cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
PEMAKNAAN PADA ALBUM EGO DAN FUNGSI OTAK KARYA FOURTWNTY (Kajian Semiotik) Siti Maemunah; Nur Khasanah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemaknaan denotasi yang terkandung pada lirik lagu yang terdapat dalam album Ego dan Fungsi Otak karya Fourtwnty (2) pemaknaan konotasi yang terkandung pada lirik lagu yang terdapat dalam album Ego dan Fungsi Otak karya Fourtwnty. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan akan menghasilkan data secara deskriptif dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Adapun judul lagu dalam album Ego dan Fungsi Otak karya Fourtwnty yang dijadikan obek kajian yaitu Segelas Berdua, Kusut, Nyanyian Surau, Realita, Trilogi, Kita Pasti Tua, dan Zona Nyaman. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan bahwa makna denotasi dan konotasi dalam lagu berjudul Segelas Berdua terdapat 6 data, Kusut terdapat 6 data, Nyanyian Surau terdapat 6 data, Realita terdapat 5 data, Trilogi terdapat 8 data, Kita Pasti Tua terdapat 9 data denotasi serta 5 data konotasi, dan Zona Nyaman terdapat 6 data. Kata kunci: Album Ego dan Fungsi Otak, Denotasi dan Konotasi, Semiotik
EKSISTENSI SASTRA CYBER DI ERA DIGITAL Nina Ayu Kumala Dewi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16690

Abstract

Karya sastra dikenal sebagai produk budaya yang telah melewati setiap zaman perkembangan umat manusia, dari zaman lisan (ketika cerita juga mitos disampaikan dari mulut ke mulut), zaman tulisan, tradisi cetak, dan saat ini di era informasi berbasis teknologi digital. Kemajuan teknologi di era digital ini sangat pesat sehingga mempermudah penyebaran informasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia melalui internet. Dewasa ini internet bukan hal yang asing di telinga kita. Bahkan mayoritas, menjadikan internet sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Disamping perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih, dunia kesasastraan pun juga mengalami perkembangan dan ikut bergerak ke ranah yang modern pula. Sehingga sastra ikut menyesuaikan diri dan terkena dampak internet. Hal ini dapat dilihat dari munculnya istilah-istilah baru, seperti sastra cyber yang semakin popular seiring berkembanganya zaman. Sastra cyber dapat dikatakan sebagai sastra yang ditulis menggunakan media internet atau teknologi informatika lainnya. Sastra cyber ini dijadikan sebagai wahana untuk berkreasi di bidang sastra yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Lalu sejak kapan sastra cyber ini muncul? Dan bagaimana kualitas karya dalam sastra cyber?. Sastra menjadi milik bersama, tanpa adanya “monopoli” sastrawan, ahli sastra, atau penulis-penulis ternama. Setiap orang dapat menulis puisi, fiksi, dan bentuk sastra lainnya di internet. Selain menjadi kegiatan individual, para pegiat sastra cyber ini juga membentuk komunitas untuk dapat saling mengapresiasi, baik di dalam situs, blog, atau media social seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya. Tulisan ini ingin menyajikan bagaimana sejarah perkembangan sastra cyber, kualitas serta kelebihan dari sastra cyber itu sendiri.Kata kunci : sejarah, sastra cyber, kualitas dan kelebihan.  
ANALISIS CAMPUR KODE TUTURAN BOY WILLIAM PADA SEGMEN “DIBALIK PINTU” DI KANAL YOUTUBE BOY WILLIAM Nur Ajijah; Taat Budiono
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.18802

Abstract

Media sosial telah menjadi tempat dipertontonkannya berbagai hal, termasuk fenomena berbahasa. Media sosial telah membuktikan diri sebagai saran paling efktif dalam penyebaran berbagai hal termasuk kecenderungan dan preferensi berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor campur kode tuturan Boy William pada segmen #DibalikPintu di kanal YouTube Boy William. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berbentuk kata, frasa, dan klausa yang mengandung campur kode. Sumber data penelitian diperoleh dari akun youtube Boy William pada Playlist  “#DibalikPintu” yang tayang selama bulan Juni 2020.  Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak yang kemudian dilanjutkan dengan teknik transkripsi dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode agih dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan sekurang-kurangnya terdapat tiga jenis bentuk campur kode pada tuturan Boy William di kanal youtubenya. Ketiga bentuk campur kode tersebut adalah 33 data berbentuk klausa, 21 data berbentuk kata, dan 13 data berbentuk frasa. Sementara faktor terjadinya campur kode dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor kebahasaan penutur 44 data dan faktor latar belakang penutur sebanyak 23 data.               Kata Kunci : Campur Kode, Boy William, Sosiolinguistik.
JARGON PADA KOMUNITAS VAPE DI CINERE Restu Susprestrianto
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa jargon yang digunakan oleh komunitas Vape di Cinere. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini terfokus pada bentuk jargon, makna jargon dan fungsi jargon. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak/sadap sebagai teknik dasarnya dan teknik lanjutannya menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan wawancara agar data yang sudah didapat lebih akurat dan bersifat objektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 31 jargon dalam bentuk kata. Ditemukan 19 jargon bentuk kata benda (nomina). Di antaranya: Atomizer, Bane, Barrel, Cartomizer, Cloud, Fralien, Gunk, Kanthal, Lanyard, Mesh, Mod, Nic, Pod, Vape, Vapers, Vapor, Vaporista, Vaporizer, Wick. Ditemukan 7 kata kerja (Verba). Di antaranya: Coiling, Firing, Garuk, Puff, Spitback, Vaping, Wicking. Ditemukan 5 kata sifat (Ajektifa). Di antaranya: Bold, Clone, Creamy, Freebase, Oten. Terdapat 7 jargon dalam bentuk frasa. Ditemukan 6 frasa Nomina di antaranya: Cloud Chase, Dry Hit, Fused Clapton, Ghost Taste, Salt Nic, Vape Tonque. Ditemukan 1 frasa Verba yaitu Dry Burn. Ditemukan 43 makna jargon yang mengandung makna istilah. Di antaranya: Atomizer, Bane, Barrel, Bold, Cartomizer, Clone, Coiling, Creamy, Firing, Fralien, Freebase, Gunk, Kanthal, Lanyard, Mesh, Mod, Nic, Oten, Pod, Puff, Spitback, Vape, Vapers, Vaping, Vapor, Vaporista, Vaporizer, Wick, Wicking, Cloud Chase, Dry Burn, Dry Hit, Fused Clapton, Ghost Taste, Salt Nic, Vape Tonque, DTL (Direct To Lungs), MTL (Mouth To Lungs), (Rebuildable Atomizer), RDA (Rebuildable Dripping Atomizer), RDTA (Rebuildable Dripping Tank Atomizer), RTA (Rebuildable Tank Atomizer), TH (Throat Hit). Ditemukan 1 jargon yang mengandung makna leksikal yaitu Cloud dan 2 jargon yang mengandung makna kontekstual di antaranya: Garuk, PSK/Paket Siap Kebul. Fungsi pengunaan jargon pada komunitas Vape di Cinere terdiri dari 3 fungsi, yaitu fungsi instrumental, fungsi refresentasi dan fungsi heuristik.Kata Kunci : Sosiolinguistik, jargon, makna jargon dan fungsi jargon. 
PELANGGARAN PRINSIP KESOPANAN DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK DARUR ROJA CINERE-DEPOK Ekki Prayogo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16695

Abstract

Pelanggaran prinsip kesopanan dalam kegiatan belajar mengajar sering kali di tonjolkan dalam pelajaran bahasa Indonesia salah satunya dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Darur Roja Cinere - Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Mendeskripsikan bentuk dari pelanggaran kesopanan yang terjadidalam proses belajar mengajar di SMK Darur Roja Cinere-Depok ; (2) Mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi pelanggaran kesopanan dalam proses belajar mengajar di SMK Darur Roja ; (3) Mendeskripsikan strategi kesopanan pada siswa dan guru dalam proses belajar mengajar di SMK Darur Roja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan kajian pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelanggaran prinsip kesopanan dalam kegiatan belajar mengajar bahasa indonesia di SMK Darur Roja Cinere-Depok tersebut adalah: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim penghargaan, (3) maksim kedermawanan, (4) maksim permufakatan, (5) maksim  kesederhanaan, (6) maksim kesimpatian.Kata kunci :maksim kebijaksanaan,maksim penghargaan,maksim kedermawanan
ANALISIS WACANA KRITIS: STUDI KASUS REVITALISASI BAHASA IBU DI DESA CIKONENG Mohammad Ramdon Dasuki
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16719

Abstract

Desa Cikoneng yang terletak di kecamatan Anyer kabupaten Serang propinsi Banten ini terdiri dari empat kampung, dalam kesehariannya masyarakat ini menggunakan bahasa Lampung sebagai bahasa ibu. Hal yang unik ini telah berlangsung lama secara turun-temurun, sekalipun secara geografis lokasi berada di ujung paling barat pulau Jawa yang berbatasan dengan selat Sunda seberang daerah Lampung pulau Sumatra. Berdasarkan penuturan dari para tetua adat dan tokoh masyarakat desa Cikoneng, secara bahasa dan budaya Lampung masih dipertahankan sehingga menjadi unik karena mereka masih mempertahankan hingga ke keturunan ketujuh. Secara historis ternyata mereka ini satu keturunan dengan tokoh kesultanan Banten yang pertamakali mengembangkan ajaran Islam. Ada empat bersaudara yang pertama meyebarkan Islam sekian abad lampau; satu ke Lampung, kedua ke Banten, ketiga ke Sulawesi, dan keempat ke Malaysia. Minak Sengaji adalah tokoh yang mengembangkan Islam di Lampung dan desa Cikoneng, yang makamnya berada dekat pusat kota Anyer-Cilegon masih dilestarikan hingga saat ini. Saat terjadi konflik kekuasaan antara kesultanan Banten dan Pakuan Pajajaran, kekuasaan yang ada di Serang Banten meminta bantuan dari rakyat masyarakat desa Cikoneng yang tidak lain adalah masih memiliki hubungan keturunan dari sultan Banten tersebut. Bahkan menurut penuturan dari keturunan Minak Sengaji yang masih hidup saat ini, mereka lah yang mengalahkan suku Baduy hingga menyingkir pada saat itu ke wilayah Lebak Banten dengan tetap mempertahankan adat budaya dan keyakinan semasa Pakuan Pajajaran yaitu Sunda Wiwitan. Namun yang akan diungkap di sini adalah aspek bahasa Lampung sebagai bahasa Ibu yang sudah ratusan tahun mereka gunakan dan mereka pertahankan kepada anak keturunan mereka di satu desa itu yang masih bertahan. Hingga pemerintah daerah Lampung saat ini justeru sering merujuk ke desa Cikoneng perihal bahasa dan budaya yang justeru tetap lestari di seberang wilayahnya yaitu wilayah desa Cikoneng yang berada di luar wilayah Lampung Sumatra. Perkembangan terakhir berdasarkan penelitian penulis kini masyarakat desa Cikoneng mulai khawatir dengan kelestarian bahasa dan budaya Lampungnya. Sekalipun bahasa keseharian masih menggunakan bahasa Lampung, simbol Siger yang bertaring enam atau sembilan masih digunakan di berbagai simbol kehidupan sehari-hari, serta budaya sastra lisan lainnya masih terus dipertahankan oleh generasi mudanya, masyarakat generasi tuanya mulai cemas dengan kaum urban atau kaum pendatang yang sulit lagi dibendung karena faktor perkembangan zaman. Sebagaimana faktor pendidikan dan globalisasi yang mengharuskan generasi penerusnya harus melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, dan bahasa elektronik yang serba global juga dengan bahasa dan istilah asing, yang terus meluas dalam kehidupan keseharian mereka.  Kata Kunci: Revitalisasi Bahasa Ibu, Pemertahanan Bahasa, Desa Cikoneng 
ANALISIS FENOMENA CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA MEDIA SOSIAL TWITTER Fani Fazrul Hikam; Fickyh Verdhyawan Santoso; Mahdi Mahdi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16702

Abstract

Media Sosial merupakan sebuah wadah daring yang memungkinkan setiap individu bisa melakukan komunikasi jarak jauh.dengan adanya sarana tersebut maka sangat mungkin terdapat terjadinya campur kode dan alih kode pada penggunaan bahasanya. Penelitian ini membahas mengenai terjadinya campur kode dan alih kode pada platform media sosial Twitter. Platform Twitter dipilih karena merupakan salah satu platform 10 teratas yang penggunanya paling banyak di Indonesia dan untuk pencarian data yang lebih efisien peneliti menggunakan fitur hastag pada Twitter. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sebuah fenomena campur kode dan alih kode yang dilakukan para pegiat pada platform media sosial Twitter. Untuk metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut. Analisis penelitian ini dipengaruh pada kekuatan kata dan kalimat yang digunakan. Adapun teori yang digunakan sebagai landasan Campur kode dan Alih kode. Campur kode adalah penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa. Alih kode Menurut Appel (1976:79) gejala peralihan pemakaian bahasa karena berubahnya situasi. Untuk teknik pengumpulan data peneliti melakukan pengamatan kepada beberapa hastag yang sering masuk trending lalu dan mengambilnya dengan cara tangkap layar. Cara ini digunakan agar kemurnian data yang diambil terjaga tanpa ada coretan yang membuat datanya terlihat telah dimanipulasi. Untuk data hasil penelitian berupa frasa, kata, atau kalimat yang terdapat dalam media sosial Twitter dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pegiat Twitter sering terjadi campur kode dan alih kode antar bahasa daerah, bahasa asing dan bahasa Indonesia.Kata Kunci: Alih Kode, Campur Kode, Twitter
Nilai Moral Tokoh Utama dalam Novel Peter karya Risa Saraswati Dinda Putri Larassati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16691

Abstract

This study aims to describe (1) the good moral values of the main character in the novel Peter by Risa Saraswati, (2) the bad moral values of the main character in the novel Peter by Risa Saraswati. In addition, it also describes (3) the form of conveying moral values in the novel Peter by Risa Saraswati. This research is a qualitative descriptive study. The data source of this research is the novel Peter by Risa Sarswati. The results of the analysis of this study indicate that the main character's moral values show (1) good moral values that include a. Religious b. caring c. Responsible d. Confident e. Compassionate f. Mannerly. (2) bad moral values that include being disrespectful, and rude. (3) Forms of Direct and Indirect Delivery of Moral ValuesKata Kunci: Moral Values, Good Morals, Bad Morals, Forms of Delivery of Moral Values
GAYA BAHASA PADA CATATAN NAJWA DI TRANS 7 EDISI BULAN JULI - AGUSTUS 2019 Moch Yadi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mendeskripsikan jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan (2). Mendeskripsikan jenis gaya bahasa berdasarkan langsung dan tidaknya makna pada Catatan Najwa di Trans 7 Edisi Bulan Juli — Agustus 2019. Teori yang digunakan adalah teori diksi dan gaya bahasa. Objek dalam penelitian ini adalah sebuah catatan acara talkshow. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode simak bebas libat cakap dan dilanjutkan dengan teknik catat, yang kemudian dianalisis dengan metode agih dan teknik lanjutannya menggunakan pilah unsur penentu. Dari hasil penelitian, diperoleh simpulan: (1). Terdapat tiga jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat pada Catatan Najwa di Trans 7 edisi bulan Juli — Agustus 2019. Ketiga jenis gaya bahasa tersebut yaitu paralelisme, antitesis, dan repetisi. (2). Terdapat sepuluh jenis gaya bahasa berdasarkan langsung dan tidaknya makna pada Catatan Najwa di Trans 7 edisi bulan Juli — Agustus 2019. Sepuluh jenis gaya bahasa tersebut yaitu aliterasi, asonansi, pleonasme dan tautologi, erotesis atau pertanyaan retoris, hiperbol, persamaan atau simile, personifikasi, sinekdoke, metonimia, dan sarkasme.Kata kunci: Gaya Bahasa, Stilistika, Catatan Najwa
GAYA BAHASA DAN CITRAAN DALAM ALBUM RESPECT KARYA BONDAN PRAKOSO & FADE 2 BLACK (KAJIAN STILISTIKA) Ajie Gunawan
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16697

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan. (1) Menjelaskan jenis gaya bahasa yang terdapat dalam album Respect karya Bondan Prakoso & Fade 2 Black. (2) Menjelaskan bentuk penggunaan citraan yang terdapat album Respect karya Bondan Prakos & Fade 2 Black. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, atau kalimat yang terdapat dalam album Respect  karya Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan catat. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori stilistika sebagai teori pokok. Teori tersebut digunakan untuk menemukan gaya bahasa dan citraan yang terkandung di dalam album Respect karya Bondan prakoso & Fade 2 Black. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam album Respect karya Bondan Prakoso & Fade 2 Black terdapat 12 jenis gaya bahasa, yaitu gaya bahasa repetisi, aliterasi, asonansi, anastrof, apostrof, hiperbola, simile, metafora, personifikasi, sinekdoke, sinisme, sarkasme. Aspek citraan dalam album Respect karya Bondan Prakoso & Fade 2 Black terdiri dari citraan pengelihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan penciuman, dan citraan gerakan.Kata kunci: stilistika, gaya bahasa, citraan, lirik lagu.

Page 7 of 21 | Total Record : 208