cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
jurnal.vastukara@isi-dps.ac.id
Phone
+6287861236918
Journal Mail Official
jurnal.vastukara@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terrbangun
ISSN : -     EISSN : 27981703     DOI : -
Jurnal Vastukara dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Vastukara ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan desain interior, budaya, dan lingkungan terbangun, untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Semua artikel dalam Jurnal Vastukara akan diproses oleh editor melalui open access journal dan penulis dapat memantau seluruh proses di area anggota. Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Vastukara berbentuk soft copy, tersedia sebagai akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan kepustakaan. Dewan redaksi Jurnal Vastukara tidak bertanggung jawab atas berbagai tindakan pelanggaran hak cipta ataupun pelanggaran lainnya yang dapat merugikan kredibilitas Jurnal Vastukara ataupun masyarakat secara luas. Topik yang diterima adalah: 1) Desain Interior; 2) Interior Arsitektur; 3) Desain furnitur; 4) Desain Elemen Estetik dalam Ruang; 5) Desain Lanskap ; 6) Desain Interior dan Proses Kreatif; 7) Konsep Desain berbasis Budaya; 8) Desain Interior dan Teknologi; 9) Materialitas Interior; 10) Pendidikan Desain Interior; 11) Desain Berkelanjutan
Articles 142 Documents
ANALOGI ARSITEKTUR DAN INTERIOR THE KERANJANG BALI Hermana, Rizky Eko; Maharani, Komang Wulan; Putri, Putu Maurindra Sukma; Prasetya, Evelyn Natalie Corbelia; Manalu, Nehemiah Rhesa; Saputra, Agung Budi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.2651

Abstract

Analogi merupakan konsep dalam arsitektur dan interior yang tidak jarang ditemui, konsep ini mengolah bentuk dalam desain melalui cara menggunakan kesamaan unsur berbentuk fisik juga non-fisik. Konsep ini hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh pengamat sehingga mungkin akan terjadi interpretasi berbeda dari setiap pengamat, akan tetapi hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai analogi hingga Sebagian besar pengamat berpendapat demikian. Penelitian terhadap konsep analogi dilakukan dengan survey, yaitu metode pengumpulan daya dengan cara pengamatan langsung, dan mencari respon dari pihak tertentu, kemudian secara koletktif data tersebut dikaji untuk mendapatkan hasil yang baik. Analisis tersebut akan dikembangkan melalui asumsi dan hipotesis hingga hasilnya menemukan kesimpulan, dan rumusan masalah. The Keranjang ialah tempat penawaran berbagai komoditas barang berciri khas kebudayaan bali yang di dalamnya terdapat pembagian berdasarkan produk yang dijual. Beberapa tempat ini adalah pasar ikan, candy world, choco world, area busana, dan camilan yang dimana hamper semuanya menampilkan ciri khas bali selaku tempat wisata. Ditunjukan untuk wisatawan local hingga mancanegara membuat tempat ini menyunsung tema yang unik untuk menarik perhatian pengunjung, yakni analogi. Tempat-tempat tadi secara spesifik menampilkan ciri khas dari produk yang mereka jual sesuai dengan tema utama yang ditawarkan dengan begitu baik, sehingga layak untuk dikaji dan diteliti untuk menemukan sebuah kesepakatan dimana analogi yang ada sudah tersampaikan dengan baik. Seluruh arsitektur dan interior sudah menampilkan wujud analogi dari benda yang berkaitan dengan penjualan, sebagaimana keranjang dimaksudkan sebagai tempat berbelanja dan meletakan barang yang dibeli, dan juga berbagai bagian di dalamnya dengan terampil dan menarik membawa pengunjung ke dunia analogi yang penuh kesenangan.
PERANCANGAN INTERIOR YAYASAN PANTI ASUHAN PUTRA ASIH KO-TA TANGERANG Novitasari, Sherly Tri
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2775

Abstract

Perancangan interior Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Tangerang merupakan perancangan fasilitas sebagai wadah binaan anak asuh yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan sarana dalam beraktivitas yang baik untuk tumbuh kembang anak. Pada perancangan interior ini memiliki tujuan untuk menciptakan sarana fasilitas dan kenyamanan beraktivitas. Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu kualitatif-deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang didapatkan di lapangan. Perancangan interior ini menggunakan tema biophilic yang menggabungkan unsur alam ke dalam ruang lingkup manusia. Serta menggunakan gaya homey & playful modern yang dapat menggambarkan kesan ceria, kreatif dan nyaman. Melalui penulisan ini, penulis berharap agar perancangan ini dapat menjadi alternatif desain Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Tangerang yang menyesuaikan dengnan citra mereka dan dapat menghasilkan desain yang lebih sehat untuk mental penggunanya.
IKONOGRAFI ARSITEKTUR DAN INTERIOR MASJID AL-AQSA MENARA KUDUS Salsabila, Devia Nanda
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2783

Abstract

Penelitian ini didasari oleh latar belakang yakni adanya wacana bahwa bangunan masjid atau menara mirip dengan bangunan keagamaan Hindu, yakni candi, atau bale kul-kul dan bagaimana makna ikon atau visual dari masjid tersebut apabila memiliki unsur corak agama lain yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif disertai metode analisis data teori Ikonografi di tahap pra-ikonografi dan analisis sejarah gaya. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, studi literatur, observasi serta dokumentasi. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa (1) Atap dome India dan atap corak Jawa (tajug, limasan, pelana) Tajug tiga tingkat berarti ihsan, iman dan Islam, sedangkan tajug dua tingkat berarti dua kalimat syahadat. Bagian badan masjid memiliki Iiwan serta menara yang berbentuk bale kul-kul atau candi. Bagian kaki masjid terdapat tangga yang memisahkan antara halaman depan dengan serambi masjid, serta ragam hias corak pelipit geometris di kaki menara. (2) Interior mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya Jawa (atap), pengaruh pra-Islam (pola kala padasan & gapura paduraksa - banter), serta penekanan pada kesederhanaan dan keindahan minimalis (3) Masjid memiliki gaya Arsitektur Sakral (bangunan keagamaan) dari corak Hindu dan Islam serta Neo-Vernacular (neo: kolonial/Belanda, vernakular: cina/asia timur & arsitektur nusantara). Masjid dibangun dengan tujuan awal untuk proses penyebaran Islam dan dipertahankan sebagai bentuk cultural heritage, cagar budaya dan pariwisata. Bentuk tersebut tidak mempengaruhi kesakralan masjid dan tidak menyalahi aturan Islam.
DESAIN INTERIOR STUDY CORNER DENGAN KONSEP CONNECTING DI KOTA SURAKARTA Rahmania, Intan Ayu
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2784

Abstract

Kehidupan pelajar tak bisa lepas dari tugas dan organisasi, lembaga pendidikan tentu sudah menyediakan ruangan untuk mendukung kegiatan tersebut. Namun ketika jam pelajaran formal berakhir muncul permasalahan tidak bisa mengakses ruangan yang sudah disediakan. Sehingga pelajar memerlukan alternatif ruangan lain untuk bisa melakukan kegiatan tersebut. Alternatif tempat seperti café, perpustakaan dan coworking space memiliki beberapa permasalahan. Contoh permasalahan yang bisa ditemui seperti tidak tersedianya fasilitas berdiskusi dan keterbatasan jam layanan pada tempat tersebut. Study Corner hadir untuk menjawab permasalahan tersebut melalui penyediaan fasilitas belajar dan menghadirkan suasana belajar yang kondusif dengan konsep connecting. Study Corner merupakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pelajar dalam mendapatkan kenyamanan belajar baik secara individu maupun kelompok. Metode yang digunakan pada perancangan proyek ini berdasarkan referensi oleh David K. Ballast dengan tahapan 1) Pengamatan untuk mendapat data yang dibutuhkan mengenai proyek Study Corner 2) Analisa data untuk menyusun grouping, zoning, alur sirkulasi, organisasi ruang, alur sirkulasi dan pola hubungan antar ruang 3) Pengembangan ide gagasan mengenai konsep connecting, tema dan bentuk. Perwujudan konsep connecting ini melalui empat teknik olah diantaranya adalah mengaburkan batas ruang, manipulasi programatik, kontinuitas/repetisi, dan konfigurasi elemen arsitektur menjadi elemen interior. Dalam proyek ini tema ombak diambil karena memiliki filosofi yang sejalan dengan konsep connecting dan juga proses belajar. Melalui penjabaran tersebut, diharapkan perancangan interior ini dapat menciptakan fasilitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif.
PERANAN DESAIN UNIVERSAL PADA RUANG LAYANAN ANAK, PENYANDANG DISABILITAS, DAN LANSIA DI PERPUSNAS Melinda, Khansa Rizki
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2901

Abstract

Kualitas interior perpustakaan yang kurang memadai bagi golongan khusus seperti kelompok anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas membuat perpustakaan kurang diminati. Aksesibilitas yang diperlukan masih sangat jauh dari standar yang seharusnya, seperti tidak adanya jalur untuk berjalan, ukuran pintu terlalu sempit, serta ketersediaan mebel yang masih tidak sesuai sehingga pengunjung dengan kebutuhan khusus tidak bisa menggunakan fasilitas perpustakaan. Dalam menanggulangi masalah tersebut peran desain universal sangat diperlukan agar tidak terjadi diskriminasi bagi pengguna khusus terhadap fasilitas perpustakaan. Desain universal adalah desain bangunan yang mengutamakan kemudahan akses untuk semua orang tanpa memandang faktor usia, kecacatan, dan lainnya. Desain universal berawal dari konsep barrier free yang berkembang dan menghasilkan aksesibilitas serta teknologi yang lebih luas dan adaptif dengan perpaduan nilai estetika yang dipertimbangkan. Lokasi perancangan yang diambil adalah Ruang Layanan Khusus Anak, Penyandang Disabilitas, dan Lansia di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, studi pustaka, dokumentasi, lalu data yang diperoleh diolah menjadi konsep skematik. Hasil perancangan ini adalah ruang perpustakaan yang ergonomis serta ramah untuk setiap orang tanpa memandang perbedaan fisik di Ruang Layanan Khusus Anak, Penyandang Disabilitas, dan Lansia di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kata Kunci: Perpustakaan , Desain Interior, Desain Universal, Anak-anak, Penyandang Disabilitas, Lansia
PENERAPAN GAYA MODERN TROPIS PADA DESAIN RUMAH TINGGAL GRIYA JERO GEDE SANUR Pratama, I Wayan Chesar Yoga
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3350

Abstract

Penerapan Gaya Modern Tropis pada Desain Rumah Tinggal Griya Jero Gede di Sanur menciptakan suatu ruang hunian yang memadukan elemen-elemen arsitektur modern dengan karakteristik iklim tropis, menghasilkan hasil yang harmonis dan fungsional. Desain ini memprioritaskan penggunaan pencahayaan alami dan ventilasi silang sebagai strategi untuk menciptakan lingkungan interior yang nyaman dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan jendela-jendela besar dan ventilasi yang baik, rumah ini tidak hanya meminimalkan penggunaan energi buatan, tetapi juga menciptakan sirkulasi udara yang optimal, mengakomodasi kebutuhan iklim tropis yang cenderung panas dan lembab. Griya Jero Gede menghadirkan keaslian tropis melalui penggunaan elemen-elemen organik dan material lokal. Konsep ini terwujud dalam desain lanskap, penggunaan kayu lokal, dan pemanfaatan tanaman tropis di sekitar rumah. Estetika yang dihasilkan adalah perpaduan antara keanggunan gaya modern dengan kehangatan dan keaslian alam tropis. Selain itu, penerapan desain ergonomis pada pemilihan furnitur dan tata letak ruangan memastikan kesejahteraan penghuni dengan menciptakan ruang yang nyaman dan efisien.Rumah ini bukan hanya menjadi sebuah struktur visual yang menarik, tetapi juga mewakili integrasi antara inovasi arsitektur modern dan kekayaan budaya tropis. Dengan demikian, penerapan gaya modern tropis pada Griya Jero Gede Sanur bukan hanya sekadar estetika, melainkan juga sebuah upaya untuk menciptakan ruang hunian yang berkelanjutan, nyaman, dan selaras dengan lingkungan alam sekitarnya
PROSES DESAIN FURNITURE PADA VILLA PADI CANGGU BADUNG Astugina, Putu Angga; Padmanaba, Cok Gde Rai; Ika , I Wayan Balika
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3358

Abstract

Villa merupakan tempat tinggal bersifat sementara yang digunakan saat berlibur dan rekreasi. Villa digunakan sebagai tempat peristirahatan. Villa juga merupakan salah satu alternatif tempat tinggal sementara yang berada jauh dari kejenuhan dan kepenatan akan aktivitas di kota. Pada umumnya villa berada jauh dari kota-kota besar. Hal ini dilakukan karena fungsi villa pada umumnya adalah sebagai tempat peristirahatan. Villa biasanya berada di daerah-daerah pegunungan dan pantai.  Program magang/praktik kerja dalam sistem MBKM ini secara langsung memberikan pengalaman yang cukup bagi mahasiswa melalui pembelajaran di lapangan atau di tempat kerja. pengalaman tersebut didapat melalui pengerjaan projek yang diberikan oleh perusahaan. pengetahuan baru yang di dapat seperti, pembuatan gambar kerja yang mudah dipahami oleh tukang dengan melakukan survei kelokasi agar dapat mengetahui situasi dan kondisi di lapangan dan melakukan pengukuran lokasi. Serta pengetahuan dalam teknologi digital sebagai sarana perancangan berupa penggunaan berbagai software yang sangat membantu dalam proses pembuatan suatu desain. Salah satu projek yang dikerjakan mahasiswa saat melaksanakan magang atau praktik kerja, yaitu membuat gambar 3d modeling, dan membuat gambar kerja dari projek interior villa padi canggu serta mengawasi proses-proses produksi hingga proses pemasangan. Pembuatan desain dari projek interior villa padi canggu ini di awali dengan proses survey lokasi, melakukan pengukuran dilokasi projek, mengambil dokumentasi kondisi lokasi, selanjutnya, dilakukan proses pembuatan gambar desain 3D hingga tahap rendering, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan gambar kerja sebagai acuan dalam proses produksi hingga proses pemasangan. Hal ini dapat menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa dalam merancang sebuah projek interior dan dapat dijadikan pengalaman di dunia kerja nantinya.  
PENGAPLIKASIAN KONSEP PRAGMATIS PADA INTERIOR EKA SUKMA STUDIO YOGA Legini, Putu Ayu Mas Nata; Artayasa, I Nyoman; Padmanaba, Cok Gde Rai
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3454

Abstract

Eka Sukma Studio Yoga merupakan studio yoga aktif yang terletak di Desa Batubulan, Sukawati. Yoga adalah salah satu kegiatan yang paling diminati oleh wisatawan mancanegara dikarenakan yoga sendiri memiliki banyak manfaat salah satunya adalah mendatangkan kebahagiaan. Penelitian membuktikan bahwa latihan yoga konsisten memperbaiki depresi, meningkatkan kadar serotonin, dan menurunkan kortisol. Dengan mendukung dari tujuan yoga tersebut yang mana mengatakan yoga dapat mendatangkan kebahagiaan maka suasana dari tempat pelatihan yoga lebih diperhatikan lagi penataan desainnya. Dengan begitu tempat pelatiahan yoga di desain agar menciptakan suasana yang tenang bagi pengunjung. Kondisi Eka Sukma Studio Yoga saat ini masih belum dapat dikatakan sempurna untuk dijadikan studio yoga dikarenakan suasanya yang masih panas dan sempit. Desain interior Eka Sukms studio yoga dapat di desain dengan menggunakan konsep pragmatis, yang mana artinya mengutamakan pemecahan masalah dengan tanggapan langsung. Sarana Yogi Santika merupakan penerapan dari konsep Pragmatis yang berarti tempat pelatihan yoga yang mendamaikan. Pada kasus yang diambil yaitu studio yoga akan diterapkan konsep tersebut dengan bertujuan menciptakan suasana yang damai dan tenang kepada pengunjung sehingga pengunjung akan lebih merasa bahagia setelah melaksanakan yoga dan melepas penat dari hiruk pikuk kegiatan sehari hari. Dengan menggunakan konsep pragmatis dengan penerapan Sarana Yogi Santika pada interior studio yoga dan mengaplikasikan elemen elemen desain dengan maknanya masing masing diharapkan agar dapat menjadi pendukung dalam penciptaan suasana tenang pada interior studio yoga dan membuat para pengunjung dapat merasakan tujuan yang sebenarnya dari melaksanakan yoga wellness.
KONSEP RUMAH IMPIAN PADA RUMAH TINGGAL DI JL. AURORA ULUWATU, JIMBARAN Utami, Anak Agung Gita Asri; Raharja, I Gede Mugi; Mulyati, Made Ida
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3459

Abstract

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni sehingga diperlukan kenyamanan dan keamanan untuk berada di dalamnya. Seiring berkembangnya jaman dan perubahan kondisi sosial ekonomi membuat tatanan hidup manusia berubah menjadi tempat yang kompleks untuk itu diperlukan solusi kreatif, baru dan implementasi tepat pada desain interior. Rumah tinggal di Jl. Aurora, Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, milik sepasang suami istri asal Australia merupakan salah satu rumah tinggal yang ditujukan untuk tempat tinggal, tempat bekerja, tempat bersosialisasi, tempat hiburan, dan tempat menaungi inspirasi serta ide-ide baru. Rumah ini memiliki konsep rumah impian atau dream house. Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan tahapan dan hasil proyek rumah tinggal Jl. Aurora, Uluwatu. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penelitian kualitatif, hal ini didasari studi kasus rumah tinggal sehingga metode analisis yang digunakan yakni wawancara, observasi, partisipasi dan dokumentasi yang melibatkan manusia. Hasil yang diperoleh adalah tercapainya kajian tahapan proses pengerjaan proyek, data proyek dan 3D rendering model disertai gambar kerja pengembangan. Kedua hasil ini menjadi acuan untuk mewujudkan gambar sesuai dengan kondisi lapangan, setelah melalui seluruh proses ini selama 6 bulan terdapat beberapa kendala seperti gagalnya komunikasi yang teratasi dengan melakukan diskusi bersama tim dan senior desainer.
PERANCANGAN VISUALISASI DESAIN INTERIOR PROYEK BUTIK IBU AMI DENGAN GAYA MODERN Hutahaean, Herda Letaria; Waisnawa, I Made Jayadi; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3465

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang populer karena memiliki karakteristik kebudayaan dan keindahan alam sendiri. Hal ini menjadikan Bali sebagai lokasi yang menjanjikan untuk bisnis komersial salah satunya bisnis butik. Proyek butik ini merupakan salah satu proyek dari Studio Dewi Deco Interior. Butik merupakan sebuah bisnis yang menawarkan berbagai produk fashion. Bangunan butik sering sekali dihadapkan dengan masalah keterbatasan ruang dan desain interior yang kurang menarik. Berdasarkan hal ini perlu perancangan desain interior secara kreatif untuk mengoptimalkan penggunaan ruang agar butik lebih fungsional, nyaman, dan memiliki sisi estetika. Perancangan proyek ini bertujuan untuk memberikan preferensi desain interior butik sesuai dengan permintaan yang menginginkan konsep butik dengan gaya modern. Selama penelitian ini, diterapkan metode kualitatif dalam perancangan desain interior butik. Selain itu metode pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Selama perancangan ini diperlukan pemahaman mengenai desain serta material dan bahan yang sesuai dengan kondisi site dan sejalan dengan konsep desain. Hasil dan pembahasan perancangan ini terbagi menjadi beberapa bagian yang meliputi alur pengerjaan proyek, data seputar proyek, proses perancangan desain, hasil akhir desain, dan kendala selama perancangan. Hasil akhir desain memaparkan hasil penelitian dan perancangan yang dilakukan penulis. Hal ini meliputi visualisasi 3D butik, jenis material dan bahan, serta furniture yang dirancangkan. Proyek ini sebagai studi kasus yang memaparkan hasil kerja penulis selama mengikuti program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Adapun hasil dari perancangan butik ditampilkan dalam bentuk visualisasi 3D desain interior. Permasalahan keterbatasan ruang dapat diselesaikan melalui pemanfaatan seluruh bagian ruangan dan penggunaan furniture yang multifungsi. Melalui perancangan ini, diharapkan mampu memberikan preferensi desain interior butik.