cover
Contact Name
Suardi Laheng
Contact Email
suardiaseq@gmail.com
Phone
+6285240411818
Journal Mail Official
jagoku2020@gmail.com
Editorial Address
Jl. Madako No. 1 Kelurahan Tambun Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Indonesia.
Location
Kab. toli toli,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis
ISSN : -     EISSN : 27469638     DOI : -
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Perikanan, Pertanian dan Peternakan serta Ilmu Biologi. JAGO TOLIS merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Madako Tolitoli. Jurnal terbit tiga kali dalam setahun yaitu Januari, Mei dan September.
Articles 121 Documents
Teknik Pembenihan Ikan Nila Sultana Di Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan Perikanan Budidaya Air Tawar Desa Jatiguwi, Jawa Timur Ea, Siprianus Gasa Siga; Lukmini, Aisyah; Nuban, Sri Rahayu
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.1103

Abstract

Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai teknik pembenihan ikan nila Sultana telah dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan Perikanan Budidaya Air Tawar Desa Jatiguwi, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan nila Sultana secara konvensional serta menghitung persentase kelulushidupan benih yang dihasilkan. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan studi literatur. Proses pembenihan meliputi pemeliharaan dan seleksi induk, pemijahan alami, pemanenan larva, serta pendederan. Dari total 130.000 larva yang dipanen, diperoleh 112.000 ekor benih dengan tingkat kelulushidupan mencapai 86,15%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembenihan ikan nila Sultana secara konvensional di UPT Desa Jatiguwi memiliki tingkat keberhasilan yang baik dan dapat dijadikan dasar pengembangan budidaya berkelanjutan.  
Perbandingan Morfometri Spermatozoa Kambing Kosta Dengan Kambing Kacang Magfira; Armelia, Vony; Fahri, Mochamad; Shofa Aini, Fazriati
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.1162

Abstract

Morfometri spermatozoa merupakan parameter penting dalam evaluasi kualitas semen dan potensi fertilitas pada ternak kambing. Perbedaan antar bangsa kambing dalam karakteristik morfometri spermatozoa dapat memberikan informasi bagi program pemuliaan dan manajemen reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik morfometri spermatozoa antara kambing Kosta, Kashmir, dan Kacang sebagai dasar evaluasi kualitas genetik dan potensi reproduksi. Sampel semen dikoleksi dari pejantan kambing Kosta yang berumur 2-3 tahun sebanyak 5 ekor kambing dengan total 50 sperma yang diukur, pembandingnya berupa data morfologi spermatozoa kambing Kashmir dan kambing Kacang yang diperoleh melalui literature review. Morfometri sperma kambing kosta diamati dengan membuat preparat ulas menggunakan pewarna eosin nigrosine. Parameter morfometri yang diukur meliputi panjang kepala, lebar kepala, panjang midpiece, panjang ekor, dan panjang total spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfometri spermatozoa kambing Kosta memiliki rataan panjang kepala 7,4 µm, lebar kepala 4,6 µm, panjang midpiece 12,4 µm, panjang ekor 24,6 mm, dan panjang total 49,16 µm (Tabel 1). Jika dibandingkan dengan data literatur, pada kambing Kacang dilaporkan ukuran panjang kepala 5,21-9,21 µm, lebar kepala 2,50-6,04 µm, panjang ekor total 25,83 – 42,08 mm, dan panjang total sekitar 32,71-49,58 µm. Hal ini menunjukkan bahwa morfometri spermatozoa kambing kosta masih berada dalam rentang tetuanya.
Pengaruh Perbedaan Kemasan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Laju Kematangan Pisang Mauli (Musa Acuminata) Hutabarat, Michael Alexander; Jannah, Raudhatul; Bembor, Maria Sintya Oktaviani; Herlina, Farrah Widy
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1038

Abstract

Pisang Mauli (Musa Acuminata) merupakan salah satu varietas lokal unggulan asal Kalimantan Selatan yang banyak dikonsumsi dalam keadaan segar. Namun, seperti buah tropis lainnya, pisang ini memiliki umur simpan yang singkat akibat proses respirasi dan transpirasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap laju kematangan pisang Mauli selama tiga hari penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu jenis kemasan (PP, PE, vakum, dan kontrol) dan suhu penyimpanan (ruang dan chiller). Parameter yang diamati meliputi perubahan bobot, uji organoleptik warna, aroma, dan tekstur yang dinilai oleh 15 panelis. Hasil menunjukkan bahwa memperpanjang umur simpan pisang Mauli secara optimal terdapat pada penggunaan kemasan vacuum dan penyimpanan pada suhu chiller (±13–15 °C). Kombinasi ini paling efektif dalam menjaga kualitas warna, tekstur, dan aroma pisang, serta menghambat perubahan fisiologis yang menyebabkan kematangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei dan dilakukan di Laboratorium Terpadu 2, Laboratorium Pengolahan Pangan, Institut Teknologi Kalimantan.
Study of Chicory Utilization as Animal Feed: Analysis of Potential and Implementation Challenges in the Tropics Amalyadi, Rezki; Widiastuti, Lusia Komala; Aminurrahman; Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Gifari, Zaid Al; Anwar, Khairil
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1058

Abstract

Cichorium intybus L. (chicory) is a perennial forage with considerable potential to support sustainable livestock systems, particularly in tropical regions. This study aims to evaluate its nutritional composition, agronomic performance, and livestock response. A literature-based review supported by field trial data was employed, focusing on nutrient analysis, cultivation practices, animal feeding performance, and economic viability. Quantitative findings indicate that chicory contains 14–22% crude protein and 10–20% inulin (dry weight basis), with forage yields reaching 8–12 t DM/ha/year under optimal management. Feeding trials demonstrate improvements in milk yield by 5–12%, reductions in nitrogen excretion by 10–15%, and decreases in gastrointestinal parasite load by 30–40% compared with conventional grass-based diets. Agronomically, chicory thrives in well-drained soils with balanced fertilization and responds positively to high-frequency irrigation and integrated pest management, although breeding for tropical adaptation remains essential. Despite its high nutritive value and bioactive properties, economic challenges such as high input costs and limited market access constrain broader adoption. Overall, chicory represents a promising alternative forage crop that enhances animal productivity, health, and environmental efficiency, while contributing to climate-resilient livestock production systems in tropical settings.
The Impact of Coastal Livestock Activities on the Health of Dugong (Dugong dugon) Habitats: A One Health Approach in Tropical Regions Aminurrahman; Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Gifari, Zaid Al; Septian, I Gede Nano
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1060

Abstract

The Dugong dugon a vulnerable marine herbivore, is closely tied to the health of seagrass ecosystems, which are increasingly threatened by land-based livestock activities in tropical coastal areas. This review explores how nutrient runoff, heavy metal contamination, and microplastics “primarily from livestock farming” contribute to eutrophication, biodiversity loss, and degradation of dugong forage quality. Moreover, the proximity of livestock to marine environments raises risks of zoonotic disease transmission, physiological stress, and mortality in dugongs. Using a One Health framework, this article highlights the ecological and health implications of terrestrial–marine interactions and identifies gaps in research and policy. Recommendations include integrated monitoring, sustainable livestock management, and transdisciplinary collaboration to protect dugong populations and their habitats.
Pengaruh Pemangkasan Tunas Air Dan Dosis Vermikompos Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Ceri (Solanum lycopersicum var. Cerasiforme) Filzah, Razita Sabrina; Rachmawatie, Srie Juli; Widiastuti, Libria
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1094

Abstract

Budidaya tanaman tomat ceri (Solanum lycopersicum var. Cerasiforme) pada umumnya dilakukan di dataran tinggi namun dengan teknik yang tepat dan pemberian nutrisi yang tercukupi tanaman tomat ceri dapat tumbuh di dataran rendah. Teknik budidaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemangkasan tunas air dan pemberian nutrisi yaitu dengan pemberian pupuk organik vermikompos. Waktu penelitian pada bulan Januari-April 2025 di Sukoharjo, Jawa Tengah dengan ketinggian 104 m dpl. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terhadap perlakuan pemangkasan tunas air dan dosis vermikompos pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat ceri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu pemangkasan tunas air dan dosis vermikompos. Faktor pertama adalah pemangkasan tunas air antara lain  P0: tanpa pemangkasan tunas air dan P1: pemangkasan tunas air. Faktor kedua adalah dosis vermikompos antara lain V0: kontrol; V1: 400 gram; V2: 600 gram; dan V3: 800 gram. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah perlakuan pemangkasan tunas air berpengaruh terhadap semua parameter yang diobservasi. Sedangkan perlakuan dosis vermikompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan berat brangkasan kering. Kombinasi terbaik yaitu perlakuan dengan pemangkasan tunas air (P1) dan dengan vermikompos 800 gram (V3) berpengaruh nyata terhadap jumlah dan berat buah per tanaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mengintegrasikan praktik pemangkasan tunas air dan aplikasi vermikompos merupakan strategi budidaya yang sangat efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tomat ceri.
Profil Organoleptik Kopi Arabika dan Robusta Berdasarkan Variasi Teknik Pascapanen Khairunnisa, Anita; Muttaqin, Muhammad Ihsan Zaenal; Hadetata, Satria; Arista, Yuvita Lira Vesti; Asfianti, Asti
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1199

Abstract

Kopi merupakan komoditas perkebunan strategis yang kualitas sensorinya sangat dipengaruhi oleh perlakuan pascapanen. Perbedaan karakteristik kimia antara Coffea arabica dan Coffea canephora (Robusta) menyebabkan respons yang berbeda terhadap teknik pengolahan, sehingga pemilihan metode pascapanen menjadi krusial untuk menghasilkan mutu sensori optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh empat teknik pascapanen—natural, honey, semi-washed, dan wine process terhadap profil organoleptik kopi Arabika dan Robusta. Uji organoleptik dilakukan dengan metode cupping berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA) terhadap atribut aroma, flavor, keasaman, body, aftertaste, dan skor keseluruhan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wine process menghasilkan skor tertinggi pada Arabika (keasaman 8,80; flavor 8,70; aroma 8,60; overall 8,55), yang berbeda signifikan dibanding metode lain dan mencerminkan kompleksitas flavor dengan aftertaste panjang. Pada Robusta, metode yang sama meningkatkan skor sensori secara signifikan (overall 7,50), menjadikannya lebih kompetitif untuk kategori fine Robusta. Honey process menghasilkan profil seimbang dengan cita rasa manis alami, natural process menonjolkan aroma fruity, sedangkan semi-washed memberikan rasa yang kurang kompleks. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan teknik pascapanen yang sesuai varietas mampu mengoptimalkan potensi sensori kopi, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kopi specialty di Indonesia. Keywords: Arabica, Robusta Coffee, Postharvest Techniques, Wine Process, Sensory Test.
Identifikasi SNP pada Gen CAPN1, MSTN Dan FREM2 sebagai Marka Genetik dalam Peningkatan Kualitas Daging Sapi Bali (Article Review) Pertiwi, Eva Amalia; Suryadi, Muh. Aidil Fitriyan Fadjar; Firhamsah, Ikhwan; Wandira, Ica Ayu; Karni, Ine; Muharram, Fadhil
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1434

Abstract

Sapi Bali merupakan sapi potong asli Indonesia yang memiliki potensi genetik tinggi dalam menghasilkan daging berkualitas dengan persentase karkas lebih besar dibandingkan sapi lokal lainnya. Kualitas daging ditentukan oleh beberapa indikator penting seperti kelembutan, marbling, rasa, dan warna, yang sangat memengaruhi preferensi konsumen dan nilai ekonomi. Seiring kemajuan teknologi molekuler, identifikasi penanda genetik berbasis single nucleotide polymorphism (SNP) menjadi strategi efektif dalam seleksi genetik untuk peningkatan kualitas daging sapi Bali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif berbasis tinjauan pustaka dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah yang diakses melalui PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “Bali cattle”, “meat quality”, dan “meat quality genes”. Artikel yang dikaji dipilih berdasarkan relevansi, tahun terbit 2010-2024, serta kesesuaian dengan topik genetik sapi Bali. Hasil telaah menunjukkan bahwa gen CAPN1 dan MSTN memiliki beberapa SNP signifikan yang berhubungan dengan kelembutan dan komposisi otot, sedangkan gen FREM2 memiliki satu SNP yang terkait dengan pembentukan jaringan ikat yang memengaruhi tekstur daging. Temuan ini memperkuat potensi penggunaan ketiga gen tersebut sebagai marka seleksi dalam program pemuliaan sapi Bali untuk peningkatan kualitas daging secara genetik.
Struktur Ukuran Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) di Teluk Lalong, Luwuk Wahyudi, Deddy; Masyahoro, A.; Ndobe, Samliok; Mubin; Syukri
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur populasi dan distribusi spasial Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) di Teluk Lalong, Luwuk, Sulawesi Tengah. Parameter yang diamati meliputi kepadatan populasi, distribusi horizontal dan vertikal, komposisi ukuran (rekrut, juvenil, dewasa), serta keterkaitan dengan jenis mikrohabitat. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) dengan transek sabuk (belt transect) pada beberapa stasiun pengamatan yang mewakili perbedaan kedalaman dan kondisi substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi P. kauderni di Teluk Lalong didominasi oleh individu rekrut (543 ekor), diikuti oleh juvenil (509 ekor) dan dewasa (323 ekor). Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun dengan kompleksitas substrat tinggi yang didominasi bulu babi (Diadema spp.) dan karang mati, sedangkan kepadatan terendah ditemukan di area muara sungai dengan substrat pasir berlumpur. Pola distribusi ini mengindikasikan bahwa P. kauderni memiliki preferensi kuat terhadap habitat dengan struktur pelindung alami. Hasil ini sejalan dengan studi sebelumnya di Luwuk dan Gilimanuk yang menegaskan pentingnya mikrohabitat pelindung dalam mendukung kelimpahan dan kelangsungan hidup spesies endemik ini. Dengan demikian, ketersediaan mikrohabitat yang sesuai merupakan faktor ekologis utama yang menentukan keberadaan P. kauderni di habitat introduksi Teluk Lalong. Temuan ini memberikan dasar penting bagi strategi konservasi dan pengelolaan spesies yang saat ini tergolong terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.
Respon Petani Terhadap Teknologi Jarak Tanam Jajar Legowo (JARWO) di Kecamatan Sakra Timur Azmi, Muhammad Farhan; Anwar, Muhammad; Ningsih, Dwi Haryati
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1501

Abstract

Prodktivitas lahan dapat ditingatkan dengan teknologi jajar legowo (JARWO), merupakan rekayasa jarak tanam proporsional yang dapat menunjang laju fotosintesis, sirkulasi udara, dan serapan hara sehingga kemampuan agronimis tanaman padi meningkat. Tanggapan atas inovasi yang diterapkan dapat diukur melalui respon adopter dalam hal ini petani. Maka, tujuan penelitian ini untuk menganalisis respon petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap teknologi jarak tanam jajar legowo (JARWO). Metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di kelompok tani Pade Angen II Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Responden berjumlah 32 orang ditentukan secara sensus. Analisis data menggunakan model skala likert dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon kognitif, afektif, dan konatif petani secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Secara simultan variabel kognitif, afektif, dan konatif berpengaruh signifikan terhadap minat adopsi (F=29,144, α<0,05). Sedangkan uji-t menunjukkan hanya variabel afektif yang berpengaruh signifikan (β=0,773, t=6,220, α<0,05), variabel kognitif dan konatif tidak signifikan, akan tetapi memiliki hubungan searah yang positif. Sikap dan keyakinan petani terhadap manfaat teknologi JARWO menjadi faktor utama dalam adopsi teknologi. Temuan ini memberikan wawasan penting bahwa variabel kognitif esensial membentuk afektif seseorang yang dapat menguatkan variabel konatif, sehingga adopsi teknologi dapat dikatakan memenuhi tahapan sempurna dan berhasil.

Page 12 of 13 | Total Record : 121