cover
Contact Name
Yesi Franita
Contact Email
yesi.franita@untidar.ac.id
Phone
+6289689511677
Journal Mail Official
mathlocus@untidar.ac.id
Editorial Address
Jalan Kapten Suparman 39, Potrobangsan, Magelang Utara, Magelang 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tidar
ISSN : 27231208     EISSN : 27231194     DOI : https://doi.org/10.31002/mathlocus
Core Subject : Education,
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika menerbitkan penelitian artikel, ulasan artikel, dan studi kasus yang berfokus pada matematika dan pendidikan matematika. Ruang lingkup artikel yang terbit di MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika merupakan artikel dalam bidang: 1. Pendidikan Matematika 2. Matematika (analisis, geometri, aljabar, statistik, matematika terapan)
Articles 70 Documents
Penggunaan Benda di Lingkungan Sekitar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education di MTs Negeri 1 Magelang Sri Sukapti; Robiatul Adawiyah
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2022): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v3i2.2806

Abstract

Latar belakang dari penelitian tindakan kelas ini adalah (1) siswa mengalami kesulitan belajar matematika di kelas; (2) siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika; dan (3) siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan benda di lingkungan sekitar dapat meningkatkan prestasi belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran RME di MTs Negeri 1 Magelang. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 1 Magelang Kelas IX C semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Jumlah siswa kelas IX C ada 32 siswa, yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah perolehan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) matematika dengan nilai rata-rata hasil belajar mencapai ≥75 dan aktivitas belajar siswa melalui observasi mencapai 75%. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan benda di lingkungan sekitar melalui model pembelajaran RME pada siklus pertama dalam kategori aktif (25%); siklus kedua dalam kategori aktif (53,12%), dan siklus ketiga dalam kategori aktif (87,6%); dan (2) penggunaan benda di lingkungan sekitar melalui penerapan model pembelajaran RME berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika MTs Negeri 1 Magelang. Hal ini dibuktikan dari rata-rata hasil belajar pada siklus pertama yaitu 56,06, siklus kedua diperoleh rata-rata sebesar 69,59; dan siklus ketiga diperoleh rata-rata sebesar 78,66. Hasil belajar siswa dalam bentuk persentase diperoleh sejumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus pertama yaitu 37,5%, siklus kedua yaitu 65,6%, dan siklus ketiga 90,6%. Tingkat pencapaian prestasi belajar siswa pada siklus ketiga ini sudah mencapai target yang telah ditentukan, yaitu ketuntasan belajar siswa mencapai ≥75%.
Profil Self-Confidence Siswa Kelas IX dalam Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Guided Discovery Learning Latifa Nur Aini; Meili Ekawati
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2022): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v3i2.2789

Abstract

Proses pembelajaran matematika masih menemui banyak kendala dalam pelaksanaannya. Belajar matematika memerlukan kesiapan diri untuk mendukung adanya interaksi secara langsung, baik siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun siswa dengan pembelajaran. Interaksi yang terjadi dalam pembelajaran merujuk pada bagaimana siswa mengekspresikan kepercayaan diri atau self-confidence yang dimiliki terhadap situasi yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberi gambaran bagaimana profil dan kriteria self-confidence siswa dalam menghadapi pembelajaran matematika pada materi fungsi kuadrat melalui penerapan model guided discovery learning. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dalam penelitian ini untuk menggambarkan profil self-confidence siswa. Subjek dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling yaitu siswa kelas IX A SMPN 1 Tempuran sebanyak 25 subjek. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, angket, dan dokumentasi. Observasi dilakukan ketika pembelajaran matematika berlangsung pada materi fungsi kuadrat yang dilaksanakan melalui model pembelajaran guided discovery learning. Pemberian angket dilakukan pada pertemuan keempat pembelajaran fungsi kuadrat. Sedangkan dokumentasi berasal dari lembar aktivitas siswa dan LKPD yang telah disiapkan sebagai perangkat pembelajaran dalam penerapan model guided discovery learning pada pembelajaran fungsi kuadrat. Data dalam penelitian adalah berupa tabel skor dan kriteria self-confidence siswa yang diperoleh selama pembelajaran dan penelitian berlangsung. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa melalui penerapan model guided discovery learning siswa kelas IX memiliki tingkat self-confidence yang tergolong tinggi dengan rata-rata skor akhir sebesar 76,31.
Peningkatan Prestasi dan Kemandirian Peserta Didik Kelas VIII dengan Model Auditory Intellectually Repetition Berbantuan Platform Alef Materi Relasi dan Fungsi Gita Cahya Ari Sandi; Nur Salim
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2022): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v3i2.2795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi peserta didik pada materi relasi dan fungsi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 3 Magelang  kelas VIII tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII B yang berjumlah 21 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Prosedur penelitian setiap siklus yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) observasi (observation), dan (4) refleksi (reflection). Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket, lembar observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi peserta didik meningkat, dilihat dari jumlah peserta didik yang memperoleh nilai tuntas sebesar 100% pada siklus II. Sedangkan pada siklus I jumlah peserta didik yang tuntas sebesar 71,42%. Kemandirian peserta didik juga dalam kategori kuat dilihat dari hasil angket pada siklus II (62%) lebih besar dari siklus I (47,5%). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian dan prestasi peserta didik ketika menggunakan Model AIR berbantuan platform alef.Kata Kunci: auditory intellectually repetition, kemandirian, prestasi belajar
Meningkatkan Sikap Percaya Diri dan Hasil Belajar dengan Model Pembelajaran Jigsaw pada Materi Pola Bilangan untuk Siswa MTs Negeri 1 Magelang Robiatul Adawiyah; Sri Sukapti
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2022): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v3i2.2807

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap percaya diri dan hasil belajar dengan model pembelajaran Jigsaw pada materi Pola Bilangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII H MTs Negeri 1 Magelang. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus, yaitu siklus I terdiri atas 2 pertemuan dan siklus II terdiri atas 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes uraian. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan sikap percaya diri dan hasil belajar siswa kelas VIII H MTs Negeri 1 Magelang pada materi Pola Bilangan. Berdasarkan analisis hasil siklus I dan siklus II, sikap percaya diri mengalami peningkatan sebesar 7,26%, yaitu dari 11,29% menjadi 18,55%. Hasil belajar pada siklus I menunjukkan persentase rata-rata pencapaian hasil tes sebesar 16,14% siswa memperoleh nilai di atas KKM dan pada siklus II menjadi 51,61%, artinya terjadi peningkatan sebesar 35,47%.
Pengembangan Pembelajaran Geometri Bidang Datar Berbasis Pendekatan Guided Discovery dengan Pemanfaatan GeoGebra dalam Upaya Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XII Ambar Tri Wahyuni; Siti Rohayah
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2022): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v3i2.2794

Abstract

Pembelajaran matematika dapat dikatakan berhasil jika siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Namun, masih banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan berbagai persoalan matematika. Hal tersebut dikarenakan pemahaman konsep matematis siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas pembelajaran berbantuan GeoGebra dan mendemonstrasikan tingkat pemahaman konsep siswa kelas XII dalam pembelajaran Geometri Bidang Datar. Geogebra adalah program dinamis yang beragam fasilitasnya dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika. Geogebra dapat digunakan untuk membantu siswa kelas XII SMA dalam pembelajaran Geometri Bidang Datar. Siswa dapat dimudahkan untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan sifat-sifat pada suatu Geometri Bidang Datar yang berbasis pendekatan guided discovery secara lebih realistik. Penelitian ini dilakukan di kelas XII SMA Negeri 3 Boyolali, kemudian dengan teknik purposive sampling dipilih 2 kelas sebagai subjek penelitian. Dengan metode pendekatan guided discovery dalam pemanfaatan aplikasi Geogebra ini siswa menjadi lebih menguasai materi, tertarik dalam pembelajaran, serta dapat menyelesaikan berbagai persoalan matematika.
Analisis Kebutuhan Media untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Kelas V Dan Mendukung Implementasi Blended Learning Asyifa Aulia Zahro; Ageng Triyono; Abdul Hakim Ma'ruf; Nurimani Nurimani
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v4i1.3182

Abstract

Motivasi belajar matematika siswa kelas V masih rendah. Salah satu alternatif solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan menggunakan media pembelajaran tertentu yang terintegrasi dengan proses pembelajaran saat ini. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang dapat memfasilitasi peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas V dan dapat diintegrasika dengan model pembelajaran abad 21 yang sedang trend. Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini ditempuh melalui observasi, wawancara, pengisian kuisioner, dan studi literatur. Data yang didapatkan dicek keabsahannya melalui wawancara ulang (follow up inteview) dengan subjek penelitan yang terlibat dan dicek reliabilitasnya dengan jalan mendiskusikan dan membandingkannya dengan data-data hasil penelitian sejenis. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode Milles dan Huberman. Subjek penelitian terdiri dari 2 guru matematika dan 33 siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Hasil analisis kriteria media menunjukkan bahwa diperlukan media pembelajaran matematika yang dapat mendukung proses blended learning. Hasil analisis ketersediaan perangkat penunjang blended learning menunjukkan bahwa perangkat yang dimiliki sekolah dan siswa tersedia dalam jumlah yang cukup. Hasil analisis jenis media menyimpulkan terdapat 3 jenis media yang sesuai kebutuhan sekolah yaitu e-modul, e-LKPD, dan video animasi. Hasil analisis kebutuhan media berdasarkan perspektif siswa menunjukkan bahwa 94% siswa lebih menyukai media pembelajaran berupa video animasi dibandingkan media jenis lainnya. Hasil analisis jenis aplikasi video animasi menunjukkan bahwa aplikasi Powtoon dapat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan media yang sedang dibutuhkan. Maka dapat disimpulkan bahwa media yang perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif pemecahan masalah yang dialami pihak sekolah adalah berupa video animasi berbasis aplikasi Powtoon.
Analisis Butir Soal Penilaian Tengah Semester (PTS) Matematika Kelas XI Berdasarkan Teori Klasik Gunawan Gunawan; Lailatul Asria
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v4i1.3177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran matematika SMAN 1 Kota Mungkid. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 4 dengan instrumen tes berupa soal pilihan ganda. Butir soal dianalisis berdasarkan teori klasik yaitu indeks kesukaran, daya pembeda, reliabilitas, dan efektivitas pengecoh. Hasil analisis indeks kesukaran terdapat 3 soal kategori sukar, 12 soal kategori sedang, dan 5 soal kategori mudah. Daya pembeda soal menunjukkan 16 soal kategori sangat baik, 1 soal kategori cukup baik, 2 soal kategori sedang, dan 1 soal kategori buruk. Analisis reliabilitas menunjukkan soal memenuhi kriteria reliabilitas dengan kategori baik. Efektivitas pengecoh pada soal menunjukkan 3 soal kategori sangat baik, 6 soal kategori baik, 8 soal kategori kurang baik, 2 soal kategori tidak baik, dan 1 soal kategori sangat tidak baik. Secara keseluruhan terdapat 8 butir soal memenuhi kriteria soal sangat baik dan dapat digunakan kembali.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pola Bilangan Melalui Pendekatan MIKIR pada Siswa Kelas VIII J MTsN 4 Magelang Tahun Pelajaran 2022/2023 Lailatul - Masfufah; Kukuh Santoso
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v4i1.3105

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan MIKIR dapat meningkatkan hasil belajar pola bilangan pada siswa kelas VIII J MTsN 4 Magelang tahun pelajaran 2022/2023. Pendekatan MIKIR merupakan pendekatan dari model pembelajaran aktif dengan tahapan mengalami, komunikasi, interaksi, dan refleksi. Melalui pendekatan ini diharapkan siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran terkesan menyenangkan dan bermakna. Harapannya melalui pendekatan MIKIR hasil belajar siswa pada materi pola bilangan dapat meningkat. Indikator peningkatan hasil belajar yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 75% kelas VIII J MTsN 4 Magelang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan kriteria ketuntasan minimal. Dari analisis data diperoleh persentase banyaknya siswa yang mendapatkan nilai tuntas dari pra siklus, siklus I, dan siklus II berturut-turut, yaitu 11,76%, 52,94%, dan 85,29%. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan kriteria ketuntasan pada setiap siklus. Selain itu, data menunjukkan ketercapaian indikator peningkatan hasil belajar dengan pembelajaran melalui pendekatan MIKIR. Oleh karena itu, pembelajaran melalui pendekatan MIKIR dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi pola bilangan kelas VIII.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Efficacy dalam Materi Barisan dan Deret Melalui Discovery Learning Peserta Didik SMA Negeri 1 Muntilan Widiastuti Widiastuti; Puji Handayani
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v4i1.3163

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran matematika. Self-efficacy merupakan keyakinan diri individu peserta didik untuk mengenai sejauh mana ia mampu untuk mengerjakan tugas, mencapai tujuan, dan merencanakan tindakan untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Peserta didik fase E5 SMA SMA Negeri 1 Muntilan menunjukkan belum ada peserta didik dengan kriteria kemampuan komunikasi sangat baik dan 33% peserta didik memiliki self-efficacy kriteria tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran matematika materi barisan dan deret dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-efficacy peserta didik fase E5 SMA Negeri 1 Muntilan, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-efficacy peserta didik fase E5 SMA Negeri 1 Muntilan setelah melakukan pembelajaran matematika materi barisan dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning, dan (3) memaparkan perubahan perilaku peserta didik fase E5 semester gasal tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-efficacy dalam pembelajaran matematika materi barisan dan deret melalui discovery learning peserta didik fase E5 SMA Negeri 1 Muntilan. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari peningkatan kriteria kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Peningkatan self-efficacy ditinjau dari kriteria skor angket self-efficacy, yaitu kriteria sangat tinggi meningkat sebesar 19%, kriteria tinggi meningkat 29%, dan tidak ada peserta didik dengan self-efficacy rendah dan sangat rendah. Kondisi ini memenuhi indikator yang dirumuskan dalam penelitian ini.
Identifikasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Negeri 1 Bandongan pada Materi Persamaan Garis Lurus Fitriani Lestari; Ahmad Syaifuddin; Arinda Hikma Wati
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v4i1.3186

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP Negeri 1 Bandongan pada materi persamaan garis lurus. Metode yang digunakan ialah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII F SMP Negeri 1 Bandongan. Pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Teknik pengambilan data yang dilakukan yaitu 1) melakukan wawancara dengan guru matematika; 2) memberikan soal tes kemampuan pemahaman konsep matematis kepada siswa; 3) menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan indikator kemampuan pemahaman konsep dan mengklasifikasikannya; 4) mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sesuai dengan kategorinya; dan 5) mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis siswa secara keseluruhan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa tergolong sangat rendah karena siswa belum mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman konsep matematis.