cover
Contact Name
Juhriyansyah Dalle
Contact Email
j.dalle@ulm.ac.id
Phone
+6281312979899
Journal Mail Official
j.dalle@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl.Padat Karya Komp. Taman Pesona Permai No. 66 Sei. Andai Banjarmasin
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan
Published by Rumah Jurnal Press
ISSN : 2460349X     EISSN : 26157640     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan (Journal of Action Research and Education) is an open access and peer-reviewed journal.The journal is a scientific journal that contains and disseminates research results, in-depth study, and innovative ideas in the field of educational science. The innovation of teachers and lecturers in the development of the education sector can contribute positively to schools and educational institutions. JPTP published by RUMAH JURNAL PRESS periodically published every three months (quarterly) in March, June, September and December each year. Sponsors by SMK Negeri 4 Banjarmasin and SMA Negeri 2 Barabai. The primary aim of this publishing company is to perform fast and reliable process for contributors. Once a paper is accepted, our staffs work hard to provide online version of the papers as quickly as possible. All papers are assigned valid DOI number once they appear online just to make sure that the other researchers cite them while no volume and numbers are still assigned to the papers.
Articles 177 Documents
Meningkatkan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran PKn Materi Konferensi Asia Afrika melalui Model Simulasi pada Siswa Kelas VI SDN Ampukung Kabupaten Tabalong Tahun Pelajaran 2016/2017 Rusyidah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar pada SDN Ampukung Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong pada materi PKn cukup rendah. Salah satunya yang menjadi kendala adalah kegiatan pengelolaan pembelajara yang dilakukan berpusat pada guru. Metode yang diterapkan dalam pembelajaran kurang bervariasi. Untuk meningkatkan Prestasi siswa dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri 2 kali pertemuan. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian ini. Hasil penelitian yang dilaksanakan selama dua siklus dapat dilihat sebagai berikut: Pada Siklus I pertemuan ke 1 memperoleh 26,09%, siklus I pertemuan ke 2 memperoleh 43,48%, siklus II pertemuan ke 1 memperoleh 65,22% dan siklus II pertemuan ke2 memperoleh 95,65%. Jadi pada siklus II pertemuan ke 2 pembelajaran dikatakan berhasil, dan penelitian ini dihentikan. Melalui model simulasi untuk meningkatkan Prestasi siswa tentang Konferensi Asia Afrika pada Siswa Kelas VI SDN Ampukung Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong dirasa sangat tepat.
Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Materi Peran Indonesia Dalam Lingkungan Negara-Negara di Asia Tenggara Melalui Metode Pengajaran Berbasis Tugas/proyek Pada Siswa Kelas VI SDN Banua Rantau Tahun Pelajaran 2016/2017 Rosilawati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, siswa perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya metode pengajaran berbasis tugas proyek? (b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran metode pengajaran berbasis tugas/proyek terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pengajaran berbasis tugas proyek, (b) Mengetahui pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkannya metode pengajaran berbasis tugas proyek. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI SDN Banua Rantau tahun pelajaran 2016/2017. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan ke 1, Siklus I pertemuan ke 2, Siklus II pertemuan ke 1 sampai Siklus II pertemuan ke 2. Dari hasil analisis didapatkan bahwa siklus I pertemuan ke 1 (33,33%), Siklus I pertemuan ke 2 (53,33%), siklus II pertemuan ke 1 (66,67%) dan siklus II pertemuan ke 2 (93,33%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pengajaran tugas/proyek dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa VI SDN Banua Rantau tahun pelajaran 2016/2017 serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKn.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada materi Sopan Santun melalui Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievement Division) Pada siswa Kelas VII SMPN 3 Kelua Tahun Pelajaran 2017/2018 Rukayah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa pada materi sopan santun dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model STAD? (b) Bagaimanakah pengaruh Metode Pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada materi sopan santun setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif. (b) Ingin mengetahui pengaruh prestasi belajar siswa pada materi sopan santun setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif. (c) memberikan gambaran metode pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 3 Kelua Tahun pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I Pertemuan ke 1, siklus I pertemuan ke 2, siklus II pertemuan ke 1 sampai siklus II Pertemuan ke 2, yaitu (20,00%), (40,00%), (64,00%) dan (96,00%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa Kelas VII SMPN 3 Kelua Tahun Pelajaran 2017/2018, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran BP.
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Materi Angka Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together Pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Pugaan Tahun Pelajaran 2016/2017 Saadah Mardiah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsru pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together berpengaruh terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris Materi Angka dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris Materi Angka setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMPN 1 Pugaan. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I pertemua 1 (21,43%), siklus I pertemuan 2 (35,71%), siklus II pertemuan 1 (50,00%), siklus II pertemuan 2 (92,86%).
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Materi Penyampaian Pengumuman Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together Pada Siswa Kelas VII SMPN 5 Haruai Tahun Pelajaran 2016/2017 Syahrian
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsru pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together berpengaruh terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia Materi Penyampaian Pengumuman? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Indonesia Materi Penyampaian Pengumuman dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia Materi Penyampaian Pengumuman. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Indonesia Materi Penyampaian Pengumuman setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMPN 5 Haruai. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I pertemua 1 (21,43%), siklus I pertemuan 2 (35,71%), siklus II pertemuan 1 (57,14%), siklus II pertemuan 2 (92,86%).
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada materi Perkembangan Masyarakat Islam Pada Masa Bani Abbasiyah melalui metode Demonstrasi pada siswa kelas VIII SMPN 1 Pugaan Kabupaten Tabalong Tahun Pelajaran 2017/2018 Thaibah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran demonstrasi terhadap prestasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi. (b) Ingin mengetahui pengaruh prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode metode pembelajaran demonstrasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Pugaan. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan ke 1 sampai siklus II pertemuan ke 2 yaitu, siklus I peremuan ke 1(19,23%), Siklus I pertemuan ke 2 (34,62%), siklus II pertemuan ke 1 (65,38%), dan siklus II pertemuan ke 2 (92,31%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode demonstrasi dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VIII semester 1 SMPN 1 Pugaan tahun pelajaran 2017/2018, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Tema Lingkungan Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievement Division) Pada siswa Kelas II SDN 1.2 Pudak Setegal Tahun Pelajaran 2017/2018 Yitnawati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model STAD? (b) Bagaimanakah pengaruh Metode Pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar PKn? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif. (b) Ingin mengetahui pengaruh prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif. (c) memberikan gambaran metode pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1.2 Pudak Setegal tahun pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I Pertemuan ke 1, siklus I pertemuan ke 2, siklus II pertemuan ke 1 sampai siklus II Pertemuan ke 2, yaitu (30,00%), (45,00%), (65,00%) dan (95,00%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran STAD dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa Kelas II SDN 1.2 Pudak Setegal Tahun Pelajaran 2017/2018, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKn.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melipat pada Kelompok B2 TK Budi Dharma Zulaiha
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya permasalahan dalam pembelajaran di kelompok, B2 dengan jumlah murid sebanyak 17 anak, ketrampilan motorik halus anak belum berkembang dengan optimal, ada sekitar 12 anak mengalami kesulitan dalam menggerakkan otot-otot tangan dan koordinasi mata khususnya dalam meniru bentuk, seperti dalam kegiatan menggunting pola hasilnya belum rapi. Salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak yaitu melipat kertas. Kegiatan melipat kertas bertujuan untuk melatih koordinasi mata dan otot-otot tangan serta konsentrasi. Memiliki keterampilan melipat kertas bisa menjadi modal awal anak sebagai bekalnya nanti dalam mengurus dirinya sendiri. Berawal dari kegiatan melipat kertas akan sangat membantu anak untuk bisa melipat bajunya sendiri, ataupan melipat benda-benda yang mudah untuk dilipat. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah 17 anak Kelompok B2 TK Budi Dharma. Objek penelitian ini adalah keterampilan motorik halus dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Alat yang digunakan adalah lembar instrumen observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75% dari 17 anak memiliki keterampilan motorik halus. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua Siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus anak kelompok B2 yaitu anak yang terampil sebanyak 11.8% dari 17 anak, cukup terampil sebanyak 47% dari 17 anak, belum terampil sebanyak 41.2% dari 17 anak sedangkan pada pertemuan II anak yang terampil sebanyak 17.6% dari 17 anak, cukup terampil sebanyak 47.1% dari 17 anak, belum terampil sebanyak 35.1% dari 17 anak. Pada siklus II pertemuan I anak yang terampil sebanyak 88.2% dari 17 anak, cukup terampil sebanyak 11.8% dari 17 anak meningkat pada pertemuan II anak yang terampil sebanyak 94.1% dari 17 anak, cukup terampil sebanyak 5.9% dari 17 anak.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing dalam Peningkatan Aktivias dan Hasil Belajar Matematika Materi KPK dan FPB Isnawati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu adanya permasalahan pada rendahnya aktivitas dan hasil belajar matematika pada materi KPK dan FPB pada tahun pelajaran sebelumnya. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung siswa terlihat pasif. Mereka hanya mendengarkan, mencatat dan mengerjakan tugas berupa soal-soal pada buku paket saja. Selain itu berbagai data hasil belajar siswa yang ada pada tahun pelajaran sebelumnya menunjukkan rendahnya nilai ulangan harian pada materi tersebut. Diketahui nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tahun yang lalu di bawah standar minimal dari 30 orang siswa hanya 13 orang yang memenuhi standar KKM 67. Dari data tersebut diketahui bahwa siswa yang dianggap tuntas secara klasikal hanya 57% dan belum tuntas sekitar 43%. Rendahnya hasil belajar tersebut salah satunya disebabkan oleh guru pada saat pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah saja yang mungkin menyebabkan siswa menjadi bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peningkatan hasil belajar mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing merupakan model pembelajaran gelundungan bola salju yang memiliki manfaat agar tujuan pembelajaran tercapai melalui kegiatan belajar mandiri dan peserta didik mampu menjelaskan temuannya kepada teman/pihak lain. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 1.2 Sulingan Kecamatan Murung Pudak dengan dua siklus tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIB SDN 1.2 Sulingan yang berjumlah 30 orang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pembelajarana matematika materi KPK dan FPB. Aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 adalah 43% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 71%. Siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 80% dan pada pertemuan 2 mencapai 89%. Hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata siklus I pertemuan 1 baru mencapai 63 dengan ketuntasan 63% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 65 dengan ketuntasan 70%. Siklus II pertemuan 1 meningkat lagi menjadi 79 dengan ketuntasan 80% hingga pertemuan 2 mencapai nilai rata-rata 82 dengan ketuntasan klasikal mencapai 90%.
Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Teknik Clustering dengan Media Foto Jurnalistik Ernawati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan menulis sangat dibutuhkan di dalam kehidupan yang serba modern ini. Tetapi pada kenyataannya adanya permasalahan rendahnya aktivitas dan kemampuan menulis puisi siswa kelas VI SDN 9 Tanjung. Berdasarkan hasil refleksi dan analisis valuasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menulis puisi dari 15 orang siswa hanya 6 orang yang nilai hasil belajarnya tuntas. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga masih kurang. Beberapa siswa masih kurang antusias saat mempelajari puisi. Mereka masih kesulitan khususnya untuk menemukan kata yang cocok ditulis menjadi sebuah puisi. Selain menemukan kata yang cocok, siswa merasa kesulitan saat diminta untuk berimajinasi tentang puisi yang akan mereka buat. Alternatif untuk membantu siswa mengatasi kesulitan yang dihadapi adalah melalui teknik clustering dan media foto jurnalistik. Alasan penggunaan teknik clustering karena teknik tersebut dapat membantu siswa untuk menemukan kata yang cocok untuk dijadikan sebuah puisi. Teknik ini digunakan untuk mengelompokan kata-kata yang nantinya harus dikembangkan oleh siswa menjadi sebuah puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peningkatan aktivitas dan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VI SDN 9 Tanjung. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tahun pelajaran 2018/2019 pada semester 2 di kelas VI SDN 9 Tanjung dengan dua siklus tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 15 orang. Pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas dan kemampuan menulis puisi siswa kelas III setelah menggunakan teknik clustering dan media foto jurnalistik dalam pembelajaran. Pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata aktivitas siswa 60% dengan katagori cukup, pada pertemuan 2 menjadi 71% dengan katagori baik. Pada siklus 1I pertemuan 1 rata-rata aktivitas siswa 78% terjadi lagi peningkatan pada pertemuan 2 menjadi 86% dengan katagori sangat baik. Hasil belajar berupa kemampuan menulis puisi siswa siklus I rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 67% meningkat pada siklus 2 dengan rata-rata hasil belajarnya mencapai 77 dengan ketuntasan klasikal 87%.

Page 10 of 18 | Total Record : 177