cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
arsip_jurnal@unpand.ac.id
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
arsip_jurnal@unpand.ac.id
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No.1, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal (ArsiP)
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 28080912     EISSN : 28080637     DOI : https://doi.org/10.54325/arsip.v1i1
Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Pandanaran. Sebagai media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan S1 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pandanaran Semarang
Articles 91 Documents
PASSENGER CIRCULATION PATTERNS AT INTERNASIONAL FERRY PORTS POLA SIRKULASI PENUMPANG DI PELABUHAN FERRY INTERNASIONAL Tasya Amartha Amalia; Adi Sasmito; Anityas Dian Susanti
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.318 KB) | DOI: 10.54325/arsip.v1i2.12

Abstract

Keberhasilan pengembangan wilayah di daerah kepulauan atau gugus – gugus pulau bergantung oleh peran transportasi sebagai urat nadi kehidupan. Bagi sebuah wilayah kepulauan, transportasi laut merupakan sarana transportasi yang paling efektif karena luas wilayah yang didominasi lautan sehingga mempunyai peranan yang penting dalam menjamin terselenggaranya mobilitas penduduk, barang dan jasa. Pelabuhan juga menjadi simpul penting dalam arus perdagangan dan distribusi barang di Indonesia maupun di dunia. Pelabuhan penumpang berperan sebagai prasarana transportasi moda trasportasinya bermuatan manusia (penumpang). Maksud dan tujuan dari penulis ini untuk mendapatkan pengetahuan tentang Pola Sirkulasi Penumpang di Pelabuhan Ferry Internasional. Suatu Pelabuhan.penumpang.umumnya dilengkapi dengan terminal penumpang sebagai stasiun yang melayani berbagai aktivitas yang berhubungan dengan kebutuhan orang yang berpergian, seperti kantor imigrasi, administrasi pelabuhan, dan kantor maskapai pelayaran. Pola sirkulasi yang dapat digunakan yaitu Pola Sirkulasi Curvelinear.
PATTERN OF REGIONAL OFFICE / CITY OFFICE SPACE POLA PENATAAN RUANG KANTOR KABUPATEN / KOTA Hidayatul Mustafit; Gatoet Wardianto; adi sasmito
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.073 KB) | DOI: 10.54325/arsip.v1i2.13

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah yang terdiri dari beberapa daerah provinsi.Daerah provinsi itu terdiri dari daerah kabupaten dan daerah kota. Setiap daerah itu terdapatsistem pemerintah yang mengatur dan diatur oleh undang-undang dasar 1945. Pemerintahdaerah yang dimaksut adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota dan perangkat daerah sebagaiunsur penyelenggara pemerintah daerah. Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiriurusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah Kabupatenmerupakan unsur utama dalam mengatur Pemerintah di suatu daerah. Dalam melaksanakanotonomi daerahnya, Pemerintah Kabupaten/kota membutuhkan sarana dan prasarana untukmewadahi aparatur sebagai tempat kerja bagi pegawai yaitu kantor pemerintahan.Kantor Pemerintah Kabupaten berfungsi sebagai wadah/tempat dari aktivitas/kegiatanpemerintahan daerah setempat dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakatumum di daerah Kabupaten. Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat diperlukan saranadan prasarana yang memadai salah satunya adalah kantor pemerintah tempat pekerja seorangpegaiwai negeri sipil yang representatif. Sebagai kantor pemerintahan, gedung perkantoranharus memiliki karakteristik bentuk yang spesifik dan juga harus mempunyai sistempenataan bangunan yang baik dan terencana secara Arsitektural. Bangunan ini ditujukanuntuk mewadahi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.Gedung kantor yang memadai bertujuan agar menciptakan sistem atau mekanisme kinerjainstansi pemerintah yang lebih terintegrasi dan menyeluruh, mewujudkan pola layanankepada masyarakat yang lebih efektif dan efisien, kantor pemerintah harus mampumencerminkan suatu lambang kedudukan pusat pemerintahan.
STUDY ON HERITAGE BUILDING UTILIZATION IN INDONESIAN REGION STUDI PEMANFAATAN BANGUNAN HERITAGE DI WILAYAH INDONESIA Iput Setiawan; Anityas Dian Susanti
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634 KB) | DOI: 10.54325/arsip.v1i2.14

Abstract

Banyaknya bangunan – bangunan peninggalan kolonial di Indonesia yang berstatusbangunan cagar budaya terabaikan dan kurang dapat perhatian. Beberapa bangunan cagar budaya yang berada di kota besar sedikit lebih beruntung di akhir tahun – tahun ini karena mendapat perhatian yang lebih. Pemerintah juga mulai melakukan revitalisasi dan juga renovasi kawasan agar mampu meningkatkan minat masyarakat berkunjung serta untuk menjaga kelestarian bangunan heritage tersebut. Pemerintah daerah dibantu aktivis lingkungan berupaya mengelola serta memanfaatkan bangunan cagar budaya menjadi bangunan atau kawasan komersil namun dalam pengaplikasianya masih dalampengawasan pemerintah daerah dilindungi oleh undang – undang cagar budaya. Adapun bangunan – bangunan cagar budaya yang di fungsikan menjadi bangunan komersil seperti ; Museum, Restoran, Cafe, Bar, dan lain – lain. Pemerintah juga gencar melakukan konseling pada masyarakat sekitar agar bisa membantu mempromosikan serta diharapkan munculnya rasa ikut menjaga dan merawat bangunan – bangunan heritage tersebut. Selain itu program ini bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan daerah di sektor pariwisata dan bisnis.
CHARACTERISTICS OF THE TOWNHOUSE IN SEMARANG KARAKTERISTIK TOWNHOUSE DI SEMARANG Syarif Hidayatullah; Carina Sarasati; Adi Sasmito
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.928 KB) | DOI: 10.54325/arsip.v1i2.15

Abstract

Kota Semarang adalah ibukota provinsi jawa tengah sekaligus menjadi salah satu kota yang paling berkembang dijawa tengah, pertumbuhan ekonomi dan juga bisnis yang diimbangi pula dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, menurut data BPS di kota semarang dengan kenaikan 1,31 % dari tahun 2018-2020, pertumbuhan penduduk menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan hunian/rumah di semarang,hunian di pusat kota saat ini lebih didominasi oleh model hunian seperti apartemen dan kondominium, hal ini seiring dengan menyempitnya lahan kosong ditengah kota, tetepai Sebagian besar masyarakat masih lebih cenderung menyukai model hunian yang langsung berhubungan dengan tanah atau dikenal dengan (landed house), saat ini di semarang banyak pengembang yang mengusung perumahan model townhouse dan cluster, namun prakteknya dilapangan masih belum sesuai dengan karakteristik perumahan tersebut, hal ini dapat menjadi salah persepsi dimasyarakat terhadap perumahan townhouse dan perumahan cluster tersebut.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan karakteristik townhouse jugakarakteristik cluster, dengan studi kasus di beberapa perumahan townhouse yang ada di Semarang, dengan melakukan observasi dan penelusuran data base online yang dilakukan ternyata perumahan cluster yang ada disemarang menerapkan karakteristik perumahan townhouse.
PUBLIC SPACE ZONING PATTERNS IN MIXED USE BUILDING POLA ZONING RUANG RUANG PUBLIK PADA BANGUNAN MIXED USE Hikmah Purnama Sari; Gatoet Wardianto
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.813 KB) | DOI: 10.54325/arsip.v1i2.16

Abstract

Inovasi dan kreativitas yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan semua jenis, dan fungsi properti ke dalam satu kawasan pengembangan yakni mixed use development. Di Indonesia, konsep ini sejatinya sudah lama diterapkan, sekitar awal tahun 2000-an saat bisnis properti mengalami booming. Pada dasarnya, mixed use development adalah sebuah kawasan terintegrasi yang terdiri dari tempat tinggal, kantor, pusat perbelanjaan, dan fungsi urban lainnya. Beberapa kawasan mixed-use yang terkenal di Indonesia adalah kawasan ciputra world jakarta barat, kawasan central park jakarta selatan, kawasan plaza indonesia di jakarta pusat, kawasan gandaria city jakarta selatan dan distric 8 di jakarta selatan. Seperti kawasankawasan tempat tinggal lainnya, kawasan mixed-use juga mempunyai beberapa karakteristik yang membedakannya dengan kawasan tempat tinggal lainnya. Diminati Karena Integrasi Kawasan Penggabungan tiga atau bahkan lebih dari fungsi urban dalam kawasan mixed-use, membuatnya diminati oleh berbagai kalangan. Mulai dari calon pembeli yang ingin tinggal di sana, sampai pengunjung-pengunjung tidak tetap yang tertarik dengan pusat perbelanjaan, hotel, atau fungsi-fungsi lain dari kawasan mixed-use yang ditawarkan. Kehadiran kawasan mixed-use juga bisa meningkatkan gengsi dan minat orang-orang untuk bisa tinggal di dalam maupun kawasan sekitarnya. Kondisi ini otomatis mengerek harga jual properti di kawasan mixed-use dan di daerah-daerah sekitarnya yang masih dalam jangkauan. Minat yang tinggi ini karena gaya hidup praktis yang ditawarkan. Dengan bisa tinggal di sana, bekerja, melakukan rekreasi, atau bahkan mengenyam pendidikan dalam satu kawasan yang sama, ruang publik juga sebagai aspek penting dalam kawasan yang dapat menunjang berbagai kegitan umum dan bersama.
THE APPLICATION OF GOTHIC ARCHITECTURE IN THE CATHOLIC CHURCH OF THE BIRTH OF THE VIRGIN MARY IN SURABAYA Bryan Richard; Josephine Roosandriantini
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.17

Abstract

Arsitektur gotik merupakan arsitektur yang muncul pada abad pertengahan di eropa dimana arsitektur ini merupakan hasil evolusi dari arsitektur romawi yang muncul karena adanya kebosanan terdahap bentuk bangunan yang terlalu monoton.Arsitektur gotik sendiri memiliki ciri khas yang paling terkenal adalah bentuk bangunan yang megah dengan atap yang runcing serta terdapat rose window yang menjadi ciri khas khusus dari arsitektur gotik.Bangunan yang akan dijadikan objek penelitian adalah gereja katolik kelahiran santa perawan maria yang terletak di jalan kepanjen Surabaya,hal ini dikarenakan gereja katolik kelahiran .Penelitian ini akan berfokus pada bentuk bangunan, atap,struktur bangunan,bahan material yang digunakan,bentuk jendela dan pintu serta ornamen pada bangunan gereja dengan menggunakan metode literatur dan survei lapangan.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di gereja katolik kelahiran santa perawan maria ditemukan unsur-unsur arsitektur gotik pada bangunan gereja seperti penggunaan pilar sebagai kolom bangunan,penggunaan atap runcing serta adanya rose window sehingga gereja katolik kelahiran santa perawan maria dapat dikatakan sebagain bangunan dengan arsitektur
REVITALIZING THE KARANGAYU MARKET AND PLAZA SILIWANGI SEMARANG WITH A MODERN TROPICAL ARCHITECTURE APPROACH REVITALISASI PASAR KARANGAYU DAN PLAZA SILIWANGI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS MODERN Febrianto Wicaksono; Gatoet Wardianto; Adi Sasmito
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.18

Abstract

Kondisi pasar tradisional yang ada di kota Semarang saat ini kurang baik. Kondisi bangunan pasar yang sudah tidak terawat, banyak kerusakan, dan tidak adanya lahan parkir yang memadai. Lingkungan pasar juga kumuh, bau, dan tidak teratur. Hal tersebut tentu sangat mengganggu pedagang maupun pembeli di pasar tradisional. Salah satu contoh pasar tradisional yang memiliki kondisi demikian adalah Pasar Tradisional Karangayu Semarang. Sayangnya, pasar karangayu dengan kondisi yang sekarang pelayanannya tidak dapat menjadi maksimal. Selain itu hal serupa juga dialami oleh pusat perbelanjaan, Plaza Siliwangi yang terletak bersebelahan dengan Pasar Karangayu, kondisi bangunan masih cukup baik, namun berdasarkan data pengguna atau penyewa bangunan hanya sedikit. Sehingga geliat aktivitas perdagangan dan jasa tampak sepi dan tidak hidup. Selain itu kompleks ruko (rumah toko) ini tidak memiliki ruang terbuka hijau sama sekali, sehingga kurang memenuhi standar perancangan bangunan. Oleh itu maka dipandang perlu adanya Revitalisasi Pasar Karangayu sebagai pasar tradisional yang diintegerasikan dengan plaza siliwangi sebagai pusat perbelanjaan modern menjadi satu kesatuan saling bersimbiosis dengan rancangan desain modern yang memiliki beberapa fungsi tambahan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok dan gaya hidup masyarakat modern (milenial). Dengan begitu kawasan pusat perbelanjaan ini akan semakin tampak hidup dan memberikan dampak positif peningkaatan perekonomian bagi lingkungan sekitar.
DESIGN OF A MOUNTAIN RESORT IN SEMARANG DISTRICT WITH NEO VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN RESORT PEGUNUNGAN DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Inanditya Eko Prayogo; Taufik Rizza Nuzuluddin; Carina Sarasati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.19

Abstract

Perkembangan sebuah kota modern memiliki suatu karakteristik diantaranya tingginya tingkat mobilitas kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang. Kebutuhan akan istirahat dan hiburan pada waktu-wakt senggang sangat dibutuhkan untuk mengurangi kejenuhan. Salah satu karakteristik kota Semarang, Surakarta, Magelang dan Yogyakarta sebagai kota modern yaitu perubahan terhadap berbagai aktivitas didalamnya termasuk hiburan dan tempat beristirahat, menjadikan/suatu kesempatan dan peluang pekerjaan bagi sejumlah orang dalam suatu industri penginapan komersil yang menyediakan berbagai macam fasilitas hiburan, sehingga masyarakat perkotaan dapat bebas berkreasi, menikmati keindahan alam dan iklim yang sejuk tanpa terganggu privasi dan ketenangan mereka. Tujuan/dari penyusunan ini sebagai landasan konseptual perencanaan dan perancangan pegunungan Resort di kabupaten Semarang. Kemudian metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan aspek konseptual, pendekatan aspek fungsional, dan pendekatan aspek arsitektural. Konsep perancangan Pegunungan Resort ini menggunakan pendekatan arsitektur neo vernakular dengan menekankan bentuk fasad yang terdapat banyak ornamen pendukung konsep/neo vernakular itu sendiri, tanpa mengesampingkan/nilai-nilai tradisi setempat.
DESIGN OF BIG MOTORCYCLE AUTOMOTIVE CENTER SEMARANG WITH MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN SEMARANG AUTOMOTIVE CENTER MOTOR BESAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Pandu Setya Nugroho; Mutiawati Mandaka; Anityas Dian Susanti
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.20

Abstract

Motor gede di Indonesia seperti menjadi gaya hidup, tak dipungkiri ketika mereka stres dan lelah dengan rutinitas pekerjaan, refreshinglah yang mereka butuhkan, Seperti melakukan kesenangan mereka, dan butuh hal yang buat merasa gembira. Hal tersebut hanya berasal dari data Honda dan Yamaha, itu belum termasuk merk lainnya, seperti Kawasaki, Suzuki, Ducati, BMW motor, dan paling legend Harley-Davidson. Pada motor khususnya brand Ducati di Indonesia sendiri sudah dilengkapi adanya fasilitas penunjang berupa bangunan showroom dan area bengkel, penjualan sparepart. Pabrikan Ducati di Indonesia sendiri sudah berdiri dealer dibeberapa kota besar seperti Jakata, Bandung, Surabaya dan Bali. Di Jawa Tengah sendiri pengguna motor Ducati sendiri masih sangat kurang dikarenakan dealer resmi motor Ducati khususnya di Kota Semarang belum ada. Melalui perancangan Semarang Automotive Center Motor Besar bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, perancangan pada sebuah bangunan showroom dan memfasilitasi penikmat motor besar Jawa Tengah khusunya di Kota Semarang.
DESIGN OF 4 STAR HOTEL IN SURAKARTA WITH NEO-VERNACULAR ARCHITECTURAL EMPHASIS PERANCANGAN HOTEL BINTANG 4 DI SURAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Asih Kris Dayani; Anityas Dian Susanti; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.21

Abstract

Star Hotel merupakan hotel dengan pelayanan bintang 4, lokasi hotel tersebut berada di Surakarta. Yang mana memiliki fasilitas gym, kolam renang, aula, ruang rapat, dan lain-lain. Konsep yang diterapkan pada bangunan Star Hotel yaitu menggunakan penekanan arsitektur neo-vernakular yang dapat terlihat pada exterior dan interior bangunan. Tujuan dari perancangan Star Hotel ini yaitu berdasarkan pada pemikiran merancang bangunan hotel bintang 4 yang dibangun pada zaman milenials dimana ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dengan sangat pesat. Perancangan hotel bintang 4 dengan pendekatan arsitektur neo vernakular menghasilkan desain dengan gaya arsitektur jawa yang mengangkat kearifan lokal kota Surakarta yang terlihat pada fasade bangunannya.

Page 2 of 10 | Total Record : 91