cover
Contact Name
Alfrid Sentosa
Contact Email
jurnal@fisipolupgriplk.ac.id
Phone
+6285249068338
Journal Mail Official
jurnal@fisipolupgriplk.ac.id
Editorial Address
Jl. Hiu Putih, Tjilik Riwut Km. 7 Palangka Raya 73112
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Sociopolitico
ISSN : -     EISSN : 26561026     DOI : 10.54683
Core Subject : Social,
SOCIOPOLITICO Is a Journal of Scientific Studies in Social Sciences and Political Sciences published by FISIPOL PGRI Palangka Raya. This journal is published two times a year in February and August. It contains writings raised from the results of research and critical analysis. SOCIOPOLITICO publication aims to increase the lecturer creativity and competency especially and intellectual communities generally. It also aims at giving the contribution of thoughts, creative ideas, and things that can be used for community services, nationalism in carrying out Tri Darma College.
Articles 100 Documents
HUBUNGAN KENAKALAN REMAJA DENGAN FUNGSI SOSIAL KELURGA DI DESA MEKAR JAYA At Prayer
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 1 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.301 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan dilakukan remaja di Desa Mekar Jaya. (2) Untuk mendeskripsikan hubungan kenakalan remaja dengan fungsi sosial keluarga di Desa Mekar Jaya. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research), karena pengambilan sumber datanya di lapangan–dalam hal ini data kasus-kasus kenakalan remaja yang terjadi di Desa Mekar Jaya untuk kemudian dideskripsikan dan dianalisis sehingga dapat menjawab persoalan yang telah dirumuskan dalam pokok masalah. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : Bahwa bentuk-bentuk kenakalan remaja Mekar Jaya sebagaimana yang telah disebutkan dalam konsep teori, yaitu terdapat tiga bentuk kenakalan: a) Kenakalan biasa, seperti berbohong, begadang, pergi keluar rumah tanpa pamit, keluyuran, membolos sekolah, berkelahi dengan teman dan sebagainya; b) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan, seperti mengendarai kendaraan bermotor tanpa SIM, kebut-kebutan/ mengebut, minum-minuman keras, mencuri, mencopet, berjudi dan menodong; dan c) kenakalan khusus, seperti menyalahgunakan narkotika, kumpul kebo, hubungan sex di luar nikah, menggugurkan kandungan, memperkosa, membunuh, melihat, membaca dan menonton gambar-gambar porno dan sebagainya. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa ada hubungan negatif antara keberfungsian sosial keluargannya dengan kenakalan remaja di Mekar Jaya Kecamatan Parenggean. Identitas remaja, baik sebagai pelajar ataupun pekerja sama-sama mempunyai kesempatan untuk melakukan kenakalan, baik itu kenakalan biasa, kenakalan khusus maupun kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan. Remaja yang memiliki waktu luang banyak seperti mereka yang tidak bekerja atau menganggur dan masih pelajar kemungkinannya lebih besar untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. Demikian juga dengan keberfungsian sosial keluarga, bahwa keluarga yang nota bene-nya keluarga yang utuh pun tidak menjamin anak untuk tidak melakukan kenakalan, terlebih lagi keluarga yang tingkat keberfungsian sosialnya rendah, maka kemungkinan besar anaknya akan melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat.
MODEL PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA PALANGKA RAYA Fauzi Rahman
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 1 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.578 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk a) Ingin mengetahui peran Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam penanganan anak jalanan berbasis Keluarga diKota Palangka Raya. b) Ingin mendeskripsikan tentang: Profil (potret) anak jalanan dan keluarganya; Faktor-faktor penyebab munculnya anak jalanan; Peta permasalahan anak jalanan; Pandangan masyarakat tentang anak jalanan; dan Beberapa model alternatif yang mungkin dapat diterapkan dalam penanganan anak jalanan yang berbasis keluarga di Kota Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Peran Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam penanganan anak jalanan berdasarkan Peraturan Daerah kota Palangka Raya Nomor 16 Tahun 2007 belum dilaksanakan secara maksimal hal ini berhubungan dengan kesungguhan pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran yang kurang memadai. 2) Penanganan anak jalanan dalam teori dramaturgi memaparkan peran dari petugas sebagai pembina sekaligus pengasuh anak jalanan dapat menjadi jenis alternatif dalam merubah perilaku anak jalanan.
KETERATURAN SOSIAL DALAM BENTUK GOTONG ROYONG MENGELOLA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN MENTENG KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA Fauzi Rahman; Wijoko Lestariono
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.271 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i2.27

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Ingin mengetahui keteraturan sosial dalam bentuk gotong royong mengelola kebersihan lingkungan di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, Ingin mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat keteraturan sosial dalam bentuk gotong royong mengelola kebersihan lingkungan di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian - kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan,Sesuai dengan masalah yang penulis ajukan, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari pandangan informan, dan melakukan studi pada situasi alami. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil kesimpulan penelitian ini adalah Keteraturan sosial masyarakat dalam kegiatan gotong royong mengelola kebersihan di Kelurahan Menteng dapat dilihat dari beberapa karakteristik yaitu Tertib Sosial, Sosial Order, Keajegan dan Pola. Tertib sosial masyarakat dalam mengelola kebersihan dilingkungan kelurahan menteng berpedoman kepada norma tertulis dan berupa himbauan dari ketua rukun tetangga. Pengetahuan tentang kebersihan telah diinternalisasi sejak masih sekolah namun dalam praktek sehari-hari mengalami kendala berupa kurangnya kesadaran kolektif warga diakibatkan sosial control yang lemah dan sangsi atas tindakan tidak berlaku efektif. Faktor penghambat adalah hubungan sekunder warga yang hanya memenuhi keinginan dari ketua warga sebagai tokoh masyarakat yang menggambarkan kehadiran semu warga dan toleransi yang rendah karena individualisme tinggi warga serta kurangnya kesadaran koletif warga akibat perubahan sosial masyarakat kota. Faktor pendorong berupa kerjasama terlihat pada masyarakat yang tinggal secara permanen dan peran tokoh Ketua RT dalam menyeimbangkan, mempersatukan, kepentingan warga masyarakat.
PERAN PEMERINTAH DALAM MELESTARIKAN RITUAL MIWIT ABEH DI DESA DAYU KECAMATAN KARUSEN JANANG KABUPATEN BARITO TIMUR Effrata Effrata; Firdaus Firdaus
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.635 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i2.28

Abstract

Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan dan karya seni. Desa Dayu yang memiliki ciri khas upacara ritual yang dikenal dengan Miwit Abeh. Dalam upaya masyarakat tentu perlu dukungan dari pemerintah khususnya pemerintah desa dalam melestarikan ritual Miwit Abeh ini agar tidak musnah di tengah perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam melestarikan ritual Miwit Abeh di desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa Salah satu bentuk dari dukungan dari pemerintah Desa Dayu terhadap tradisi ritual Miwit Abeh yaitu, menyediakan sarana dan prasarana berupa rumah adat dan ikut berpartisipasi melibatkan diri dalam pelaksanaan tersebut. Faktor pendukung dalam melestarikan ritual Miwit Abeh yaitu selain dari peran pemerintah khususnya pemerintah desa juga dari masyarakat desa yang ikut mempromosikan melalui media masa. Faktor penghambat internal yang menjadi penghambat yaitu sikap individu di dalam masyarakat untuk lebih mencintai tradisi sendiri masih sangat rendah, adapun faktor eksternalnya adalah munculnya acara-acara modern seiring perkembangan zaman yang menarik perhatian kaum muda khususnya, sehingga mengurangi minat mereka akan ritual-ritual tradisional yang mereka anggap kuno. Dapat disimpulkan bahwa peran pemerintah khususnya pemerintah desa sangat mempengaruhi dalam pelestarian budaya-budaya khususnya ritual Miwit Abah yang sudah ada sejak turun temurun. Menjadi tantangan semua pihak baik pemerintah amaupun masyarakat agar bisa menumbuhkan sikap peduli budaya kepada generasi selanjutnya agar ritual seperti Miwit Abeh ini tidak musnah.
NORMALISASI STIGMA KEPOLISIAN NEGERI IMPIAN Tri Siswanti
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.322 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i2.29

Abstract

Membangun citra dan reputasi positif di lembaga Kepolisian Republik Indonesia itu merupakan suatu keharusan dimana bagi Polri pada saat ini citra positif merupakan tujuan utama untuk memperoleh kepercayaan publik (public trust). Bersinggung dengan soal image dan reputasi Kepolisian Negeri Impian, sudah seharusnya lembaga ini harus serius menangani permasalahan tentang pencitraan, untuk mencapainya diperlukan usaha untuk memperbaiki citra Kepolisian Negeri Impian yang selama ini dianggap kurang profesional melalui Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma. Penulisan penelitian ini bertujuan:(1) mengkaji dan menganalisa Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma,(2) mendeskripsikan Normalisasi stigma guna meningkatkan Citra di kepolisian Negeri Impian, dan (3) Mengelaborasi segala temuan dalam penelitian untuk merekomendasikan saran membangun opini baik yang dapat diterapkan dalam membangun Citra Kepolisian Negeri Impian. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teori yang digunakan adalah Pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma dalam prespektif Erving Goffman. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penentuan subyek adalah personel polisi yang melaksanakan program polisi promoter sebanyak 17 orang dan masa tugasnnya diatas tujuh tahun. Metode analisis data dilakukan dengan prosedur mentranskrip, bracketing, menginventarisir pertanyaan penting, cluster of meaning dan deskripsi esensi. Temuan penelitian ini menghasilkan teknik pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma bagi personel polisi yaitu: (a) dilakukan pemecatan pada anggota yang melakukan kesalahan yang berat, (b) pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran Ringan, (c) Memutasikan/memindah tugaskan personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran sedang, (d) Pimpinan harus bertindak tegas, (e) Pemimpin harus bisa menjadi suritauladan yang baik, (f) Memberikan penghargaan bagi personel yang berprestasi dan memberikan hukuman yang sesuai bagi personel yang bermasalah, (g) Memproses personel Polri yang bermasalah dengan berdasarkan asas keadilan dan Hak asasi manusia, (f) Melakukan revolusi mental dengan pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah, (g) Bila pelanggaran ringan bisa diberikan hukuman fisik seperti lari 6 putaran, pushup 50 kali dan lain-lain, (h) Meningkatkan kesejahteraan personel Polri, (i) Memberi hukuman sesuai dengan tingkat pelanggarannya, (j) Menurunkan pangkat setingkat lebih rendah, dan (k) Melakukan revolusi mental dimulai dari level pimpinan. Kesimpulan hasil analisis penelitian adalah: Dalam normalisasi stigma harus dilakukan pemecatan dan penurunkan pangkat bagi personel polisi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.
EFISIENSI APARATUR DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (DI DESA HENDA KECAMATAN JABIREN RAYA KABUPATEN PULANG PISAU) Betty Karya
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.742 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i2.30

Abstract

Tujuan penelitian sebagai berikut Untuk mendeskripsi dan menganalisis Kompetensi Aparatur Desa tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Henda,Untuk mendeskripsi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi Kompetensi dari Aparatur Desa Henda. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif adapaun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian Kompetensi Aparatur Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Kesimpulanpe nelitian sebagai berikut: Aparatur Desa adalah Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa yang dapat dikatakan sebagai ujung tombak sebagai pelaksana penyelenggaraan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Kompetensi dari Aparatur Desa di Desa Henda sudah cukup baik karena dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa Aparatur Desa Henda selalu berpegang dan memperhatikan asas-asas penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Aparatur Desa Henda juga dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa dilaksanakan atas dasar musyawarah desa dimana musyawarah desa adalah hasil keputusan tertinggi yang ada didesa sesuai dengan amanat Undang-Undang. Dalam melakukan penyelenggaraan Pemerintahan Desa Aparatur Desa sudah profesional dikarenakan apabila Aparatur Desa mendapatkan suatu ransangan atau masalah dari luar tidak pernah berimbas pada pekerjaan yang lainnya. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Desa Henda terjadinya Kurangnya kordinasi dari Aparatur Desa (Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa) mengakibatkan pengembangan Kompetensi lemahnya kepada satu pihak dan akan menguat pengembangan Kompetensi kepada satu pihak. Motivasi Kerja dari Aparatur Desa terutama Badan Permusyarawatan Desa (BPD) yang sebagai mitra kerja dari Pemerintah Desa menurun dikarenakan belum terpenuhinya kebutuhan operasional karena sebenarnya mengikuti seiring dengan apa yang direncanakan. Apabila berbicara masalah motivasi berarti akan bersamaan membahas Kompetensi karena variabel yang sangat berpengaruh bagi Kompetensi ialah motivasi.
PELEPASAN HAK ATAS TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DI KOTA PALANGKA RAYA Eny Susilowati
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.827 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i2.31

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan hukum pelepasan hak atas tanah untuk pembangunan kepentingan umum berdasarkan Undang-Undang. 2) Untuk mengetahui dan memahami Bagaimana prosedur ganti kerugian hak atas tanah terhadap pembangunan untuk kepentingan umum beradasarkan Undang-Undang, agar nantinya masyarakat mengetahui sistem atau tata cara penerapan hukum dan proses ganti kerugian tanah supaya tidak terjadinya kekaburan hukum. Metode yang digunakan adalah Berdasarkan kepada suatu metode pendekatan yang sifatnya Empiris yaitu penelitian yang menekankan pada data yang didapat di lapangan, yakni dengan mempelajari dan mengkaji asas-sasa hukum, khususnya dalam peraturan perundang-undangan serta ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Badan Pertanahan Nasional. Kesimpulan penelitian sebagai berikut: a) Pengaturan dan pelaksanaan pelepasan hak atas tanah terhadap pembangunan untuk kepentingan umum berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Terutama dalam kaitannya Untuk Kepentingan Umum, Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menetapkan lokasi pelepasan tanah menggunakan Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor. 188.45/470/2014 Tanggal 20 Oktober 2014 Tentang Penetapan Lokasi Tanah Sebagai Kawasan Strategi Kota Untuk Kawasan Perkantoran, Ruang Terbuka Hijau, Kasawan Bisnis dan Kepentingan Umum Lainnya, setiap pengadaan tanah didahulukan publikasi atas dasar Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) menggunakan dasar Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persiapan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. b) Bahwa pemberian ganti rugi tidak semata berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak ( NJOP ) yang digunakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya melainkan berdasarkan hasil dari tim penilai tanah yang dimana tanah masyarakat terlebih dahulu dilakukannya pengukuran, dan pemetaan bidang perbidang tanah dan pengumpulan data pihak yang berhak dan objek pengadaan tanah, besar penilaian tanah meliputi tanah, ruang atas tanah dan bawah tanah, bangunan, tanaman, Petunjuk Teknis yang digunakan oleh tim penilai tanah dalam pelaksanaannya menggunakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/pmk.01/2008 tentang Jasa Penilai Publik, inilah yang menjadi dasar pertimbangan oleh tim penilai tanah melakukan penilain terhadap tanah yang akan dilepaskan, dan pada saat pemberian ganti kerugian pihak yang berhak menerima ganti kerugian wajib, melakukan pelepasan hak tanah, serta menyerahkan bukti penguasaan atau kepemilikan objek pengadaan tanah kepada instansi yang memerlukan tanah melalui Lembaga Pertanahan.
DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SUNGAI BATU SEI GOHONG KOTA PALANGKA RAYA Aston Pakpahan; Alfrid Sentosa
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.193 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v2i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan adanya pengembangan pariwisata Sungai Batu Sei Gohong Kota Palangka Raya memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat disekitar objek wisata. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah Pengembangan pariwisata Sungai Batu Sei Gohong Kota Palangka Raya memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Sei Gohong yang berada di sekitar objek wisata. Dampak yang signifikan yang dirasakan oleh masyarakat Sei Gohong adalah terbukanya peluang usaha, peluang usaha tersebut terdiri dari usaha kuliner, usaha penginapan, toko cendera mata, toko kelontong, jasa sewa perlengkapan renang.Pendapatan yang diterima oleh masyarakat dari hasil usaha yang dijalankan tersebut dapat mencukupi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan dan biaya kesehatan.
MODEL INTERAKSI NARAPIDANA KELAS II A PALANGKA RAYA Wijoko Lestariono; Fauzi Rahman
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 3 No 1 (2021): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.698 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya. (2) Ingin mengetahui Faktor-faktor terjadinya pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya Metode penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu: cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Proses interaksi sosial antar warga binaan yang ada pada rutan kelas II A Palangka Raya disebabkan karena adanya kontak sosial baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan symbol-simbol bahasa, dan tanda-tanda akibat dari interaksionis simbolik. Kesempatan kontak individu tercipta dalam suasana rutinitas sesuai dengan program pembinaan warga binaan yaitu bidang pertanian, pendidikan dan agama serta kesempatan meningkatkan keterampilan berupa pencucian kendaraan bermotor. 2) Pola interaksi asosiatif yang dilakukan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.A terjadi pada : a) melalui kerjasama relative dapat terlaksana dengan baik dengan adanya saling pengertian dalam kebersihan ruang tahanan. b) Dalam interaksi asosiatif berupa Akomodasi, sudah ada mekanisme dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan aturan dan sangsi, ketaatan terhadap aturan menghasilkan reward berupa remisi sedangkan pelanggaran terhadapnya .berupa pengasingan dalam straff sel dan tidak diberikan remisi. Umumnya konflik terjadi karena berkurangnya kepercayaan karena keterlambatan membayar hutang sehingga terjadi disharmoni antar warga binaan. c) Untuk interaksi Asosiatif asimilasi , ditandai dengan terjadinya penerimaan budaya mengenai bahasa yang digunakan bagi kelompok minoritas mengikuti kelompok mayoritas. d) Disisi lain nya perilaku laten dalam penggunaan alat komunikasi handphone untuk mengakses pesan dari luar dapat berdampak kepada terjadinya penyimpangan norma yang telah digariskan oleh pihak Lapas.
DINAMIKA SOSIAL PEDAGANG DI PASAR BLAURAN KOTA PALANGKA RAYA Sriyana Sriyana; Bumbun Bumbun
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 3 No 1 (2021): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.671 KB) | DOI: 10.54683/sociopolitico.v3i1.37

Abstract

The descriptive study of Blauran Traditional Market Traders in Palangka Raya City was motivated by problems arising from the rapid emergence of modern markets which were feared to shift the existence of traditional markets in Palangka Raya City. Where the problems that occur in traditional markets greatly affect the existence of the traditional markets themselves, from the problems of services provided by traders to the most frequent problems that arise, namely regarding the cleanliness in traditional markets. This study aims to describe and analyze the social dynamics of traders in the Blauran traditional market, Palangka Raya City. While the research method is a qualitative method with a descriptive approach, with data collection techniques through interviews, observation and documentation study. The results showed that the Blauran traditional market traders instilled values ​​and norms that had existed from generation to generation from generation to generation before them. So that traders can easily overcome problems that arise as a result of the emergence of modern markets, and with the development of the era traders provide other innovations from pre-existing values ​​and practice them directly to buyers in order to provide comfort obtained from the work ethic produced directly by traders.

Page 2 of 10 | Total Record : 100