cover
Contact Name
Gatut
Contact Email
gatutxxx@gmail.com
Phone
+6281232252015
Journal Mail Official
iaiskjmalang.jurnal@gmail.com
Editorial Address
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG Jl. Keramat, Desa Sukolilo, Dusun Gandon Barat, Kec. Jabung Kab. Malang No. Telp (0341) 792669 Kode Pos 65155 Website : www.iaiskjmalang.ac.id, Email : iaiskjmalang@gmail.com
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ittishol : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 2721964X     EISSN : 27219631     DOI : https://doi.org/10.51339/ittishol
Core Subject : Science, Education,
Focus and Scope Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam merupakan jurnal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAI Sunan Kalijogo Malang. Al-Ittishol mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis reflektif dari para akademisi dan praktisi untuk pengembangan teori dan pengenalan konsep-konsep baru di bidang Komunikasi dan Dakwah, berupa manuskrip yang mengangkat tema meliputi: 1. Komunikasi; 2. Komunikasi Agama Islam; 3. Dakwah Islam; 4. Penyiaran Islam; 5. Media Komunikasi; 6. Teknologi Komunikasi; 7. Public speaking (Khitabah); 8. Writing and journalism (Kitabah); 9. Media Massa; 10. Sosial media; 11. Computer mediated communication;
Articles 95 Documents
Analisis Framing Media Terhadap Isu Kemitraan Bulog Kanwil Sumsel Dengan PT Wilmar Dila, Fadila Mardalena; Dela, Delatul Khoiriah; Rina, Rina Pebriana
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4599

Abstract

Perbedaan cara media massa dalam menyajikan isu yang sama sering kali terpengaruh oleh kepentingan redaksional, orientasi industri, serta ideologi media. Fenomena ini terlihat dalam berita mengenai kemitraan antara Bulog Kanwil Sumsel dan PT Wilmar  yang dipresentasikan secara beragam oleh platform berita online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan terkait kemitraan tersebut pada dua portal berita online, yaitu Beritasuararakyat.com dan Suaraindo.id. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap sejumlah artikel relevan, menggunakan teori framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki melalui empat perangkat analisis, yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beritasuararakyat.com lebih fokus pada aspek positif dan keberhasilan kerja sama antara Bulog dan PT Wilmar sedangkan Suaraindo.id lebih menyorti potensi masalah, kritik publik, dan dinamika operasional dari kemitraan itu. Perbedaan sudut pandang dan penekanan aspek ini mencerminkan konstruksi kenyataan yang dibuat oleh setiap media dalam membentuk pandangan publik terkait isu pangan dan kolaborasi antara institusi publik dan swasta di Indonesia.
Feodalisme Pesantren dalam Pemberitaan Media Massa: Analisis Framing Perspektif Dakwah Nurul Azizah
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4612

Abstract

Feodalisme pesantren merupakan istilah yang menggambarkan kritik terhadap hubungan hierarki antara kiai dan santri di pesantren. Dimana praktik pengabdian dan ketaatan santri terhadap kiai disalah artikan sebagai system feodal. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji bagaimana media massa membingkai isu feodalisme dalam pesantren melalui pendekatan analisis framing, serta melihat bagaimana perspektif dakwah dapat menjadi alat kritis dalam menilai konstruksi pemberitaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif.  Sumber data berasal dari dua berita yang diunggah oleh Media Online Kumparan pada tanggal 23 April 2025 dan tanggal 27 Mei 2025. Kemudian kedua berita tersebut akan peneliti analisis menggunakan Teknik analisis framing model Robert and Entman.    isu feodalisme pesantren yang dilakukan oleh media kumparan menunjukkan bahwa secara dakwah media kumparan telah melakukan aktivitas dakwah bil-qolam (tulisan) yang sesuai dengan nilai-nilai sakwah islam, yakni hikmah (kebijaksanaan), mau‘izhah hasanah (nasihat yang baik), dan taujih (bimbingan moral). Dibalik panasnya isu tentang feodalisme pesantren, media kumparan hadir dengan narasi pembingkaian yang proporsional, memberikan pengertian tentang dunia pesantren secara teoritis dan praktis, agar masyarakat memahami bahwa sistem pesantren adalah bentuk khas pendidikan Islam Nusantara yang tak bisa disamakan begitu saja dengan model Barat.
Lirik Lagu “Daur Hidup” Karya Donne Maula Sebagai Media Dakwah dalam Refleksi Pemulihan Jiwa Tamara, Eriana Dhea; Muhammad Yusuf
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4614

Abstract

. Permasalahan penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat akan media reflektif dalam menyampaikan nilai-nilai dakwah melalui karya musik populer terutama untuk membantu proses pemulihan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan makna refleksi pemulihan jiwa dalam konteks media dakwah yang terkandung dalam lirik lagu “Daur Hidup” karya Donne Maula menggunakan analisis semiotik Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Daur Hidup” karya Donne Maula mengandung makna sebagai bentuk pembelajaran dan berkontribusi sebagai refleksi perjalanan batin seseorang dalam menghadapi kehidupan. Lirik lagu tersebut mengandung makna perjalanan hidup, ketahanan, penerimaan diri, kedamaian batin, makna spiritual, dan kedekatan dengan Allah SWT, serta makna keseimbangan emosional. Penulis juga menemukan bahwa lirik lagu “Daur Hidup” memiliki makna yang dapat mencerminkan proses pemulihan jiwa yang dihasilkan melalui berbagai aspek psikologis yang diinterpretasikan berulang kali dalam setiap bait. Proses ini meliputi tahap-tahap berikut: kehadiran harapan sebagai tahap awal, kehadiran optimisme dan kedamaian batin, kedekatan spiritual, dan tahap lanjutan, yaitu keseimbangan emosional dan penemuan makna hidup. Lirik lagu “Daur Hidup” juga dapat diinterpretasikan sebagai media dakwah karena mengandung nilai-nilai Islam yang disampaikan secara implisit. Lirik tersebut mengandung pengingat untuk bersabar dalam hidup, menyerahkan diri pada takdir Allah SWT, bersabar dan jujur, percaya pada pertolongan Allah, serta bersyukur dan puas. Dengan demikian, setiap nilai Islam yang terkandung dalam lirik “Daur Hidup” juga mencerminkan proses penyembuhan spiritual.
Kajian Komunikasi Dakwah Non-Verbal Pada Tradisi Ratib Taji Besi Kesultanan Tidore Siti Nur Alfia A; M. Sakti Garwan; Siroy Kurniawan
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4660

Abstract

Tradisi Ratib Taji Besi di Kesultanan Tidore merupakan sebuah tradisi yang melibatkan serangkaian ritual sakral. Dalam tradisi ini  dipimpin oleh seorang Syech, di mana para peserta melakukan atraksi dengan Alwan (bilah besi) sambil melantunkan zikir dan tarian sufi. Penelitian ini merupakan analisis komunikasi dakwah non-verbal yang berfokus pada simbolisme gerakan tubuh dan penggunaan alat-alat ritual dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat Tidore. Penelitian ini dalam Persiapan spiritual seperti mengambil air wudhu dan berjalan jongkok menuju Syech menunjukkan kesucian dan penghormatan. Gerakan mengusapkan Alwan dari pundak kanan ke atas kepala dan turun ke pundak kiri melambangkan penyucian diri. Atraksi menikamkan Alwan ke dada dan paha, disertai dengan tarian, menggambarkan keberanian dan keyakinan pada perlindungan Ilahi. Musik rebana yang mengiringi ritual menambah dimensi auditori dalam komunikasi non-verbal, menciptakan suasana sakral dan mendukung pelaku mencapai keadaan trance. Asap kemenyan juga berfungsi sebagai simbol penyucian dan penghubung antara dunia fisik dan spiritual. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa komunikasi non- verbal dalam tradisi Ratib Taji Besi tidak hanya memperkuat pesan religius tetapi juga membangun pengalaman spiritual kolektif yang mendalam di antara peserta. Tradisi ini menggambarkan integrasi antara ajaran agama Islam yang berbalut nuansa budaya lokal, selain itu tradisi ini berfungsi sebagai media dakwah yang efektif di masyarakat Kesultanan Tidore.
Pemanfaatan Hadis Sebagai Konten Media Sosial Guna Memperkuat Strategi Komunikasi Dakwah Tamia, Fera; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4676

Abstract

 Perkembangan media digital telah menggeser pola penyebaran hadis dari tradisi kitab ke media sosial, yang menimbulkan isu krusial seperti maraknya konten hadis tanpa sanad, potensi penyebaran hadis palsu (maudhu'), dan komodifikasi agama untuk kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan hadis sebagai konten digital pada platform Instagram dan TikTok serta dampaknya terhadap validitas dan pemahaman keagamaan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui studi literatur (kajian pustaka) dan dokumentasi konten dari akun-akun dakwah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan ganda: memfasilitasi akses dakwah yang luas dan kreatif, namun di sisi lain banyak konten hadis yang tidak memenuhi standar ilmiah seperti ketiadaan sanad, sumber rujukan, dan penjelasan kontekstual, sehingga berisiko menyebabkan kesalahpahaman dan reduksi otoritas hadis sebagai sumber hukum Islam. Temuan ini menggarisbawahi urgensi literasi digital keagamaan dan penerapan prinsip verifikasi (takhrij) dalam produksi dan konsumsi konten keagamaan di ruang digital.

Page 10 of 10 | Total Record : 95