cover
Contact Name
Astrid Hapsari Rahardjo
Contact Email
arsitekta@tau.ac.id
Phone
+6287871841660
Journal Mail Official
arsitekta@tau.ac.id
Editorial Address
Jl. Swadarma Raya No.58, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,12250
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Arsitekta
Core Subject : Engineering,
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur Tanri Abeng University dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini adalah media bagi para dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk berbagi pemikiran tentang perancangan arsitektur dan perkotaan secara berkelanjutan. Fokus publikasi diarahkan pada telaah mengenai riset, pemikiran dan inovasi di bidang perancangan bangunan, ruang dalam, ruang luar, kawasan maupun pengembangan perkotaan, serta kajian terkait teori, sejarah dan dokumentasi arsitektur yang menunjang keberlanjutan.
Articles 89 Documents
Metode Penelitian Kualitatif di Era Transformasi Digital Qualitative Research Methods in the Era of Digital Transformation Wiraguna, Sidi; Purwanto, L.M.F.; Rianto Widjaja, Robert
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.524

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi dan eksplorasi model penelitian kualitatif di era transformasi digital. Metode penelitian yang diterapkan melibatkan analisis reflektif dan holistik untuk mendalaminya. Penelitian fokus pada pemahaman terhadap fenomena kualitatif dengan menggunakan studi kasus sebagai pendekatan, dengan menghadapi pandangan skeptis terhadap kebermaknaan studi kasus. Pendekatan normatif dan reflektif digunakan untuk membuktikan hipotesa bahwa penelitian kualitatif tetap relevan dan dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan kontemporer. Langkah-langkah krusial yang ditekankan melibatkan desain penelitian yang didasarkan pada metodologi kuat, dengan pemilihan metode pengumpulan data seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Dalam menghadapi tantangan penelitian kualitatif, penting untuk memperhatikan validitas dan reliabilitas data guna mendalami pemahaman dan meningkatkan keberlanjutan pengetahuan. Proses berpikir dan refleksi menjadi inti dari penelitian ini, menghadirkan pemahaman mendalam terhadap nature penelitian kualitatif di tengah perubahan zaman. Hasil penelitian menegaskan bahwa penelitian kualitatif tetap relevan di era transformasi digital, terutama melalui pendekatan studi kasus yang mampu memberikan pemahaman holistik terhadap fenomena tertentu. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kontribusi dalam memahami dan mengaplikasikan penelitian kualitatif dalam konteks modern.
Smart Technology untuk Menunjang Kenyamanan Pengunjung Hotel Saraswati, Ratih Dian; Purwanto, L.M.F.
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.525

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi dalam bidang industri perhotelan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Penggunaan smart technology pada hotel berguna untuk mempermudah para pengunjung hotel. Dengan kemudahan fasilitas, kenyamanan pengunjung dalam menginap juga semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami berbagai smart technology yang digunakan dalam hotel dan kenyamanan yang didapatkan dari penggunaan fasilitas tersebut. Penelitian menggunakan metoda studi literatur dari 3 hotel yang dijadikan acuan studi preseden. Hasil penelitian ini adalah penggunaan smart technology terkait smart hotel lighting, hotel tablet, WIFI high speed, dan penanda don’t disturb pada ketiga hotel untuk memenuhi aspek kenyamanan termal, visual, audial, dan spasial pengunjung hotel. Penelitian ini diharapkan dapat memajukan perkembangan hotel di Indonesia.
Peningkatan Efisiensi Energi Bangunan Melalui Modifikasi Fasad Menggunakan Software Ecotect Gedung Fakultas Teknik Unkris : Sebuah Pendekatan Eksperimental Marzuki, Zulkarnain; Purwanto, L.M.F.
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.530

Abstract

Saat ini, Kesadaran akan isu perubahan iklim dan keberlanjutan sudah semakin tinggi, Global Warming yang terjadi sebagai akibat dari konsumsi energi yang tinggi harus menjadi perhatian semua pihak, efisiensi energi menjadi prioritas utama dalam segala aspek tak terkecuali aspek bangunan. Bangunan menyumbang 39% dari emisi CO2 per tahun, lebih dari transportasi (33%) atau bidang industri (29%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana bentuk fasad bangunan dapat mempengaruhi efisiensi penggunaan energi pada bangunan Fakultas Teknik Unkris. Penelitian ini merupakan pendekatan eksperimental dengan metode pretest dan postest, menggunakan simulasi computer dengan Ecotect. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tercapainya kenyamanan termal dan visual setelah melakukan modifikasi fasad bangunan sehingga penggunaan energi lebih efisien, kesimpulannya adalah desain fasad dapat mempengaruhi tinggi rendahnya penggunaan energi.
Desain Penelitian Dampak Intensitas Bunyi dan Getaran Lalu Lintas terhadap Bangunan Cagar Budaya Widiastuti, Santi; Purwanto, L.M.F.; Rianto Widjaja, Robert
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.532

Abstract

Sejak dua dasa warsa terakhir keberadaan Kota Lama Semarang menjadi perhatian masyarakat, baik peneliti, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah baik dalam maupun luar negeri menyoroti dari berbagai sisi. Kota Lama telah menjadi magnet yang dikemudian hari disebut kawasan cagar budaya (BCB) sehingga menarik wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata bersejarah tersebut dengan memanfaatkan moda transportasi yang beragam guna dapat mengakses lokasi kawasan bangunan cagar budaya peninggalan masa Kolonial Belanda yang kini berusia ratusan tahun. Hiruk pikuk aktifitas lalulintas yang berdampak pada tingkat bunyi kebisingan kendaraan bermotor yang dapat mengakibatkan kerusakan bangunan dalam kurun waktu panjang. Baku tingkat kebisingan pada cagar budaya sebesar 60 dBA yang sudah diatur Kementerian Lingkungan Hidup melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no KEP-48/MENLH/11/1996 ditujukan terutama untuk kenyamanan dan kesehatan manusia, namun tidak untuk keberlangsungan bangunan kuno di dalam kawasan. Penelitian didisain menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pengukuran data langsung di lapangan serta pengolahan data secara analisis regresi maupun korelasi sehingga hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi solusi upaya pelestarian bangunan cagar budaya yang merupakan cikal bakal keberadaan Kota Semarang.
Kelayakan Aksesibilitas Kaum Disabilitas di Bangunan Rumah Sakit MH. Thalib Kota Sungai Penuh Dinata, Tm Marta; Carlo, Nasfryzal; Y. Jumas, Dwifitra
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.634

Abstract

Berlakunya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Peraturan Menteri PUPR tersebut memberikan acuan dalam penyediaan fasilitas pada bangunan rumah sakit untuk para disabilitas. Rumah sakit MH.Thalib merupakan rumah sakit klasifikasi C di Kota Sungai Penuh, telah berupaya untuk memenuhi fasilitas disabilitas, akan tetapi belum semuanya memenuhi standar dan kelayakan serta aksesibiliatas. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian dengan pendekatan deskritif evaluatif untuk mengetahui fasilitas disabilitas apa saja yang sudah ada dengan kelayakan dan standar yang sesuai dan. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dengan melakukan pengukuran lapangan. Disamping itu, diadakan FGD dengan nara sumber dari Dinas PUPR dan pihak rumah sakit M.H Thalib untuk menjustifikai dan mengklasifikasi temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas untuk para disabilitas yang sudah ada terdiri dari fasilitas yang menghubungan secara horizontal antar ruang atau antar bangunan meliputi pintu, selasar, koridor dan jalur pemandu. Fasilitas yang menghubungkan secara vertikal antar lantai dalam bangunan gedung meliputi tangga dan ram. Penyediaan kelengkapan fasilitas prasarana dan sarana pemanfaatan bangunan gedung umum meliputi ruang ibadah, ruang laktasi, toilet, fasilitas komunikasi dan informasi, ruang tunggu, rambu dan marka dan tempat parkir. Dari kesemua fasilitas yang ada separuh diantaranya sudah memenuhi standar dan kelayakan serta aksesibilitas dari peraturan yang ada. Selanjutnya, disarankan pihak rumah sakit MH. Thalib untuk dapat memenuhi fasilitas para disabilitas dengan standard dan kelayakan yang sesuai dan mudah dalam aksesibilitasnya.
Redaksi dan Daftar Isi, Jurnal Arsitekta Vol. 06 No. 1, Mei 2024 Ketua Dewan Editor Jurnal Arsitekta
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi dan Daftar Isi, Jurnal Arsitekta Vol. 06 No. 1, Mei 2024
Identifikasi Elemen Arsitektur Neo-Vernakular pada Perancangan Hotel Resort di Pantai Kuta, Bali Karim, Abdul; Kridarso, Etty R.; Iskandar, Julindiani
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.380

Abstract

Abstrak Arsitektur Neo Vernakular adalah salah satu paham atau aliran yang berkembang pada era Post-Modern, yaitu aliran arsitektur yang muncul pada pertengahan tahun 1960-an. Post-Modern lahir disebabkan pada era modern timbul protes dari para arsitek terhadap pola-pola yang berkesan monoton (bangunan berbentuk kotak-kotak). Sedangkan gaya Arsitektur Tradisional Bali adalah corak penampilan arsitektur yang dapat memberikan citra/nuansa arsitektur berlandaskan budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu melalui penerapan berbagai prinsip bentuk yang mengandung identitas maupun nilai-nilai arsitektur. Pengaplikasian Arsitektur Neo Vernakular pada bangunan bangunan di bali tidak terlepas dari usaha untuk menjaga arsitektur lokal agar tidak terlupakan akibat perkembangan zaman. Penelitian ini mengambil kasus hotel resort di kabupaten Badung sebagai objek yang diteliti mengadaptasikan bentuk Arsitektur Tradisional Bali di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif data di peroleh dari sumber sekunder berupa literatur dan dokumen lain selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menilai hasil design dalam konteks arsitektur neo vernakular. Dengan menganalisis unsur unsur element neo vernakular pada bangunan hotel resort yang saya rancang disimpulkan bahwa secara umum kriteria, ciri dan prinsip tema Arsitektur Neo Vernakular adalah Usaha memberikan nilai kebaruan terutama terlihat dari reinterpretasi terhadap bentuk-bentuk detail, hiasan, prinsip struktur dan ornamen serta pemakaian beton ekspos bersanding dengan bahan-bahan lokal. Bentuk dasar bangunan persegi yang sangat kuat dan dominan merupakan unsur yang paling tidak berubah dari bentuk aslinya.Pada penerapan nya sudah memenuhi 75% design memenuhi konsep arsitketur neo vernakular
Pengaruh Revolusi Digital Dalam Peningkatan Kreativitas Arsitektur Dan Interior Widiastuti, Santi; Purwanto, L.M.F.; Sanjaya, Ridwan; Satwiko, Prasasto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.533

Abstract

Karya ini berkaitan dengan studi tentang keterampilan dan kemampuan mengembangkan imajinasi dan kreativitas mahasiswa seni serta peran revolusi dan desain digital ide untuk virtual arsitektur di mana ruang virtual ditentukan oleh ruang yang dirancang secara elektronik dan disajikan dalam bentuk kompetisi, termasuk bisnis beberapa diantaranya sudah dilaksanakan dan ada pula yang belum dilaksanakan. Hal tersebut mencerminkan upaya untuk mengubah fantasi menjadi kenyataan dengan penciptaan solusi yang lebih fleksibel untuk desain ruang non-tradisional masa depan dengan yang baru ide desain. Masalah penelitiannya adalah menghubungkan perkembangan teknis dengan pengembangan pemikiran desain generasi muda dan mahasiswa arsitektur interior melalui pengujian ide-ide desain baru. Studi ini menyoroti hal tersebut merancang pemikiran hipotetis dan efek imajinasi sebagai turunannya pengembangan kemampuan kreatif desain bagi mahasiswa arsitektur interior sesuai aturan dan ketentuan yang mengatur proses desain menggunakan modern teknik digital untuk mencapai hasil terbaik, dimana kreativitas saat ini menjadi sebuah industri yang dapat diterapkan pada mahasiswa seni arsitektur pada umumnya dan interior khususnya, untuk merangsang dan mengembangkan mereka serta melepaskan imajinasi mereka untuk mencapai hasil terbaik selain rehabilitasi generasi baru yang berbakat desainer untuk menghadapi perkembangan desain di sekitar kita karena keterampilan adalah anugerah yang memerlukan pengembangan berkelanjutan. Dengan mempelajari unsur kreativitas, maka rasio karya kreatif tidak melebihi 4% yang memerlukan peninjauan ulang mekanisme pengembangan ide desain untuk merangsang ide-ide kreatif anak muda. Revolusi digital telah berhasil mengintegrasikan banyak teknologi aplikasi dan meluncurkannya ke aplikasi yang lebih kompleks, sehingga menghasilkan pergeseran dramatis dalam media yang digunakan dalam arsitektur dan desain interior, baik sebagai sistem atau praktik dari sketsa hingga desain. Proses desain yang sampai akhir-akhir ini sepertinya tidak terpengaruh dengan intrusi sarana elektronik yang kini bermunculan siap untuk mendefinisikan ulang metodologinya untuk berintegrasi dan menyatu dengan komputer. Hal tersebut merupakan perubahan desain yang tidak dapat dianggap sebagai fenomena sementara dan cepat berlalu. Komputer akan menempati tempat yang menonjol sebagai bagian dari lingkungan desain itu mencirikan abad ke-21. Selain itu, perkembangan seni desain akan berhubungan erat dengan komputer di tahun-tahun mendatang.
Pendekatan Vegetatif dalam Konservasi Lahan Eks Tambang Untuk Penataan Lansekap Perencanaan Kota Baru dan Permukiman Sekitar Tambang di Kalimantan Timur Hamida, Ida; Nippa, Dea Randa; Nurfariza, Hikma
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.633

Abstract

Perencanaan Kota Baru merupakan merupakan proyek pengembangan lahan yang luasannya mampu menyediakan unsur-unsur perkotaan secara lengkap dan utuh, meskipun dua pertiga bagia akan didominasi oleh perumahan dan permukiman. Ibu Kota Negara merupakan salah satu pengembangan Kota Baru terbesar di Kalimantan Timur saat ini. Selain hutan tropis, kawasan memiliki peruntukan sebagai hutan industri dan pertambangan. Umumnya lahan bekas tambang merupakan areal yang memiliki lansekap tidak beraturan, seperti terbentuknya lubang bekas tambang (void) dan bukit yang terpotong. Dengan berubahnya topografi, fisiografi dan morfologi lahan menyebabkan tanah tidak berstruktur dan tidak berprofil. Pada lapisan atas terdapat limbah sisa bahan tambang (overburden), ada yang berbentuk batuan atau pasir (tailing). Selain itu limbah tersebut membentuk air asam tambang dan mengandung logam berat. Pendekatan perencanaan lanskap dalam penataan mendukung kualitas dan kelestarian lingkungan kawasan. Berdasarkan upaya reklamasi dan revegetasi pada lahan bekas tambang yang telah dilakukan, diperlukan perencanaan lanskap yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem, pelestarian dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan arahan konsep yang sesuai untuk konsep penataan lansekap di kawasan perkotaan baru dan permukiman dengan pendekatan vegetatif, metode ini terdiri dari penghutanan kembali (reforestation) dan wanatani (agroforestry). Diharapkan dengan konsep penataan vegetatif ini, tujuan pengembangan kota baru maupun kawasan menjadi kota yang layak huni, aktif dan berkelanjutan.
Perencanaan Lanskap Kampus Itera untuk Menciptakan Ruang Ekosistem yang Lenting dan Menyembuhkan Lesmana, Tasya Salsabila; Pratiwi, Rian Adetiya
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.658

Abstract

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada saat ini masih dalam tahap pembangunan beberapa area baru, yang bisa berdampak terhadap ekosistem dari lanskap kampus. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap visi ITERA sebagai forest campus. Dengan begitu, diperlukan upaya untuk menciptakan resiliency pada lanskap Kampus ITERA. Selain berdampak pada ekosistem, kesehatan civitas akedemika ITERA juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kampus, dimana lingkungan kampus dapat menjadi ruang pemulihan di tengah padatnya jadwal, baik secara fisik, maupun mental. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan perencanaan kawasan dengan tujuan mendukung ITERA sebagai forest campus yang resilien dan menciptakan wadah healing bagi civitas akademika ITERA dengan menggunakan pendekatan aspek kebudayaan dari Pulau Sumatera, yaitu seloko dari Suku Anak Dalam sebagai pedoman konsep, dan pelestarian tanaman etnobotani yang digunakan oleh Suku Pepadun. Metode yang digunakan dalam perencanaan terdiri dari beberapa tahap persiapan, yaitu inventarisasi dan analisis, rencana konsep pengembangan, dan rencana pengelolaan. Dari proses tersebut didapatkan hasil berupa masterplan perencanaan kawasan dengan tema “ITERA as a Resilient and Healing Campus Ground”. Penerapan aspek kebudayaan Sumatera efektif dalam menciptakan kondisi yang resilien pada kampus ITERA yang heterogen.