cover
Contact Name
Astrid Hapsari Rahardjo
Contact Email
arsitekta@tau.ac.id
Phone
+6287871841660
Journal Mail Official
arsitekta@tau.ac.id
Editorial Address
Jl. Swadarma Raya No.58, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,12250
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Arsitekta
Core Subject : Engineering,
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur Tanri Abeng University dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini adalah media bagi para dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk berbagi pemikiran tentang perancangan arsitektur dan perkotaan secara berkelanjutan. Fokus publikasi diarahkan pada telaah mengenai riset, pemikiran dan inovasi di bidang perancangan bangunan, ruang dalam, ruang luar, kawasan maupun pengembangan perkotaan, serta kajian terkait teori, sejarah dan dokumentasi arsitektur yang menunjang keberlanjutan.
Articles 89 Documents
Kajian Relasi Desain Perancangan Ruang Tamu di Rumah Tinggal Modern Dengan Ruang dan Tempat Ketiga Mohamad Wisnu Ibadi
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.361

Abstract

Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia, fungsi dan makna keberadaan ruang tamu sangat penting dalam kehidupan sosial. Namun saat ini ada fenomena ruang tamu dihilangkan dari program ruang desain perancangan rumah tinggal developer di kawasan perumahannya. Tulisan ilmiah ini melanjutkan dua publikasi ilmiah di Jurnal Arsitekta, dengan judul Kajian Perancangan Teras Sebagai Ruang Tamu New Normal di Rumah Tinggal dan Kajian Keberadaan dan Peran Ruang Tamu Dalam Desain Perancangan Rumah Tinggal Studi Kasus: Perumahan Tanglin Parc Bogor dan Grand Arla Resort Serang. Saat peneliti melakukan riset untuk publikasi ilmiah pertama, ditemukan fenomena hilangnya keberadaan ruang tamu dalam rancangan desain rumah tinggal di kawasan perumahan developer. Fenomena itu lalu dikaji di publikasi ilmiah kedua, dengan melakukan studi lapangan dua kawasan perumahan dari dua developer berbeda, dan wawancara, juga survei kuesioner kepada masyarakat umum, yang menunjukkan bahwa desain perancangan rumah tinggal modern di developer saat ini tidak lagi memiliki ruang tamu dalam program ruangnya dan responden kuesioner mayoritas lebih memilih melakukan pertemuan di luar rumah sehingga ruang tamu di rumah tinggalnya tidak lagi sering digunakan. Dalam diskusi dan kesimpulan tulisan ilmiah ini, hilangnya desain perancangan ruang tamu di rumah tinggal modern saat ini adalah karena pengaruh tempat ketiga (Third Place) dan ruang ketiga (Thirdspace).
Analisa Kecukupan Ruang Pengguna Pada Unit Hunian Rusunawa Jatinegara Barat dan Pengadegan, Jakarta Astrid Hapsari Rahardjo
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.362

Abstract

Kualitas ruang tinggal merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu pertimbangan terkait kualitas ruang tinggal tersebut adalah luasan hunian dan tingkat kepadatannya. Penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta dilaksanakan antara lain melalui program pembangunan rumah susun sederhana bertingkat tinggi dengan pedoman teknis yang didasarkan pada Permen PUPR no. 05/PRT/M/2007. Luasan unit hunian pada ketentuan ini adalah minimal 30 m2. Pada sumber data lain dikatakan bahwa luas ruang hunian adalah 9 m2 dan 7,2 m2 per orang. Penelitian ini mengkaji tentang faktor ergonomi dan antropometri yang dikaitkan dengan kegiatan dan besaran ruang yang dibutuhkan penghuni dalam menjalankan kegiatannya tersebut disertai alat bantu atau penunjang kegiatan. Adapun lokus penelitian yang dipilih adalah unit hunian tipikal di Rusunawa Jatinegara Barat dan Rusunawa Pengadegan. Dengan luasan unit yang sama, unit hunian di kedua Rusunawa ini memiliki susunan ruang yang berbeda. Penelitian ini membandingkan kedua kondisi tersebut dan merujukkannya pada ukuran standar ruang yang terdapat pada Data Arsitek. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait dengan pengakomodasiankegiatan manusia di dalam unit hunian rusunawa dan kesesuaiannya dari sisi ergonomi dan antropometri.
Perbandingan Desain Ruang Isolasi Terhadap Jumlah Kuman Udara Di Ruang Isolasi (Studi Analitik Pada Ruang Isolasi Covid-19) Ridha Wahyutomo
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.363

Abstract

Meningkatnya perhatian pada infeksi di rumah sakit, terutama terkait penilaian akreditasi dan tujuan keselamatan pasien mendorong penyediaan fasilitas pelayanan termasuk desain ruang isolasi yang mengurangi risiko infeksi. Pemilihan desain ruang isolasi terutama di masa pandemi COVID-19 memerlukan pengawasan terhadap konsentrasi mikroba di udara dan kualitas udara ruang isolasi yang harus dilaporkan dan dianalisis untuk menyusun strategi dan kebijakan pengelolaan ruang isolasi.Secara keseluruhan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara desain ruang isolasi dengan jumlah kuman udara ruang isolasi COVID-19.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode komparatif. Sampel penelitian merupakan udara di ruang isolasi COVID-19 RS Mardi Rahayu Kudus. Variabel penelitian meliputi suhu, kelembaban, aliran udara, dan jumlah bakteri udara menggunakan data primer hasil penilaian dan surveilans ruang isolasi dari bulan Januari sampai Maret 2020 di RS Mardi Rahayu Kudus. Analisis menggunakan Mann Whitney dan dilanjutkan uji regresi.Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara jumlah kuman udara di ruang isolasi pada desain tipe S dengan jumlah kuman udara isolasi pada desain tipe N. Dari regresi didapatkan bahwa untuk desain tipe N maupun S, faktor suhu, kelembaban, dan ACH tidak berpengaruh terhadap jumlah koloni di ruang.
Redaksi dan Daftar Isi, Jurnal Arsitekta Vol. 04 No. 02, November 2022 ojsadmin TAU
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OJS Admin TAU
Konsep Self Help Housing Menggunakan Material Bata dengan Desain Parametrik Kristiana Bebhe; LMF. Poerwanto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.366

Abstract

Bata adalah bahan dinding yang berasal dari material lokal yang mudah dibuat dan mudah dirangkai/disusun membentuk berbagai bangunan termasuk rumah tinggal. Kebutuhan rumah merupakan kebutuhan dasar umat manusia. Manusia memiliki aspirasi atau keinginan sendiri tentang rumah yang akan ditinggali, termasuk bahan bangunan pembentuk rumahnya. Dari hasil survey, pada masyarakat dengan kategori menengah ke bawah dan membutuhkan bantuan untuk mewujudkan impian memiliki rumah, didapatkan bahwa masyarakat lebih memilih rumah berbahan bata dan memilih bentuk yang fleksibel. Masing-masing keluarga menginginkan bentuk rumah dan kebutuhan ruang yang berbeda-beda. Oleh karenanya memilih desain parametrik yang memiliki banyak alternatif bentuk dalam waktu singkat adalah pilihan tepat untuk mewujutkan rumah mereka.
Pemodelan Building Information Modeling Bangunan Rumah Sakit Untuk Pengecekan Volume dan Bentrokan Ary Dwi Jatmiko; LMF. Poerwanto; Bryan Gunawan Tedja; Laurensia Elizabeth Louis; Daniel Alexander; Agung Surya
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.369

Abstract

Digital konstruksi sudah menjadi kebutuhan dalam perencanaan dan pelaksanaan sebuah proyek, dan hal ini sudah menjadi keharusan untuk kelas bangunan tertentu, dengan munculnya Peraturan Pemerintah no. 16 tahun 2021. Perencana bangunan masih banyak yang mempergunakan cara konvensional, dengan menggunakan gambar CAD 2 dimensi, yang dimana cara ini banyak menghadapi permasalahan dalam pelaksanaan. Diantaranya ketidak sesuai volume dalam material dan pekerjaan tambah karena terjadinya benturan antar bidang atau disiplin. Penggunaan Building Information Modeling diharapkan dapat mengurangi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini perencanaan rumah sakit di daerah Madura, Jawa Timur yang telah selesai dilakukan perencanaan, dimodelkan ulang dengan menggunakan Autodesk Revit® 2020. Kemudian model tersebut diambil data untuk Bill of Quantity, serta dilaukan pengecekan Clash Detection, menggunakan perangkat lunak Autodesk Navisworks®. Hasilnya dapat diketahui bahwa terjadi selisih yang cukup besar untuk volume dan benturan yang cukup banyak. Maka degan menggunakan BIM dapat menghasilkan perhitungan volume yang lebih baik dan meminimalkan pekerjaan tambah saat pelaksanaan.
Pendekatan Arsitektur Kontemporer Pada Rancangan Bangunan Indonesia Convention and Exhibition di Bumi Serpong Damai, Tangerang Ahdan Filya Muslimin; Achmad Hadi Prabowo; Punto Wijayanto; Etty Kridarso
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.378

Abstract

Di era modern ini, kegiatan di sektor bisnis dan sosial budaya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dua sektor tersebut perlu diitegrasikan sehingga diperlukan promosi dan koordinasi yang terstruktur. Kegiatan pengintegrasian tersebut di masa ini dikenal dengan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Penyelenggaraan kegiatan MICE membutuhkan sebuah tempat/ruang yang mampu menampung/mewadahi acara perhelatan besar dengan jumlah pengunjung yang banyak. Seiring berjalannya waktu, bangunan konvensi di seluruh dunia memiliki gaya arsitektur yang bermacam-macam. Satu di antaranya adalah arsitektur Kontemporer dengan ciri khas dan karakternya sendiri. Dalam hal ini, muncul permasalahan tentang bagaimana konsep arsitektur kontemporer yang telah diterapkan pada bangunan konvensi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan arsitektur kontemporer pada bangunan Indonesia Convention and Exhibition. Adapun metode yang digunakan pada peneltian ini adalah metode deskriptif kualitatif, menggunakan data primer dan sekunder, analisis mengacu pada ciri ciri / karakteristik arsitektur kontemporer kemudian diamati penerapannya pada bangunan Indonesia Convention and Exhibition. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan bangunan ICE BSD telah memenuhi seluruh kriteria dari Egon Schirmbeck, dan 7 (tujuh) kriteria dari Charles Jencks.
Ruang Budaya Dalam Tradisi Sebaran Apem Ya Qowiyyu Desa Jatinom, Klaten Agus Suhendro; T. Yoyok Wahyu Subroto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.392

Abstract

Desa Jatinom memiliki nilai-nilai kesejarahan yang tinggi di dalam penyebaran agama Islam. Jatinom akan terkait dengan sosok Ki Ageng Gribig sebagai tokoh penyebaran agama Islam. Dalam menyebarkan agama Islam di daerah yang sekarang menjadi Jatinom tersebut salah satunya adalah dengan aspek tradisi kemasyarakatan. Sebaran Apem Ya Qowiyyu merupakan salah satu warisan budaya dari Ki Ageng Gribig yang diturunkan kepada masyarakat yang kemudian dilestarikan hingga saat ini. Sebaran Apem Ya Qowiyyu sendiri dilakukan di bulan Safar atau masyarakat menyebutnya dengan bulan Sapar sehingga acara tersebut juga dijuluki dengan Saparan dikarenakan dilakukan di bulan Sapar yang diadakan setiap satu kali dalam satu tahun berdasarkan penanggalan Aboge. Di dalam perilaku saparan dengan kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif didukung dengan pengamatan lapangan, wawancara, dan kajian-kajian sebelumnya. Hasil penelitian yang dilakukan adalah terdapat tahapa-tahapan yang dilakukan di dalam perayaan Sebaran Apem Ya Qowiyyu yang dilakukan. Di dalam tahapan-tahapan tersebut terdapat ruang-ruang yang terjadi dan menjadi ruang budaya yang terjadi.
Persepsi Pengguna Terhadap Rambu Evakuasi Tsunami Berdasarkan Prinsip Universal Desain Di Kota Banda Aceh Meutia Meutia
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.394

Abstract

Sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan bencana, rambu evakuasi tsunami memiliki fungsi untuk mengarahkan masyarakat menuju tempat kumpul tsunami. Menyadari peran penting dari rambu tersebut, maka pengalaman pengguna saat mengakses informasi yang tertera pada rambu evakuasi tsunami sangat menarik untuk dikaji. Paper ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi pengguna terhadap rambu evakuasi dan papan informasi evakuasi tsunami. Penelitian ini mengadopsi metode Post Occupancy Evaluation (POE) dengan menerapkan prinsip - prinsip dari Universal Desain. Metode pengumpulan data berupa observasi lapangan yang dilakukan di tahun 2013 dan 2023, serta wawancara terhadap enam belas orang responden berusia 6 s/d 75 tahun. Responden diminta untuk mengamati, menginterpretasi dan mengikuti petunjuk arah yang diberikan oleh rambu evakuasi tsunami sambil berkendara menuju ke escape building. Hasil penelitian menunjukkan terdapat responden di semua kelompok usia yang merasa kesulitan saat memahami informasi pada rambu evakuasi tsunami. Rambu dengan desain yang membentuk anak panah pada satu sisi, kombinasi gambar dan tulisan dalam rambu, ukuran huruf yang lebih besar serta penggunaan warna oranye sebagai warna dasar merupakan desain rambu yang paling akomodatif, mudah dipahami, direspon dengan cepat dan intuitif oleh responden. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat rambu evakuasi tsunami dan papan informasi evakuasi tsunami yang belum aksesibel bagi semua pengguna.
Analisis Faktor Penentu Tingkat Akurasi Estimasi Biaya Proyek Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Nicco Plamonia; Atika Agustin; Azaria Andreas
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.400

Abstract

Setiap proyek mempunyai keterbatasan sumber daya, baik manusia, material, biaya ataupun alat. Oleh sebab itu, manajemen proyek diperlukan mulai dari fase awal proyek hingga fase penyelesaian. Dengan demikian sukses tidak-nya proyek ditentukan oleh kemampuan pengambil keputusan dalam mempertimbangan waktu yang efektif, biaya yang efisien dan mutu yang berkualitas. Pendekatan yang digunakan adalah membuat proyek menjadi ekonomis dengan meminimalkan selisih nilai estimasi anggaran saat perencanaan dengan pelaksanaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor utama penentu tingkat akurasi estimasi biaya konstruksi. Sumber data penelitian yaitu data primer dan sekunder. Teknik analisis penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner kepada responden kemudian analisis data dengan Analitycal Hierarchy Process (AHP) disertai uji konsistensi dari kriteria terpilih. Faktor penentu tingkat akurasi estimasi biaya konstruksi terdiri dari tiga. pertama disebabkan oleh kejelasan pendefinisian ruang lingkup yang menjadi karakteristik proyek. kedua disebabkan oleh kejelasan informasi terkait parameter desain, kriteria gambar dan spesifikasi yang berhubungan erat dengan komunikasi konsultan, kontraktor. ketiga disebabkan oleh faktor yang berhubungan dengan kondisi pasar (faktor eksternal) dengan kesulitan tingkat pengerjaan (produktivitas dan kinerja).