cover
Contact Name
Addin Kurnia Putr
Contact Email
addinkurniaputri@gmail.com
Phone
+6285725117255
Journal Mail Official
addinkurniaputri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Development and Social Change
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi terutama terkait pokok persoalan pembangunan dan perubahan sosial dalam persepektif nasional maupun internasional, Masyarakat, Komunitas, Kelompok Sosial dan Hubungan antar Kelompok Sosial, Interaksi Sosial, Struktur Sosial, Lembaga Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Metode Penelitian Sosial, Sosiologi Keluarga, Sosiologi Politik, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Ekonomi, Sosiologi Hukum, Sosiologi Agama, Sosiologi Budaya, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Masalah Sosial, Sosiologi Klinik.
Articles 94 Documents
PEMAKNAAN REALITAS KEKERASAN SEKSUAL, PRAKTIK PATRIARKI, DAN FEMINISME DALAM FILM HUSH Khusnul Khotimah
Journal of Development and Social Change Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 no. 1 April 2019
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v2i1.41659

Abstract

Through the issue of sexual violence as a manifestation of patriarchy practices and the emergence of feminist discourse as a way of discharge. This study attempted to see this further when it was constructed in a film called hUSh. The aim of the study wanted to know the extent of the audience's understanding of the reality of sexual violence, as well as the values of patriarchy and feminism in the film using Max Weber's Verstehen approach. Qualitative decectory methodology is used so that this research can objectively see the process of understanding the audience through interviews conducted after watching hUSh Film, to see their subjectivity to the reality of sexual violence, patriarchy, and feminism             
PERAN AYAH SINGLE PARENT DALAM MENJALANKAN FUNGSI KELUARGA PADA MASYARAKAT MISKIN DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Tri Dyah Rastiti; Ratna Devi Sakuntalawati
Journal of Development and Social Change Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 no. 1 April 2020
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v3i1.41677

Abstract

The objective of this thesis research was to describe the role of single parent fathers in carrying out family functions in poor communities in Nusukan Village, Banjarsari Sub-District, Surakarta City. The theory used in this study was the role set theory proposed by Robert K. Merton. This study used a qualitative approach with naturalistic inquiry research method. The sampling technique used was snowball sampling and purposive sampling. The results showed that single parent fathers had carried out family functions. For the socialization function, fathers had become teachers and role models for their children, so that the children had good character. Affection function showed that the fathers became children’s playmate, so that the children became more excited and formed self-confidence and independence. In addition, the fathers had given love and affection to their children. The status determination function showed that the fathers had provided support to the children and appreciated their potential. The protection function showed that the fathers had protected and taught discipline to their children. For the economic function, the fathers had fulfilled the needs of children’s food, clothing and simple housing. In carrying out family functions, the fathers not only had social relationships with their children, such as the oldest child, neighbors, grandmother, siblings, the father’s friends, the school party, and the owner of food stalls and shops. 
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tradisi Mudik Masyarakat Indonesia Mita Azzahra Putri; Rachmat Maulana Surya Atmaja; Alya Nazhifa Febrianti; Matthew Alan; Charlene Dwiputri; Komang Elista Triandini
Journal of Development and Social Change Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 no. 1 April 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v4i1.45625

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia mengakibatkan perubahan di segala aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali kebiasaan masyarakat di Indonesia. Adanya pandemi menuntut masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah dan tidak dapat bepergian, termasuk melakukan tradisi mudik. Masyarakat Indonesia memiliki tradisi mudik yang biasanya dilakukan pada saat lebaran dan libur panjang. Penelitian yang akan dipaparkan di dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tradisi mudik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pengumpulan data primer dengan kuesioner secara daring dan data sekunder dengan studi literatur. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat laju mudik menurun dan COVID-19 mempengaruhi tradisi mudik masyarakat Indonesia. Keunggulan penelitian ini adalah bahwa topik yang diangkat dekat dengan kehidupan mahasiswa sehingga berangkat dari keresahan diri sendiri dan kejadian ini adalah pertama kalinya yang menyebabkan terganggunya kegiatan tradisi mudik Indonesia. Manfaat penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tradisi mudik masyarakat Indonesia, menambah wawasan pembaca mengenai pandemi COVID-19, dan menambah wawasan pembaca mengenai tradisi mudik masyarakat Indonesia.
PERAN POS PELAYANAN TERPADU KELURAHAN DALAM PENANGANAN KASUS ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (Studi Kasus: di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta) Aditiyanta Karsendra Putra; Sudarsana Sudarsana
Journal of Development and Social Change Vol 1, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v1i2.23030

Abstract

Abstract : In this modern era, the development of the era was so rapidly from traditional times to modern times. Negative impact of these technological developments such as pornography and porn act, violence, crime, and some other social deviation type. The research is about how the role of Integrated Service Post (PPT) of Village in the handling of cases of Children who are dealing with the law (ABH) especially Integrated Service Posts of Kemlayan Village Serengan District Surakarta City. This research uses the theory of social control which social deviation occurs in PPT and how communities can become a neighborhood institution of social control. PPT as an institution formed by Government of Surakarta intended as a social control instituion for society especially for mothers and children. The methods used in this research is qualitative research methods are case studies. Sampling techniques in the study using a purposive sampling technique. The location of the research is in the area of Kemlayan Village sub district Serengan Surakarta. Data collection Technique by holding interviews to informants, observation, and documentation. Data analysis techniques using interactive model Miles which starts from Huberman & data collection, data presentation, data reduction, and the with drawing of the conclusion. Validity of data using triangulation techniques resource. The results showed that the Postal Service Integrated of Village can be an agent of social control against Children in particular who do social deviation in the community. Integrated Service post of Village can be said to be a friend of the Child when they dealing the law. Cases that afflict the child eventually becomes the child's learning how Integrated Service Post Village very helpful himself to obtain his rights as the child. The child's life then be different from the previous one, i.e. more controlled by both her parents and the integrated Service Post Village.Keywords : Technology, culture, children, law, social deviation, psychology, urbanAbstrak : Di era modern ini, perkembangan jaman begitu pesat dari masa tradisional hingga ke masa modern. Hal negatif dampak dari perkembangan teknologi tersebut misalnya pornografi dan pornoaksi, kekerasan, kriminal, dan beberapa jenis penyimpangan sosial lainnya. Penelitian ini tentang bagaimana peran Pos Pelayanan Terpadu (PPT) Kelurahan dalam penanganan kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) khususnya Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan teori kontrol sosial dimana penyimpangan sosial terjadi di masyarakat dan bagaimana PPT Kelurahan dapat menjadi lembaga kontrol sosial. PPT Kelurahan sebagai lembaga bentukan Pemerintah Kota Surakarta bermaksud sebagai lembaga kontrol sosial untuk masyarakat khususnya untuk Ibu dan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif studi kasus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara kepada informan, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan dapat menjadi agen kontrol sosial terhadap Anak khususnya yang melakukan penyimpangan sosial di masyarakat. Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan dapat dikatakan menjadi sahabat Anak dalam menghadapi proses hukum yang menimpa mereka. Kasus yang menimpa Anak tersebut akhirnya menjadi pembelajaran bagi Anak tersebut bagaimana Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan sangat membantu dirinya untuk memperoleh hak-haknya sebagai Anak. Kehidupan Anak tersebut kemudian menjadi berbeda dari yang sebelumnya, yaitu lebih terkontrol baik oleh orang tuanya dan Pos Pelayanan Terpadu Kelurahan.Kata kunci : Teknologi, budaya, anak, hukum, penyimpangan sosial, psikologi, perkotaan
PENGEMBANGAN OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA SEBAGAI DESTINASI DALAM PENERAPAN EKOWISATA KAWASAN WADUK GONDANG KARANGANYAR Hafiidz Raafii
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.56489

Abstract

Ekowisata merupakan wisata ramah lingkungan dan bertanggung jawab atas kelestarian alam. Waduk Gondang merupakan kawasan wisata baru dengan potensi kekayaan alam yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pengembangan obyek dan daya tarik wisata Waduk Gondang sebagai penerapan ekowisata oleh pihak terkait. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi lalu dianalisis dengan model interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan upaya pengembangan yang dilakukan oleh pihak terkait antara lain : pemanfaatan potensi dan daya dukung alam kearah ekowisata, pembentukan kelompok sadar wisata Desa Gempolan (Pokdarwis), perencanaan pembangunan wisata air, perencanaan pembangunan sarana prasarana dan akomodasi pariwisata, melakukan promosi wisata beserta penyediaan paket wisata, serta melakukan berbagai upaya konservasi alam. Upaya pengembangan ekowisata di Kawasan Waduk Gondang belum dilakukan secara maksimal. Berbagai kendala dihadapi sehingga berakibat pada dampak yang dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah belum signifikan.
MEMBANGUN NILAI-NILAI INTEGRITAS SERTA IDENTITAS NASIONAL DILIHAT DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN Ais Fadila
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58186

Abstract

The qualities of uprightness and public character of Indonesia today are confronting not kidding difficulties from both outer and inward impacts, and these qualities tend to be disintegrated and corrupted. In a setting like this, the universe of training, including instructors plays an essential part in keeping up with and fostering the qualities of respectability and public character, since schooling has the capacity of enculturation and socialization of qualities to understudies so they can assemble themselves and along with their current circumstance fabricate society and country. Hence, it is important to foster another worldview of training that can keep up with these qualities to develop and grow appropriately, and corresponding to educators, it is important to have proficient instructors who have far reaching ability.Keywords: Value of Integrity, National Identity, Education AbstrakKualitas integritas dan karakter publik Indonesia saat ini tidak main-main menghadapi kesulitan baik dari dampak luar maupun dalam, dan kualitas-kualitas ini cenderung hancur dan rusak. Dalam suasana seperti ini, alam semesta pelatihan, termasuk instruktur memainkan peran penting dalam menjaga dan membina kualitas kehormatan dan karakter publik, karena sekolah memiliki kapasitas enkulturasi dan sosialisasi kualitas kepada siswa sehingga mereka dapat berkumpul sendiri dan bersama dengan keadaan mereka saat ini membentuk masyarakat dan negara. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan pandangan dunia lain tentang pelatihan yang dapat mengikuti kualitas-kualitas tersebut untuk berkembang dan tumbuh dengan baik, dan sesuai dengan pendidik, penting untuk memiliki instruktur yang mahir yang memiliki kemampuan jangkauan jauh.Kata Kunci : Nilai Integritas, Identitas Nasional, Pendidikan
KETAHANAN SOSIAL EKONOMI INDUSTRI RUMAH TANGGA GETHUK TAKE SELAMA PANDEMI COVID-19 Mitchell Giovanni Irianto Putro; Mahendra Wijaya
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.55571

Abstract

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh dunia bahkan Indonesia. Hal tersebut dapat berdampak pada Industri Rumah Tangga Gethuk Take di Tawangmangu. Oleh karena itu Industri Rumah Tangga Gethuk Take didesak untuk dapat melakukan ketahanan sosial ekonomi agar terhindar dari kebangkrutan usaha dan pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi produksi dan pemasarannya dalam ketahanan sosial ekonomi Industri Rumah Tangga Gethuk Take selama pandemi Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial oleh Max Webber, Ketahanan Sosial, dan Ketahanan Ekonomi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan ketahanan sosial Industri Rumah Tangga Gethuk Take berhubungan dalam tindakan sosial karena tindakan tersebut diarahkan pada calon pembeli, selain itu juga menggunakan tiga bagian dari sifat ketahanan sosial yaitu Resistence atau perlawanan, Recovery atau pemulihan, Creativity atau kreatifitas. Sedangkan dalam ketahanan ekonomi dibagi dua yaitu produksi dan pemasaran. Dalam melakukan proses ketahanan sosial ekonomi pemilik industri menyesuaikan dengan keadaan usaha tersebut.
HUBUNGAN ANTARA KEPENTINGAN EKONOMI DAN PARTISIPASI DALAM JUAL BELI ONLINE DENGAN KETAHANAN USAHA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL (Studi pada Pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta) Victory Monica Christy; Ratna Devi Sakuntalawati
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.54307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepentingan ekonomi dan partisipasi dalam jual beli online dengan ketahanan usaha pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Tindakan Ekonomi dan Teori Partisipasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode survei dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Pengumpulan data menggunakan intrumen penelitian berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu pedagang buah di Pasar Gede sebanyak 127 orang, dengan sampel yang diambil sebanyak 96 orang. Analisis data menggunakan statistik korelasi yang terdiri dari korelasi product moment, korelasi parsial product moment dan korelasi ganda, yang dibantu dengan program Statistical Package for the Social Science for Windows versi 23.0.           Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hubungan kepentingan ekonomi dengan ketahanan usaha tidak murni, tetapi harus melalui variabel partisipasi dalam jual beli online sebagai faktor uji variabel intervening. Akan tetapi di dalam populasi, kepentingan ekonomi, partisipasi dalam jual beli online, dan ketahanan usaha memiliki hubungan secara bersama-sama. Hasil ini menunjukkan bahwa penelitian ini sesuai dengan teori tindakan ekonomi menurut Richard Swedberg dan teori partisipasi menurut Taliziduhu Ndraha. Dapat disimpulkan bahwa ketahanan usaha dapat tercapai apabila terdapat kepentingan ekonomi dan partisipasi dalam jual beli online.
Pemenuhan Hak Warga Negara dalam Konflik Ruang di Perkotaan (Studi Kasus Masyarakat Kentingan Baru, Surakarta) Muhammad Aminullah Thohir
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.53496

Abstract

Masyarakat yang berada dalam lingkup negara memiliki berbagai hak untuk menjamin kualitas hidupnya agar sejahtera. Negara bertanggung jawab sepenuhnya untuk memberikan berbagai hak kepada warga negaranya. Namun, masih banyak warga negara yang tidak bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara sepenuhnya. Di perkotaan, kaum miskin kota merupakan kelompok yang paling rentan untuk tidak mendapatkan hak – haknya sebagai warga negara. Masyarakat yang berada di pemukiman Kentingan Baru merupakan kaum miskin kota yang belum mendapatkan haknya sebagai warga negara karena hidup di tanah sengketa. Penelitian ini berfokusbagaimana pemenuhan hak-hak sebagai warganegara dari masyarakat Kentingan Baru yang mengalami konflik perebutan ruang untuk hidup di perkotaan dengan teori Kewarganegaraan Sosial T.H. Marshall dan Konflik Ruang Henry Levebre. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh melalui hasil wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah (1) Konflik yang terjadi di Kentingan Baru adalah antara klas borjuis dengan lumpen proletariat dalam memperebutkan ruang di perkotaan. (2) Kemiskinan masyarakat Kentingan Baru merupakan faktor terpenting terjadinya konflik ruang di perkotaan. (3) Hak warga Kentingan Baru tidak sepenuhnya dipenuhi oleh Negara.
Peran Forum Pengurangan Resiko Bencana dalam Manajemen Bencana di Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan Mohamad Devic Pratama; Trisni Utami
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58313

Abstract

The role of the community to be independent in disaster situations is the main goal in disaster risk reduction. The existence of knowledge about disasters and the ability to save themselves makes people no longer dependent on groups engaged in disaster. In an effort to make the people of Sirnoboyo Village independent, the local village government in collaboration with local universities and BPBD formed a volunteer group for the Sirnoboyo Disaster Risk Reduction Forum (FPRB) to help create a disaster-resilient community. As a theoretical basis in this research, the theory of social capital is used which then includes three main concepts, namely networks, norms, and trust which then as a whole, the results of research related to the role of FPRB are seen with these three concepts. In this study, a qualitative descriptive method was used to answer the role of FPRB in disaster management and creating a disaster-resilient community. From this study it was found that in creating a disaster-resilient community, the FPRB carried out socialization, simulation, physical and non-physical mitigation efforts during pre-disaster. Then during the emergency response, the evacuation process and the construction of public kitchens became the main focus, and after the disaster, the FPRB assisted in the reconstruction of public facilities as well as the rehabilitation of the psychological condition of the community. FPRB also uses local wisdom such as the use of recitation culture, mutual cooperation, river festivals as a medium of socialization. Then also the use of traditional kentongan tools as a means of communication. From the efforts carried out by the Sirnoboyo FPRB, there are also supporting and inhibiting factors experienced by the Sirnoboyo FPRB both from the internal and external sides of the community itself.Keywords: Community, Disaster Management, Social Capital 

Page 8 of 10 | Total Record : 94