cover
Contact Name
Astrid Hapsari Rahardjo
Contact Email
arsitekta@tau.ac.id
Phone
+6287871841660
Journal Mail Official
arsitekta@tau.ac.id
Editorial Address
Jl. Swadarma Raya No.58, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,12250
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Arsitekta
Core Subject : Engineering,
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur Tanri Abeng University dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini adalah media bagi para dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk berbagi pemikiran tentang perancangan arsitektur dan perkotaan secara berkelanjutan. Fokus publikasi diarahkan pada telaah mengenai riset, pemikiran dan inovasi di bidang perancangan bangunan, ruang dalam, ruang luar, kawasan maupun pengembangan perkotaan, serta kajian terkait teori, sejarah dan dokumentasi arsitektur yang menunjang keberlanjutan.
Articles 89 Documents
Perubahan Morfologi Rumah Sederhana dengan Mempertimbangkan Aspek Desain Pasif Anisa, Anisa; Prianto, Eddy
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 01 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i01.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau menganalisis perubahan morfologi rumah sederhana dengan mempertimbangkan aspek desain pasif. Rumah sederhana yang diteliti adalah rumah dengan luas bangunan awal 36m2 dan 45 m2. Karena adanya kebutuhan yang berkembang maka ruang-ruang pada rumah mengalami perubahan. Dalam melakukan perubahan, pengguna akan mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya adalah desain pasif. Desain pasif pada rumah dapat mendukung kenyamanan bagi penggunanya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan cara pengambilan data melalui observasi langsung dan wawancara. Pengambilan data dilakukan pada 6 rumah di Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia. Analisis kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengambilan data dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasil dari penelitian ini adalah enam kasus penelitian memenuhi empat prinsip desain pasif yaitu orientasi bangunan, daerah pembayang, ventilasi udara alami, dan konfigurasi ruang. Sedangkan tema temuan pada penelitian ini adalah : (1) desain pasif yang diaplikasikan berkaitan dengan orientasi bangunan. Pada rumah menghadap timur-barat, kanopi panjang digunakan sebagai elemen pembentuk bayangan, sehingga panas matahari tidak masuk ke dalam rumah secara langsung; (2) elemen fisik yang digunakan untuk memasukkan cahaya dan pertukaran udara adalah pintu, jendela, dan roster. Walaupun pada beberapa kasus menjadi kurang maksimal minimnya ventilasi silang; (3) keberadaan halaman memberikan kontribusi positif berkaitan dengan kenyamanan penghuni baik secara visual maupun termal. Halaman dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah; (4) adanya pengaturan ruang disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan
Redaksi dan Daftar Isi, Arsitekta - Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan, Vol. 07, No. 1, Mei 2025 Jurnal Arsitekta, Ketua Dewan Editor
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 01 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
Infiltrasi Arsitektural Dalam Merespons Degradasi Area Cagar Budaya Taman Kota Intan Sadi Arif, Bintang Syuja; Hartanti, Nurhikmah Budi; Purwaningsih, Lucia Helly
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.901

Abstract

Taman Kota Intan adalah kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah penting, namun saat ini mengalami penurunan kualitas dan kehilangan daya tarik historis. Banyak bangunan kurang terawat, aktivitas masyarakat berkurang, dan lingkungan sekitar mengalami perubahan fungsi yang tidak mendukung pelestarian kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi revitalisasi kawasan melalui studi lapangan dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama degradasi adalah kurangnya perawatan, minimnya aktivitas, dan perubahan fungsi lingkungan. Sebagai solusi, diusulkan pembangunan bangunan multifungsi (mixed-use building) yang menggabungkan fungsi perkantoran, komersial, dan hunian. Konsep ini bertujuan menghidupkan kembali kawasan melalui peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi, tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Dengan pendekatan ini, Taman Kota Intan diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih aktif dan menarik, sekaligus memperkuat identitasnya sebagai bagian dari warisan budaya kota.  
Evaluasi Konsep Mitigasi Struktural Bencana Tsunami Di Desa Lamjamee Kota Banda Aceh Meutia, Zya Dyena; Fasya, Sultan Arsyi; ., Meutia
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.940

Abstract

Kota Banda Aceh merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana tsunami. Letak permukiman masyarakat yang dekat dengan pantai terdapat di pesisir Kecamatan Syiah Kuala, Meuraxa, Kuta Alam dan Jaya Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalur evakuasi tsunami di Desa Lamjamee Kecamatan Jaya Baru telah memenuhi standar yang berlaku (SNI 7744 :2011 dan SNI 7766 :2012). Penelitian ini dilakukan pada Desa Lamjamee Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Batasan objek penelitian di jalur evakuasi pada Desa Lamjamee ialah 300 meter dari garis bibir pantai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan sekunder, yang diambil dengan cara wawancara, observasi dan pengamatan secara langsung. Berdasarkan hasil evaluasi yang diteliti maka dapat diambil kesimpulan yang ditinjau dari aspek ketersediaan komponen mitigasi tsunami seperti rambu evakuasi, jalur evakuasi, titik kumpul, tempat evakuasi, dan papan peta di jalur evakuasi Desa Lamjamee. Ada komponen yang tidak tersedia seperti papan peta komponen yang belum tersedia tersebut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan pengunjung maupun pengguna jalur evakuasi Desa Lamjamee dikarenakan dengan adanya komponen tersebut memudahkan pengunjung atau pengguna untuk mengevakuasikan diri apabila sewaktu-waktu bencana terjadi.
Perencanaan Club House Citra Grand Senyiur City di Samarinda Penekanan Pada Aksessibilitas A'rif, Muhammad A'rif; Ramdhani, Iga Nur; Octavia, Cisyulia
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.950

Abstract

Perencanaan Club House Citra Grand Senyiur City di Samarinda dirancang dengan penekanan pada aspek aksesibilitas sebagai upaya mewujudkan fasilitas publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Konsep aksesibilitas yang diterapkan tidak hanya mencakup kemudahan sirkulasi bagi penyandang disabilitas, tetapi juga mempertimbangkan konektivitas antar ruang dan integrasi dengan fasilitas pendukung lainnya di kawasan perumahan. Club House ini dirancang sebagai pusat aktivitas sosial dan rekreasi yang menghadirkan kenyamanan, efisiensi ruang, serta daya dukung lingkungan yang berkelanjutan. Penerapan prinsip arsitektur kontekstual menjadi pendekatan utama untuk memastikan desain menyatu dengan karakter kawasan Citra Grand Senyiur City. Melalui penerapan desain universal, penggunaan material yang sesuai, serta pengaturan tata ruang yang fungsional dan responsif terhadap kebutuhan pengguna, perencanaan ini diharapkan mampu menciptakan ruang komunitas yang representatif, inklusif, dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Tipologi dan Karakteristik Arsitektur: Studi Perbandingan Permukiman Baduy Dalam dan Baduy Luar Delyuzir, Randy Dwiyan; Bachtiar, Firmansyah; Anggraini, Afikha
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.997

Abstract

Penelitian ini membahas tipologi dan karakteristik arsitektur rumah adat Baduy melalui studi komparatif antara masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar. Fokus kajian meliputi adaptasi tapak, material, sistem struktur, organisasi ruang, orientasi bangunan, serta filosofi kosmologis yang melandasi praktik arsitektur keduanya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi foto dan sketsa, serta wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Baduy Dalam lebih konservatif, sangat patuh pada aturan adat pikukuh, tidak menggunakan teknologi modern, serta mengutamakan keselarasan dengan kontur alam tanpa modifikasi lahan. Sementara itu, arsitektur Baduy Luar menunjukkan fleksibilitas lebih besar melalui penggunaan paku, variasi motif anyaman bambu, dan adaptasi tapak dengan teknik cut and fill. Perbedaan tersebut mencerminkan dinamika keterbukaan masing-masing kelompok terhadap modernisasi dan pengaruh eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur vernakular Baduy merupakan manifestasi nilai budaya, filosofi spiritual, serta strategi adaptasi ekologis yang diwariskan secara turun-temurun.
Studi Pencahayaan dan Penghawaan terhadap Kenyamaan Café Rumah Toean, Bekasi Zaenal, Cikal Aprilia; Khuluk, Nazaruddin
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.1005

Abstract

Café atau coffe shop merupakan tempat yang sedang ramai dikunjungi saat ini oleh berbagai kalangan usia, café tidak hanya sebagai tempat minum kopi dan makan saja, bahkan sebagai tempat berkumpul, bekerja, dan sekadar menghabiskan waktu. Dengan meningkatnya minat pengunjung untuk datang, maka café harus dapat memenuhi kenyamanan untuk para pengguna bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenyamanan pencahayaan dan penghawaan pada café Rumah Toean sudah sesuai standar. Populasi penelitian ini adalah bangunan café Rumah Toean dengan sampel 3 (tiga) titik pengukuran, yaitu 2 (dua) area semi outdoor dan 1 (satu) area indoor. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu, metode kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada café Rumah Toean untuk pencahayaan alami dan buatan pada area semi outdoor sudah memenuhi standar kenyamanan pencahayaan, sedangkan pada area indoor tidak memenuhi standar kenyamanan pencahayaan. Suhu alami dan buatan pada café Rumah Toean sudah memenuhi standar kenyamaan, untuk kelembaban pada area semi outdoor bagian teras depan dan indoor kelembaban relatif normal, sedangkan pada area semi outdoor bagian halaman belakang, kelembaban relatif tinggi.
Geometri Dalam Arsitektur: Sebuah Kajian Kritis Atas Pemikiran Simon Unwin Wibowo, Danang Harito
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.1006

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis secara kritis pemikiran Simon Unwin tentang peran geometri dalam arsitektur melalui perspektif fenomenologis dan semiotik. Menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis terhadap karya utama Unwin, Analysing Architecture, kajian ini mengidentifikasi tiga dimensi fundamental geometri: sebagai prinsip pengorganisasian ruang (ordering principle), sebagai medium simbolisasi kosmologis (symbolizing), dan sebagai pembentuk karakter spasial (character-making). Temuan menunjukkan bahwa geometri bukan sekadar alat teknis atau estetis, melainkan bahasa fundamental yang menghubungkan kebutuhan manusia akan keteraturan dengan pemahaman mereka terhadap kosmos dan makna eksistensial. Implikasi teoretis kajian ini memperkaya wacana teori arsitektur kontemporer dengan menegaskan pentingnya dimensi fenomenologis dalam praktik perancangan.
Redaksi dan Daftar Isi, Arsitekta - Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan, Vol. 07, No. 2, November 2025 Ketua Dewan Editor Jurnal Arsitekta
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.1008

Abstract

Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur Tanri Abeng University dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini adalah media bagi para dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk berbagi pemikiran tentang perancangan arsitektur dan perkotaan secara berkelanjutan. Fokus publikasi diarahkan pada telaah mengenai riset, pemikiran dan inovasi di bidang perancangan bangunan, ruang dalam, ruang luar, kawasan maupun pengembangan perkotaan, serta kajian terkait teori, sejarah dan dokumentasi arsitektur yang menunjang keberlanjutan. Pada Volume 7 No. 02 November 2025 ini, Jurnal Arsitekta menyajikan topik-topik diskusi dan studi terkait infiltrasi arsitektural dalam merespons degradasi area Cagar Budaya TamaKota Intan, tipologi dan karakteristik arsitektur: studi perbandingan permukiman Baduy Dalam dan Baduy Luar, evaluasi konsep mitigasi struktural bencana tsunami di Desa Lamjamee Kota Banda Aceh, perencanaan club house Citra Grand Senyiur City di Samarinda dengan penekanan pada isu aksesibilitas, studi pencahayaan dan penghawaan terhadap kenyamaan Café Rumah Toean di Bekasi, dan geometri dalam Arsitektur dalam kajian kritis atas pemikiran Simon Unwin.