cover
Contact Name
Rinaldo Adi Pratama
Contact Email
rinaldo@fkip.unila.ac.id
Phone
+6281320178069
Journal Mail Official
jurnalbuguh@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Sekretariat BP KKN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Buguh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27763749     EISSN : 28081412     DOI : https://doi.org/10.23960/buguh.v1n2.110
BUGUH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat menerima manuskrip atau artikel dalam bidang pengabdian masyarakat dari berbagai kalangan akademisi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
PROGRAM KERJA RUMAH BELAJAR Wibowo, Rahmat Catur; Pujami, Albertus Novridel Rahma; Khotimah, Ayu Khousnul; Salsabilla, Kharisma; Sabarila, Marisa; Situmorang, Taruli; Saragih, Yosafat
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Gedau merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Secara administratif Pekon Gedau Memiliki 3 pemangku atau dusun, yaitu pemangku 1 (Gedau); pemangku 2 (Haramiberak); pemangku 3 (Kakuwok). Rumah belajar untuk memfasilitasi para anak-anak yang kesulitan dalam memahami pelajaran di sekolah, mendapatkan ilmu atau pengetahuan yang baru serta meningkatkan semangat dan motivasi belajar pelajar di desa tersebut. Tujuan diadakan kegiatan rumah belajar ini adalah unutk meningkatkan peran rumah belajar untuk semangat belajar anak-anak dan pemahaman yang belum diberikan di sekolahan. Kegiatan rumah belajar dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2023 dan dilaksanakan setiap hari minggu berturut-turut hingga samapai 05 Januari 2023 di Balai Kampung Gedau, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan rumah belajar ini adalah metode pembelajaran dan diskusi. Kegiatan rumah belajar yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik yang mana pihak sasaran yaitu anak-anak yang masuk usia TK/Paud, SD dan SMP sangat antusias mengikuti kegiatan rumah belajar ini.
PELATIHAN PEMBUKUAN KEPADA PEGAWAI BUMDES DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MS EXCEL Annisa Nanda Selvira; Dr. Rinaldy Amrullah, S.H., M.H
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pekon Puralaksana Kelurahan Waytenong Kabupaten Lampung Barat merupakan badan usaha milik desa yang bergerak dalam beberapa sector, BUMDes ini memiliki beberapa cabang usaha, seperti terdapat kolam renang beserta pedagang makanan dan minuman didalamnya, lalu juga ada tempat hiburan lain berupa karaoke, terdapat juga wahana rekreasi dan belajar berupa kebun stroberi, dan juga mereka menyewakan mobil mobilan listrik. Oleh karena banyaknya cabang usaha yang mereka lakukan ini diperlukan system pembukuan yang efektif dan efisien, selain itu juga memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada untuk melakukan penulisan laporan keuangan atau pembukuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah Pelatihan Pembukuan Kepada Pegawai BUMDes dengan Menggunakan Media Ms Excel yang dapat memudahkan proses pembukuan. Adapun hasil dari pelatihan pembukuan dengan media Ms Excel ini adalah dapat memudahkan tugas para pegawai BUMDes, terutama bendahara BUMDes untuk membuat laporan keuangan, mengurangi kesalahan atau kekeliruan dalam laporan keuangan, dan juga memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada secara optimal, efektif, dan efisien.
SOSIALISASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI DESA SUKARAJA, KECAMATAN WAY TENONG, KABUPATEN LAMPUNG BARAT NURMAYANTI, ZENNY; Rinaldy Amrullah
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep tata kelola pemerintahan dari good governance merupakan sebuah konsep rujukan yang dianggap dapat mengelola aktivitas pemerintahan dengan baik. Konsep tata kelola pemerintah apa pun yang diadopsi menyiratkan untuk menolak berbagai bentuk aktivitas pemerintah yang didasari dari kegiatan otoritarian, korupsi, kolusi, dan nepotisme yang akan membuka peluang tindakan-tindakan jahat lainnya dalam melaksanakan aktivitas pemerintah. Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sukaraja dalam hal Tata Kelola Pemerintahan yang Baik. Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung dan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian mengungkapkan, tata kelola pemerintah diadopsi karena kebutuhan untuk merespon berbagai masalah aktivitas pemerintah. Berbagai model tata kelola pemerintah itu muncul akibat adanya pemikiran baru untuk mengisi kekurangan dari konsep yang telah ada sebelumnya dengan pendekatan dan fokus yang berbeda. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat terbentuknya pemahaman bagi elemen kelembagaan desa terhadap keterlibatan setiap kegiatan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan dan pemberdayaan masyaraat. Sehingga hubungan dan koordinasi menyangkut tugas dan fungsi yang baikpun tercipta antara pemerintah desa dengan masyarakat Desa Sukaraja.
SOSIALISASI PEMBUDIDAYAAN IKAN NILA DENGAN BAIK BERSERTA SISTEM YANG AQUAPONIK DI PEKON SUKARAJA, KECAMATAN WAY TENONG, KABUPATEN LAMPUNG BARAT Mahdi, Waldi; Mahasiswa KKN Univeristas Lampung
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air ialah media hidup dari organisme akuatik. Air sangat berfungsi berarti dalam budidaya perikanan. Mutu air yang baik sangat memastikan keberlangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Resirkulasi ialah salah satu upaya buat melindungi mutu air serta menanggulangi kasus perairan di kolam budidaya Desa Sukajara. Sistem akuaponik ialah gabungan antara metode budidaya ikan dengan budidaya tumbuhan hidroponik. Budidaya ikan nila( Oreochromus niloticus) sistem akuaponik, dimana pasokan( suplay) nutrient buat tumbuhan sangat bergantung dari limbah kotoran ikan serta sisa pakan. Total nutrient dipengaruhi rasio input pemberian pakan kepada ikan piaraan per hari serta sekalian pengaruhi tingkatan penciptaan tumbuhan sayur- mayur pada luas areal tertentu. Tujuan dari IbKIK budidaya ikan nila sistem akuaponik merupakan buat memastikan penciptaan ikan nila serta penciptaan tumbuhan sayur- mayur memakai sistem irigasi tetes( drip system), serta memastikan perkembangan dan penciptaan tumbuhan sayur- mayur akuaponik bersumber pada rasio input pakan ikan nila per hari yang dipelihara dengan sistem akuaponik.
PEMBUATAN PETA ADMINISTRASI DESA DAN FASILITAS UMUM MELALUI OBSERVASI LANGSUNG BERSAMA APARAT DESA KERTASANA, KECAMATAN KEDONDONG, KABUPATEN PESAWARAN Mahasiswa KKN Univeristas Lampung
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Kertasana merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran yang sebagian besar wilayahnya berupa persawahan dan pemukiman dengan mata pencaharian penduduknya mayoritas sebagai petani sehingga diperlukan informasi berupa peta administrasi dan fasilitas umum yang bisa diakses oleh warga maupun pendatang. Namun peta desa yang dimiliki masih berupa peta sederhana yang berfungsi untuk menunjukkan batas wilayah administrasi, dan tidak menggambarkan komponen pendukung seperti fasilitas umum yang ada di desa tersebut. Penulisan artikel ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pemetaan batas administrasi desa sesuai Peraturan Kepala BIG No. 3 Tahun 2016 sebagai pedoman pembangunan desa. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif yang bermaksud memberikan gambaran mendetail terkait program kerja pembuatan peta administrasi dengan menggunakan data primer dan sekunder ini meliputi tahap survey lapangan, pembuatan peta administrasi, validasi peta, cetak dan serah terima peta kepada desa. Dengan terbitnya artikel ini diharapkan menghasilkan peta desa yang berisi informasi geospasial berupa batas wilayah administrasi serta sarana dan prasarana yang dapat ditemui di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penyajian peta perlu dilakukan pembaharuan seiring berjalannya waktu untuk menyesuaikan kondisi terbaru yang ada di Desa Kertasana. Kata kunci: Desa Kertasana, Peraturan Kepala BIG No. 3 Tahun 2016, Peta, Fasilitas Abstract Kertasana Village is one of the villages in Kedondong District, Pesawaran Regency, where most of its area is in the form of rice fields and settlements with the livelihood of the majority of the population as farmers, so information is needed in the form of administrative maps and public facilities that can be accessed by residents and migrants. However, the village map that is owned is still a simple map that functions to show administrative area boundaries, and does not describe supporting components such as public facilities in the village. Writing this article aims to provide information to the public regarding the mapping of village administrative boundaries in accordance with the Head of BIG Regulation No. 3 of 2016 as a guideline for village development. The method in writing this article uses a qualitative approach with a descriptive-explanative model which intends to provide a detailed description of the work program for making administrative maps using primary and secondary data including field survey stages, making administrative maps, validating maps, printing and handing over of maps to villages. . With the publication of this article, it is hoped that it will produce a village map containing geospatial information in the form of administrative area boundaries and facilities and infrastructure that can be found in the area. Therefore, it is necessary to update the presentation of the map over time to adjust to the latest conditions in Kertasana Village. Keywords: Kertasana Village, Regulation of the Head of BIG No. 3 of 2016, Map, Facilities
SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI AIR CUCIAN BERAS KEPADA KELOMPOK WANITA TANI DAN PKK DI DESA BALAIREJO, KECAMATAN KALIREJO, KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Mahasiswa KKN Univeristas Lampung
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Balairejo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi di bidang pertanian berupa padi dan jagung. Pada era modern ini, kebanyakan petani menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi pertanian. Padahal penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan secara perlahan dapat menurunkan kesuburan tanah. Hal tersebut yang mendasari pelaksanaan sosialisasi dengan memberikan gambaran dan penjelasan terkait pembuatan pupuk organik cair dari air cucian beras yang meliputi kandungan, manfaat, tahapan, proses, hingga pengaplikasiannya. Harapannya, masyarakat mau dan mampu membuat dan memakai pupuk organik cair dari air cucian beras serta dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang biasa digunakan oleh petani dan masyarakat desa, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran masyarakat dan petani desa dalam proses berbudidaya pertanian.
SOSIALISASI PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI KAMPUNG BALAIREJO LAMPUNG TENGAH afifah, Mahasiswa KKN Univeristas Lampung
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan kumpulan dari beberapa jenis mikroorganisme yang dapat dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik cair. Limbah rumah tangga seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah tidak layak konsumsi dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan MOL. Limbah ini biasanya langsung dibuang begitu saja ke lingkungan, akan tetapi sebenarnya limbah ini masih dapat dimanfaatkan misalnya dibuat sebagai pupuk organik cair. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman atau hewan yang telah mengalami rekayasa berbentuk padat atau cair. Limbah rumah tangga khususnya limbah sayuran biasanya langsung dibuang begitu saja ke lingkungan, padahal limbah ini masih dapat dimanfaatkan misalnya dibuat sebagai pupuk organik cair dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal (MOL). Mol mengandung unsur hara mikro dan makro juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik. Program Kerja ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang tata cara pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga dan meminimalisir penggunaan pestisida kimia yaitu dengan pengaplikasian mikroorganisme lokal pada tanaman. Lokasi Program Kerja ini dilaksanakan di Kampung Balairejo, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, pada tanggal 14, 16 dan 19 Juli 2023. Metode yang digunakan yaitu praktik secara langsung yang melibatkan masyarakat Balairejo.
SOSIALISASI DAN PEMBUATAN PRODUK SOLUBLE LIQUID BERBAHAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR Mahasiswa KKN Univeristas Lampung
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia yang memiliki kandungan lebih dari satu unsur hara. Penggunaan sampah organik sebagai bahan baku pupuk organik cair memiliki potensi yang besar untuk mengatasi permasalahan ganda di Desa Babakan Loa, yaitu mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah pertanian. Pupuk organik cair memiliki berbagai manfaat, termasuk meningkatkan kandungan nutrisi tanah, meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air dan unsur hara, serta membantu mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman secara alami. Hasilnya, masyarakat menerima pemahaman dan wawasan baru dalam hal pemanfaatan sampah organik rumah. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara mandiri. Artikel ini terbatas pada pelaksanaan KKN Universitas Lampung Periode 2 2023.
SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR LIMBAH JERAMI KEPADA KELOMPOK TANI DI DESA GUNUNG SUGIH, KECAMATAN KEDONDONG, KABUPATEN PESAWARAN Adelia, Lisa; Dinata, Abdi Restu; Fitriani, Aziza; Aryansyah, Rahmat; Sya'adah, Asyifa Nur; Nurhasanah, Nunung; Sanjaya, Muhammad Gusti Jofa; Listiana, Indah
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kebanyakan petani menggunakan pupuk berbahan kimia untuk meningkatkan produksi pertanian, namun penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan secara perlahan dapat menurunkan kesuburan tanah. Di sisi lain, Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran memiliki potensi di bidang pertanian seperti padi dimana limbah jerami padi yang dihasilkan pun juga melimpah. Hal tersebut yang mendasari pelaksanaan sosialisasi dengan memberikan gambaran dan penjelasan terkait pembuatan pupuk organik berbahan dasar limbah jerami padi yang meliputi manfaat, tahapan, proses, hingga pengaplikasiannya. Harapannya, masyarakat mau dan mampu membuat dan memakai pupuk organik dari limbah jerami padi serta dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang sering digunakan oleh para petani dan masyarakat desa, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran masyarakat dan petani desa dalam proses berbudidaya pertanian. Artikel terbatas pada pelaksanaan KKN Universitas Lampung Periode 2 2023.
PEMETAAN BATAS DESA DIGITAL MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA WILAYAH DESA WATU AGUNG KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Dwiaji, Mahasiswa KKN Univeristas Lampung
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta batas desa adalah peta yang menyajikan batas desa hasil penetapan berbasis peta dasar atau citra tegak resolusi tinggi. Batas desa merupakan pembatas wilayah administrasi pemerintahan antar desa yang terdiri dati serangkaian titik-titik koordinat yang berada pada permukaan bumi, pembatas tersebut dapat berupak kenampakan alam dan dapat berupa kenampakan buatan. Dalam memuat peta batas desa, dapat dilakukan dengan survey lapangan untuk mendapat titik koordinat secara aktual dan memanfaatkan citra beresolusi tinggi untuk melakukan penggambaran berdasarkan data dan keterangan yang ada. Peta batas desa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa dan aparatur desa dalam mengelola dan membangun sebuah desa serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibat ketidakjelasan-nya batas desa. Artikel ini terbatas pada pelaksanaan KKN Universitas lampung Periode II Tahun 2023 di Desa Watu Agung