Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terrbangun
Jurnal Vastukara dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Vastukara ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan desain interior, budaya, dan lingkungan terbangun, untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Semua artikel dalam Jurnal Vastukara akan diproses oleh editor melalui open access journal dan penulis dapat memantau seluruh proses di area anggota. Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Vastukara berbentuk soft copy, tersedia sebagai akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan kepustakaan. Dewan redaksi Jurnal Vastukara tidak bertanggung jawab atas berbagai tindakan pelanggaran hak cipta ataupun pelanggaran lainnya yang dapat merugikan kredibilitas Jurnal Vastukara ataupun masyarakat secara luas. Topik yang diterima adalah: 1) Desain Interior; 2) Interior Arsitektur; 3) Desain furnitur; 4) Desain Elemen Estetik dalam Ruang; 5) Desain Lanskap ; 6) Desain Interior dan Proses Kreatif; 7) Konsep Desain berbasis Budaya; 8) Desain Interior dan Teknologi; 9) Materialitas Interior; 10) Pendidikan Desain Interior; 11) Desain Berkelanjutan
Articles
142 Documents
KAJIAN PERUBAHAN BENTUK DAN FUNGSI RUMAH GADANG MANDE RUBIAH KAB.PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT
Ayu Ramadianti Retno Wiganti;
Khansa Huwaida;
Tazqia Aulia Zahra;
Vannisa Qintara Abdams;
Yuriko Rahmi Shezy;
Ully Irma Maulina Hanafiah
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2055
Rumah Gadang Mande Rubiah merupakan museum tempat penyimpanan benda-benda pusaka peninggalan Bundo Kanduang (konon di Lunang berganti nama dengan Mande Rubiah) dan benda-benda peninggalan keturunan atau pewarisnya. Mande Rubiah adalah seorang tokoh yang dikenal sebagai pewaris takhta Bundo Kanduang, yang dikenal sebagai Raja Kerajaan Minangkabau. Mande Rubiah juga dikenal sebagai sosok yang sakti mandraguna (orang bertuah), oleh karenanya Mande Rubiah banyak dilibatkan dalam pengesahan acara adat. Rumah Gadang Mande Rubiah memiliki perbedaan dengan rumah gadang umumnya, hal tersebut dilihat dari atap Rumah Gadang Mande Rubiah yang tidak memiliki gonjong/atap runcing seperti              tanduk kerbau. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya pengaruh etnis Aceh yang datang ke daerah Pesisir Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi perubahan bentuk dan fungsi pada Bangunan Rumah Gadang Mande Rubiah yang dipengaruhi oleh sosial budaya, etnis pendatang, dan peran Mande Rubiah sebagai tokoh dan pewaris takhta Bundo Kanduang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analisis dan perseptual dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah, masyarakat, dan pengembangan Desain Interior. Data dikumpulkan dengan melakukan survei lapangan, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya perubahan bentuk dan fungsi akibat pengaruh sosial budaya masyarakat setempat.
PROSES PERANCANGAN DEKORASI PERNIKAHAN PADA THE ROYAL SANTRIAN OLEH SWEET BELLA PROJECT
Nike Wijaya;
I Made Jayadi Waisnawa;
Putu Ari Darmastuti
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2067
Sweet Bella Project merupakan Wedding Decorator & Stylish yang memberikan penyediaan layanan/jasa desain dan dekorasi. Wedding Decorator adalah jasa dalam mempersiapkan dekorasi dan menata persiapan dalam event pernikahan. Ada beberapa proses perancangan yang diperlukan dalam mendekor sebuah event pernikahan sebelum sebuah pernikahan dilaksanakan pada venue The Royal Santrian pada tanggal 10 Desember 2022 ini. Sweet Bella Metode penciptaan dalam project yang bekerja sama dengan wedding organizer akan melewati beberapa proses perancangan yaitu : Technical meeting, penentuan tema, desain pengembangan, membuat mockup, membuat layout untuk penataan tempat venue, membuat list barang dan list produksi, dan mendekorasi venue. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel bersifat deskriptif kualitatif. Hasilnya tema yang digunakan dalam perancangan yaitu natural blush. Proses dekorasi memerlukan ketelitian dan fleksibilitas di lapangan, agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.
KAJIAN PERANCANGAN INTERIOR “SIDHARTA DENTAL†MALANG PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
Felicia Abdintara Fulbertus;
Hedy Constancia Indrani
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2518
Perancangan Interior Sidharta Dental Clinic di Malang merupakan pusat perawatan kesehatan gigi yang melayani 7 spesialisasi perawatan gigi. Tujuan dari perancangan klinik gigi Sidharta adalah klinik yang dapat memberikan rasa nyaman kepada pasien melalui pengalaman di klinik yang menyenangkan dengan tersedianya fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, yang terdiri dari fasilitas utama klinik (ruang tindakan, laboratorium, sterilisasi, konsultasi, resepsionis), fasilitas edukatif (penyediaan teknologi digital, area baca) dan fasilitas rekreatif (area bermain anak, customer lounge, indoor dan outdoor garden) dan fasilitas tambahan (apotek dan ruang rontgen). Konsep yang digunakan adalah SMILE yang penerapannya dengan pendekatan healing environment dengan mengangkat gaya mid-century modern. Metode perancangan yang digunakan adalah Design Thinking dimana pada penulis akan melakukan observasi di awal dan tahap akhir adalah tahap pengujian dimana pemilik memberikan masukan dalam proses desainnya.
KAJIAN KENYAMANAN HALTE SATRIA TANGERANG BERDASARKAN KEBUTUHAN PENGGUNA
Arifah Putri Salsaqilah;
Asventania Putri Rahmawati;
Irwan Sudarismani
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2730
Pada zaman serba maju seperti saat ini, bertambahnya jumlah penduduk dan tingginya mobilitas membuat kebutuhan dan kepemilikan kendaraan bermotor juga ikut meningkat. Hal ini mengakibatkan kemacetan terutama di kota – kota besar seperti kota Tangerang. Untuk dapat meminimalisir kemacetan, masyarakat dapat menggunakan kendaraan umum. Salah satunya adalah penggunaan bus. Bersamaan dengan hal ini, penggunaan Halte juga meningkat. Halte sendiri memiliki fungsi sebagai tempat menunggu datangnya angkutan umum dari berbagai jalur. Pada penelitian ini akan membahas salah satu Halte, yaitu Halte Satria di Tangerang. Pemilihan Halte Satria didasari oleh letaknya yang strategis, karena dekat dengan banyak sekolah, rumah sakit, pasar, alun-alun, dan satu jalur dengan Bandara Soekarno-Hatta. Karena penggunaan nya meningkat, tentunya sebuah halte harus memperhatikan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kenyamanan halte berdasarkan kebutuhan pengguna. Manfaat penelitian dapat dijadikan referensi dalam merancang sebuah halte yang nyaman dan aman bagi semua pengguna. Metoda penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pencarian data observasi secara langsung ke lokasi, mewawancarai 6 pengguna Halte Satria, dan studi literatur. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kenyamanan pengguna bisa tercapai dengan fasilitas duduk dan sirkulasi yang baik.
PENERAPAN POLA ISLAMI DALAM DESAIN INTERIOR TAMAN KANAK-KANAK UNTUK MENINGKATKAN ESTETIKA SPIRITUAL
Nur Alifha Urbach;
Sakundria Satya Murti Wardhana
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2736
Pentingnya pendidikan anak usia dini merupakan proses awal untuk mengembagkan diri juga sebagai aset penting bagi kemajuan bangsa yang harus ditanamkan sejak usia dini. Setiap anak pasti memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda, kecerdasan setiap orang tidaklah sama berbeda dengan yang lain dan selalu berkembang (dinamis), tidak statis. Sehingga orang tua seringkali menitipkan anaknya pada tempat-tempat pendidikan usia dini, seperti Taman Kanak-Kanak. Taman Kanak-kanak yang ramah lingkungan, sehat, aman, mendidik tentang kerohanian, dan bersifat edukatif yang membantu perkembangkan dan pertumbuhan kreatifitas anak. Perancangan Interior Taman Kanak-kanak dengan Nuansa Religius Berkonsep Scandinavian ini dapat memberikan solusi untuk pendidikan anak usia dini. Desain yang dibuat merupakan ide baru yang diaplikasikan di setiap ruangan pada sekolah Taman Kanak-kanak yang mudah dipelajari dan dibaca untuk anak usia dini. Oleh karena itu, mengaplikasikan bentuk religius Islami pada interior ruangan serta adanya perpaduan dengan warna-warna cerah bergaya Scandinavian, akan didapatkan ide kreatif yang dapat meningkatkan estetika spritual, psikologi, dan pola pikir anak usia dini selama proses belajar dan bermain.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR SUNFLOWER PRESCHOOL DI TANGERANG SELATAN
Shafa Nayla Aisyah Sayiddina Akbari
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2757
Sarana pendidikan pra sekolah yang ramah lingkungan, aman, sehat, dan berisifat edukatif yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan kreatifitas anak. Pada masa kanak-kanak, minat merupakan sumber motivasi yang kuat untuk belajar dan meningkatkan kreatifitas. Kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu. Bila anak- anak berminat pada suatu kegiatan, pengalaman mereka akan menjadi menyenangkan daripada mereka merasa bosan, hal tesebut juga dapat meningkatkan rasa keingintauan anak sehingga menciptakan kreatifitas. Dengan kebutuhan anak-anak ini maka disediakanlah sarana pendidikan anak usia dini dengan beragam jenis pengajarannya. Sunflower Preschool merupakan sebuah sarana pendidikan yang menyediakan tingkatan kelas untuk anak usia dini, yaitu pra – sekolah. Sunflower preschool adalah pra – sekolah berbasis internasional dengan kurikulum Montessori yang sudah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Suasana yang dibuat mengedepankan penggunaan material yang eco-friendly. Berdasarkan Analisa kebutuhan anak usia dini dan orang tua yang bestatus sosial tinggi maka terpilih gaya kontemporer yang dapat memunuhi fungsi, estetika, gaya dan trend desain terkini.
ANALOGI ARSITEKTUR DAN INTERIOR THE KERANJANG BALI
Hermana, Rizky Eko;
Maharani, Komang Wulan;
Putri, Putu Maurindra Sukma;
Prasetya, Evelyn Natalie Corbelia;
Manalu, Nehemiah Rhesa;
Saputra, Agung Budi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.2651
Analogi merupakan konsep dalam arsitektur dan interior yang tidak jarang ditemui, konsep ini mengolah bentuk dalam desain melalui cara menggunakan kesamaan unsur berbentuk fisik juga non-fisik. Konsep ini hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh pengamat sehingga mungkin akan terjadi interpretasi berbeda dari setiap pengamat, akan tetapi hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai analogi hingga Sebagian besar pengamat berpendapat demikian. Penelitian terhadap konsep analogi dilakukan dengan survey, yaitu metode pengumpulan daya dengan cara pengamatan langsung, dan mencari respon dari pihak tertentu, kemudian secara koletktif data tersebut dikaji untuk mendapatkan hasil yang baik. Analisis tersebut akan dikembangkan melalui asumsi dan hipotesis hingga hasilnya menemukan kesimpulan, dan rumusan masalah. The Keranjang ialah tempat penawaran berbagai komoditas barang berciri khas kebudayaan bali yang di dalamnya terdapat pembagian berdasarkan produk yang dijual. Beberapa tempat ini adalah pasar ikan, candy world, choco world, area busana, dan camilan yang dimana hamper semuanya menampilkan ciri khas bali selaku tempat wisata. Ditunjukan untuk wisatawan local hingga mancanegara membuat tempat ini menyunsung tema yang unik untuk menarik perhatian pengunjung, yakni analogi. Tempat-tempat tadi secara spesifik menampilkan ciri khas dari produk yang mereka jual sesuai dengan tema utama yang ditawarkan dengan begitu baik, sehingga layak untuk dikaji dan diteliti untuk menemukan sebuah kesepakatan dimana analogi yang ada sudah tersampaikan dengan baik. Seluruh arsitektur dan interior sudah menampilkan wujud analogi dari benda yang berkaitan dengan penjualan, sebagaimana keranjang dimaksudkan sebagai tempat berbelanja dan meletakan barang yang dibeli, dan juga berbagai bagian di dalamnya dengan terampil dan menarik membawa pengunjung ke dunia analogi yang penuh kesenangan.
PERANCANGAN INTERIOR YAYASAN PANTI ASUHAN PUTRA ASIH KO-TA TANGERANG
Novitasari, Sherly Tri
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2775
Perancangan interior Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Tangerang merupakan perancangan fasilitas sebagai wadah binaan anak asuh yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan sarana dalam beraktivitas yang baik untuk tumbuh kembang anak. Pada perancangan interior ini memiliki tujuan untuk menciptakan sarana fasilitas dan kenyamanan beraktivitas. Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu kualitatif-deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang didapatkan di lapangan. Perancangan interior ini menggunakan tema biophilic yang menggabungkan unsur alam ke dalam ruang lingkup manusia. Serta menggunakan gaya homey & playful modern yang dapat menggambarkan kesan ceria, kreatif dan nyaman. Melalui penulisan ini, penulis berharap agar perancangan ini dapat menjadi alternatif desain Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Tangerang yang menyesuaikan dengnan citra mereka dan dapat menghasilkan desain yang lebih sehat untuk mental penggunanya.
IKONOGRAFI ARSITEKTUR DAN INTERIOR MASJID AL-AQSA MENARA KUDUS
Salsabila, Devia Nanda
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2783
Penelitian ini didasari oleh latar belakang yakni adanya wacana bahwa bangunan masjid atau menara mirip dengan bangunan keagamaan Hindu, yakni candi, atau bale kul-kul dan bagaimana makna ikon atau visual dari masjid tersebut apabila memiliki unsur corak agama lain yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif disertai metode analisis data teori Ikonografi di tahap pra-ikonografi dan analisis sejarah gaya. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, studi literatur, observasi serta dokumentasi. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa (1) Atap dome India dan atap corak Jawa (tajug, limasan, pelana) Tajug tiga tingkat berarti ihsan, iman dan Islam, sedangkan tajug dua tingkat berarti dua kalimat syahadat. Bagian badan masjid memiliki Iiwan serta menara yang berbentuk bale kul-kul atau candi. Bagian kaki masjid terdapat tangga yang memisahkan antara halaman depan dengan serambi masjid, serta ragam hias corak pelipit geometris di kaki menara. (2) Interior mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya Jawa (atap), pengaruh pra-Islam (pola kala padasan & gapura paduraksa - banter), serta penekanan pada kesederhanaan dan keindahan minimalis (3) Masjid memiliki gaya Arsitektur Sakral (bangunan keagamaan) dari corak Hindu dan Islam serta Neo-Vernacular (neo: kolonial/Belanda, vernakular: cina/asia timur & arsitektur nusantara). Masjid dibangun dengan tujuan awal untuk proses penyebaran Islam dan dipertahankan sebagai bentuk cultural heritage, cagar budaya dan pariwisata. Bentuk tersebut tidak mempengaruhi kesakralan masjid dan tidak menyalahi aturan Islam.
DESAIN INTERIOR STUDY CORNER DENGAN KONSEP CONNECTING DI KOTA SURAKARTA
Rahmania, Intan Ayu
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.2784
Kehidupan pelajar tak bisa lepas dari tugas dan organisasi, lembaga pendidikan tentu sudah menyediakan ruangan untuk mendukung kegiatan tersebut. Namun ketika jam pelajaran formal berakhir muncul permasalahan tidak bisa mengakses ruangan yang sudah disediakan. Sehingga pelajar memerlukan alternatif ruangan lain untuk bisa melakukan kegiatan tersebut. Alternatif tempat seperti café, perpustakaan dan coworking space memiliki beberapa permasalahan. Contoh permasalahan yang bisa ditemui seperti tidak tersedianya fasilitas berdiskusi dan keterbatasan jam layanan pada tempat tersebut. Study Corner hadir untuk menjawab permasalahan tersebut melalui penyediaan fasilitas belajar dan menghadirkan suasana belajar yang kondusif dengan konsep connecting. Study Corner merupakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pelajar dalam mendapatkan kenyamanan belajar baik secara individu maupun kelompok. Metode yang digunakan pada perancangan proyek ini berdasarkan referensi oleh David K. Ballast dengan tahapan 1) Pengamatan untuk mendapat data yang dibutuhkan mengenai proyek Study Corner 2) Analisa data untuk menyusun grouping, zoning, alur sirkulasi, organisasi ruang, alur sirkulasi dan pola hubungan antar ruang 3) Pengembangan ide gagasan mengenai konsep connecting, tema dan bentuk. Perwujudan konsep connecting ini melalui empat teknik olah diantaranya adalah mengaburkan batas ruang, manipulasi programatik, kontinuitas/repetisi, dan konfigurasi elemen arsitektur menjadi elemen interior. Dalam proyek ini tema ombak diambil karena memiliki filosofi yang sejalan dengan konsep connecting dan juga proses belajar. Melalui penjabaran tersebut, diharapkan perancangan interior ini dapat menciptakan fasilitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif.