cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
jurnal.vastukara@isi-dps.ac.id
Phone
+6287861236918
Journal Mail Official
jurnal.vastukara@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terrbangun
ISSN : -     EISSN : 27981703     DOI : -
Jurnal Vastukara dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Vastukara ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan desain interior, budaya, dan lingkungan terbangun, untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Semua artikel dalam Jurnal Vastukara akan diproses oleh editor melalui open access journal dan penulis dapat memantau seluruh proses di area anggota. Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Vastukara berbentuk soft copy, tersedia sebagai akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan kepustakaan. Dewan redaksi Jurnal Vastukara tidak bertanggung jawab atas berbagai tindakan pelanggaran hak cipta ataupun pelanggaran lainnya yang dapat merugikan kredibilitas Jurnal Vastukara ataupun masyarakat secara luas. Topik yang diterima adalah: 1) Desain Interior; 2) Interior Arsitektur; 3) Desain furnitur; 4) Desain Elemen Estetik dalam Ruang; 5) Desain Lanskap ; 6) Desain Interior dan Proses Kreatif; 7) Konsep Desain berbasis Budaya; 8) Desain Interior dan Teknologi; 9) Materialitas Interior; 10) Pendidikan Desain Interior; 11) Desain Berkelanjutan
Articles 142 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI KONSEP POP-ART DALAM DESAIN INTERIOR CAFE KONE BALI Dhana, Made Mirah Agantari
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.4434

Abstract

Konsep desain Pop Art merupakan sebuah tren seni yang lahir pada tahun 1950-an hingga 1960-an dan terus berhasil mempengaruhi berbagai aspek desain hingga saat ini. Pop Art ditandai dengan penggunaan warna yang cerah, tipografi yang berani, serta elemen pendukung yang dapat menggabungkan budaya populer dengan seni rupa. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan konsep Pop Art pada desain interior sebuah kafe di Kota denpasar, yaitu Cafe Kone Bali. Dalam pengimplementasian konsep Pop Art cafe ini menggunakan warna mencolok seperti hijau, kuning, dan biru pada elemen seperti dinding, furniture, dan dekorasinya. Melalui pendekatan kualitatif dan observasi langsung serta berdasarkan studi kepustakaan, penelitian ini memperlihatkan bahwa desain Pop Art tidak hanya memberikan daya tarik secara visual tetapi juga menciptakan suasana yang energik dan menyenangkan bagi pengunjung atau penikmat seni tersebut. Cafe Kone Bali berhasil menggabungkan elemen-elemen dari masa lampau dengan desain modernnya dengan menciptakan ruangan yang penuh warna, kreativitas, dan pengalaman interaktif yang berkesan melalui penyediaan fasilitas hiburan dan sentuhan dekorasi yang bersifat nostalgik pada ruangan-ruangannya.  
PERAN TEKNOLOGI PADA FILSAFAT DESAIN MODERN SAAT MASA PERKEMBANGAN REVOLUSI INDUSTRI Sena, Anggra Wira
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.4435

Abstract

Pembahasan peran teknologi dan dampak filsafatnya terhadap perkembangan revolusi industri. Melibatkan peningkatan pesat dalam kemajuan teknologi yang mempengaruhi sejumlah besar aspek kehidupan manusia. Teknologi mengarahkan pandangan manusia terhadap implikasi filsafat terhadap dinamika perkembangan teknologi. Pembahasan bertujuan untuk menganalisis dasar filosofis desain modern dan menyelidiki cara filsafat tersebut membentuk perubahan pada masa perkembangan revolusi industri. Masa ini bermula saat masyarakat pertanian menjadi lebih maju. Penemuan kereta api lintas benua, mesin uap, listrik, dan penemuan-penemuan lainnya mengubah masyarakat secara permanen. Perubahan terbesar yang terjadi pada masa revolusi industri adalah cara manusia memproduksi barang dan jasa, yang dapat dilihat dari munculnya banyak pabrik pada masa itu. Pabrik-pabrik memproduksi barang lebih cepat, presisi, identik dan masif dari pada pengrajin saat itu. Produk yang dihasilkan menyesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah menciptakan desain baru untuk produk yang sudah ada, seperti furnitur yang diproduksi masal memiliki desain baru yang lebih simpel dibandingkan dengan buatan pengrajin yang penuh dengan ukiran. Hal ini yang menjadi cikal bakal lahirnya desain modern.
PERUBAHAN FUNGSI RUMAH TINGGAL MENJADI VILA SEWA DENGAN STUDI KASUS RUMAH TINGGAL DI BANJARAN, BANDUNG Dananjaya, Ahmad Ghazy
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.4444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi rumah tinggal di Banjaran, Bandung, menjadi vila sewa dengan mengadopsi gaya modern yang disertai elemen alami berupa tanaman liquanyu. Penekanan diberikan pada perancangan ulang tata letak interior dan eksterior agar sesuai dengan tren desain modern yang fungsional, estetis, serta harmonis dengan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan untuk memahami karakter fisik rumah dan analisis desain guna menentukan strategi penambahan elemen-elemen modern dan alami tanpa perubahan struktural yang signifikan. Elemen tanaman liquanyu diterapkan untuk memperkuat kesan natural yang menyatu dengan lingkungan luar, menciptakan keseimbangan antara modernitas dan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen hijau dan pengaturan tata ruang yang modern tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan daya tarik visual, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap potensi rumah sebagai vila sewa yang kompetitif di pasar pariwisata. Penambahan elemen-elemen alami seperti tanaman, bersama dengan tata letak modern, membantu menciptakan suasana vila yang menenangkan dan menarik bagi wisatawan yang mencari akomodasi dengan nuansa estetis dan menyegarkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan gaya modern dengan tambahan elemen alami dapat meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomis vila, serta memperluas peluang bisnis di sektor pariwisata, khususnya di kawasan Bandung yang menjadi destinasi wisata populer. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pengembang dan pemilik properti dalam mengoptimalkan potensi rumah tinggal untuk dikembangkan menjadi vila sewa yang berdaya saing tinggi.
PENERAPAN DESAIN INTERIOR BALI KOLONIAL PURI MAYUN SINGHASARI Damayanti, Ni Kadek Dwi; Yanthi, Komang Ayu Emitha Budha; Putri, Ni Putu Ayu Arina; Reynata, Youlla
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.4447

Abstract

Salah satu bangunan Bali dengan konsep kolonial belanda yang masih bertahan dan menjadi salah satu ikon kawasan di Kabupaten Badung, Bali yaitu Puri Mayun Singhasari yang berlokasi di Jl. Ciung Wanara No.42, Blahkiuh, Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Bali. Puri ini didirikan pada tanggal 17 April 1935. Pendirinya yaitu I Gusti Agung Made Oka dan Adik-adiknya (Putera Bhatara Ring Lambing). Puri ini termasuk rumah kolonial Bali karena menggunakan gaya arsitektur Belanda yang yang muncul akibat kedatangan Belanda di Bali. Rumah kolonial Bali ini banyak menggunakan bentuk infrastuktur dan bangunan-bangunan dengan memiliki langgam arsitektur Kolonial dan mengadopsi gaya neo klasik yang bertolak belakang dari Yunani dan juga Romawi. Gaya arsitektur rumah kolonial Bali pada Puri Mayun Singhasari dapat dilihat pada fasad bangunan yang simetris (indische empire),elemen pembentuk ruang, penggunaan warna - warna yang netral, penggunaan material alami, dan penggunaan berbagai furniture khas Belanda. Namun sudah terdapat beberapa perubahan pada bagian yang terdapat dalam interior bangunan tersebut yang diakibatkan oleh bahan bangunan yang sudah tidak memadai atau sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, namun untuk penempatan ruang masih sama akan tetapi terdapat beberapa perubahan fungsi ruang. Tujuan studi ini adalah untuk Menelaah arsitektur dan interior bangunan melalui material dan furniture yang digunakan, mengetahui bangunan rumah Bali dengan konsep kolonial, mengetahui sejarah berdirinya bangunan rumah tersebut, serta dapat menganalisis dan mengumpulkan data ruangan dan fungsi ruangan di bangunan tersebut. Metode yang digunakan adalah model penelitian observasi, yang diawali dengan observasi pada Puri Mayun Singhasari Blahkiuh. Rumah ini sesuai dengan konsep “Rumah Bali Kolonial” yang menggunakan arsitektur, furniture, dan aksen kolonial di dalamnya. Tahap berikutnya adalah meninjau lebih lanjut mengenai nama dan fungsi pada tiap ruangan serta mengukur luas bangunan bersama pemilik rumah tersebut. Selanjutnya adalah melakukan dokumentasi pada bagian arsitektur, interior, fasade, maupun furniture di rumah tersebut untuk memberikan gambaran awal penggunaan material yang memiliki aksen kolonial pada kasus.
KONSTRUKSI PINTU UTAMA PADA RUMAH TINGGAL HENDRI POERNOMO Putra, I Putu Yudha Darma; Artayasa, I Nyoman; Mulyati, Made Ida
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.3766

Abstract

Pintu utama merupakan elemen penting dalam desain rumah tinggal, tidak hanya sebagai akses utama namun juga memiliki peran estetika yang signifikan. Pembangunan pintu utama harus memerhatikan aspek keamanan, fungsionalitas, serta estetika. Peneliti berfokus pada konstruksi pintu utama pada rumah Hendri Poernomo, dengan fokus pada pemilihan material, keamanan, dan desain estetika. Melalui metode deskriptif kualitatif, data diperoleh dari kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan pemilik rumah. Hasilnya menunjukkan bahwa pintu utama yang terpasang menggunakan pintu geser dengan material utama aluminium alloy 6063 dan kaca laminated. Konstruksi rel pintu geser dan pemilihan sekrup juga menjadi bagian penting dalam pemasangan yang tepat. Pemilihan pintu geser didasarkan pada efisiensi ruang dan estetika. Pentingnya pemilihan material yang sesuai merupakan hal penting untuk meningkatkan keamanan dan keberlangsungan pintu utama. Aluminium alloy 6063 dipilih karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanan terhadap korosi, sementara kaca laminated memberikan perlindungan tambahan dengan kemampuannya untuk tidak pecah menjadi pecahan tajam. Konstruksi rel pintu geser dan pemilihan sekrup juga memainkan peran penting dalam memastikan instalasi yang kokoh dan aman. Pintu geser dipilih karena efisiensi ruangnya yang sesuai dengan tren desain. Implikasi keberlanjutan dari pemilihan material dan konstruksi, menggambarkan bagaimana penggunaan material yang tepat dan efisien energi dari pencahyaan alami yang terpancar dari kaca laminated pintu geser tersebut dapat mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Studi ini memberikan wawasan tentang pentingnya mempertimbangkan aspek keamanan, fungsionalitas, dan estetika dalam konstruksi pintu utama rumah tinggal serta kontribusinya terhadap keberlanjutan pembangunan.
PENERAPAN KONSEP "AFFECTIONATE ABODE" PADA INTERIOR RUANG KELUARGA DAN DAPUR DRG. HENDRI POERNOMO Meita Ayu Nita, Gst. A. Ayu; Artayasa, I Nyoman; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.3794

Abstract

Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil di dalam masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih yang dibentuk atas dasar tali perkawinan yang sah, darah atau pun adopsi dimana kelompok tersebut hidup bersama, berinteraksi antara individu di dalam keluarga maupun hubungan keluarga dengan lainnya, dengan setiap anggota yang memiliki peranan masing-masing untuk memenuhi fungsi keluarga. Komunikasi merupakan hal yang paling esensial bagi kehidupan manusia, karena dengan komunikasi manusia dapat berinteraksi dengan manusia lainnya. Namun terkadang tidak semua manusia dapat melakukan komunikasi secara efektif, Karena kurangnya intensitas waktu untuk melakukan komunikasi dengan keluarga maupun anak-anak mereka berakibat pada komunikasi yang rusak diantara mereka, sehingga berakibat pada memburuknya kehidupan rumah tangga yang dialami wanita pekerja. Oleh karena itu diperlukan suatu tempat yang dapat menjadi sarana komunikasi efektif,tempat tinggal dan ruang yang mendukung kesejahteraan emosional dan fisik para penghuninya, memfasilitasi interaksi yang erat, serta menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat dan berkumpul melalui konsep "Affectionate Abode" Desain yang hangat dan mengundang ini memprioritaskan kesejahteraan fisik dan emosional anggota keluarga, menciptakan tempat di mana mereka merasa dicintai dan dihargai. Dengan tidak adanya dinding pemisah antara dapur dan ruang keluarga, komunikasi antara anggota keluarga menjadi lebih mudah dan lancar. Saat salah satu anggota keluarga sedang memasak, mereka masih bisa berbicara dan berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya yang berada di ruang keluarga, Dan untuk Menciptakan Kebersamaan Ruang yang terbuka memungkinkan seluruh anggota keluarga untuk melakukan aktivitas bersama, meskipun mereka mungkin sedang melakukan kegiatan yang berbeda. Anak-anak bisa bermain atau mengerjakan pekerjaan rumah di ruang keluarga sambil orang tua memasak atau menyiapkan makanan.
EKSPLORASI FURNITURE KURSI KERJA DARI BESI BEKAS : “COMFY BONES” Shevinka Clarissa Surya, Ida Ayu Made; Yupardhi, Toddy Hendrawan
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.3838

Abstract

Limbah telah menjadi permasalahan yang signifikan di industri saat ini. Limbah merupakan hasil buangan dari berbagai proses produksi, yang dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Di Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah masih sangat rendah, sehingga limbah seringkali dianggap tidak memiliki nilai fungsi. Salah satu jenis limbah yang semakin meningkat adalah limbah besi yang merupakan hasil dari industri. Dalam upaya mengatasi masalah limbah besi, mendaur ulang limbah tersebut menjadi furniture, seperti kursi kerja. Pemanfaatan besi bekas untuk pembuatan kursi kerja secara signifikan mengurangi kebutuhan akan produksi besi baru. Mendaur ulang limbah besi menjadi kursi kerja merupakan langkah yang positif dalam mengurangi dampak negatif limbah industri terhadap lingkungan dan membuka peluang baru dalam industri kreatif dan ramah lingkungan.
IMPLEMENTASI DAN INTEGRASI KONSEP DESAIN BERBASIS LEGENDA PADA DESAIN INTERIOR RESTORAN TAMAN DEDARI William, William; Pradnyaswari, Ida Ayu Ketut Andriyogi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.4478

Abstract

Abstrak Konsep dalam perancangan desain interior merupakan elemen krusial dalam desain sebuah restoran. Konsep memiliki peran yang penting dalam menciptakan suasana yang mendukung pengalaman bersantap bagi pelanggan. Artikel ini meneliti implementasi konsep desain berbasis legenda pada restoran Taman Dedari di Ubud, Bali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, serta analisis dokumen dan materi visual yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi legenda lokal terinspirasi dari legenda perjalanan suci Maharsi Markandeya berhasil menciptakan ruang yang estetis dan kaya akan nilai budaya. Patung-patung bidadari yang menjadi elemen utama desain tidak hanya meningkatkan daya tarik visual tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal setempat. Dengan adanya penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi desainer interior dalam merancang suatu desain yang memadukan estetika dengan nilai budaya lokal serta menjadi referensi dalam pengembangan konsep desain. Kata kunci : Taman Dedari, Konsep Desain, Analogi, Restoran Abstract The concept in interior design is a fundamental element in the creation of a restaurant. A concept plays a pivotal role in crafting an atmosphere that enhances the dining experience for patrons. This study investigates the implementation of legend-based design concept at Taman Dedari restaurant in Ubud, Bali. Utilizing a descriptive qualitative approach, involving data collection through direct observation, interviews, as well as analysis of relevant documents and visual materials. The research reveals that integrating local legend inspired by the sacred journey legend of Maharsi Markandeya effectively produces a space that is both aesthetically pleasing and rich in cultural significance. The statues of celestial maidens, serving as the primary design elements, not only augment visual appeal but also reinforce the local cultural identity. The findings of this research are anticipated to offer valuable insights for interior designers aiming to blend aesthetic considerations with local cultural values, and to serve as a reference for the development of similar design concepts. Keywords : Taman Dedari, Design Concept, Analogy, Restaurant
MENELAAH ESTETIKA RUANG NUSANTARA PADA RUMAH ADAT WAE REBO Putri Baso, Fahtia Khoiriyah; Hasibuan, Ramona Agshelcyanisa; Jong, Antonio Frederich
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.4616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah estetika ruang dalam rumah adat Wae Rebo, yang terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur. Rumah adat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan nilai-nilai masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang melibatkan analisis data dari berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain rumah Wae Rebo, dengan bentuk kerucut dan penggunaan material alami, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Struktur rumah yang terdiri dari lima lantai memiliki fungsi sosial yang mendukung interaksi komunitas, sementara elemen fasadnya, seperti warna dan ornamen, memiliki makna simbolis yang mendalam. Filosofi yang mendasari desain rumah ini mencakup nilai kebersamaan, hubungan dengan alam, dan representasi identitas budaya masyarakat Manggaraian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa rumah adat Wae Rebo merupakan manifestasi dari kearifan lokal yang mengintegrasikan aspek fungsional, estetika, dan spiritual, serta menjadi simbol ketahanan budaya dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan memahami estetika ruang pada rumah adat ini, diharapkan dapat meningkatkan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya di Indonesia.
TINJAUAN PENCAHAYAAN BUATAN TERHADAP ATMOSFER RUANG PADA LOBI HOTEL ST. REGIS JAKARTA Alhaq, Muhammad Rausyan Fikr; Zein, Anastasha
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.4879

Abstract

Lobi hotel adalah salah satu ruang yang pasti dikunjungi oleh tamu, sekaligus menjadi area pertama yang menyambut kedatangan mereka. Kesan yang terbentuk dari pengalaman di lobi menjadi sangat penting bagi konsumen hotel, karena berperan dalam menciptakan persepsi awal yang memengaruhi user experience secara keseluruhan. Kesan tersebut dapat terbentuk dari berbagai aspek, termasuk elemen visual, auditori, dan tactile yang secara kolektif membangun atmosfer ruang. Atmosfer ini sangat dipengaruhi oleh desain arsitektural dan interior, dengan pencahayaan sebagai salah satu elemen utama. Penelitian ini meninjau peran pencahayaan buatan di lobi Hotel St. Regis Jakarta, sebuah hotel mewah bintang lima yang terletak di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan Jakarta. Lokasi strategis dan statusnya sebagai hotel kelas atas mengharuskan lobi menciptakan kesan yang lebih dalam dan berkesan bagi setiap pengunjung. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai aspek pencahayaan buatan seperti intensitas, distribusi cahaya, warna, serta teknik penerangan seperti ambient, task, dan decorative lighting yang diterapkan di lobi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan yang dirancang dengan tepat tidak hanya meningkatkan estetika ruang, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang mendalam, mewah, dan mengesankan. Dengan perencanaan pencahayaan yang cermat, atmosfer ruang lobi menjadi lebih hidup, memberikan pengalaman visual dan emosional yang berkesan bagi para tamu, sejalan dengan identitas St. Regis sebagai hotel mewah bintang lima.

Page 10 of 15 | Total Record : 142