Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2019): Agustus"
:
14 Documents
clear
Sikap dan persepsi keluarga terhadap anggota keluarga yang terinfeksi HIV/AIDS di Kota Ambon
Daniel Nanlohy;
Wilma Fransisca Mamuly;
Lea Mediatrix Janwarin
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (48.242 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.48
AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang mudah menular dan mematikan. Virus tersebut merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang berakibat turun atau hilangnya daya tahan tubuh. Untuk provinsi Maluku kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali pada tahun 1994 di Tual, dan sampai saat ini periode Desember 2016 berjumlah 3.434 kasus dengan jumlah kasus HIV sebanyak 1.747 kasus, sementara AIDS berjumlah 1.687 kasus, dan telah menyebar ke 11 Kabupaten/Kota dengan penyebaran terbesar berada di Kota Ambon dari tahun 1996 sampai dengan Desember 2016 terdapat 1.803 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sikap dan persepsi keluarga terhadap anggota keluarga yang terinfeksi HIV/AIDS di Kota Ambon. Metode penelitian menggunakan deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga dekat ODHA yang berada di dalam lingkungan Yayasan Pelangi Maluku Kelurahan Kuda Mati kota Ambon. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap keluarga ODHA menunjukan bahwa tidak semua keluarga menunjukan sikap penolakan terhadap ODHA, tetapi masih banyak keluarga yang tetap memunjukanss sikap menerima keberadaan ODHA dalam lingkungan keluarga mereka, walau pun mereka tahu bahwa anggota keluarganya telah tertular HIV,Sementara hasil penelitian terhadap Persepsi keluarga menunjukan bahwa keluarga memiliki pandangan terhadap penderita HIV yaitu rasa kasihan dan merasa simpati, selain itu juga keluarga menganggap ODHA sebagai orang biasa saja sama seperti orang normal lain nya.Saran peneliti bagi keluarga agar dapat memahami tentang penyakit HIV dan AIDS ,sehingga keluarga dapat bersikap dan memandang baik kepada penderita , untuk masyarakat agar tidak melakukan stigma dan diskriminasi kepada penderita.Kata kunci: HIV/AIDS, sikap, persepsi
Hubungan Pengetahuan dan Pelatihan dengan Penerapan Patient Safety oleh Perawat di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon
Lamria Roselina Sinaga;
Lea Mediatrix Janwarin;
Wilma F Mamuly
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.253 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.129
Keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Salah satu sasaran keselamatan pasien (patient safety) yaitu: pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Surveilans Infeksi Rumah Sakit (HAIs) RSUD Dr. M. Haulussy dari Bulan Januari 2016 sampai dengan Agustus 2016 menunjukan bahwa angka kejadian Infeksi Rumah Sakit di RSUD Dr M. Haulussy sudah mencapai 6,31 %. Hasil ini sudah termasuk tinggi karena menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 129/Menkes/SK/II/2008, seharusnya kurang atau sama dengan 1,5 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pelatihan dengan penerapan patient safety oleh perawat di ruang rawat inap RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang bedah laki-laki, bedah wanita, neurologi dan nifas RSUD Dr. M. Haulussy Ambon pada tahun 2018. Cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah porposive sampling, sampelnya ialah perawat yang bekerja pada shift pagi di ruang bedah laki-laki, bedah wanita, neurologi dan nifas berjumlah 24 orang. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan patient safety (p= 0,509) dan ada hubungan antara pelatihan dengan penerapan patient safety (p= 0,001). Kata kunci : Patient Safety; Pengetahuan; Pelatihan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN KADAR ASAM URAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAIHOKA KOTA AMBON TAHUN 2018
Indri Noya;
Ivy Violan Lawalata;
Bellytra Talarima
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.102 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.31
Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon prevalensi peningkatan kadar asam urat mengalami peningkatan dari Tahun 2017 dengan jumlah 72 kasus dan jumlah kasus dari bulan Januari sampai bulan Agustus Tahun 2018 sebesar 111 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Kadar Asam Urat Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon Tahun 2018. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Metode Purposive Sampling dengan jumlah sampelnya yaitu 98 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan komputer program statistic (SPSS). Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara obesitas sentral dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,02), terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,00), tidak terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,75) dan tidak terdapat hubungan antara asupan makanan kandungan purin (p =0,46). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan asupan makanan kandungan purin dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pola hidup yang sehat dan selalu mengontrol kesehatan di pusat kesehatan masyarakat. Kata Kunci : Peningkatan Kadar Asam Urat, Asupan Makanan Kandungan Purin, Obesitas Sentral, Konsumsi Alkohol, Riwayat Keluarga
Hubungan Kondisi Rumah dengan Penularan TB Paru di Puskesmas Ch. M. Tiahahu Kecamatan Sirimau Kota Ambon
Youndry Tahalele;
Gracia Victoria Souisa;
Samuel Titaley
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.438 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.35
Tuberculosis is a contagious disease caused by TB (Mycobacterium tuberculosis). Houses that do not meet health requirements are a risk factor for transmission of pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to determine the relationship of home conditions with transmission of pulmonary tuberculosis in Puskesmas Ch. M. Tiahahu Sirimau Sub-district, Ambon City, 2017. The research method used is analytical method with Cross Sectional approach. Sampling using Total Sampling with total sample that is 37 sample. Data collection using questionnaires and measurement sheets. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using computer statistic program. The result of bivariate analysis showed no correlation relationship with transmission of pulmonary tuberculosis (p = 0,093), there was relation of humidity with transmission of pulmonary tuberculosis (p = 0,036), no ventilation relationship with pulmonary tuberculosis transmission (p = 0,742), transmission of pulmonary tuberculosis (p = 0,022) .The conclusion of this research is the relation of humidity and density and there is no correlation of lighting and ventilation with transmission of pulmonary tuberculosis in Puskesmas Ch. M. Tiahahu Sirimau Sub-district, Ambon City 2017. For Pulmonary TB patient, have a good knowledge about pulmonary TB disease, by always hearing counseling or socialization from health center or other health service, to know about TB disease Always support from family in the form of motivation or spirit given from father or mother and child Pulmonary TB patients can seek treatment regularly and recover quickly For Puskesmas a gar always provide guidance and information or socialization to Pulmonary TB sufferers about the requirements of healthy house so as to prevent transmission of pulmonary TB disease.
Gambaran Penyebab Kematian Neonatal Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019.
Magdalena Paunno;
Nenny Parinussa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.232 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.130
Neonatal mortality rates in Indonesia in 2010 were still high at 228 / 100,000 live births. Neonatal deaths can occur due to infection, asphyxia or low birth weight. While the medical records of RSUD Dr. M Haulussy Ambon is a referral center Hospital that has PONEK services that the number of neonatal deaths in 2013 was 49 cases out of 2633 live births, in 2014 there were 80 cases of 2483 KH while in 2015 in 6 months (January-July) already as many as 51 of 983 births. From the death data obtained in 2015 the causes of neonatal death are: LBW 16; Asphyxia 15; Sepsis / Infection 14; Respiratory Disorders 4; and atresia ani 2. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of neonatal deaths and a description of the causes of neonatal death in Dr. M Haulussy Ambon in 2015. The research method is descriptive. The study population was all neonates who died in Dr. M Haulussy Ambon in 2015 recorded a diagnosis of obstetric gynecology specialist in the medical record with a total of 51 neonatal. namely data on the description of birth attendants, referral system, and maternal age less than 20 years with Neonatal death in Dr. M. Haulussy Ambon 2015. The study population was all neonates who died in Dr. M. Haulussy Ambon 2015 starting from January to July 2015 recorded in the medical record with a total of 51 neonates. The sampling technique used is total sampling. The sample in this study must meet the following criteria: neonatal and died at the age of 0-28 days and a diagnosis was given from the doctor who was on duty at the time of death. Research Instrument The instrument in this study used a checklist, which records the condition of patients who experienced neonatal death in the documentation data, namely medical records. Data The results of further research data are processed in a univariate manner, carried out by tabulating data which is then arranged in a table. The results showed that neonatal mortality of childbirth assistants by 39 health workers (76.47%) neonatal consisted of: midwives 29 (56.9%); obstetric gynecology specialist 10 (19.6%); dukun 12 (23.52%); while due to referral 15 (29.41 %%), and mortality due to maternal age <20 years neonatal mortality 5 (9.8%)
MEDIA FILM PENDEK BERHASIL MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT
Theofilya Amandyakissya;
Sinthia Rosanti Maelissa;
Mevi Lilipory
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.424 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.131
Pemilihan jajanan masih menjadi masalah dikalangan anak usia sekolah karena banyak yang belum tahu cara memilih jajanan yang aman untuk dimakan. Jajanan yang aman untuk dimakan contohnya yaitu tertutup dan bersih, bebas dari bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan tentang memilih jajanan sehat pada anak adalah melalui pendidikan kesehatan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gizi Melalui Media Film Pendek Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Memilih Jajanan Sehat Di SDN 78 Ambon. Jenis penelitian adalah Pre-eksperiment dengan pendekatan One Group Pre-post Test Design yaitu rancangan eksperimen dengan cara sampel diberikan kuesioner sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan gizi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan menggunakan total sampling. Pengetahuan anak sebelum diberikan perlakuan yaitu 60% kurang dan 40% baik. Pengetahuan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,3% kurang dan 91,7% baik. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Test dengan tingkat kemaknaan α=0,005. Hasil pengolaan data didapatkan nilai p=0,000 atau p<α, yang berarti hipotesis alternatif diterima dan adapengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilih jajanan sehat. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek
Atraumatic Care Dapat Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak Di Ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon
Fricilia Noya;
Grace Jeny Wakanno;
Dene Fries Sumah
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.908 KB)
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.121
Masuk rumah sakit dapat menyebabkan anak menjadi cemas, trauma dan takut. Upaya untuk mengurangi kecemasan pada anak bisa dilakukan melalui atraumatik (atraumatic care). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan atraumatic care dengan tingkat kecemasan anak di ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi. Pengumpulan data dengan cara responden diberikan kuesioner penerapan Atraumatic Care dan Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Analisis data menggunakan statistik Spearman rank. Berdasarkan hasil uji dengan melihat nilai significancy didapatkan nilai p < α (0,000<0,05), rs= - 0,725 yaitu arah korelasi negative dengan kekuatan korelasi kuat. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan atraumatic care dengan tingkat kecemasan anak di ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon (p=0,000). Bila penerapan Atraumatic care baik maka semakin kecil tingkat kecemasan yang dialami anak. Diharapkan perawat di ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon dapat menerapkan atraumatic care pada setiap intervensi keperawatan dengan kasih sayang dan lebih komunikatif sehingga terjadi penurunan tingkat kecemasan anak. Kata kunci : Atraumatic Care, Kecemasan, Anak
Hubungan Pengetahuan dan Pelatihan dengan Penerapan Patient Safety oleh Perawat di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon
Lamria Roselina Sinaga;
Lea Mediatrix Janwarin;
Wilma F Mamuly
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.129
Keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Salah satu sasaran keselamatan pasien (patient safety) yaitu: pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Surveilans Infeksi Rumah Sakit (HAIs) RSUD Dr. M. Haulussy dari Bulan Januari 2016 sampai dengan Agustus 2016 menunjukan bahwa angka kejadian Infeksi Rumah Sakit di RSUD Dr M. Haulussy sudah mencapai 6,31 %. Hasil ini sudah termasuk tinggi karena menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 129/Menkes/SK/II/2008, seharusnya kurang atau sama dengan 1,5 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pelatihan dengan penerapan patient safety oleh perawat di ruang rawat inap RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang bedah laki-laki, bedah wanita, neurologi dan nifas RSUD Dr. M. Haulussy Ambon pada tahun 2018. Cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah porposive sampling, sampelnya ialah perawat yang bekerja pada shift pagi di ruang bedah laki-laki, bedah wanita, neurologi dan nifas berjumlah 24 orang. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan patient safety (p= 0,509) dan ada hubungan antara pelatihan dengan penerapan patient safety (p= 0,001). Kata kunci : Patient Safety; Pengetahuan; Pelatihan
Gambaran Penyebab Kematian Neonatal Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019.
Magdalena Paunno;
Nenny Parinussa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.130
 Neonatal mortality rates in Indonesia in 2010 were still high at 228 / 100,000 live births. Neonatal deaths can occur due to infection, asphyxia or low birth weight. While the medical records of RSUD Dr. M Haulussy Ambon is a referral center Hospital that has PONEK services that the number of neonatal deaths in 2013 was 49 cases out of 2633 live births, in 2014 there were 80 cases of 2483 KH while in 2015 in 6 months (January-July) already as many as 51 of 983 births. From the death data obtained in 2015 the causes of neonatal death are: LBW 16; Asphyxia 15; Sepsis / Infection 14; Respiratory Disorders 4; and atresia ani 2. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of neonatal deaths and a description of the causes of neonatal death in Dr. M Haulussy Ambon in 2015. The research method is descriptive. The study population was all neonates who died in Dr. M Haulussy Ambon in 2015 recorded a diagnosis of obstetric gynecology specialist in the medical record with a total of 51 neonatal. namely data on the description of birth attendants, referral system, and maternal age less than 20 years with Neonatal death in Dr. M. Haulussy Ambon 2015. The study population was all neonates who died in Dr. M. Haulussy Ambon 2015 starting from January to July 2015 recorded in the medical record with a total of 51 neonates. The sampling technique used is total sampling. The sample in this study must meet the following criteria: neonatal and died at the age of 0-28 days and a diagnosis was given from the doctor who was on duty at the time of death. Research Instrument The instrument in this study used a checklist, which records the condition of patients who experienced neonatal death in the documentation data, namely medical records. Data The results of further research data are processed in a univariate manner, carried out by tabulating data which is then arranged in a table. The results showed that neonatal mortality of childbirth assistants by 39 health workers (76.47%) neonatal consisted of: midwives 29 (56.9%); obstetric gynecology specialist 10 (19.6%); dukun 12 (23.52%); while due to referral 15 (29.41 %%), and mortality due to maternal age 20 years neonatal mortality 5 (9.8%)
Hubungan Kondisi Rumah dengan Penularan TB Paru di Puskesmas Ch. M. Tiahahu Kecamatan Sirimau Kota Ambon
Youndry Tahalele;
Gracia Victoria Souisa;
Samuel Titaley
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.35
Tuberculosis is a contagious disease caused by TB (Mycobacterium tuberculosis). Houses that do not meet health requirements are a risk factor for transmission of pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to determine the relationship of home conditions with transmission of pulmonary tuberculosis in Puskesmas Ch. M. Tiahahu Sirimau Sub-district, Ambon City, 2017. The research method used is analytical method with Cross Sectional approach. Sampling using Total Sampling with total sample that is 37 sample. Data collection using questionnaires and measurement sheets. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using computer statistic program. The result of bivariate analysis showed no correlation relationship with transmission of pulmonary tuberculosis (p = 0,093), there was relation of humidity with transmission of pulmonary tuberculosis (p = 0,036), no ventilation relationship with pulmonary tuberculosis transmission (p = 0,742), transmission of pulmonary tuberculosis (p = 0,022) .The conclusion of this research is the relation of humidity and density and there is no correlation of lighting and ventilation with transmission of pulmonary tuberculosis in Puskesmas Ch. M. Tiahahu Sirimau Sub-district, Ambon City 2017. For Pulmonary TB patient, have a good knowledge about pulmonary TB disease, by always hearing counseling or socialization from health center or other health service, to know about TB disease Always support from family in the form of motivation or spirit given from father or mother and child Pulmonary TB patients can seek treatment regularly and recover quickly For Puskesmas a gar always provide guidance and information or socialization to Pulmonary TB sufferers about the requirements of healthy house so as to prevent transmission of pulmonary TB disease.