cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
jurnal.vastukara@isi-dps.ac.id
Phone
+6287861236918
Journal Mail Official
jurnal.vastukara@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terrbangun
ISSN : -     EISSN : 27981703     DOI : -
Jurnal Vastukara dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Vastukara ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan desain interior, budaya, dan lingkungan terbangun, untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Semua artikel dalam Jurnal Vastukara akan diproses oleh editor melalui open access journal dan penulis dapat memantau seluruh proses di area anggota. Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Vastukara berbentuk soft copy, tersedia sebagai akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan kepustakaan. Dewan redaksi Jurnal Vastukara tidak bertanggung jawab atas berbagai tindakan pelanggaran hak cipta ataupun pelanggaran lainnya yang dapat merugikan kredibilitas Jurnal Vastukara ataupun masyarakat secara luas. Topik yang diterima adalah: 1) Desain Interior; 2) Interior Arsitektur; 3) Desain furnitur; 4) Desain Elemen Estetik dalam Ruang; 5) Desain Lanskap ; 6) Desain Interior dan Proses Kreatif; 7) Konsep Desain berbasis Budaya; 8) Desain Interior dan Teknologi; 9) Materialitas Interior; 10) Pendidikan Desain Interior; 11) Desain Berkelanjutan
Articles 142 Documents
DESAIN INTERIOR SHANGRI-LA HOTEL ZHENGZHOU DI PT. ARA DESIGN ASIA Sidemen, Ida Bagus Yamara Bawana; Padmanaba, Cok Gde Rai; Darmastuti, Putu Ari
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.5209

Abstract

Shangri-La Hotel Zhengzhou merupakan project yang berlokasi di China. Project ini merupakan salah satu project desain interior di bidang perhotelan, yang memiliki kompleksitas tinggi dalam aspek desain serta merancang solusi desain yang efektif. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Fokus penulis pada project ini adalah pengembangan keterampilan dalam bidang FF&E (Furniture, Fixtures, and Equipment), utamanya dalam hal pemilihan product dan material yang mencakup perancangan konsep desain, menciptakan harmoni visual dengan mempertimbangkan tekstur, warna, spesifikasi, serta penataan ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan keberlanjutan, sehingga mendukung pengalaman pengunjung. Selama proses, penulis tidak hanya mempelajari aspek teknis seperti pembuatan moodboard, penyusunan specification schedules, dan revisi notasi gambar kerja, tetapi juga mengasah keterampilan desain dan nirmana, serta berkontribusi pada pengembangan ruang yang menggabungkan elemen tradisional dan modern. Keterlibatan langsung dalam project desain nyata ini memungkinkan penulis untuk meningkatkan kemampuan analisis, pengambilan keputusan, manajemen project, serta keterampilan teknis dan estetis yang diperlukan dalam industri desain interior. Selain itu, penulis juga memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya kolaborasi tim dan evaluasi material dalam menciptakan desain yang memenuhi ekspektasi klien. Secara keseluruhan, pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan desain interior dalam industri hospitality dan mempersiapkan penulis untuk berkarir di dunia desain interior profesional. Hasil dari pengalaman ini juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan analitis, kreatif, serta adaptasi terhadap teknologi baru yang esensial bagi perkembangan karir di masa depan sehingga mempersiapkan penulis untuk memasuki dunia profesional dengan kompetensi yang lebih matang dan siap menghadapi dinamika industri desain interior yang terus berkembang.
PERANCANGAN VILA TANJUNG DENGAN GAYA TROPICAL JAPANDI DI IMMASA STUDIO BALI Amelia, Ni Kadek Risda; Ika, I Wayan Balika; Maharani, Ida Ayu Dyah
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.5232

Abstract

Vila sangat diminati karena sedang menjadi tren di dunia pariwisata Bali, serta dinilai dapat memberikan privasi, keindahan, dan kenyamanan yang lebih dibandingkan akomodasi penginapan lainnya. Namun ditemukan bahwa banyak vila di Bali yang cenderung mengimplementasikan desain arsitektur dan interior bergaya modern, minimalis, dan tropical. Kecenderungan ini mengakibatkan tampilan vila-vila di Bali menjadi monoton, sehingga pengalaman yang didapatkan pengunjung dari segi desain ketika menginap di vila satu dengan di vila lainnya di Bali menjadi kurang signifikan. Menanggapi permasalahan tersebut, penulis bersama tim design consultant di Immasa Studio Bali berupaya merancang arsitektur dan interior Vila Tanjung dengan gaya desain tropical japandi (japanese-scandinavian). Proses perancangan diawali dengan site visit ke lokasi proyek, pertemuan dengan klien untuk membahas konsep dan pengumpulan ide/referensi, lalu proses perancangan dan revisi berulang-ulang hingga ditemukan solusi desain yang sesuai dengan preferensi klien Vila Tanjung. Gaya tropical japandi pada Vila Tanjung mengombinasikan gaya desain tropical dengan japandi (japanese-scandinavian). Gaya tropical dominan diaplikasikan pada arsitektur, lanskap, dan eksterior, sehingga sangat sesuai dengan kondisi cuaca dan iklim tropis Bali. Gaya japandi dominan diaplikasikan pada desain interior Vila Tanjung, sehingga dapat menghadirkan suasana sederhana, tenang, dan hangat, namun tetap estetis, nyaman, dan fungsional. Implementasi gaya desain tropical japandi pada arsitektur dan interior Vila Tanjung diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menarik dan berbeda dari segi desain, yang masih belum umum ditemukan pada vila-vila di Bali saat ini.
PENGAMATAN SISTEM UTILITAS PADA AREA OUTDOOR DAN INDOOR MALL LIVING WORLD DENPASAR Yoga Dharma Putra, I Gede; Delon Saputra, Ketut Mio; Najib, Irfan; Saputra, Komang Ari
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i2.4621

Abstract

Living World adalah pusat perbelanjaan yang mengusung konsep “Home Living & Eat-entertainment”, dikembangkan oleh Kawan Lama Group berdasarkan pengalaman dalam menciptakan ritel modern. Sebagai pionir, Living World menempatkan seluruh lantai dasar untuk kuliner dengan tiga zona terintegrasi : tenancy mix, arsitektur, dan ambience yang membuat pengalaman kuliner semakin menarik. Selain fokus pada pengalaman berbelanja, Living World juga memiliki komitmen untuk mengembangkan komunitas dan lingkungan secara berkelanjutan. Living World petama kali beroprasi di Alam Sutera, Tanggerang, pada tahun 2011 dengan luas bangunan 115.000 m2. Setelah sukses dengan lokasi yang pertama, Living World kembali di bangunan di Pekanbaru, Riau pada tahun 2018 dengan luas bangunan 70.000 m2 sehingga mendapat julukan “The Biggest in Sumatera”. Kawan Lama Group kemudian melanjutkan ekspansinya ke Bali untuk menghadirkan Living World yang pertama di Bali. Tepat pada tanggal 24 Maret 2023 Mall Living World Denpasar resmi di dirikan dengan keluasan bangunan mencapai 120.000 m2  yang terdiri dari lima lantai yang diisi oleh berbagai brand dan juga tenant dengan bebgai produk yang di jual. Dengan menawarkan berbagai fasilitas untuk performer dan pengunjung, mall ini menjadi salah satu mall favorit di Bali untuk dikunjungi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi langsung untuk mengamati elemen-elemen utilitas yang ada pada Mall Living World Denpasar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa elemen utilitas seperti pencahayaan alami, pencahayaan buatan, aroma dari festival walk, serta suara dari berbagai aktivitas memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kenyamanan dan pengalaman berbelanja pengunjung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pengembangan desain dalam perancangan ruang komersial, sehingga dapat menciptakan ruang publik yang lebih efisien, nyaman dan menarik di masa yang akan mendatang
ANALISIS ESTETIKA RUANG NUSANTARA PADA RUMAH ADAT BELAH BUBUNG Dwi Damayanti, Ni Kadek; Yanthi, Komang Ayu Emitha Budha; Reynata, Youlla
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, memiliki berbagai kebudayaan dan adat istiadat yang berbeda dari Sabang hingga Merauke. Keberagaman ini mencakup berbagai aspek, termasuk pakaian adat, kesenian, upacara adat, alat musik, senjata tradisional, lagu daerah, dan rumah adat. Rumah adat, sebagai representasi identitas daerah, tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal tetapi juga sebagai simbol bagi kelompok atau suku tertentu. Penelitian ini fokus pada rumah adat Belah Bubung dari Kepulauan Riau, yang dikenal dengan berbagai sebutan di daerah lain seperti Rumah Rabung dan Bubungan Lima. Ciri khas arsitektur rumah ini meliputi struktur yang dibangun di atas tiang tinggi dan atap yang melancip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis layout, fasad, dan filosofi estetika ruang pada rumah adat Belah Bubung. Dengan mengkaji aspek-aspek ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai nilai estetika arsitektur rumah adat tradisional Belah Bubung serta pentingnya pelestarian cagar budaya di Indonesia.
PENERAPAN KONSEP SHINE OF TECH PADA BANGUNAN KOMERSIAL DEWATA COMPUTER Aulia, Velli Rahma; Balika Ika, I Wayan
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital semakin pesat, terutama dalam sektor gadget, peningkatan penggunaan gadget di segala usia menuntut adanya ruang retail yang tidak hanya sekadar tempat penjualan, namun juga menciptakan suatu pengalaman yang mengesankan dan positif. Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran desain interior dalam meningkatkan daya tarik dan kinerja toko gadget, dengan mengambil kasus toko Dewata Komputer sebagai studi kasus. Suatu brand harus memiliki suatu ciri khas atau identitas yang kuat, guna membangun ingatan positif pada pelanggan toko sehingga retail ini lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen. Perancangan ulang desain dengan suatu konsep desain "Shine of Tech", penelitian ini menggunakan jenis konsep pragmatis, dimana konsep ini merupakan suatu konsep dengan pendekatan yang mengintegrasikan estetika minimalis modern dan fungsionalitas optimal. Konsep ini bertujuan menciptakan suasana yang tidak hanya nyaman dan menarik, tetapi juga mencerminkan inovasi teknologi yang ditawarkan oleh produk-produk yang dijual. Dengan menganalisis secara mendalam penerapan konsep desain ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi pengembangan desain interior toko ritel, khususnya dalam era digital yang terus berkembang.
APLIKASI KONSEP APHRODITE DAN GAYA SUBTLE LUXE PADA DESAIN INTERIOR KOMERSIAL KLINIK KECANTIKAN WG Yanthi, Komang Ayu Emitha Budha; Ika, I Wayan Balika; Yupardhi, Toddy Hendrawan; Pradnyaswari, Ida Ayu Ketut Andriyogi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang terus berganti seiring dengan berkembangnya era modern saat ini telah mengakibatkan meningkatnya minat masyarakat untuk tampil sesuai dengan standar kecantikan yang ideal menurut masing-masing individu. Hal ini berdampak pada maraknya klinik kecantikan yang banyak bermunculan dan bersaing untuk menjadi lebih unggul dengan menawarkan layanan terbaik untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini membahas implementasi konsep desain interior “Aphrodite”, yaitu salah satu dewi kecantikan yang berasal dari mitologi Yunani dan menggunakan gaya desain Subtle Luxe. Pemilihan konsep ini bertujuan untuk menciptakan desain yang estetis, nyaman, dan elegan untuk menarik pelanggan serta mencerminkan keindahan dan kemewahan yang selaras dengan tren standar kecantikan saat ini. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lokasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan survey untuk mengetahui kebutuhan pengguna. Pada desain interior Klinik Kecantikan WG mengusung elemen-elemen yang menggambarkan tema laut yaitu tempat dimana Dewi Aphrodite berasal. Elemen-elemen tersebut berupa penggunaan warna beige, biru dan gold, serta penggunaan material seperti marmer, wood, dan tekstil. Elemen garis yang bergelombang dengan perpaduan tekstur halus menyerupai pasir memperkuat suasana laut dan memberikan suasana relaksasi yang nyaman. Hasil dari penelitian menunjukkan desain interior dengan mengusung konsep Aphrodite dan gaya desain Subtle Luxe tidak hanya sebatas meningkatkan estetika ruangan, tetapi juga menciptakan pengalaman visual sehingga menarik perhatian pelanggan untuk berkunjung. Desain ini juga menjadi salah satu strategi branding untuk dapat bersaing di tengah maraknya klinik kecantikan yang kompetitif. Dengan penggunaan konsep yang selaras dengan trend standar kecantikan yang sedang berlangsung, Klinik Kecantikan harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan deri segi perawatan, fasilitas, leyanan estetika, meningkatkan kepuasan pelanggan, loyalitas, serta bisa memperkuat daya saing di tengah persaingan dalam industri kecantikan.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR BUTIK BRIDAL DENGAN KONSEP ELYSIAN ETERNELLE Putri, Ni Putu Ayu Arina; Yupardhi, Toddy Hendrawan
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Butik bridal merupakan salah satu jenis usaha yang membutuhkan desain interior yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional untuk mendukung kenyamanan pelanggan. Konsep Elysian Eternelle dipilih untuk menciptakan suasana elegan dan abadi yang dapat memberikan pengalaman istimewa bagi calon pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain interior butik bridal yang mengintegrasikan elemen estetika, fungsi, dan identitas butik secara optimal. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur mengenai kebutuhan ruang bridal. Proses desain dilakukan dengan pendekatan analisis kebutuhan ruang, penentuan konsep desain, pembuatan sketsa, dan pengaplikasian visual dalam bentuk rendering 3D. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan warna netral, material berkualitas tinggi, dan elemen dekoratif yang mendukung tema Elysian Eternelle diharapkan mampu menciptakan ruang yang mendukung aktivitas utama butik, seperti administrasi, konsultasi, fitting, dan display koleksi gaun. Desain interior butik bridal melalui konsep Elysian Eternelle dengan gaya modern luxury menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan dan memperkuat identitas butik sebagai penyedia produk bridal eksklusif. Aksen geometri lengkung diaplikasikan dalam berbagai elemen desain untuk menciptakan kesan dinamis dan lembut yang menggambarkan kesempurnaan ruang. Selain itu, pencahayaan juga dirancang untuk menambah kesan mewah dan menarik perhatian pelanggan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi desainer interior dan pemilik usaha bridal dalam merancang butik yang estetis, fungsional, dan mendukung kebutuhan operasional. Konsep ini juga dapat disesuaikan dengan berbagai gaya desain, memberikan inspirasi untuk menciptakan ruang yang elegan dan berkesan. Kata kunci : Desain Interior, Butik Bridal, Elysian Eternelle, Keindahan Abadi, Modern Luxury Abstract A bridal boutique is a type of business that requires an interior design that is not only aesthetic but also functional to support customer comfort. The concept of Elysian Eternelle was chosen to create an elegant and timeless ambiance that offers a special experience for brides-to-be. This study aims to design a bridal boutique interior that integrates aesthetic elements, functionality, and boutique identity optimally. The methods employed include data collection and analysis through observation, interviews, and literature studies regarding bridal space requirements. The design process was carried out using an approach that includes analyzing space needs, determining the design concept, creating sketches, and applying visuals in the form of 3D renderings. The design results show that the application of neutral colors, high-quality materials, and decorative elements supporting the Elysian Eternelle theme are expected to create a space that accommodates the main boutique activities, such as administration, consultation, fitting, and gown collection displays. The interior design of the bridal boutique, through the Elysian Eternelle concept with a modern luxury style, creates a memorable customer experience and strengthens the boutique's identity as a provider of exclusive bridal products. Curved geometric accents are applied across various design elements to evoke a dynamic yet soft impression, reflecting the perfection of the space. Furthermore, the lighting design enhances the luxurious feel and captures the attention of customers. This research is expected to serve as a reference for interior designers and bridal business owners in designing boutiques that are aesthetic, functional, and supportive of operational needs. The concept can also be adapted to various design styles, providing inspiration to create elegant and memorable spaces. Keywords : Interior Design, Bridal Boutique, Elysian Eternelle, Timeless Beauty, Modern Luxury
KEKUPU ILLUMINA: INTEGRASI ESTETIKA TRADISIONAL DAN DESAIN MODERN DALAM PENCIPTAAN LAMPU DEKORATIF Prabawati, Nyoman Ayu Diah Prabawati; Mulya, Arauna Kristiani; Siswono, Stefanny; Nilasari, Poppy Firtatwentyna
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain lampu dekoratif interior yang mengangkat nilai budaya semakin penting dalam upaya melestarikan warisan tradisional di era modern. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan adopsi elemen budaya dalam desain interior, termasuk aksesoris busana Tari Baris Kekupu Bali yang memiliki makna spiritual mendalam dalam ritual Mamukur. Artikel ini menyajikan studi mengenai desain lampu dekoratif interior yang mengadaptasi estetika dan filosofi aksesoris busana Tari Baris Kekupu ke dalam produk pencahayaan modern. Dalam penelitian ini, metode Design Thinking ala Kelley diterapkan melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Konsep desain "Kekupu Illumina" diusung dengan tujuan menginterpretasikan elemen budaya ke dalam desain kontemporer tanpa kehilangan makna simbolisnya. Proses desain meliputi eksplorasi makna aksesoris busana Tari Baris Kekupu, pengembangan bentuk yang terinspirasi dari sayap kupu-kupu, pemilihan material seperti laser-cut metal dan akrilik, serta penerapan finishing untuk menciptakan efek pencahayaan yang lembut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lampu dekoratif ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen pencahayaan, tetapi juga sebagai medium pelestarian budaya yang mampu meningkatkan apresiasi terhadap warisan tradisional Bali. Diharapkan penelitian ini dapat mendorong pengembangan desain interior yang lebih berpihak pada pelestarian budaya serta memperkuat hubungan antara tradisi dan inovasi dalam industri kreatif di Indonesia.
IMPLEMENTASI KONSEP BALI MODERN PADA DESAIN INTERIOR MUSEUM PASIFIKA Astika Deavi, Ni Putu Herliana; Gita Jayanti, Ida Ayu; Mulyati, Made Ida; Andriyogi Pradnyaswari, Ida Ayu Ketut
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulau Bali merupakan destinasi pariwisata internasional yang dikenal dengan keindahan alam, kekayaan budaya, serta tradisi yang tetap lestari. Perkembangan sektor pariwisata turut mendorong pertumbuhan galeri seni sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Museum Pasifika yang terletak di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Museum ini menampilkan lebih dari 600 karya seni dari 200 seniman yang berasal dari 25 negara Asia Pasifik. Tidak sekadar sebagai ruang pameran, Museum Pasifika mengusung konsep Bali Modern yang memadukan nilai-nilai tradisional Bali dengan elemen desain modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Bali Modern pada Museum Pasifika serta mengidentifikasi unsur-unsur bali dan modern yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui observasi langsung dan dokumentasi visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembagian bangunan secara vertikal mengacu pada Konsep Tri Angga, sedangkan zonasi ruang mengikuti Konsep Tri Mandala, yang membentuk sirkulasi ruang progresif. Elemen tradisional seperti batu paras, plafon kayu ekspos, dan pintu bergaya Bali dipadukan secara harmonis dengan elemen desain interior modern seperti plafon gypsum, pencahayaan spotlight, dan furniture rotan sintetis. Integrasi kedua unsur ini tampak pada penataan ruang pameran yang fungsional, estetis, serta menyampaikan nilai filosofis budaya lokal. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep Bali Modern pada Museum Pasifika berhasil membentuk identitas arsitektur yang khas dan memperkaya pengalaman pengunjung secara visual maupun emosional. Kata kunci : Pulau Bali, Desain Interior, Ruang Pameran, Konsep Bali Modern ABSTRACT Bali island is an international tourism destination renowned for its natural beauty, rich cultural heritage, andBali Island is an international tourist destination known for its natural beauty, rich culture, and enduring traditions. The development of the tourism sector has also encouraged the growth of art galleries as part of the creative economy. One such gallery is Museum Pasifika, located in the Nusa Dua area, Badung Regency. This museum showcases more than 600 artworks by 200 artists from 25 Asia-Pacific countries. More than just an exhibition space, Museum Pasifika adopts the Bali Modern concept, which blends traditional Balinese values with modern design elements. This study aims to analyze the implementation of the Bali Modern concept in Museum Pasifika and to identify the modern elements applied. The method used is descriptive-analytic through direct observation and visual documentation. The analysis shows that the vertical division of the building refers to the Tri Angga concept, while spatial zoning follows the Tri Mandala concept, creating a progressive spatial circulation. Traditional elements such as paras stone, exposed wooden ceilings, and Balinese-style doors are harmoniously combined with modern interior design features such as gypsum ceilings, spotlight lighting, and synthetic rattan furniture. The integration of these elements is reflected in the layout of the exhibition space, which is functional, aesthetic, and conveys the philosophical values of local culture. The conclusion of this study reveals that the application of the Bali Modern concept in Museum Pasifika successfully forms a distinctive architectural identity and enriches the visitor experience both visually and emotionally. Keywords : Bali Island, Interior Design. Exhibition Space, Bali Modern Concept
INOVASI DESAIN FURNITUR TOP TABLE TERINSPIRASI DARI PERMAINAN TRADISIONAL KELERENG Mahfudz, Nurhadi; Ibrahim, Dinullah Bayu; Monata, Rio Setia; Veronica, Gracia
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi elemen permainan tradisional dalam desain meja top table menggunakan resin dan kelereng. Tujuan utama adalah menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai budaya. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi, pengembangan prototipe sampai proses produksi pembuatan produk akhir. Hasilnya menunjukkan bahwa resin memberikan fleksibilitas desain dan daya tahan yang baik, sementara kelereng menciptakan efek visual nostalgik yang menarik. Inspirasi dari permainan tradisional dapat diadaptasi ke dalam produk kontemporer yang fungsional dan estetis, serta berpotensi melestarikan nilai-nilai budaya. Produk meja top table dengan resin dan kelereng ini dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, memperkaya pengalaman pengguna dengan sentuhan sejarah dan nostalgia.

Page 11 of 15 | Total Record : 142