya total, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata biaya total jagung pakan sebesar Rp10.638.543,27/musim lebih rendah dibanding jagung manis sebesar Rp14.635.623,32/musim. Namun, penerimaan jagung pakan (Rp223.080.000/musim) lebih tinggi daripada jagung manis (Rp112.989.904,34/musim). Pendapatan jagung pakan mencapai Rp10.309.134,69/musim dengan R/C Ratio 1,05, BEP produksi 2.731,33 kg, dan BEP harga Rp2.731,33/kg, sedangkan pendapatan jagung manis Rp33.048.303,28/musim dengan R/C Ratio 1,41, BEP produksi 2.895,76 tongkol, dan BEP harga Rp1.015,80/tongkol. Dengan demikian, kedua usahatani dinilai layak dan menguntungkan.
Teknik Pemeliharaan Induk Kakap Putih (Lates calcarifer) Di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP-UB) Kabupaten Aceh Besar Sembiring, Cindy Silvia BR; Rinaldi; Muktitama, Asih Makarti; Nugrahawati, Anis; Yanto, Nopri; Khalil, Munawwar
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.914

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan prospek budidaya yang luas karena kemampuan adaptasinya terhadap berbagai salinitas perairan. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar, pada Januari–Februari 2024, bertujuan untuk memahami teknik pemeliharaan induk ikan kakap putih yang baik dan benar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tahapan pemeliharaan induk meliputi persiapan wadah, seleksi induk, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air. Wadah dibersihkan dengan larutan kaporit dan natrium tiosulfat, serta diisi ulang dengan air laut. Seleksi induk dilakukan berdasarkan bobot tubuh dan kematangan gonad, dengan kisaran bobot ideal induk jantan 2,5–3,5 kg dan betina 6–9 kg. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar dengan tambahan vitamin C dan E untuk mendukung kualitas induk. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut berada dalam kisaran optimal sesuai SNI 6145.4:2014. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan induk yang tepat dapat meningkatkan kualitas induk dan keberhasilan pemijahan ikan kakap putih.
Perkembangan Habitat Populasi Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Yang Terintroduksi Di Teluk Palu, Sulawesi Tengah Rasul; Padyawan, Andhy Rahmat; Wandi; Kusmadi; Ndobe, Samliok; Herjayanto, Muh.; Alapi, Rahmat; Salman, Abrar Mujahidin; Suryatama, Yahya Rizkiandra; Suadi; Halik, Moh. Nur; Zidan, Muh.; Yuliana; Hartina; Sababuli, Jeklin M.
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.933

Abstract

Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni), merupakan ikan terumbu karang endemik dari Kepulauan Banggai, yang telah diintroduksi ke perairan Teluk Palu sejak awal tahun 2000-an. Sejak introduksinya, populasi dan habitat ikan ini mengalami fluktuasi yang signifikan akibat aktivitas manusia dan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi habitat dan keberadaan populasi P. kauderni terkini di Pantai Mamboro, Teluk Palu, Sulawesi Tengah pada April 2024. Observasi lapangan dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikombinasikan dengan belt transect untuk mengamati populasi ikan dan mikrohabitat terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Stasiun 1 didominasi oleh karang mati yang ditumbuhi alga (37,25%) dan pasir yang tertutup sedimen (49,02%) tanpa ditemukan individu ikan. Di Stasiun 2 ditemukan dua individu dewasa pada habitat lamun (penutupan 28,87%), sedangkan di Stasiun 3 ditemukan satu individu yang berasosiasi dengan anemon, bulu babi, dan karang. Mikrohabitat dominan di seluruh lokasi adalah substrat pasir dengan lamun yang tersebar, sementara keberadaan tempat berlindung penting seperti anemon dan bulu babi masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat masih mengalami degradasi dan kepadatan populasi rendah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak tahun 2021. Upaya konservasi harus difokuskan pada restorasi mikrohabitat dan penyediaan struktur buatan. Teluk Palu memiliki potensi sebagai lokasi konservasi ex-situ, namun membutuhkan pemantauan ekologis berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Evaluasi Uji Radicle Emergence dengan Uji Kecepatan Tumbuh Benih Selada Fariroh, Indri
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.989

Abstract

Benih selada mempunyai vigor rendah ketika ditanam di lapang yang disebabkan karena suhu tinggi. Benih bervigor rendah menghasilkan perkecambahan yang lambat dan tidak seragam di lapang sehingga berpengaruh terhadap produksi tanaman. Untuk mengetahui vigor benih secara cepat, dibutuhkan metode uji perkecambahan yang mencerminkan performa benih di lapang. Uji Radicle Emergence (RE) digunakan untuk mendeteksi vigor benih secara cepat namun validasinya terbatas pada beberapa komoditas saja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan metode penghitungan uji RE pada benih selada serta mengetahui korelasi antara uji RE dengan uji kecepatan tumbuh benih (KCT). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri dari varietas selada (Grand Rapids, Ava Red, Red Coral, Karina) dan hari pengecambahan (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 hari). Terdapat 28 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 15 kali sehingga terdapat total 420 satuan percobaan. Variabel pengamatan penelitian merupakan persentase KCT dan RE. Perhitungan RE dilakukan menggunakan beberapa rumus dengan satuan %/etmal, %, benih/etmal, dan hari. Perhitungan RE menggunakan satuan hari dilakukan dengan pendekatan Mean Germination Time (MGT). Hasil menunjukkan bahwa evaluasi RE menggunakan hitungan %/etmal, %, dan benih/etmal dilakukan pada rentang 1-2 hari. Evaluasi RE menggunakan MGT dilakukan pada 1.2 – 3.69 hari. Metode penghitungan RE menggunakan MGT berkorelasi erat dengan KCT namun hubungannya negatif (r = -0.856, R2 = 0.7333, p<0.001), semakin tinggi KCT maka waktu munculnya radikula semakin cepat.
Analisis Pelaksanaan Sistem Bagi Hasil Peternak Sapi Di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Serli; Fitriyah; Mahdar; Aspri
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.1045

Abstract

Penelitian ini membahas pelaksanaan sistem bagi hasil dalam peternakan sapi di Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Tujuannya adalah untuk mengetahui pola kerja sama, manfaat, dan kendala yang dihadapi peternak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan sensus terhadap 20 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil peternakan di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli menggunakan sistem bagi hasil 50:50. Sistem ini memberikan manfaat ekonomi dan sosial, meskipun masih menghadapi kendala seperti lambatnya reproduksi, kematian anak sapi, dan perjanjian yang umumnya tidak tertulis. Kesimpulannya, sistem ini efektif namun perlu penguatan kelembagaan dan legalitas perjanjian.
Pengaruh Jenis Kemasan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Kualitas Mutu Organoleptik dan Fisik Buah Salak Pondoh Hutabarat, Michael Alexander; Mohwadati, Adisti Rofiah; Nainggolan, Eris Pransiscah; Lumbantobing, Febrina Natasya; Avanza, Mona Ridha; Bachtiar, Nova; Ananda, Rahmatia
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jenis kemasan (PP, PE, dan vakum) dan suhu penyimpanan (suhu ruang dan suhu rendah) terhadap mutu salak pondoh potong (Salacca edulis Reinw). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor suhu dan dua kali pengulangan (duplo) pada setiap perlakuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan penentuan masa simpan menggunakan metode Extend Storage Study (ESS). Uji organoleptik dilakukan dengan uji hedonik oleh 15 panelis semi-terlatih terhadap parameter warna, rasa, aroma, dan tekstur selama penyimpanan 0–3 hari. Uji fisik meliputi pengukuran kecerahan warna (L*), kadar gula (°Brix), dan susut bobot. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi kemasan vakum dan suhu rendah paling efektif dalam mempertahankan mutu organoleptik dan fisik, serta memperpanjang masa simpan salak pondoh potong dibandingkan perlakuan lainnya.
Optimalisasi Konsentrasi Garam (NaCl) Dalam Pengasapan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal Pramita, Eka Aji; Renol; Finarti; Muliadin; Hermawan , Roni
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.1042

Abstract

Pengasapan merupakan metode tradisional untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan cita rasa ikan. Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Salah satu tahap penting adalah perlakuan garam (NaCl) yang berperan sebagai pengawet alami sekaligus penentu mutu kimia dan organoleptik. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi garam optimal agar menghasilkan ikan asap yang awet, bermutu, dan kompetitif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (10%, 15%, 20%, 25%) dan 4 ulangan (16 unit). Analisis meliputi kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil menunjukkan konsentrasi garam 25% memberikan pengaruh nyata (P<0,05) dengan nilai terbaik pada kadar air (28,75), kadar abu (15,25), bau (7,80), rasa (7,99), warna (7,53), dan tekstur (7,36), serta memenuhi standar SNI. Dengan demikian, konsentrasi garam 25% merupakan formulasi terbaik dalam pengasapan ikan lele dumbo karena menghasilkan kualitas optimal sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.

Page 11 of 13 | Total Record : 121