cover
Contact Name
Addin Kurnia Putr
Contact Email
addinkurniaputri@gmail.com
Phone
+6285725117255
Journal Mail Official
addinkurniaputri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Development and Social Change
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi terutama terkait pokok persoalan pembangunan dan perubahan sosial dalam persepektif nasional maupun internasional, Masyarakat, Komunitas, Kelompok Sosial dan Hubungan antar Kelompok Sosial, Interaksi Sosial, Struktur Sosial, Lembaga Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Metode Penelitian Sosial, Sosiologi Keluarga, Sosiologi Politik, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Ekonomi, Sosiologi Hukum, Sosiologi Agama, Sosiologi Budaya, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Masalah Sosial, Sosiologi Klinik.
Articles 94 Documents
GAYA HIDUP MAHASISWA METROSEKSUAL SEBAGAI REPRESENTASI MASKULINITAS BARU (Studi Kasus pada Mahasiswa Metroseksual di Universitas Sebelas Maret) Clara Mega Utami; Argyo Demartoto
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.51698

Abstract

Abstrak: Gender merupakan sebuah atribut yang melekat pada laki – laki serta perempuan yang dapat dipertukarkan dan berasal dari konstruksi sosial budaya masyarakat terhadap femininitas dan maskulinitas individu. Berbicara mengenai maskulinitas, seiring perkembangan zaman konsep tersebut telah banyak mengalami perubahan, ditandai dengan munculnya istilah maskulinitas baru yang meresistensi nilai-nilai maskulinitas yang hegemonik. Perubahan tersebut mempengaruhi gaya hidup kaum laki – laki yang dikenal dengan istilah metroseksual. Sejak munculnya berbagai produk untuk mendukung penampilan, mereka berani untuk mengekspresikan diri melalui gaya hidup yang lebih modern meskipun hal tersebut diidentikan dengan perempuan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gaya hidup mahasiswa metroseksual sebagai representasi dari maskulinitas baru di lingkungan Universitas Sebelas Maret. Teori dalam penelitian menggunakan Teori Konstruksi Sosial dari Peter L Berger dengan metode penelitian kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya hidup mahasiswa metroseksual yang merepresentasikan konsep maskulinitas baru diantaranya adalah merawat diri, mengikuti trend dunia fashion, menjaga kesehatan tubuh, mengunjungi tempat hangout dan aktif di media sosial. Gaya hidup tersebut terbentuk melalui proses konstruksi yang dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa lingkungan keluarga, pergaulan, pekerjaan serta media sosial. Selain itu ada pula faktor penghambat berupa konsistensi untuk merawat diri dan menjaga penampilan, ketidakcocokan terhadap suatu produk, masalah finansial serta mendapatkan perkataan toxic masculinity. Kata Kunci : Gaya Hidup, Mahasiswa Metroseksual, Representasi, Maskulintas Baru
PENDIDIKAN ANTI-RADIKALISME DI SEKOLAH: Studi Penyelenggaraan Pendidikan SMA Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Surakarta Alif Faishal Farras; Yuyun Sunesti
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.55066

Abstract

Radikalisme merupakan gerakan sosial yang memiliki pandangan untuk melakukan perubahan fundamental sebagai respon dari kejengkelan moral yang kuat dan mengharapkan perbaikan menuju arah yang lebih baik sesuai pandangan para pemikir radikal itu sendiri. Akhir-akhir ini paham radikalisme mulai menjalar hingga kalangan pelajar. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sebagai dua organisasi terbesar di Indonesia memegang peranan penting dalam upaya pendidikan anti-radikalisme. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta yang merupakan embrio dan markas dari berbagai macam ideologi di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus serta dianalisis menggunakan Teori Fungsionalisme Struktutal Talcott Parsons untuk menjelaskan proses AGIL dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan anti-radikalisme belum menjadi tujuan utama dari sistem pendidikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Tetapi beberapa aspek dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar telah mengarahkan siswa pada sikap toleransi, keterbukaan dan kebermanfaatan yang bertolak belakang dengan sikap dan perilaku radikal.
KESADARAN BURUH PEREMPUAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA DALAM MEMPERJUANGKAN PEMENUHAN HAK MATERNITAS (Studi Kasus Buruh Perempuan Anggota FSBPI di Jakarta) Herlina Herlina; Aris Arif Mundayat
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.57394

Abstract

Pasal mengenai hak maternitas yang tercantum dalam undang – undang ketenagakerjaan tidak menjamin terpenuhinya hak maternitas buruh perempuan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesadaran buruh perempuan sebagai anggota serikat pekerja dalam memperjuangkan hak maternitasnya dan peran serikat pekerja FSBPI dalam upaya meningkatkan kesadaran anggota buruh perempuannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori kesadaran Paulo Freire dan pembelajaran sosial Albert Bandura untuk menganalisis hasil temuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa serikat pekerja FSBPI telah berada dalam tahap kesadaran kritis. Hal ini dapat dilihat melalui metode dan strategi yang digunakan dalam bidang advokasi dan pendidikan. Namun pembelajaran sosial dan pendidikan hadap masalah dalam bidang advokasi dan pendidikan belum secara maksimal memunculkan kesadaran kritis buruh perempuan. Terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi munculnya kesadaran kritis yakni self-efficacy pada diri buruh perempuan, yang menyebabkan buruh perempuan masih berada pada kesadaran naif. Faktor eksternal tersebut antara lain tingginya beban kerja dan intimidasi dari perusahaan, status kerja, serta kurangnya dukungan dari pemerintah.Kata Kunci: Buruh Perempuan, FSBPI, Hak Maternitas, Kesadaran Kritis, Self-efficacy
Kontrol Tubuh Perempuan Pada Praktik Sunat Perempuan (Studi Dengan Pendekatan Relasi Kuasa Di Desa Ngemplak, Karangpandan) Setyawidi Rahayu; Sri Hilmi Pujihartati
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58771

Abstract

Secara umum, sunat perempuan merupakan pemotongan atau penggoresan seluruh atau sebagian alat genital perempuan khususnya bagian klitoris Desa Ngemplak merupakan desa yang masih terdapat praktik sunat perempuan masih dilakukan hingga sekarang, dari hasil pra penelitian yang telah dilakukan diketahui 85% remaja di Desa Ngemplak pernah melakukan sunat perempuan rata-rata saat umur mereka kurang dari 10 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai eksistensi dan kontrol tubuh pada sunat perempuan di Desa Ngemplak Karangpandan.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kekuasaan Michel Foucault. Konsep kekuasaan ini juga ada pada praktik sunat perempuan, interaksi masyarakat yang menyebabkan lahirnya sunat perempuan. Dalam praktik sunat perempuan, perempuan menjadi tidak berdaya sebab perempuan tidak memiliki kuasa akan tubuhnya sendiri terutama pada fungsi reproduksi tubuhnya.Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Eksistensi sunat perempuan di Desa Ngemplak ada dari masa dahulu hingga sekarang. Dalam pelaksanaannya sunat perempuan pada masa lalu dilakukan pada umur di bawah 7 tahun sedangkan masa sekarang sunat perempuan masih dilakukan bahkan oleh tenaga medis dan dilakukan pada umur yang lebih belia seperti di bawah 6 bulan. 2) Sunat perempuan merupakan salah satu alat kontrol bagi tubuh perempuan dikarenakan anjuran mengenai sunat kebanyakan dilakukan oleh orangtua perempuan. Perempuan tidak diberi pilihan iya atau tidak nya dalam melakukan sunat karena dianggap pada umur di bawah 7 tahun, anak belum mengerti mengenai manfaat dan apa itu sunat perempuan.
FARMERS INTELLECTUAL MOVEMENT THROUGH THE WARTANI ORGANIZATION OF CURAHNONGKO VILLAGE, JEMBER REGENCY Nurul Hidayat
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.64021

Abstract

The struggle of farmers in Curahnongko Village, Jember Regency to get their rights to land has gone through various dynamics. The conflict involving farmers and PTPN XII Kalisanen has been started since 1966. The conflict was triggered by land grabbing by PTPN Kalisanen at that time. Farmers who have long managed the land to be used as agricultural media feel lost, so that in the following years there were protests to claim their land. Peasants' protests increased with the fall of the New Order government in 1998. That year was a turning point for farmers to speak openly again for the return of their land. The waves of protests that never cease to provoke intellectuals to join in the arena of struggle. The intellectual actor then formed an organization to be used as a forum to accommodate farmers' concerns and fight for it together. The forum or organization is called WARTANI (Wadah Aspirasi Warga Tani). This study uses a qualitative method of ethnographic type. The data collection carried out in this study used three components, observation, interviews and documentation. The results of this study are divided into three, namely, 1) WARTANI plays an important role in the arena of conflict that occurs with PTPN. 2) the role of intellectuals has increased the knowledge of farmers and their mentality in the struggle for land rights. 3) the role of intellectuals in helping organizations in political networking with the government.
DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PADA MASYARAKAT DESA PANGGUNGHARJO (Studi Deskriptif Perubahan Sosial Ekonomi Sebelum dan Sesudah Adanya Bumdes Panggung Lestari) minnatul maula
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.65671

Abstract

Perubahan sosial merupakan transformasi cara hidup yang diterima, disebabkan oleh perubahan kondisi geografis, budaya material, komposisi penduduk, ideologi. Desa Panggungharjo merupakan desa yang terdampak perubahan sosial maupun ekonomi karena adanya BUMDes Panggung Lestari. Selain desa, masyarakat desa Panggungharjo juga mengalami dampak secara langsung karena adanya BUMDes Panggung Lestari. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai perubahan sosial ekonomi pada masyarakat desa Panggungharjo sebelum dan sesudah adanya BUMDes Panggung Lestari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi deskriptif. Sedangkan teori menggunakan struktural fungsional dengan skema AGIL oleh Talcot Parsons dan teori modernisasi/ teori lima tahap pertumbuhan ekonomi milik W.W Rostow. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Strategi perkembangan BUMDes Panggung Lestari bisa dilakukan dengan berbagai macam cara salah satunya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa, menjalin kerjasama/mitra dengan pihak luar juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana dengan pembangunan rumah produksi untuk peningkatan UMKM. 2) Dampak BUMDes Panggung Lestari terhadap perubahan sosial ekonomi yang terjadi pada masyarakat desa Panggungharjo meliputi banyak aspek yaitu, perubahan peran , pola pikir atau partisipasi,pekerjaan /kesejahteraan dan kemandirian desa. 3) Dalam teori AGIL milik Talcot Parsons menjelaskan proses perubahan sosial pada masyarakat Panggungharjo yang bermula keresahan bersama dan akhirnya mendapat solusi dengan proses AGIL. Menurut teori W.W Rostow masyarakat desa Panggungharjo berada pada tahap prakondisi lepas landas. Pengaruh eksternal dari lurah dan pemerintah desa dengan di bentuknya bumdes membuat perubahan perekonomian lebih baik dan kesejahteraan meningkat dengan cara membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.Kata kunci : Perubahan Sosial, Modernisasi, BUMDes
Village's Direct Cash Assistance Actualization Putri Stevia Gestianan
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.64068

Abstract

Covid-19 Pandemic affects significantly not only in global health but also a massive efcect in economy. Therefore, to minimize a larger effect, Indonesian government imement few policies that orients on national economy stabilization. One of the policies mentioned is Village Ministry Rule PDTT No. 13 Year 2020, which dictates a village direct cash Assistance. The program acts as a social safety net which draws from each village funds. The purpose is to maintain the public buying power amidst the Pandemic. To study the implementation and factors, the researcher conducts their research on Bumiharjo village. This research uses qualitative methods in Bumiharjo village, Glenmore residence, Banyuwangi, with a focus on implementation of direct cash Assistance program in 2021 and ITS affecting factors. The purpose of this research is to describe and analyze the implementation of direct cash Assistance program in Bumiharjo village in 2021.
DISFUNGSI PERAN KELUARGA BAGI GENERASI Z fadia - zahra
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.61586

Abstract

Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan kehidupan anak baik dari aspek fisik ataupun psikis, yang mana untuk keselasarasan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Generasi ini merupakan generasi yang sedini mungkin akrab dengan teknologi dan internet. Generasi Z sering disebut sebagai generasi digital yang tumbuh dan berkembang dengan mengandalkan teknologi dan berbagai perangkat teknologi. Pada usia ini, Generasi Z tergolong remaja yang mengalami perubahan pesat secara fisik, emosional, sosial, moral, dan intelektual. Munculnya generasi Z juga menjadikan tantangan baru dalam pola praktik pengasuhan keluarga.            Praktik pengasuhan dalam keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap anak, seperti dalam hal  kesehatan mental, kesejahteraan anak, harga diri yang positif, kepuasan hidup, kebahagiaan dan perkembangan moral. Oleh karena itu, keluarga hendaknya selalu bisa di sisi anaknya, serta bisa menjadi satu-satunya tempat untuk anak berbagi segalanya. Nyatanya berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada anak generasi Z menunjukkan adanya disfungsi peran dan fungsi keluarga. Disfungsi ini menurut Robert K Merton adalah keadaan dimana suatu sruktur atau elemen tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Dalam disfungsi keluarga berarti adanya ketidaksesuaian peran dalam keluarga sehingga terjadinya ketidakseimbangan dalam keluarga. Bentuk disfungsi tersebut yaitu, tidak ada ikatan emosional yang kuat dalam keluarga, komunikasi dan interaksi yang tidak efektif dalam keluarga, orangtua yang sibuk bekerja, pola asuh yang tidak sesuai. Hal tersebut memberikan dampak yaitu, anak tidak nyaman didalam rumah, proses sosialisasi nilai dan norma tidak efektif, dan kenakalan remaja.
Men with Gender Minority as a Beauty Influencer on TikTok Shola Brela Agustina
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.64941

Abstract

The purpose of this researceh are to (1)Ffind out and understand how influencers show their virtual identity on TikTok, (2) Find out and understand the virtual interaction between influencers and their followers o TikTok, (3) Understand the reconstruction of masculinity from influencers through virtual spaces on TikTok. The thory used for this research is Dramaturgy of Ervin Goffman with a qualitative method with virtual etnography strategic method of this research. The data collection techniques was conducted by interview with purposive sampling and participant observation. The informants  in this research consisted of 4 male beauty influencers and 4 TikTok users who were follow and viewer of beauty influencer. The results of this studyindicate that the virtual identity that are presented occurs because of a process, starting from beginning of users TikTok then becoming an influencer and then producing a content so as to produce a virtual identity that are dividing into 5 characterisrics: (1) Break The Rules, (2) Honest Reviewer, (3) Build Your Own Personality, (4) Me but not myself, (5) Different is Unique. The next resuts is regarding the interaction made with followers that can be occur through comments and live streaming which can be in the form of constructive interactions, namely by interaction through positive comments and dropping interactions throught negative comments. Another results is that masculinity reconstruction occurs in beauty influencers because on social media the impression of masculinity becomes blurred and it is can be switch and change meaning according to the personal perspective, the aspects that reconstruction are physical and emotional.Keywords: Virtual Idenity, Virtual Interactions, Beauty Influencers, TikTok, Masculinity
HIPERKONSUMERISME DALAM GAYA HIDUP MAHASISWA PEMAIN GAME MOBILE LEGENDS: BANG BANG (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET) Renaldo Aditya Putra; Abdul Rahman; Yosafat Hermawan Trinugraha
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 no. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i2.60923

Abstract

Game pada jaman ini menjadi salah satu elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat khususnya bagi masyarakat modern. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia pemanfaatan internet dalam bidang gaya hidup untuk bermain game mencapai angka 54,13% dari total pengguna internet masyarakat Indonesia yang berjumlah 143,26 juta jiwa. Mobile Legends:Bang Bang, merupakan salah satu game online mobile yang cukup dikenal luas khususnya di Indonesia. Hal ini lantas membawa dampak khususnya bagi gaya hidup mahasiswa Universitas Sebelas Maret berupa hyperkonsumerisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Data dikumpulkan dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang dipilih untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah milik Jean Baudrillard dengan simulasi dan  hyperealitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile Legends:Bang Bang merupakan sebuah produk hyperealitas dunia maya yang memiliki dampak melemahkan bagi mahasiswa. Untuk menjaga eksistensinya di dalam ruang simulasi, mahasiswa bermain Mobile Legends secara terus menerus sehingga pemikiran tentang nilai guna telah direkonstruksi menjadi nilai simbol yang merubah gaya hidup mahasiswa menjadi hyperkonsumtif.

Page 9 of 10 | Total Record : 94