cover
Contact Name
Juhriyansyah Dalle
Contact Email
j.dalle@ulm.ac.id
Phone
+6281312979899
Journal Mail Official
j.dalle@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl.Padat Karya Komp. Taman Pesona Permai No. 66 Sei. Andai Banjarmasin
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan
Published by Rumah Jurnal Press
ISSN : 2460349X     EISSN : 26157640     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan (Journal of Action Research and Education) is an open access and peer-reviewed journal.The journal is a scientific journal that contains and disseminates research results, in-depth study, and innovative ideas in the field of educational science. The innovation of teachers and lecturers in the development of the education sector can contribute positively to schools and educational institutions. JPTP published by RUMAH JURNAL PRESS periodically published every three months (quarterly) in March, June, September and December each year. Sponsors by SMK Negeri 4 Banjarmasin and SMA Negeri 2 Barabai. The primary aim of this publishing company is to perform fast and reliable process for contributors. Once a paper is accepted, our staffs work hard to provide online version of the papers as quickly as possible. All papers are assigned valid DOI number once they appear online just to make sure that the other researchers cite them while no volume and numbers are still assigned to the papers.
Articles 177 Documents
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Membuat Media Gambar Melalui Supervisi Akademik Dengan Teknik Pertemuan Individual di TK Insan Labunganak Kecamatan Batang Alai Utara Hj. Mahdiah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia Taman Kanak-kanak (TK) selalu ingin tahu terhadap hal-hal yang baru sehingga media pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran di TK. Salah satu media yang sering digunakan oleh guru di TK Insan Labunganak adalah media gambar, namun hampir semuanya diambil dari buku paket. Kenyataan ini menunjukkan bahwa guru belum mampu membuat media gambar sendiri. Untuk itu peneliti berupaya membantu guru meningkatkan kemampuannya dengan melakukan supervisi akademik dengan teknik pertemuan individual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media gambar. Penelitian dilaksanakan di TK Insan Labunganak Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada semester I tahun ajaran 2018/2019 dengan subjek guru kelompok A dan B. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta analisis dan refleksi. Data penelitian yaitu kemampuan guru dalam membuat media gambar dikumpulkan melalui penilaian, dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai persen (%) dan ditafsirkan dalam suatu kategori penilaian. Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan, kemampuan guru di TK Insan Labunganak dalam membuat media gambar dapat ditingkatkan dari 69% dalam ketegori baik pada siklus I menjadi 81% dalam ketegori sangat baik pada siklus II.Kata-kata kunci: Kemampuan guru, media gambar, supervisi akademik
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Membuat Perangkat Penilaian di Taman Kanak-Kanak Hidup Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan Hj. Nurhayati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang diadakannya penelitian tindakan sekolah ini adalah kurangnya kemampuan guru dalam membuat perangkat penilaian untuk belajar mengajar di TK Hadikat. Rumusan masalah dalam penulisan PTS ini adalah sebagai berikut bagaimana tahapan pelaksanaan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pembuatan perangkat penilaian di TK Hidup Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan dan bagaimana peningkatan kompetensi guru dalam membuat perangkat penilaian di TK Hidup Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan Penelitian ini berlokasi di TK Hidup Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah 2 orang guru kelompok A dan B TK Hidup Baru. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Hasil akhir menyatakan bahwa Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam membuat perangkat penilaian di TK Hidup Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan berhasil dan sesuai dengan tahapan. Pada siklus I Untuk pencapaian hasil dari kegiatan yang dilakukan dalam peningkatan kompetensi guru membuat perangkat penilaian di TK Hidup Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan pada pada siklus I pada guru atas nama Zainah, S.Pd dengan skor 16 kemudian atas nama guru Saufiah dengan skor 17, kemudian pada siklus II  guru atas nama Cipta Diannor, S.Pd dengan skor 20 kemudian atas nama guru Saufiah dengan skor 21. Hal tersebut tentu saja dapat dikategorikan berhasil.Kata-kata kunci: Kompetensi, Guru, Penilaian
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Model Pembinaan CODIK di TK Cenderawasih Kecamatan Barabai Hj. Suaibatul Aslamiah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber belajar dapat membantu guru menyampaikan materi pelajaran agar lebih mudah dipahami anak didik, di samping dapat menghindari peran guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Keterbatasan pemahaman guru tentang sumber belajar yang berbasis lingkungan, menjadikan guru di TK Cenderawasih Kecamatan Barabai lebih sering memanfaatkan buku teks. Mengatasi masalah ini dilakukan model pembinaan CODIK. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian bertempat di TK Cenderawasih,  pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 dengan subjek guru kelompok A dan kelompok B. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dilaksanakan 2 siklus melalui 4 langkah pokok yaitu perencanaan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar diperoleh melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan, melalui model pembinaan CODIK dapat meningkatkan kemampuan guru di TK Cenderawasih Kecamatan Barabai dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dari 63,55% dalam kategori baik pada siklus I menjadi 90,63% dalam kategori sangat baik pada siklus II. Disarankan kepada guru agar lebih mengasah kemampuannya dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.Kata-kata kunci:  Lingkungan, sumber belajar, pembinaan CODIK
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan dan Operasinya Melalui Model Pembelajaran STAD Siswa Kelas V SDN Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur Didie Didie
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar Matematika materi pecahan dan operasinya pada siswa kelas V SDN Hinas Kiri masih tergolong rendah. Hal tersebut terjadi karena pembelajarannya banyak bersifat informatif sehingga lebih berpusat pada guru dan belum melibatkan siswa secara aktif. Mengatasi masalah ini digunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2018/2019 dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika materi pecahan dan operasinya. Subjek penelitian adalah 15 orang siswa kelas V SDN Hinas Kiri. Penelitian berlangsung 2 siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data pelaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa dikumpulkan melalui observasi dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase (%) aspek yang diamati. Sedangkan data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui pemberian tes dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase (%) ketuntasan secara klasikal. Hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan, keterlaksanaan pembelajaran Matematika materi pecahan dan operasinya dengan model kooperatif tipe STAD dapat semakin meningkat dari 81% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat ditingkatkan dari 50% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, dan hasil belajar siswa juga dapat ditingkatkan dari 5 orang (33%) siswa tuntas belajar pada siklus I menjadi 14 orang (93%) siswa pada siklus II.Kata-kata kunci: Hasil belajar, pecahan dan operasinya, STAD
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Konduktor dan Isolator Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Baru Kecamatan Labuan Amas Selatan Mursalehah Mursalehah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran IPA di SD Negeri 1 Baru belum sepenuhnya bisa melibatkan peran aktif siswa. Pembelajaran lebih sering disajikan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Oleh karena itu siswa cenderung pasif dan kegiatan pembelajaran menjadi kurang bermakna sehingga hasil belajar IPA tidak maksimal. Cara yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan metode eksperimen. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 9 orang siswa kelas VI SD Negeri 1 Baru. Penelitian dilakukan 2 siklus dan setiap siklus melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data pada penelitian terdiri atas hasil belajar siswa dan data keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru yang dikumpulkan melalui tes dan observasi. Data tentang keterlaksanaan pembelajaran dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase (%) aspek yang diamati. Data hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif dengan menghitung ketuntasan belajar siswa secara klasikal. Penelitian menyimpulkan, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan metode eksperimen dari nilai rata-rata 60 dengan ketuntasan 22% pada siklus I menjadi 95,55 dengan ketuntasan 100% pada siklus II. Keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dapat meningkat dari 79% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.Kata-kata kunci: Hasil belajar, konduktor dan isolator, eksperimen
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran K13 Melalui Diskusi Terbimbing di TK Tunas Harapan Tabudarat Hulu Kecamatan Labuan Amas Selatan Muzailah Muzailah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

agar dapat berjalan secara efektif dan efisien. Namun umumnya guru di TK Tunas Harapan Tabudarat Hulu belum sepenuhnya mampu membuat perangkat pembelajaran secara baik dan lengkap sehingga akan berpengaruh pada pembelajaran yang dilaksanakannya. Untuk itu peneliti melakukan pembimbingan melalui metode diskusi terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek guru kelompok A dan B TK Tunas Harapan Tabudarat Hulu. Penelitian berlangsung dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian berupa kompetensi guru menyusun perangkat pembelajaran dikumpulkan melalui penilaian, dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai persen (%) dan ditafsirkan dalam suatu kategori penilaian.Hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan, kompetensi guru di TK Tunas Harapan Tabudarat Hulu dalam menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 dapat ditingkatkan dari 69,0% dalam kategori baik pada siklus I menjadi 85,4% dalam kategori sangat baik pada siklus II. Kata-kata kunci: Kompetensi guru, kurikulum 2013,
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Gaya Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas IV SDN Wawai Gardu Kecamatan Batang Alai Selatan Hj. Pahnor
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan metode dalam pembelajaran IPA merupakan suatu hal penting agar pembelajaran menjadi menarik dan lebih efektif. Sebagai guru, peneliti menginginkan agar hasil belajar siswa dapat mencapai standar ketuntasan yang ditetapkan. Namun nilai sebagian besar siswa kelas IV SDN Wawai Gardu khususnya dalam pembelajaran IPA materi gaya masih di bawah KKM. Peneliti merasa kurangnya variasi metode dalam mengajar menjadikan pembelajaran kurang menarik dan terkesan monoton sehingga hasil belajar kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran, meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui metode demonstrasi pada pembelajaran IPA materi gaya. Penelitian ini berupa Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 11 orang siswa kelas IV. Penelitian berlangsung dua siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data meliputi pelaksanaan pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa diperoleh melalui pengamatan dan penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan, keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran dapat meningkat dari 45,45% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Aktivitas siswa meningkat dari 53,53% siswa yang aktif atau sangat aktif pada siklus I menjadi 88,89% pada siklus II. Hasil belajar dapat ditingkatkan dari 55% siswa tuntas belajar pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Disarankan kepada guru untuk menggunakan metode domonstrasi dalam menyajikan pembelajaran IPA khususnya materi gaya karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa seperti pada penelitian ini. Kata-kata kunci: Hasil belajar, gaya, metode demonstrasi
Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik di SDN 2 Barabai Barat Kecamatan Barabai Sri Yuni Astuti
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran harus selalu dibina dan ditingkatkan agar guru dapat mengelola proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru di   SDN 2 Barabai Barat dalam mengelola pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Guru belum sepenuhnya mampu membuat RPP secara baik dan benar. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang sesuai dengan skenario yang telah disusun dalam RPP dan guru masih belum melakukan evaluasi hasil belajar secara baik dan lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat perencanaan pembelajaran (RPP), melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi hasil belajar melalui supervisi akademik. Penelitian berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilakukan pada tahun pelajaran 2017/2018 dengan subjek 6 orang guru kelas I hingga guru kelas VI. Penelitian berlangsung dua siklus melalui 4 tahapan yaitu persiapan tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi, dan refleksi. Data penelitian terdiri atas kompetensi guru dalam  membuat perencanaan pembelajaran (RPP), melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi hasil belajar dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase (%) keberhasilan yang tercapai. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan, melalui supervisi akademik terjadi peningkatan dari 71,98% orang yang berhasil membuat perencanaan pembelajaran dengan baik pada siklus I menjadi 92,44% orang pada siklus II. Kompetensi guru meningkat dari 72,44% orang yang berhasil melaksanakan pembelajaran dengan baik pada siklus I menjadi 93,81% orang pada siklus II. Kompetensi guru juga meningkat dari 81,30% orang yang berhasil melakukan evaluasi hasil belajar dengan baik pada siklus I menjadi 90.56% orang pada siklus II. Kata-kata kunci: Kinerja guru, mengelola pembelajaran, supervisi akademik
Penggunaan Model Pembelajaran Time Token Arends Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Muara Uya Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 Asriansyah Asriansyah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berhasil tidaknya pendidikan di sekolah bukan hanya dilihat dari kuantitas lulusan peserta didik akan tetapi yang lebih penting adalah kualitas peserta didik dilihat dari potensinya dalam mengembangkan kemampuan dasar yang dimiliki. Rendahnya kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 1 Muara Uya mengakibatkan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka pemecahan masalah tersebut adalah PTK dengan model pembelajaran Time Token Arends. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan guru dan meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Setting Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Muara Uya pada siswa kelas VII yang berjumlah 23 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus, siklus I dua kali pertemuan dan siklus II dua kali pertemuan. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Time Token Arends dapat meningkatkan kemampuan berbicara sisiwa dalam pembelajaran di kelas, yang didapat sebesar 50,7%.  dan nilai meningkat pertemuan kedua adalah sebesar 62,0%. Untuk siklus II pada pertemuan pertama nilai meningkat menjadi 71,9% dan pada pertemuan kedua menjadi 84,8%. Penggunaan model Time Token Arends dapat meningkatkan hasil belajar siswa, peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Pada Pertemuan akhir siklus I rata-rata nilai diperoleh siswa adalah 62 kemudian meningkat di Akhir pertemuan siklus II menjadi 83. Sedangkan untuk ketuntasan belajar, pada pertemuan pertama ketuntasan belajar siswa sebesar 39% dan pada akhir pertemuan menjadi 100%.Bertolak dari temuan ini dikemukakan beberapa saran, yiatu (1) Hendaknya siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri secara optimal dan mandiri; (2) Hendaknya guru dapat menggunakan model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. hal tersebut juga harus didukung oleh aktivitas guru dalam menggunakan model pembelajaran. Dan dalam kegiatan pembelajaran sebaiknya guru merancang RPP yang disesuaikan dengan konsep pelajaran yang akan disampaikan, dapat memperhitungkan segala keperluan yang akan disiapkan untuk menunjang jalannya pembelajaran; (3) Untuk Pengawas/ Kepala Sekolah, dapat menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan sebagai bahan masukan dalam membina guru. Kata-kata kunci: Kemampuan guru, media pembelajaran, dan supervisi dengan teknik kunjungan antar kelas
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKN Materi Norma Dalam Kehidupan Bermasyarakat Melalui Model TPS (Think Pair Share) Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Upau Eri Hastuti
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas Kelas VII SMP Negeri 1 Upau pada pembelajaran PKn yaitu masih rendahnya hasil belajar siswa dari tahun ketahun selalu turun naik dan dibawah rata-rata standar kelulusan/KKM, dan kurangnya partisipasi siswa terhadap materi Pelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan kelas. dengan tujuan dapat meningkatkan aktivitas guru, dan hasil belajar siswa. Pemecahan masalah ini dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Adapun setting penelitian adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Upau, dengan jumlah siswa 30 orang yaitu terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui instrument penelitian berupa lembar observasi. Untuk lembar observasi berupa aktivitas guru dalam pembelajaran, Analisis data yang digunakan diinterpretasikan berdasarkan perhitungan distribusi frekuensi dengan pembahasan berdasarkan skala persentasi dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan kurikulum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi norma dalam kehidupan bermasyarakat di Kelas VII SMP Negeri 1 Upau. Aktivitas guru meningkat pada pada siklus I adalah 38,5 meningkat menjadi 56,0 disiklus II. Berdasarkan peningkatan nilai proses pembelajaran maka dapat dikatakan proses pembelajaran berjalan dengan baik. Aktivitas siswa pada pertemuan pertama memperoleh 50.21% pada pertemuan kedua aktivitas siswa memperoleh skor 60,21%, sedangkan pada siklus II pertemuan pertama perolehan skor aktivitas siswa 77,29% dan pada pertemuan terakhir perolehan aktivitas siswa 86.46%, sedangkan ketuntasan belajar akhir siklus I hanya mencapai nilai rata-rata 72,67 meningkat pada siklus II menjadi 78,67. Indikator ketuntasan individual yang tercapai pada akhir siklus I sebesar 46,67% (14 siswa) dan meningkat pada akhir siklus II menjadi 90% (27 siswa). Kata-kata kunci: Hasil belajar, aktivitas guru, Model Think Pair Share

Page 8 of 18 | Total Record : 177