cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 6 Documents clear
THE DEPICTION OF POWER RELATIONS IN WISH (2023) THROUGH FOUCAULDIAN PERSPECTIVE Utama, Nur Gustiya; Dinanti, Putri Ayienda
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6526

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore Michel Foucault’s concept of power relations, understood as mechanisms embedded within social interactions, and how this concept is represented in the film Wish (2023). The film portrays a system of behavioral regulation and surveillance exercised by the main character, King Magnifico. Using a qualitative approach, data were collected through observations of selected dialogues and scenes that reflect the dynamics of power in the narrative. The analysis reveals two primary forms of power practices: power-knowledge and disciplinary power. Power-knowledge is manifested through control over information and narratives that shape the citizens’ perceptions of hope and reality. Meanwhile, disciplinary power is reflected in surveillance, punishment, and the formation of obedient subjects. The findings show that power in Wish is not merely repressive, but also operates subtly through processes of normalization, internalization of values, and discourse production, as described by Foucault. Thus, the film can be interpreted as a representation of modern social control, where domination occurs through symbolic structures and systematic surveillance mechanisms. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep relasi kuasa menurut Michel Foucault yang dipahami sebagai mekanisme yang tertanam dalam hubungan sosial, serta bagaimana konsep tersebut direpresentasikan dalam film Wish (2023). Film ini menampilkan sistem pengaturan perilaku dan pengawasan yang dijalankan oleh tokoh utama, King Magnifico. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terhadap dialog dan adegan terpilih yang merepresentasikan dinamika kuasa dalam narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama praktik kuasa: kuasa-pengetahuan dan kuasa disipliner. Kuasa-pengetahuan terlihat melalui kontrol atas informasi dan narasi yang membentuk persepsi warga terhadap harapan dan kenyataan. Sementara itu, kuasa disipliner tercermin dalam pengawasan, hukuman, dan pembentukan subjek yang patuh. Temuan ini menunjukkan bahwa bentuk kuasa dalam Wish tidak hanya bersifat represif, tetapi juga bekerja secara halus melalui proses normalisasi, internalisasi nilai, dan produksi wacana, sebagaimana dijelaskan oleh Foucault. Dengan demikian, film ini dapat dibaca sebagai representasi kontrol sosial modern yang bersifat menyeluruh, di mana dominasi berlangsung melalui struktur simbolik dan mekanisme pengawasan yang sistematis.
REPRESENTATION OF CONSUMMATE LOVE THROUGH CHARACTERS OF JOSEE AND TSUNEO IN JOSEE THE TIGER AND THE FISH (2020) BY SEIKO TANABE Febriani, Feeni; Dinanti, Putri Ayienda
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6527

Abstract

ABSTRACT Love is something that humans constantly seek to understand and express, and it frequently appears in various media narratives. Based on this idea, this study explores how a particular type of love is portrayed in the Japanese animated film Josee, the Tiger and the Fish (2020). This research adopts a qualitative approach and applies Robert Sternberg’s Triangular Theory of Love to examine the relationship between the two main characters. The research process involves several stages: collecting data in the form of images and dialogues from selected scenes, categorizing the data into themes based on Sternberg’s three components of love (intimacy, passion, and commitment), conducting thematic analysis to identify patterns in the representation of love, and drawing conclusions on how the characters’ self-image is shaped through expressions of love in the film. The findings reveal that the relationship between Josee and Tsuneo exemplifies what Sternberg defines as consummate love—a complete form of love that includes emotional closeness, physical affection, and long-term commitment. Their bond is illustrated through honest communication and a supportive relationship, while passion and commitment are portrayed in a balanced way. This film demonstrates that animation can serve as an effective medium for representing deep and meaningful aspects of human relationships, offering a richer understanding of the essence of love. ABSTRAK Cinta adalah sesuatu yang selalu ingin dipahami dan diungkapkan manusia, dan hal tersebut kerap muncul dalam berbagai narasi media. Berdasarkan gagasan tersebut, studi ini mengkaji bagaimana jenis cinta tertentu ditampilkan dalam film animasi Jepang Josee, the Tiger and the Fish (2020). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teori Segitiga Cinta dari Robert Sternberg untuk mengeksplorasi hubungan antara dua tokoh utama. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data berupa gambar dan dialog dari adegan terpilih, pengelompokan data ke dalam tema-tema sesuai indikator teori (keintiman, gairah, dan komitmen), analisis tematik untuk mengidentifikasi pola representasi cinta, serta penarikan kesimpulan mengenai bagaimana pencitraan diri tokoh dibentuk melalui ekspresi cinta dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara Josee dan Tsuneo mencerminkan bentuk cinta sejati sebagaimana dijelaskan oleh Sternberg—cinta yang mencakup keintiman emosional, gairah fisik, dan komitmen jangka panjang. Kedekatan mereka tergambar melalui percakapan yang jujur dan hubungan yang suportif, sementara gairah dan komitmen hadir secara seimbang dalam interaksi mereka. Film ini menunjukkan bahwa animasi dapat menjadi medium yang efektif untuk merepresentasikan dinamika cinta yang utuh dan bermakna, serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang esensi cinta dalam hubungan manusia.
ANALISIS PENGGUNAAN EMOTIKON SEBAGAI KONTEKS DALAM OBROLAN: CYBERPRAGMATIK Ayuningsih, Fitria; Safitri, Yuniar Andini; Yudistira, Yudistira; Tamrin, Tamrin; Ma’bar, M. Fadin; Setiawan, Irma
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.5693

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology over the past two decades has revolutionized the way people communicate, especially through the internet, social media, instant messaging applications, and 3D virtual worlds. New forms of communication, such as virtual conversations, have become increasingly common, particularly in messaging apps. However, virtual communication presents challenges such as the loss of gestures, facial expressions, and other non-verbal elements that are crucial for understanding messages. Therefore, emoticons are needed as tools to provide context and clarify meaning in conversations. This study aims to determine how emoticons are used in conversations and their impact on information reception in virtual communication. The research employs a literature review method. Data collection was carried out by identifying, describing, and concluding various relevant secondary data, while data analysis went through several stages: data reduction, data presentation, and data verification. The findings show that the use of emojis provides several benefits in virtual communication. Ten specific benefits of using emojis have been identified. Emojis help facilitate the understanding of meaning in conversations. The absence of gestures, facial expressions, and vocal intonation in virtual communication can lead to misunderstandings of the intended message. Therefore, emojis can help highlight certain intended aspects in communication. For instance, if someone wants to end a conversation with the word “okay,” the communicator may add a smiling emoji afterward to convey friendliness. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah merevolusi cara masyarakat berkomunikasi, terutama melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, dan dunia virtual 3D. Bentuk komunikasi baru seperti percakapan virtual kini semakin umum, khususnya di aplikasi pesan instan. Namun, komunikasi virtual menghadirkan tantangan seperti hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan elemen non-verbal lainnya yang penting dalam memahami pesan. Oleh karena itu, emotikon diperlukan sebagai alat bantu untuk memberikan konteks dan memperjelas makna dalam percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana emotikon digunakan dalam percakapan dan dampaknya terhadap penerimaan informasi dalam komunikasi virtual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Tahap pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan berbagai data sekunder yang relevan sedangkan tahapan analisis data melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan emoji memberikan berbagai manfaat dalam komunikasi virtual. Terdapat sepuluh manfaat penggunaan emoji yang telah diitentifikasi. Emoji berfungsi untuk mempermudah pemahaman makna dalam percakapan. Hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara dalam komunikasi virtual dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, penggunaan emoji dapat membantu menonjolkan aspek-aspek yang diinginkan dalam komunikasi. Misalnya, jika seseorang ingin mengakhiri percakapan dengan kata “okay,” komunikator dapat menambahkan emoji tersenyum di belakangnya. Hal ini dimaksudkan untuk menyampaikan keramahan.
RITUAL AND REVEAL: THE POWER OF PLOT IN SHIRLEY JACKSON’S "THE LOTTERY" Mandalahi, Esterlita; Purba, Nurhayati; Siregar, Grace; Siagian, Novitasari
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6591

Abstract

ABSTRACT Shirley Jackson’s The Lottery remains one of the most disturbing and widely discussed short stories in American literature. Its enduring appeal lies largely in the carefully crafted plot structure, which cleverly conceals the true nature of the small town’s annual ritual until the story’s climax. This article presents a close reading of the narrative using formalist and structuralist approaches, focusing on how tension and irony are built through narrative delay, symbolic cues, and a cyclical ritual structure. These narrative techniques not only generate emotional tension but also serve as critical tools used by Jackson to challenge themes of social conformity, the banality of evil, and culturally legitimized violence. This study employs a qualitative descriptive method, focusing on literary analysis through close reading and interpretative strategies. The research begins with an intensive reading of The Lottery to identify narrative techniques and literary devices used. This is followed by textual analysis using formalist and structuralist criticism. The study also examines secondary sources from academic journals and literary theory. The final stage involves interpreting meaning to uncover the social, psychological, and ideological implications of the text. By emphasizing the ethical dimension of the plot’s architecture, this study argues that The Lottery goes beyond mere storytelling and functions as a sharp critique of unquestioned traditions, urging readers to confront the hidden violence within normalized communal practices. ABSTRAK The Lottery karya Shirley Jackson tetap menjadi salah satu cerpen yang paling menggelisahkan dan banyak dibahas dalam sastra Amerika. Daya tariknya yang bertahan lama sebagian besar disebabkan oleh struktur plot yang dirancang dengan cermat, yang secara cerdik menyembunyikan sifat sebenarnya dari ritual tahunan di kota kecil tersebut hingga klimaks cerita. Artikel ini menyajikan pembacaan mendalam terhadap narasi menggunakan pendekatan formalis dan strukturalis, dengan fokus pada bagaimana ketegangan dan ironi dibangun melalui penundaan naratif, petunjuk simbolik, serta struktur ritual yang bersifat siklik. Teknik-teknik naratif ini tidak hanya menciptakan ketegangan emosional, tetapi juga berfungsi sebagai alat kritis yang digunakan Jackson untuk menggugat tema konformitas sosial, banalitas kejahatan, dan kekerasan yang dilegitimasi secara budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis sastra melalui pendekatan close reading dan strategi interpretatif. Penelitian ini diawali dengan pembacaan intensif terhadap cerpen The Lottery untuk mengidentifikasi teknik naratif dan perangkat sastra yang digunakan. Selanjutnya, dilakukan analisis teks dengan pendekatan kritik formalistis dan strukturalis. Peneliti juga mengkaji sumber-sumber sekunder dari jurnal akademik dan teori sastra. Tahapan akhir berupa interpretasi makna untuk mengungkap implikasi sosial, psikologis, dan ideologis dari teks. Dengan menekankan dimensi etis dari arsitektur plot, studi ini berargumen bahwa The Lottery melampaui sekadar penceritaan dan berfungsi sebagai kritik tajam terhadap tradisi yang tidak dipertanyakan, mendorong pembaca untuk menghadapi kekerasan tersembunyi dalam praktik komunal yang telah dinormalisasi.
MODERNISM AND WESTERN LITERARY INFLUENCES IN CHAIRIL ANWAR AND SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA Purba, Nurhayati; Mandalahi, Esterlita; Siregar, Grace; Siagian, Novitasari
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6592

Abstract

ABSTRACT This article explores the extent to which Western literature, particularly from Britain and the United States, influenced the development of modern Indonesian literature in the 20th century. The study employs a literature review and intertextual reading approach, involving the examination of theories on modernism and cultural interaction, as well as an analysis of Indonesian literary works that show Western influences, especially those by Chairil Anwar and Sutan Takdir Alisyahbana. The analysis draws on Sarwoto’s framework to map the development of Indonesian literary discourse in the context of modernity, ideology, and cultural identity. The discussion focuses on the adoption of Western literary styles, themes, and narrative structures. Modernism in Indonesian literature is understood as the result of tensions between local traditions and global cultural currents that have developed since the colonial period. Chairil Anwar is known for his expressive and individualistic style, reflecting existentialist influences, while Sutan Takdir Alisyahbana emphasizes rationality and renewal, in line with the spirit of modern humanism. Both figures did not merely adopt Western influences passively but adapted them to the Indonesian socio-cultural context. As a result, a distinctive form of modern Indonesian literature emerged—one that bridges local cultural heritage with universal ideas. This study demonstrates that modern Indonesian literature is the product of dynamic interactions between internal and external forces and contributes to a deeper understanding of literature as a product of global cultural exchange. ABSTRAK Artikel ini membahas sejauh mana sastra Barat, khususnya dari Inggris dan Amerika, memengaruhi perkembangan sastra Indonesia modern pada abad ke-20. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dan pembacaan intertekstual, dengan tahapan yang mencakup penelaahan teori-teori modernisme dan interaksi budaya, serta analisis karya sastra Indonesia yang menunjukkan pengaruh Barat, terutama tulisan Chairil Anwar dan Sutan Takdir Alisyahbana. Analisis dilakukan dengan merujuk pada kerangka Sarwoto untuk memetakan perkembangan wacana sastra Indonesia dalam konteks modernitas, ideologi, dan identitas budaya. Pembahasan difokuskan pada gaya penulisan, tema, dan struktur naratif yang diadopsi dari tradisi sastra Barat. Modernisme dalam sastra Indonesia dipahami sebagai hasil dari ketegangan antara tradisi lokal dan arus budaya global yang berkembang sejak masa kolonial. Chairil Anwar dikenal karena gaya ekspresif dan individualistisnya yang mencerminkan semangat eksistensialisme, sedangkan Sutan Takdir Alisyahbana mengedepankan rasionalitas dan semangat pembaruan, sejalan dengan ide-ide humanisme modern. Keduanya tidak hanya menyerap pengaruh luar, tetapi juga menyesuaikannya dengan realitas sosial budaya Indonesia. Hasilnya adalah corak sastra modern Indonesia yang khas, yang menjembatani warisan budaya lokal dengan ide-ide universal. Studi ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia modern lahir dari interaksi dinamis antara pengaruh internal dan eksternal, serta memberikan kontribusi penting dalam pemahaman sastra sebagai produk dari pertukaran budaya global.
KOHESI LEKSIKAL LIRIK LAGU BAND WALI: ANALISIS REPETISI Shofiyuddin, Shofiyuddin
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6593

Abstract

ABSTRACT Lyrics are a form of literary work (poetry) that express personal feelings through a structured arrangement of words in a song. The lyrics analyzed in this study are from songs by the band Wali. The selection was based on the researcher’s interest in the lyrics. Wali is one of the most well-known top-tier bands in Indonesia. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. The object of analysis is the lyrics from Wali’s Cari Berkah album, which contain elements of repetition and collocation. The data, consisting of words, clauses, and sentences, were collected from 17 songs using observation, note-taking, and documentation techniques. Data validity was tested using source triangulation. The analysis was conducted using the intralingual matching method with the comparison of similarities technique (HBS). The study focuses on analyzing forms of repetition as a type of lexical cohesion commonly found in song lyrics. The objectives of this research are: (1) to identify the types of repetition in the lyrics of Wali’s Cari Berkah album, and (2) to explain the influence of repetition on the meaning of the lyrics. Based on the findings, nine types of repetition were identified in the album’s lyrics: epizeuxis, tautotes, anaphora, epistrophe, symploce, mesodiplosis, epanalepsis, anadiplosis, and full repetition. From the analysis, a total of 103 instances of repetition were found. These data were categorized based on the types of words/morphemes, phrases, clauses, and sentences present in the lyrics. The most dominant type of repetition was epizeuxis. ABSTRAK Lirik merupakan karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi, susunan kata dalam sebuah nyanyian. Lirik lagu yang dikaji dalam penelitian ini adalah lirik lagu Band Wali. Pemilihan ini didasarkan pada ketertarikan peneliti terhadap lirik lagu tersebut. Band Wali termasuk deretan band papan atas yang sangat dikenal oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek kajiannya adalah lirik lagu dari album Cari Berkah karya Band Wali yang mengandung unsur repetisi dan kolokasi. Data berupa kata, klausa, dan kalimat dikumpulkan dari 17 lagu melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Analisis dilakukan menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Fokus penelitian ini adalah analisis bentuk repetisi sebagai salah satu bentuk kohesi leksikal yang banyak ditemukan dalam lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis repetisi pada lirik lagu karya Band Wali album Cari Berkah, (2) menjelaskan pengaruh repetisi pada makna lirik lagu karya Band Wali album Cari Berkah. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini telah ditemukan 9 jenis repetisi pada lirik lagu Band Wali album Cari Berkah. Kesembilan jenis repetisi tersebut adalah repetisi epizeuksis, tautotes, anafora, epistrofa, simploke, mesodiplosis, epanalepsis, anadiplosis, dan repetisi penuh. Bedasarkan analisis data yang telah dilakukan, telah ditemukan 103 data yang mengandung repetisii. Data tersebut telah didefinisikan berdasarkan jenis kata/morfem, frase, klausa, dan kalimat yang terdapat pada lirik lagu. Repetisi yang paling dominan adalah jenis repetisi epizeuksis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6