cover
Contact Name
Hadiyanto
Contact Email
hadiyanto@che.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jakawindarta@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Energi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, SH-No 3, Semarang 50241
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 27226719     EISSN : 27226719     DOI : https://doi.org/10.14710/jebt
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan dimaksudkan sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel review, full artikel penelitian dan short communication dalam bidang pengembangan energi baru dan terbarukan. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris. Jurnal memiliki fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan namun tidak menutup kemungkinan pada energi fosil dan yang tidak terbarukan. Jurnal menerima artikel dari kajian energi dari berbagai aspek multidisiplin keilmuan seperti manajemen, energi, teknologi energi, diversifikasi energi, kebijakan energi, ekonomi energi.
Articles 126 Documents
Optimasi Sosial-Ekonomi pada Pemanfaatan PLTS PV untuk Energi Berkelanjutan di Indonesia Jon Marjuni Kadang; Jaka Windarta
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.485 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2021.11113

Abstract

Teknologi Photovoltaic (PV) memberikan peluang menjanjikan pada energi terbarukan dan berkelanjutan dimana bersumber dari matahari yang tidak terbatas dibandingkan sumber energi fosil. Letak Indonesia sepanjang jalur khatulistiwa memberikan sumber energi matahari yang besar dengan intensitas rata-rata hingga 2.000 jam per tahun. Total intensitas penyinaran per hari dapat mencapai 4500 Watt hour/m2. Namun, pengembangan dan pemanfaatan PLTS PV belum optimal dan mengalami berbagai kendala. Pada kajian ini dibahas tentang PLTS PV terkait potensi pengembangan PLTS PV sebagai energi terbarukan serta optimasi pemanfaatan PLTS PV pada aspek sosial-ekonomi. Dan juga dilakukan evaluasi kendala serta mitigasi solusi yang dibutuhkan untuk peningkatan pemanfaatan PLTS PV terutama keekonomian PLTS PV yang mendukung upaya peningkatan rasio elektrifikasi khususnya pada daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) di Indonesia. Dari kajian diperoleh bahwa biaya investasi dan LCOE PLTS PV mengalami tren penurunan sehingga pengembangan PLTS PV menjadi semakin menarik secara keekonomian dan menguntungkan secara sosial pada daerah 3T sebagai solusi energi berkelanjutan di Indonesia.
Energi Bersih dan Ramah Lingkungan dari Biomassa untuk Mengurangi Efek Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim yang Ekstrim Anang Setyo Pramudiyanto; Sri Widodo Agung Suedy
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 3 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.437 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.9990

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia dan kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat, menyebabkan kebutuhan energi juga semakin bertambah. Berbagai cara telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi primer terutama dari sumber energi dari berbahan fosil (minyak bumi, gas bumi dan batubara) dengan melakukan eksplorasi/penambangan bahkan menambah volume import BBM, namun belum mampu untuk memenuhi kebutuhan energi primer di Indonesia. Permasalahan lain yang muncul akibat penggunaan energi primer dari berbahan fosil adalah meningkatnya pencemaran dari emisi gas buang yang meningkatkan efek Gas Rumah Kaca dan mempengaruhi perubahan iklim yang ekstrim. Guna mengatasi permasalahan kekurangan energi dan pencemaran dari emisi gas buang, pemerintah Indonesia telah berperan aktif dengan mengoptimalkan penggunaan energi baru dan terbarukan, salah satunya pemerintah Indonesia telah menetapkan rasio elektrifikasi menjadi 100% (KEN) dan mencoba menggantikan sumberdaya energi dari berbahan fosil dengan green energy terutama biomassa yang diubah untuk menjadi biogas, serta biodiesel yang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkitan listrik dan bahan bakar kendaraan bermotor yang ramah lingkungan. Pemanfaatan energi biomassa dengan proses gasifikasi telah berhasil mengurangi emisi kadar karbondioksida . Pengolahan sampah  di Indonesia untuk dimanfaatkan baik daur ulang maupun sebagai sumber energi listrik akan dapat menurunkan emisi gas karbondioksida 3-11%.Penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan diharapkan mampu mengurangi efek Gas Rumah Kaca dan dapat mencegah perubahan iklim yang ekstrim.
Analisa Mikrotremor Menggunakan Metode HVSR untuk Mengetahui Karakteristik Bawah Permukaan Manifestasi Panas Bumi Diwak dan Derekan Berdasarkan Nilai Vp Vithya Arintalofa; Gatot Yulianto; Udi Harmoko
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.137 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.9276

Abstract

Pengukuran Mikrotremor merupakan pengukuran seismik pasif untuk merekam getaran yang dihasilkan oleh aktivitas bumi ataupun aktivitas manusia, biasanya metode ini digunakan untuk memperkirakan tingkat kerusakan yang timbul akibat gempa bumi dan juga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan berdasarkan frekuensi dominannya dan faktor amplifikasinya. Dalam analisis mikrotremor spektrum komponen horizontal dibandingkan terhadap komponen vertikal atau dikenal dengan metode HVSR. Parameter penting yang dihasilkan dari metode HVSR yaitu frekuensi natural dan amplifikasi. Dari hasil penelitian didapatkan P=persebaran nilai frekuensi dominan (fo) yang didapatkan dari hasil pengolahan data mikrotremor pada area manifestasi panas bumi Diwak dan Derekan berkisar antara 0,08 Hz sampai dengan 9,29 Hz, persebaran nilai faktor amplifikasi (Ao) bernilai antara 0,03 hingga dengan 7,07, sedangkan inversi kurva H/V menghasilkan nilai kecepatan gelombang P (VP) dan gelombang S (VS) dimana nilai VP berkisar antara 390 m/s sampai dengan 4.993 m/s dan nilai VS berada pada kisaran 190 m/s hingga 3.054 m/s.
Tinjauan Kebijakan dan Regulasi Pengembangan PLTS di Indonesia Handoko Bayu; Jaka Windarta
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 2, No 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.046 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2021.10043

Abstract

Ketergantungan terhadap sumber energi fosil sebagai bahan bakar pembangkit listrik masih mendominasi sebagian besar sistem pemenuhan kebutuhan energi listrik di Indonesia. Usaha dalam rangka mengurangi fosil sebagai bahan bakar pembangkit dan beralih menggunakan energi baru terbarukan diupayakan oleh pemerintah dengan diterbitkannya aturan mengenai Kebijakan Energi Nasional. Komitmen pemerintah dalam rangka mendukung Kebijakan Energi Nasional, tercapainya 23% penggunaan energi baru dan terbarukan pada tahun 2025 diwujudkan dengan berbagai macam kebijakan maupun regulasi, salah satunya pada pengembangan PLTS di Indonesia. Adanya kepastian dan payung hukum pelaksanaan pengembangan PLTS diharapkan mampu memberi kesempatan seluas luasnya untuk memaksimalkan potensi energi surya yang ada di Indonesia. Regulasi dari sisi teknis maupun fiskal harus terus diperbarui untuk mendukung investasi pada pengembangan PLTS.
Konversi Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Baharudin Helmy; Jaka Windarta; Erick Hardian Giovanni
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.27 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.8132

Abstract

Pertumbuhan ekonomi saat ini sangat tergantung pada energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, atau batubara. Ada banyak alternatif untuk pengganti energi fosil seperti biomassa, tenaga air, energi matahari dan energi angin. Selain itu aspek penting lainnya adalah strategi alternatif pengelolaan limbah. Perkembangan dan modernisasi membawa perubahan besar dalam produksi semua jenis komoditas, yang secara tidak langsung menghasilkan limbah. Plastik telah menjadi salah satu bahan untuk berbagai aplikasi karena fleksibilitas dan biaya yang relatif murah. Makalah ini menyajikan skenario konsumsi plastik saat ini dengan tujuan agar pembaca dapat melakukan analisis tentang teknik daur ulang limbah plastik padat. Daur ulang dapat dibagi ke dalam empat kategori: primer, sekunder, tersier, dan kuater. Karena nilai kalor plastik setara dengan bahan bakar fosil, maka plastik ini menjadi alternatif bahan bakar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk membahas metode mengubah plastik menjadi bahan bakar dengan metode pirolisis, degradasi katalitik, serta gasifikasi.
Analisis Pemanfaatan Tidak Langsung Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia Pradipta Ahluriza; Udi Harmoko
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 2, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.611 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2021.11075

Abstract

Indonesia berkomitmen dalam pengembangan penggunaan energi baru dan terbarukan yang tercantum pada Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, maupun peraturan pendukung lainnya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui secara tidak langsung pemanfaatan potensi energi panas bumi di Indonesia. Dengan kondisi geografi Indonesia yang terletak pada zona jalur cincin api, sehingga sistemnya mayoritas bertipe vulcanic (hidrothermal system) yang menyebabkan di setiap lapangannya memiliki potensi yang besar. Potensi ini menjadikannya prioritas pemerintah untuk mencapai bauran energi baru dan terbarukan paling sedikit 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Untuk mencapai target ini, pemerintah menentukan arah kebijakan dan rencana strategis yang tercantum pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Energi Panas Bumi dapat dimanfaatkan sesuai potensi daya yang dapat dihasilkan, yaitu PLTP.
Maksimalkan Potensi Geothermal dengan Pembentukan Holding BUMN Geothermal Jonius Christian Harefa; Udi Harmoko
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 2, No 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.712 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2021.11074

Abstract

Geothermal merupakan potensi energi yang ramah lingkungan dan merupakan energi primer yang dapat diandalkan dikarenakan siklus pemanfaatannya yang sangat lama. Geothermal energi di Indonesia merupakan cadangan terbesar kedua di dunia. Akan tetapi, pemanfaatannya masih belum maksimal dikarenakan pemanfaatan energi di Indonesia masih di dominasi oleh energi berbahan bakar fosil dibandingkan dengan berbahan bakar non fosil. Transisi pemanfaatan energi dari energi fosil ke non fosil telah dituangkan dalam rencana umum energi nasional. Persentase penggunaan energi terbarukan diharapkan naik setiap tahun, sebaliknya energi fosil perlahan mulai ditinggalkan. Tantangan dalam pemanfaatan geothermal juga sangat besar. Nilai investasi yang sangat besar diawal dan tingkat resiko investasi yang sangat besar membuat investor mengkaji kembali secara matang untuk berinvestasi di sektor ini. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini melalui kementerian BUMN berencana membentuk Holding BUMN khusus Geothermal energi. Pembentukan Holding BUMN Geothermal diharapkan dapat memaksimalkan potensi “harta karun” Indonesia terbesar kedua di dunia ini. Teknologi geothermal saat ini juga sudah mendukung secara maksimal untuk teknologi combined cycle sehingga pemanfaatannya bisa dimaksimalkan. Holding BUMN merupakan langkah yang tepat untuk pemanfaatan potensi geothermal di Indonesia.
Overview dan Analisis Potensi Pemanfaatan Langsung (Direct Use) Panas Bumi pada Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng Jawa Tengah Ramdani Alfan Subekti; Udi Harmoko
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 3 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.888 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.10047

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar di Indonesia dunia, yang mencakup sekitar 40% dari potensi dunia atau pada 28.617 MW. Sistem energi panas bumi di negara ini adalah umumnya dengan sistem hidrotermal yang bersuhu tinggi yang lebih dari 225°C, dan hanya sedikit sistem hidrotermal yang memilikinya menurunkan suhu sekitar 150°C–225°C. Status potensi dan kapasitas terpasang disajikan pada Meski potensi panas bumi besar di Indonesia, hingga saat ini pemanfaatannya masih belum optimal. Sumber dengan suhu tinggi dapat digunakan untuk pembangkit listrik; namun, pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan sistem binary dapat diterapkan pada sumber daya bersuhu sedang. Sumber daya suhu yang lebih rendah juga dapat digunakan untuk memanaskan bangunan, proses industri, greenhouses, hortikultura, akuakultur, pemandian air panas dan lain sebagainya. Dengan adanya manifestasi yang berada di WKP Dieng, sehingga dapat dijadikan bahan penelitian diantaranya : pembuatan water heating untuk pemenuhan homestay, pembuatan pemandian air panas dan lain sebagainya. untuk memulai pemanfaatan langsung (Direct Use) dengan memanfaatkan manifestasi air panas yang berada di WKP Dieng.
Pengaruh Katalis Genteng Tanah Liat dalam Proses Produksi Bahan Bakar Cair dari Limbah Ban Bekas dengan Proses Pirolisis Andry Anggoro Arahim; Widayat Widayat; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.606 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.9909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh katalis dari genteng tanah liat untuk memproduksi bahan bakar cair dari limbah ban bekas dengan proses pirolisis. Pirolisis menghasilkan produk yaitu cair (yield), arang (Char) dan gas. Alat pirolisis terdiri dari tabung reaktor, pipa stainless, pipa kaca, pipa kondensor dan kompor listrik. Katalis diletakkan pada pipa yang keluar dari reaktor sehingga katalis berperan dalam proses perubahan gas hasil pirolisis menjadi cair. Hasil XRF katalis genteng menunjukkan bahwa katalis genteng tanah liat mengandung silica alumina dimana dalam proses pirolisis silica alumina digunakan sebagai polimer, isomer dan pengkrekahan pada reaksi kimia hidrothermal. Hasil tanpa katalis menghasilkan yield lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan katalis. Yield di yeield dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass spectrometry (GC-MS), hasil yield mengandung hidrokarbon dengan fraksi C5-C12 (bensin) sebesar 80,94%.
Overview Penyediaan Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Hendra Ardi Kurniawan; Jaka Windarta
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 2, No 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.213 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2021.10045

Abstract

Seperti terlampir pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), peran EBT ditargetkan minimal sebesar 23% dari total kebutuhan energi pada Tahun 2025. Secara khusus, penelitian ini membahas mengenai pemantauan penyediaan kapasitas pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna untuk mendukung bauran energi sebesar 23%. Overview yang dilakukan melibatkan dua sumber data sebagai data sekunder yang berasal dari data pemodelan RUEN dan BPS. Pengumpulan data dilakukan yang kemudian dilanjutkan dengan perbandingan antara ketersediaan kapasitas aktual dengan pemodelan RUEN. Secara keseluruhan, pencapaian aktual penyediaan pembangkit PLTA memiliki gap sebesar 3% dari RUEN dimana Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan penyediaan kapasitas pembangkit tertinggi berdasaran RUEN sebesar 234,27 MW dari perencanaan 2,2 MW sedangkan Provinsi Aceh menunjukkan provinsi yang memiliki progres paling rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain yakni sebesar 2,64 MW dari perencanaan 128,4 MW. Studi lanjutan perlu dilakukan sebagai justifikasi dari setiap kemajuan dan/atau keterlambatan penyediaan yang disetiap wilayah sehingga dapat digunakan sebagai lesson learned untuk provinsi lain.

Page 2 of 13 | Total Record : 126